knocked my heart

knocked my heart
Chapter 8


__ADS_3

"Ayah.. " panggil Varell lirih.


Namun tidak ada jawaban dari ayahnya. Varell pun duduk di samping ranjang William ayahnya.Tangannya menggenggam tangan William.


'Kenapa tangan ini sangat lemah.' bisikVarell dalam hati


Diingatanya tangan ayahnya dulu adalah tangan yang paling kuat yang ia pegang.


Varell Kaget saat tangan Kiara memegang pundak Varell. kelembutan Kiara meruntuhkan ego d dalam diri Varell. air mata Varell mulai menetes.


'sangat lembut dan nyaman. ' ucap Varell dalam hati saat Kiara memeluk Varell.


"Tenanglah. " ucap Kiara sambil mengusap lembut punggung Varell.


Varell menitikkan lagi air matanya.


'Kenapa aku tunjukkan sisi rapuhku pada wanita ini. ' bisik Varell dalam hati.


Adit yang melihat hal itu pun mundur dengan perlahan dan keluar dari ruangan William ayah Varell.


"Varell telah menemukan sebuah berlian. " ucap Adit lirih


Kemudian Adit pun pergi meninggalkan ruangan William.


Setelah cukup lama Varell pun mulai tenang. Kiara pun hendak melepaskan pelukannya namun saat hendak melepaskan pelukan tangan Varell meraih tangan Kiara.


"Ada apa? "tanya Kiara lirih


"Jangan pergi kemana-mana tetap disini. " ucap Varell.


"Aku gak kemana pun, aku akan duduk di sofa." ucap Kiara. sambil menunjuk sofa yang ada di belakang Varell.


Varell pun melepaskan tangan Kiara .


Tak terasa matahari sudah terik dan berada diatas kepala.


Tok.. tok..


"Masuk. " ucap Varell.


Ternyata Adit yang datang.


"Aku kira kau dan Kiara pasti belum makan."ucap Adit.


"Aah.. kau benar sekali bahkan tadi pagi kami pun belum sempat sarapan. " ucap Varell yang kemudian melihat ke arah Kiara.


' Apa dia tertidur. ' Ucap Varell dalam hati.


"Sepertinya Kiara tertidur. "ucap Adit.


Varell hanya tersenyum. Dia melihat Kiara yang tertidur dengan sangat pulas di sofa.


"Apa aku perlu pesankan makanan. " ucap Adit.


"Tidak usah aku akan pergi cari makan sendiri. "ucap  Varell.


"Baiklah. "


"Bisa kau jaga Ayah sampai aku kembali? " tanya Varell.


"Tentu sekarang jam makan siang aku masih punya waktu satu jam." ucap Adit


"Kamu punya waktu lebih dari satu jam,  gak perlu khawatir. " ucap Varell santai.


"Haahh.. kok bisa? " tanya Adit


"Tentu bisa apa yang gak bisa. Aku kan atasan mu. " jawab Varell.


"Hah.. kau ini benar-benar baru satu hari menikah sudah bisa buat lelucon. "


"Heeemmm.. apa maksudmu lelucon? "tanya Varell.


"Tidak ada. "jwb Adit singkat.


Varell pun beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Kiara. Varell memandang wajah Kiara dan berjongkok didepan Kiara , tangannya membelai rambut Kiara hendak membangunkannya.


Dag.. dig.. dug..


detak jantung Varell berdetak sangat cepat.


"Kiara.. "panggil Varell pelan.


"Emm.. "


"Bangunlah.. "


"Tunggu sebentar lagi.. "


Cup


satu detik, dua detik, tiga detik,  empat detik..


Kiara langsung membuka matanya


"Apa yang kau lakukan Varell. "


"Tentu saja membangunkanmu. "ucap Varell tanpa rasa bersalah.


"Kau... "


Varell kembali mencium Kiara, namun sekarang mencium bibir Kiara dan lebih dalam lagi, Kiara memberontak ciuman Varell dan mengigit bibir Varell.


"Aaww...."pekik Varell.


"Jangan berteriak Kiara. "ucap Varell tiba-tiba sebelum dia akan berteriak pada Varell.


