knocked my heart

knocked my heart
Chapter 26


__ADS_3

Kiara merasa


ada yang berbeda dari biasa nya. Varell nampak tegang seperti ada sesuatu yang


dipendamnya. Padahal siang tadi sebelumnya Varell nampak santai tidak seperti


sekarang entah apa yang ada dipikiran Varell yang tampak mengganggu nya. Namun


Kiara tidak berani bertanya.


'Jika memang itu hal yang harus dikatakan pasti Varell akan mengatakannya.' batin Kiara.


"Aah..iya.. "


"Jadi bagaimana kau sudah selesai menyelesaikan pekerjaan mu weekend tidak ada


pekerjaan kan?? "


"Iya weekend aku libur.. hah akhirnya karena pekerjaan selesai maka sekarang aku


bisa santai. "


"Bagaimana jika sekarang kita langsung berangkat jadi lebih banyak waktu. "


"Berangkat kemana? "


"Kekota B. "


"Ada apa di kota B? "


"Nabila sedang dirawat dirumah sakit. "


"Apa!!" teriak Kiara kaget mendengar ucapan Varell.


Flashback


*Drrt..drrt..drrt..


“Halo..” ucap Varell.


“Halo Varell, maaf aku baru sempat menghubungimu.Apa ada masalah dikantor?”tanya Adit.


“Apa kau masih lama di kota B?Apa Nabila belum juga ditemukan?”


“Aku sudah bertemu dengan Nabila.. Tapi..”


“Kenapa apa ada masalah?”


“Nabila kini di rawat di rumah sakit dia kecelakan dua hari yang lalu .Tapi dia masih belum sadar.Namun kata dokter tanda-tanda Vitalnya sudah mulai membaik mungkin hari ini dia akan sadar”


“Baiklah..aku mengerti saat Kiara tidak lagi sibuk aku akan mengajaknya untuk bertemu Nabila.”


“Ok.. baiklah terimakasih*.”


***


Dikota B


“Kamu baik-baik saja Nabila?” ucap Adit.


“Iya..Aku baik. Tapi kenapa aku ada disini?”ucap Nabila sambil memegang kepalanya masih terasa pusing.


“Aku juga tidak tau detailnya. Aku mencarimu karena kau tidak menghubungiku ternyata aku mendapat kabar jika kau dirumah sakit.”ucap Adit.


“Apa kau mengkhawatirkanku Kak Adit?”ucap Nabila penuh selidik.


Adit terdiam dia bingung harus mengatakan apa pada Nabila.Suasana kembali hening Adit masih terdiam Nabila pun demikian .


“Apa kau lapar?”tanya Adit

__ADS_1


“Akh..iya kau pasti lapar kak.” Ucap Nabila.


“Tidak bukan aku tapi kau.”


Nabila tidak menjawab


“Baiklah aku akan memesan makanan untukmu.Kau tunggu lah dikamar isirahatlah.”ucap Adit yang kemudian bangkit dari duduknya.


“Kak Adit.”panggil Nabila.


Adit pun menoleh dan menatap Nabila yang masih tertidur lemas di atas ranjang kamar rumah sakit. Terlihat dengan jelas wajah Nabila yang tampak pucat. Ada rasa sakit tersendiri didalam hati Adit melihat wanita yang


di cintainya terbaring diatas ranjang rumah sakit. Namun Adit sebisa mungkin menyembunyikan perasaan nya terhadap Nabila. Dia masih merasa belum pantas untuk bersanding dengan Nabila yang bahkan kini lebih matang dari sebelumnya mereka bertemu.


“Apa ada yang lain yang kau butuhkan?”tanya Adit.


“Kenapa kau selalu seperti ini memendam perasaanmu sendiri, jika kau memang tidak menginginkanku katakan saja secara langsung padaku.Dan aku pun akan menyerah mengharapkanmu.Aku butuh kepastianmu kak. “


“Aku ..........”ucapan Adit terhenti


Adit pun membalikkan badannya dan pergi dari ruangan Nabila tanpa meneruskan ucapannya.


“Kau masih sama kak ..Pengecut!! kenapa aku harus jatuh cinta pada orang seperti mu.”ucap Nabila.


Air mata nabila mulai menetes meski sudah sedari tadi Nabila menahannya namun ada rasa sakit yang seperti tercabik di hatinya membuatnya  sungguh sangat terluka.


‘Mungkin aku harus berhenti sekarang, aku tidak akan lagi mengaharapkanmu kak Adit. Mulai sekarang aku tidak akan lagi melihatmu.”ucap Nabila.


Nabila pun bangkit dari tidurnya dan melepas paksa selang I V nya .Dan dengan tubuh yang masih lemas dia turun dari ranjangnya dengan menopang pada pinggiran ranjang.Pandangan Nabila masih sangat buram dan kabur


namun nabila bersikeras meningalkan kamar itu. Ingin dia menghilang selamanya ,Nabila tidak ingin lagi bertemu dengan Adit.


Ceklek


Pintu terbuka dan membuat Nabila sangat kaget.


“Kakak....” teriak Kiara.


Kiara pun berlari dan langsung memeluk Nabila.


“Kiara” ucap Nabila” Bagaimana kau bisa ada disini.”


“Why?? Apa tidak boleh aku disini? Kenapa kakak sangat Egois? Aku sangat mengkhawatirkanmu kak? Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padamu.” Ucap Kiara yang masih memeluk erat Nabila.


