knocked my heart

knocked my heart
Chapter 14


__ADS_3

"Tunggu nona Angel. "panggil Kiara.


" Jika kau meninggalkan kami Sebelum wawancara itu tidak sopan.Padahal kami sudah menunggumu selama lima jam. Jika sampai orang-orang tahu hal ini aku pikir itu tidak akan baik dan berdampak buruk pada karirmu."ucap Kiara tegas.


PLAAAK..


Angel menampar Kiara dengan keras hingga Kiara jatuh tersungkur dan kepalanya membentur pinggiran meja.


***


Malam harinya.


Dikantor Varell..


"Varell!!"  teriak Adit sembari membanting pintu ruangan Varell.


Varell sangat kaget dengan teriakan Adit, Karena Varell tidak pernah mendengar Adit berteriak pada Varell Apalagi di dalam kantor. Adit mendekati Varell dan menarik kerah kemeja Varell.


"Apa aku pernah mengajarimu untuk melakukan kekerasan pada wanita? "ucap Adit marah.


"Apa maksud kak Adit? " tanya Varell bingung.


flashback


siang tadi..


Angel menampar Kiara dengan sangat keras hingga Kiara jatuh tersungkur dan kepalanya membentur pinggiran meja.


"Kau pikir siapa kau!  Beraninya berkata seperti itu padaku.Kau pikir orang akan percaya dengan yang kau katakan! "Caci Angel.


"Apa kau sudah tidak waras! Kiara kau baik-baik saja? "tanya Rini khawatir.


Kiara masih terduduk di lantai kepalanya terasa sangat pusing.


"Kiara kepalamu berdarah. "ucap Rini kaget.


"Hai kau!. kau harus bertanggung jawab pada apa yang terjadi pada Kiara!!"ucap Rini marah


"Siapa? aku? hah.. mimpi aja deh.. "ucap Angel sinis.


"Aku akan melaporkan hal ini pada polisi dan pimpinan perusahaan kami. " ucap Rini


"Hah.. aku sarankan kalian tak menulis artikel jelek tentangku.. atau aku akan membalas pada kalian berkali-kali lipat. Dan aku adalah Angel.. bukan Audy yang tidak bisa melawanmu Kiara.. kau bahkan tidak ada apa-apanya di hadapanku.."


"Apa? ternyata kau memiliki hubungan dengan Audy?"


"Tentu karena Audy adalah kakakku! "


"Kalian tunggu saja aku akan menuntut kalian karena kalian telah menganggu waktu ku dan pekerjaanku. Lebih baik kalian cepat kabur sebelum aku meminta ganti rugi pada kalian!"


Lalu angel pun pergi meninggalkan Kiara dan Rini yang masih kesal karena perkataan dan perilaku Angel.


"Kiara.. apa kau kenal secara pribadi dengannya? dan siapa itu Audy? "tanya Rini yang masih bingung.


"Iya.. begitulah. " ucap Kiara yang kemudian bangun dari duduknya dilantai dan berpindah ke kursi.


"Aku sedang punya masalah dengan kakaknya  namanya Audy, sejujurnya aku juga baru tahu jika ternyata Angel adalah adik Audy."


"Lalu bagaimana ini Kiara wawancaranya? Dan juga apa kita akan benar-benar harus membayar ganti rugi padanya? "


"Tenang lah Rini.. semua akan baik-baik saja." ucap Kiara yakin.


"Tapi Kiara sepertinya kau harus ke Rumah sakit darah dikepalamu terus keluar. "ucap Rini khawatir.


"Eemm tidak apa Rini lebih baik kita ke kantor Di kantor ada kotak P3K aku bisa membalut sendiri luka ini, kau tidak perlu khawatir."


"Tidak Kiara aku akan meminta izin kepada kepala editor lebih baik kau pulang sekarang, lagi pula ini sudah sore sebentar lagi juga jam pulang kita."


"Apa tidak apa-apa?"


"Tidak apa Kiara."


" Oke terima kasih Rini."


"Iya..  hati-hatilah di Jalan Kiara."Ucap Rini yang kemudian pergi meninggalkan Kiara.


***


Kiara sampai di rumah ..Kiara mengendap-endap menuju dapur dan membuka lemari pendingin.