Kiara tidak mengerti apa yang dikatakan Varell,hampir saja Kiara akan menampar Varell namun dia urungkan saat melihat Adit juga di ruangan dan Kiara pun melihat William sudah membuka matanya.


"Varell.. "panggil William.


Varell pun menoleh.


"Ayah.. kau sudah sadar?  ucap Varell


"Iya.. hahaha.. aku tidak tahu jika kau sangat mencintai istrimu Varell, awalnya aku kira kau hanya ingin melakukan itu karena Vino. Tapi aku salah. Aku melihat cintamu memang tulus untuk Kiara.


"Itu tidak mungkin.. "ucap Kiara tiba-tiba.


"Kenapa tidak mungkin? " tanya William


Kiara bingung dengan jawaban nya..


"Itu karena Kiara sangat susah dibangunkan kalau sedang tidur. "ucap Varell.


Kiara merasa sangat malu dengan ucaan Varell.


' Bagaimana dia tahu aku sangat sulit bangun? ' batin Kiara.


"Kiara.. "panggil William


"Iya Om.. "jawab Kiara


Kiara pun mendekat.


"Kiara.. " panggil William lagi.


"Iya om... "


"Kamu adalah istri Varell anakku, bukankah itu artinya aku juga adalah ayahmu?  maka panggil aku ayah. "


"Ayah... " ucap Kiara.


William pun sangat bahagia senyum tersungging dibibirnya.


"Kemarilah nak. " ucap William.


Kiara pun mendekati William dan memeluknya.


"Terimakasih.. terimakasih karena telah menikah dan menjadi istri untuk Varell. Varell memiliki banyak kekurangan maka terimakasih telah mau menerima kekurangan Varell. Hanya terimakasih yang bisa ayah berikan pada mu " ucap William sambil menepuk lembut punggung Kiara.


Kiara hanya terdiam dia tidak tahu harus berkata apa.


"Sudahlah ayah lepaskan Kiara. " ucap Varell.


"Apa kau cemburu dengan ayahmu ini? " ledek William


"hahahaa... tentu saja tidak ayah. Hanya saja kau terlalu lama memeluk Kiara. Aku saja tidak pernah memeluknya selama itu. "ucap Varell.

__ADS_1


William terdiam.


"Ooh maksudmu.. kau tidak pernah terlalu lama memeluk Kiara karena kau lebih suka langsung bertindak. "ucap William


Namun Kiara dan Varell hanya diam mereka bingung dengan ucapan Ayah.  Ayah dan Adit pun ikut bingung karena tidak ada reaksi pada keduanya, justru terlihat wajah yang tidak mengerti apa pun.


"Huh.. tidak masalah jika ayah memeluk Kiara.. toh Kiara juga anak ayah. " ucap William memecah sunyi..


"Ya sudah ayah.. Sekarang aku dan Kiara harus keluar sejak tadi pagi Kiara belum makan apa pun. "


"Benarkah? "tanya William.


"Aah itu benar ayah, aku sampai lupa itu.. hehe.. " ucap Kiara sambil tertawa lugu.


"hahahaha... baiklah lagi pula ini hari pertama kalian sebagai pasangan suami istri. Pergilah nak.. makanlah makanan yang enak dan bergizi. jangan pikirkan ayah disini. Ayah sudah baikkan sekarang,  jangan datang lagi kemari.. datanglah lagi kemari besok.. "


"Baiklah ayah. "


"Aku titip ayah, kak Adit. "imbuh Varell


"Baik, tuan Varell. "ucap Adit.


Varell dan Kiara pun pergi setelah berpamitan  Sebelum keluar ruangan Varell sempat mengenggam tangan Kiara. Dan hingga parkiran mobil Varell baru melepaskan tangan Kiara.


"Kenapa kau terus mengenggam tangan ku?" tanya Kiara.


"Kenapa? Apa kau tidak menyukainya?  tanya Varell.


"Apa karena tangan ini? " ucap Varell sambil mengulurkan tangannya yang terdapat luka.


"tidak.. maksudku ku kira kita menikah hanya untuk berpura-pura. "ucap Kiara pelan.