Nabila pun kembali menitikkan air matanya.Kini Nabila tidak bisa menahan lagi Air matanya. Akhirnya Air mata Nabila pun tumpah Nabila menangis sesengukkan sambil memegang erat Kiara dalam pelukannya.Varell yang


melihatnya pun ikut bingung dengan apa yang dia lihat.


“Dimana Kak Adit?”tanya Varell.


Namun Nabila hanya diam menangis tak menjawab pertanyaan Varell.


“Bawa aku pergi sekarang.” Ucap Nabila.


Ucapan nabila membuat Kiara dan Varell bingung.


“tapi kau masih harus istirahat.”ucap Varell.


“Iya kak. Wajahmu masih sangat pucat dan juga lemas, lebih baik kakak pulihkan dulu keehatan kakak disini ya.”


“Aku mohon..Jika kalian menolak maka aku akan pergi sendiri.”


“Kak..”ucap Kiara.


“Aku mohon padamu Kiara, Aku sungguh tidak ingin ada disini.”


“Kenapa?” tanya Varell yang berubah menjadi dingin.


Nabila hanya diam tak menjawab ucapan Varell.

__ADS_1


“Apa kau menghindari Kak Adit?”tanya Varell kemudian.


Nabila pun tetap diam tak menjawab atau pun membantah.Kiara mengerti dengan lembut Kiara memapah Nabila ke atas ranjangnya.


“Aku tidak tahu apa masalahmu dengan kak Adit kak.Tapi aku mohon dari pada menghindari lebih baik kau hadapi kak.masalah tidak akan selesai hanya karena kau menghindar dan masalah itu justru akan semakin larut dan besar jika tidak kau hadapi.” Ucap Kiara.


Nabila memandang Kiara,Air matanya masih berlinang di mata cantik Nabila.


“Aku sudah bertanya dan  meminta kepastian pada kak Adit namun dia tetap tak menjawabnya. Aku hanya ingin mundur dan berhenti jika memang dia tak menyukaiku.Aku tidak ingin makin menyukainya.”


“Hah.. dia memang bodoh.” Ucap Varell.


“Aku akan brbicara padanya.” Imbuh Varell yang kemudian hendak pergi keluar.


“Varell.stop.”ucap Kiara.


“Tidak seharusya kita ikut campur, biar urusan pribadi mereka, mereka harus mengatasinya sendiri.. Kak..lebih baik kau jangan fikirkan masalah itu fokuslah pada kesehatanmu,Aku yakin Kak Adit sebenarnya tidak ingin menggantung perasaanmu, tunggulah sebentar lagi kak Adit pasti akan memberikan jawabanya.”ucap Kiara. Kembali menengangkan Nabila.


“Kapan?”tanya Nabila


“Sekarang.”


Tiba-tiba kak Adit sudah ada dibalik pintu.


“Sekarang aku akan menjwabnya .” ucap Adit.


Adit pun mendekati Nabila. Kiara dan Varell pun mundur dan pergi meninggalkan ruangan.Kiara menggandeng tangan Varell dan berjalan menjauhi ruangan Nabila.


“Kenapa kita harus pergi keluar.”tanya Varell.


“Biarkan mereka berbicara lebih tenang dan nyaman, kita harus biarkan mereka membereskan perasaan mereka.”


“Jadi.. apa lebih baik sekarang kita cari hotel untuk kita istirahat?”


“Oke..” jawab Kiara


Varell dan Kiara pun meninggalkan rumah sakit dan pergi mencari hotel didekat rumah sakit.Kiara memandang keluar di balkon kamarnya. Udara meski dingin namun segar dan sejuk. Kiara bisa melihat pemandangan pantai yang indah dari balkonnya.Tangannya di lipat didepan dadanya merasa kan hawa dingin yang mulai menjalar. Namun sesuatu yang hangat tiba-tiba terasa dari balik punggungnya. Varell memeluknya dari belakang dan menutupinya dengan selimut tebal.Malam yang sangat indah Kiara dan Varell sama –sama memandang indahnya malam saat itu. Ciuman mesra dari Varell yang mendarat dipipi kiri Kiara sungguh sangat lembut seperti permen kapas yang manis.


“Malam ini langit sangat cantik, banyak bintang disana sini.” Ucap Kiara sambil memandang ke arah langit.


“ Iya sangat cantik.” Ucap Varell yang tengah memandang wajah Kiara yang sangat cantik.


Senyum mengembang dibibir Kiara menambah cantik paras Kiara .Dan membuat jantung Varell kembali berdetak sangat cepat.


“Tidak terasa kita sudah melewati satu bulan lebih . Dan dalam waktu singkat itu kau sudah memenuhi hatiku Kiara. “ucap Varell.


“Kau pun sudah terukir dihatiku Varell.” Ucap Kiara.


Ting tong..


Terdengar suara bel pintu kamar. Membuat Varell dan Kiara saling bertatapan.


“Apa kau memesan sesuatu?” tanya Varell


“Tidak..”


Kiara pun melepas pelukan Varell.


“Aku akan melihat keluar. Kau tunggu saja aku disini.”ucap Kiara.


“Ok..”jawab Varell singkat sambil tersenyum lembut.


***bersambung***


Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis..


tinggal klik okee guys..


thank you sudah membaca "knocked my heart”

__ADS_1


__ADS_2