" Di mana es nya apa habis?" ucap Kiara


" Nona sudah pulang" tanya Bi Anah


Kiara kaget karena tiba-tiba Bi Anah ada di belakangnya Kiara langsung buru-buru membalikan badan dan pergi menghindari Bi Anah


"Emmm Bi anah, Aku baru saja sampai dan ada pekerjaan aku ke atas dulu ."


Kiara pun berjalan dengan cepat menuju kamarnya..


" Kenapa sampai bengkak gini pipinya."ucap Kiara sambil menaruh es di pipinya.


Kiara menuju kamar mandi Sebelumnya dia mengambil kotak P3K dari laci kamarnya .


"Aah sakit banget."Pekik Kiara saat melihat luka di jidatnya.


Lalu Kiara pun membersihkan lukanya di jidatnya.


"A.. aw..perih banget ." keluh Kiara


"wanita itu kasar sekali persis sama seperti kakaknya, luka seperti ini pasti akan berbekas tapi bukan itu Masalahnya kalau Varell sampai tahu pasti bisa runyam."


Tok.. tok.. tok..


"Non.. ada nona Nabila. "


"Ooh.. ok"


"Haduuwh gimana nih.. "ucap Kiara panik.


Lalu Kiara mengambil syal di lemarinya dan kemudian keluar.


"Ya kak Bila.. aku kira kakak sedang sibuk. "


"hahaha.. memang dari kemarin aku di kota B, baru pulang dan mampir rumah.. hehehe ku kangen kamu Ki.. " ucap Nabila


"Hahaha kak untung aja aku dah pulang. "


"Loh memang kamu dari mana? "

__ADS_1


"Kak aku kan bekerja.. aku sekarang seorang editor. "


Nabila terdiam karena kaget..


"Kak.. " panggil Kiara.


"Aaaaahh.. Kiara.. " teriak Nabila sangat girang dan langsung memeluk Kiara.


"Kau hebat apa paman dan bibi mengizinkan?Waah mereka memang yang terbaik"


"Hehe..aku tidak tahu apa papa dan mama mengizinkan yang penting Varell mengizinkannya. "


"Ooh.. hebat sekali kau Kiara.. jadi ini alasanmu menikah. "


"Waaahh kakak langsung bisa menebak. "


"Jadi benar? "


"Iya.. salah satu alasanku menikah dengan Vino dulu.. tapi siapa sangka aku justru Menikahi Varell.. ku kira Varell akan menentang tapi ternyata Varell mengizinkannya. "


"Hah.. sepertinya Varell sudah luluh dan tunduk padamu. Dia itu tipe laki-laki yang sangat susah didekati wanita. "


"Benarkah... "


"Iya teman wanitanya dulu cuma aku saja. "


"Waaahh... tapi kalau dia paling susah didekati wanita kenapa dia terus dekatin aku? Dia sungguh menyebalkan. aku kira Varell dulunya itu playboy.. "


Nabila memandang Kiara dengan seksama..


"Ada apa dengan wajahmu Kiara kenapa kamu tutupi?"tanya Nabila.


"Enggak apa-apa kak.. aku cuma lagi gak enak badan. "


Namun Nabila tak mengubris ucapan Kiara. Ditariknya Syal yang menutupi wajah Kiara. Nabila terkejut dengan apa yang dilihatnya luka dijidat dan memar dipipi Kiara.


"Apa yang terjadi? "


"Tidak ada apa pun kak.. aku cuma terjatuh. "


"Ini bukan luka karena terjatuh Kiara. " ucap Nabila sambil menunjuk pipi Kiara.


"Aku tidak apa-apa kak.. aku cuma kurang hati-hati. "


"Kenapa kamu terus mengelak Kiara? "ucap Nabila.


"Tidak kak.. "


"Apa Varell yang melakukan ini?!"


"Tidak kak.. Varell tidak melakukan hal ini. " ucap Kiara cepat.


Namun Nabila sudah sangat marah dan pergi meninggalkan Kiara.


"Kak Nabila! "Teriak Kiara


"Huh..aku harap kakak tidak menemui Varell. "


***


tut...tut... tut...


" Kenapa tidak diangkat sih." Nabila pun menghubungi lagi.


"Dimana kamu? "ucap Nabila kesal.


"Ada apa? "


"Cepat berikan teleponnya pada Varell!!"


"Katakan saja padaku aku akan menyampaikannya pada Varell. Sekarang Varell sedang rapat. "


"Hai!!  br*****k!!  kalau kamu berani main tangan lagi pada Kiara aku tidak akan memaafkanmu. hanya kali ini saja aku tak menuntutmu." ucap Nabila dengan sangat marah.dan langsung menutup teleponnya.