"Apa sumpah dan janji pernikahan bagimu adalah suatu kebohongan? "


"Tidak.. "


"Tentu kau sudah tau kita mengucap sumpah dan janji sehidup semati. Tentu aku pun hanya akan menikah denganmu. "


"Tapi bukankah sebelumnya ada janji hitam diatas putih? "tanya Kiara.


"Apa kau menandatangani surat itu? "


"Tidak.. "


"Maka kita menikah bukanlah karena Hitam diatas putih. Kita menikah sah secara hukum dan agama. Maka dari itu kau adalah istri sah ku dan aku adalah suami mu yang sah. "


Kiara tak bisa berkata apa pun.  Apa yang Varell katakan memang benar.


"Jadi tidak masalah kan kalau aku memegang tanganmu,menciummu dan melakukan hal-hal lain dengan mu. "


Kiara berusaha mencerna tiap kata yang Varell ucapkan tapi dia masih tidak mengerti.


"Apa maksudmu?"


"Aku ingin kita menjalani hubungan kita layaknya suami dan istri. "ucap Varell.


"Tapi.. kita tidak memiliki perasaan Apa pun.?"


"Huh.. entahlah. " ucap Varell pelan.


Varell pun menyalakan mobilnya dan pergi. Dipilihnya restoran mie di dekat rumah sakit.


"Tidak bisakah kita ketempat lain? " tanya Kiara.


"Apa ada yang ingin kau makan? "tanya Varell.


"Aku rasa aku ingin makan makanan yang pedas manis dan nasi. "


"Apa ada tempat yang ingin kau datangi? "


"Apa tidak apa?" tanya Kiara


"Katakanlah saja dimana tempatnya. "


Kiara pun mengarahkan perjalanan Varell layaknya GPS. Setelah sampai Varell memandang bengong dengan restoran yang Kiara pilih.


"Benarkah disini tempatnya? " tanya Varell.


"Ya tentu,  ayo turun. " jawab Kiara bersemangat dan dengan cepat turun dari mobil.


Varell pun mengikuti Kiara turun dari mobil. Kiara dengan senang mencari tempat duduk. Seorang pelayan mendatangi meja Kiara. Kiara pun memesan makanan sesuai yang ada di menu.


Varell hanya diam saja dia bingung harus memesan apa.


"Apa ada mie disini? tanya Varell.


"Kenapa kamu mencari mie terus tuan Varell? makanlah nasi terlebih dahulu. "


"Baiklah menu apa disini yang menjadi andalan? "tanya Varell.


"Apa kau ingin menu andalan disini? " tanya Kiara.


"iya. "


"Mas Ayam geprek 1, minumnya apa? "tanya Kiara.


"Sama seperti mu. "


"lemon tea 1 lagi. "ucap Kiara pada pelayan itu.


"Baik saya ulangi mba pesanannya.  1 ayam bakar madu,  1 ayam geprek , 1 cak kangkung,  2 lemon tea. itu saja ada tambahan lagi? "


"Aah iya mas sup iga sapi 2 ya.. sama mendoan 1 porsi. "


"Ada lagi? "


"Tidak mas,  itu saja. "


"Baik. mohon tunggu sebentar pesanan akan kami antar. "


"oke. "


Varell bengong


'Harus kah aku makan. makanan ini disini bersama Kiara? ' Bisik Varell dalam hati.


Kiara melihat raut wajah Varell yang terlihat gelisah.


"Ada apa tuan Varell? "


"Tidak ada. " ucap Varell


"Aahh.. jangan panggil aku dengan embel-embel tuan.  panggil aku Varell."


"Oohh.. okee. " jawab Kiara.


Tak lama makanan pun tiba. pelayan menghidangkan makanan ke atas meja Kiara dan Varell. Kiara pun beranjak dari duduknya.


"Mau kemana? "tanya Varell.


"Cuci tangan! kau tidak cuci tangan?"


"Aah.. iya. "


Varell pun mengikuti Kiara cuci tangan.Namun Varell menunggu Kiara menyelesaikan cuci tangannya.


"Kenapa tidak mencuci tangan?"