Adit di seberang sangat kaget dengan apa yang dikatakan Nabila.


"Apa ini?  Varell berani main tangan pada Kiara?  ucap Adit lirih dan langsung pergi ke ruangan Varell.


"VARELL WILLIAM!!! " teriak Adit marah sembari membanting pintu ruangan Varell.


Varell yang sedang membaca laporan sangat kaget dengan teriakan Adit. Karena Varell tidak pernah mendengar Adit berteriak apa lagi di kantor. Adit mendekati Varell dan menarik kerah baju Varell. Varell hanya bingung dengan apa yang Adit lakukan.


"Apa aku pernah mengajarimu untuk melakukan kekerasan pada wanita? "


"Kak ada apa? " ucap Varell yang bingung dengan apa yang Adit katakan.


"Ada apa katamu? karena ini kah kau dari kemarin enggan untuk pulang Kerumah. Jika kau ada masalah tidak seharusnya main tangan pada Kiara.Kau bisa selesaikan baik-baik dengan berbicara pada Kiara. Kau bilang Kiara adalah istrimu bukan orang lain. Apa karena dia istrimu kau bebas melakukan hal itu pada Kiara? apa itu pemikiran mu Varell?" ucap Adit yang juga marah.


"Apa yang kau katakan kak? aku tidak mengerti? "ucap Varell


"Nabila tadi dia menghubungiku dengan marah. Dia bilang kau main tangan dengan Kiara. Apa kau akan beralasan?"


"Tunggu kak.. kau bilang apa?  aku tidak pernah main tangan pada Kiara. bagaimana Nabila bisa....... " Varell berhenti bicara.


Varell pun langsung melepas cengkeraman Adit dan bergegas berlari keluar dengan cepat.Adit pun hanya diam melihat Varell yang bergegas pergi. Varell mengemudikan mobilnya tanpa memikirkan keselamatannya.


***


"Lebih baik aku istirahat. Kak Nabila tidak mungkin ke kantor Varell dan tidak mungkin juga menghubungi Varell. Karena kakak tidak punya kontak Varell."


Kiara pun merebahkan tubuhnya di kasur.


Tak lama Varell sudah sampai dirumah Varell pun bergegas masuk dan berlari ke kamar.


"Kiara! "panggil Varell.


Kiara yang mendengar suara Varell langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kiara.. "


"Aku lelah Varell aku ingin istirahat sebentar, kau keluarlah dulu. "


Namun Varell langsung mendekati Kiara dan membuka paksa selimut Kiara.


Varel terdiam tanpa ekspresi saat melihat Kiara. Pipi yang bengkak dan luka di dahi yang darahnya masih terlihat dari balik balutan kapas. Varell seketika terlihat sangat marah dan dengan cepat meraih tangan Kiara. Namun Kiara menepis tangan Varell. Varell pun bertambah marah dan langsung menggendong Kiara.


"Varell lepas.. Varel!! "Rintih Kiara air matanya mulai menetes.


"Varel lepaskan aku, aku tidak apa-apa..aku hanya terjatuh karena kecerobohan ku. "ucap Kiara.

__ADS_1


Varell pun berhenti seketika wajahnya masih menunjukkan amarahnya ,wajah dingin Varell membuat Kiara berhenti merengek.


"Jika kau tidak mengatakan yang sesungguhnya aku akan mencari tahu sendiri." ucap Varell dingin.


"Tidak Varell. aku bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. " ucap Kiara


Varell hanya diam emosinya masih meluap-luap.


"Aku pasti akan memberitahumu nanti. "ucap Kiara lagi


"Oke.. tapi sekarang aku akan membawamu ke rumah sakit. "ucap Varell


"Tidak Varell.. aku.... "


"Cukup Kiara.. jangan membantah lagi. "ucap Varell.


Kiara pun hanya diam menuruti perkataan Varell yang menggendong nya ke mobil dan membawa nya ke rumah sakit.


"Varell...  kakiku tidak sakit.. aku bisa berjalan sendiri. "ucap Kiara.


"Diamlah. "ucap Varell.


Kiara sangat malu karena Varell sedari tadi sampai di rumah sakit terus menggendong Kiara hingga sekarang di kasir pun Varell masih menggendong Kiara. Ingin Kiara menghilang dari muka bumi ini karena malu.