"Tak apa-apa. "


Setelah Kiara selesai cuci tangan dia permisi ke meja terlebih dahulu. Tak lama Varell pun datang dan Kiara pun langsung melahap makanannya. Terlihat Kiara sangat senang dan lahap memakan makanan. Namun Varell hanya diam dan memandang makanan di depannya.


'Bagaimana aku bisa makan makanan ini.' batin Varell.


Kiara melihat ke arah Varell yang sedang memandang makanannya.


"Kenapa apa tidak sesuai seleramu? "tanya Kiara.


"Tidak bukan itu. "jawab Varell.


Varell bingung bagaimana harus mengatakan pada Kiara.


"Terus kenapa? "


"Aku tidak pernah makan langsung dengan tanganku,  semenjak tanganku terluka. " ucap Varell.


"Heoll..  bagaimana caramu makan kalo gak pake tangan? "

__ADS_1


"Bukan itu.. maksudku.. " ucap Varell bingung.


"Apa harus disuapi? "


"Apa!!  tidak!! "ucap Varell kesal.


"Lebih baik kau makan saja dulu. aku akan makan nanti. "


"Tapi kamu belum makan dari tadi pagi.. apa masalah mu Varell.. tinggal makan aja. kenapa harus tunggu nanti. "ucap Kiara yang menjadi sangat kesal.


"Apa aku harus makan langsung dengan tangan ini. "ucap Varell.


Varell mengeluarkan tangan kanannya yang sedari tadi dia sembunyikan. Kiara tertegun dia merasa bersalah sejak tadi ternyata Varell menyembunyikan tangannya.


'Dia enggan menampakkan tangannya.. apa karna aku? apa dia pikir itu akan menganggu nafsu makan ku? ' pikir Kiara.


"Aku tidak ingin kamu merasa jijik makan dengan ku, aku juga tidak ingin kamu malu karena harus bersama orang cacat ini . Seharusnya aku tadi memakai sarung tangan,aku sangat ceroboh. Aku seharusnya memikirkan penampilanku saat bersamamu. " ucap Varell lirih.


Tanpa sadar air mata Kiara menetes.


'Lelaki ini hanya memikirkan kenyamanan ku. demi aku merasa nyaman sedari tadi dia melukai harga dirinya sendiri. ' ucap Kiara dalam hati.


"Tidak, Varell.. "


Varell melihat Kiara yang masih menitikkan air mata.


"Kamu kenapa? "


"Gara-gara aku kau melukai hatimu sendiri varell. "


"Tidak... aku tidak melakukan itu,  aku hanya ingin kamu tidak merasa jijik karena tangan ini. " ucap Varell sambil memperlihatkan tangannya dan hendak dia sembunyikan lagi.  Namun Kiara dengan cepat memegang tangan Varell.


"Tidak Varell,  aku tidak pernah merasa terganggu dengan tanganmu. Aku tidak pernah melihat mu hanya dari fisik mu atau wajah mu. Dari pertama kita bertemu 2 tahun silam dan saat kita tidur bersama. Aku tidak pernah terganggu dengan kondisimu. "ucap Kiara.


Pengakuan Kiara membuat Varell kaget. Mereka pun saling berpandangan. Senyum tersunging di wajah Kiara dan Varell , dengan tangan mereka yang saling menggenggam.


"Makanlah.. Tak perlu kau sembunyikan lagi tanganmu aku tidak keberatan. "


"Kau tidak malu? "


"Kenapa harus memikirkan perasaan orang lain. aku tidak peduli dengan orang lain." ucap Kiara.


Varell tersenyum dan juga tersentuh dengan ucapan Kiara. Baru sekarang ada orang selain Adit dan ayahnya yang mau menerima keadaannya. Varell sangat bahagia pernikahan yang awalnya hanya sebuah tanggung jawab tanpa cinta kini berubah benih cinta mulai tumbuh dihati Varell dan Kiara.


"Terimakasih."ucap Varell.


Kiara tersenyum memandang Varell sambil menikmati makananya. Varell pun demikian dia sangat senang dan memakan pesanan nya dengan lahap. Sesekali Kiara melihat ke arah Varell. Varell sedang menyeka keringatnya saat makan. Varell yang merasa diperhatikan pun menoleh dan tersenyum.