"Waaahhh suaminya udah ganteng, baik hati juga kuat banget ya.. "Bisik seseorang yang juga pengunjung rumah sakit.


Kiara yang mendengar pun bertambah malu dan membenamkan wajahnya di pundak Varell.


"Kiara.. "panggil Varell.


"Hemm iya.. "


"Kamu gak apa-apa kan? "


"Iya aku gak apa-apa.. cuma ngantuk aja." ucap Kiara.


Varell pun menurunkan Kiara begitu berada dimobil, memakaikan sabuk pengaman dan juga menyelimuti tubuh Kiara dengan jas yang ia pakai.


"Terimakasih Varell. "ucap Kiara dan memposisikan tubuhnya dikursi penumpang agar mudah untuk tidur. Varell pun mengendarai mobilnya dengan perlahan tidak ingin mengagetkan Kiara yang tertidur.


***


Keesokan paginya.


Kiara bangun karena alarm handphone nya. Dilihatnya Varell sudah tak ada. kiara pun bangun dan bergegas untuk berangkat ke kantor. Saat turun Kiara melihat Varell sedang sarapan.


"Kau sudah bangun. "ucap Varell.


"Iya.. "


"Mau kemana? "


"Berangkat ke kantor. "


"Aku akan meminta ijin pada atasanmu. Perihal kau sedang sakit sekarang. Jadi kau dirumah saja."ucap Varell.


"Tapi Varell.. "


Varell menatap Kiara dengan dingin mengisyaratkan pada Kiara bahwa tidak ada penolakan.


"Ayo sarapan. "ucap Varell.


Kiara pun berjalan dengan lemas dan lunglai menuju meja makan.


drrrt.. drrt..


Suara getar handphone Varell.


"Halo.. "ucap Varell


"Bagimana apa Kiara baik-baik saja? "


"Iya.. aku sudah.... "kata-kata Varell terhenti.


"Kiara aku terima telepon dulu dibelakang.Kau makanlah dulu.. lalu minum obat.. ok.. aku akan ambilkan sekalian obatmu nanti. "


"Iya.. "ucap Kiara.


Varell pun bangkit dan menuju taman belakang.


"Halo.. kak.. Kiara sudah baikan sekarang. Aku membawanya ke rumah sakit semalam. Dia butuh empat jahitan di dahinya.huft .." Varell mencoba menenangkan dirinya.


"Jadi kau benar tidak melakukan hal itu? " ucap Adit.


" Bagaimana mungkin aku menyakiti wanita yang aku cintai kak. "


"Ok baiklah di sini Nabila juga ikut mendengarkan dan dia juga sudah merasa lega. maafkan kami Varell yang sudah menuduhmu. "ucap Adit.


"Varell jika kau sampai benar-benar menyakiti Kiara aku pasti akan membalasmu dengan lebih kejam."ucap Nabila.


"Sudah kukatakan.. aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu pada Kiara. Bahkan aku tidak ingin membuatnya terluka. Aku hanya ingin melihat wajahnya yang selalu tersenyum.Jika aku menyakitinya sama saja aku menyakiti diriku sendiri."


"Ok.. aku akan pegang kata-kata mu Varell. " ucap Nabila.


"Tapi Varell kenapa sampai sekarang kau diam saja. Seharusnya kau sudah mencari tahu apa yang terjadi. "


"Aku sudah katakan hal itu pada Kiara. Tapi Kiara bersikeras menangani masalahnya sendiri. jadi aku pun menghormati keputusan Kiara. Jika Kiara sampai tidak bisa menangani akulah yang akan menanganinya.."Ucap Varell tegas.


"Baiklah "ucap Adit.


"Aku mungkin hari ini akan menemani Kiara dirumah. Tolong kau jadwalkan ulang untuk rapat siang ini. "


"Ok. "


tut.. tut.. tut..


Varell masuk kedalam dan dimeja makan sudah tidak ada Kiara.


"kiara.. "panggil Varell.


Varell pun mencari Kiara ke dalam kamar namun kosong.


"Bi Anah.. bi.. Kiara dimana? "Tanya Varell


"Tadi bibi melihat non Kiara berlari keluar terburu-buru"


"Hah.. Kemana lagi dia.. Kiara apa yang dia pikirkan sekarang."ucap Varell kesal.


***bersambung***

__ADS_1


Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..


thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..


__ADS_2