"Boleh pesan minuman lagi? "tanya Varell.


Kiara melihat gelas kosong di sebelah Varell.


"Sudah habis? "tanya Kiara


"Hemm,  sebenarnya aku gak bisa makan makanan pedas." ucap Varell


"Apa!! " teriak Kiara.


"Kenapa gak bilang sih.. "imbuh Kiara.


Dan dengan cepat Kiara bangkit dari duduknya dan menuju meja pelayan memesan minumannya. tak lama Kiara pun membawa dua gelas penuh minuman untuk Varell. Varell pun segera menerimanya dan meminumnya. Kiara yang melihat pun sangat merasa bersalah.


"Tidak apa-apa.meski pedas aku suka.. kalau pedas aku gak suka aku akan berhenti makan. karena aku suka jadi aku tidak bisa berhenti.. "ucap Varell dengan tersenyum.


Kiara pun membalas senyum Varell dan merasa lega. Dia pun kembali memakan makanannya. Namun tiba-tiba seorang wanita menghampiri meja Kiara dan Varell.


"Aaah.. ternyata kau! "ucap wanita itu dengan suara tinggi sambil menyilangkan tangannya.


"Audy.. lama tak jumpa.. Aku tidak menyangka kau masih suka ikut campur urusan orang lain. "ucap Kiara.


"Kau! " teriak Audy


"Memang kenapa suka-suka aku dong." imbuhnya kemudian.


"Audy... " panggil seseorang yang ternyata Sarah dan Vino


"Loh.. ini kan kursi yang aku pesan? "ucap Sarah.


"Pelayan! " teriak Vino.


"iya.. "seorang pelayan menghampiri Vino dan sarah.


"Bukankah saya sudah pesan tempat itu. kenapa sekarang diduduki orang lain? "tanya Vino.


"Maaf tuan Reservasi atas nama siapa? "


"Vino William. "


"Ooh maaf anda reservasi untuk jam 1 nanti.  ini masih jam 12 lewat jadi belum waktu pesanan anda. "


"Tapi kini kami datang dan meja diduduki orang lain. " ucap Sarah.


"Tuan Vino,  maaf kan kami akan hal ini. kami akan mengatur meja lain untuk anda. "


"Vino.. bagaimana mungkin kita harus memakai meja lain.. itu meja yang sering aku duduki. " ucap Sarah manja.


"Tapi lebih baik kita ganti meja saja. " ucap Audy ketus.


"Kenapa harus begitu? "tanya sarah.


Lalu Audy pun mendekati kursi Kiara dan Varell.


"Kau sangat menyedihkan setelah di campakkan Vino sekarang kau berkencan dengan orang CACAT. " ucap Audy mengejek.


"Kau.. " ucapan Kiara terhenti karena tiba-tiba sarah menutup mulut Audy.


"Maaf kan ucapan Audy tadi. Sangat kebetulan kita bertemu disini. "ucap Sarah tiba- tiba.


"Vino.. Ayo kita pergi! " ucap Sarah.


"Tidak perlu minta maaf nona ini mengatakan yang sebenarnya. " ucap Varell santai.


"Hah dasar orang Cacat! " ucap Audy lagi.


Namun dengan cepat Sarah langsung menarik tangan Audy dan pergi meninggalkan Kiara dan Varell.


"Sarah..   Apa yang kau lakukan? " ucap Audy bingung.


Plak


Sarah menampar pipi Audy. pipi Audy pun memerah.


"Sarah!! " teriak Audy marah.


"Apa yang kau lakukan! "


"Apa kau tidak tahu siapa yang kau bilang cacat barusan? "tanya Sarah yang juga kesal.


"Kenapa!  apa peduli.. orang cacat seperti itu kenapa aku harus tau siapa dia. "


"Dia adalah Varell.... Varell William.. kakak tiri Vino dan pengusaha sukses di kota ini bahkan pengaruhnya sangat besar. Kalau kau macam-macam kau pikir dia akan membiarkan mu begitu saja?  kau pasti akan terkena imbasnya."


Audy sangat kaget dengan ucapan Sarah..


"Va.. Varell.. Varell William katamu.. habislah Aku. "


 


***bersambung***


Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..


thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2