knocked my heart

knocked my heart
Chapter 11


__ADS_3

Drrt.. drrt..


Getar ponsel Kiara.


"Saya permisi sebentar. " ucap Kiara.


Kiara pun keluar dari ruangan Dokter Fahmi.


"Halo.. " ucap Kiara


"Halo.. benar ini dengan nona Kiara Dannisha? " ucap seorang wanita diseberang.


"Iya betul. "


"Saya dari bagian HRD dari perusahaan VXL,  Selamat untuk nona Kiara anda diterima diperusahaan kami. "


Kiara menutup mulutnya kaget d tak percaya apa yang dia dengar.


"Terimakasih.. "ucap Kiara


"Saya tunggu kedatangan anda di kantor pukul 08:30."


"Baik terima kasih. "


"Sekali lagi selamat nona Kiara. "


Tut.. tut.. tut..


Telepon pun di tutup Kiara masih tidak percaya pekerjaan yang dia inginkan. Bukan sebenarnya bekerja di perusahaan penerbit adalah cita-cita sepupu Kiara yang ada di luar negeri.


"Ada apa?"tanya Varell.


"ekh.. kau sudah keluar. " tanya Kiara balik.


"tentu.. untuk apa terlalu lama aku sudah tidak ada kepentingan. "ucap Varell datar.


"Ooh.. jadi tidak perlu ke rumah Dokter Fahmi nih? bukan kah ayah juga ingin makan masakanmu? "


"Aku sudah titipkan pada paman. "


"Ooh. baiklah. "


"Sekarang katakan ada apa? "


"Emmm.. aku di terima bekerja dan besok harus datang ke kantor. "ucap Kiara sambil berjalan.


"Kenapa bukan lusa? "


"Kan itu keputusan kantor Varell. "


"Tidak minta besok lusa saja berangkatnya?


"No.. aku kan masih menjadi editor baru. "


"Editor?? "


"Iya.. kenapa? "


"Bukan pengacara? "


"Bukan.. "


"Bukankah seluruh keluargamu berkecimpung di bagian hukum? "tanya Varell.


"Oke aku akan katakan padamu Varell. Tapi lebih baik kita cari tempat untuk duduk dulu. "


Kiara dan Varell pun berjalan menuju taman Rumah Sakit,  Suasana yang teduh, sunyi dam hanya dikunjungi oleh pasien dan pengunjung , bebas polusi karena jauh dari jalanan dan terletak di keliling Rumah Sakit pohon yang rimbun namun bersih dan terawat.


"Kita duduk disini.?"ucap Varell.


"Iya. "


Mereka pun duduk di bangku panjang di bawah pohon beringin yang besar sinar matahari yang terik pun terhalang oleh daun daun pohon beringin.


" Jadi apa yang ingin kamu ceritakan? "


" ini tentang Kenapa aku tidak menjadi pengacara dan justru menjadi editor.. awalnya menjadi editor bukanlah keinginanku yang aku inginkan aku ingin menjadi dosen seperti mama.. Namun karena sepupuku saat itu Akupun ingin menjadi Editor. menjadi editor adalah cita-cita sepupuku Nabila Darmawan. Darmawan adalah pamanku Kakak tertua papa dia pengacara handal namun dia difitnah karena artikel dari sebuah majalah tabloid karena itu Nabila ingin menjadi editor, agar tidak ada orang lain yang akan senasib dengan ayahnya."


" lalu di mana keluarga pamanmu?sepertinya saat kita menikah tidak ada?"


" Paman sudah meninggal Dia terkena serangan jantung karena berita tersebut dan Nabila pun dipaksa oleh ibunya untuk melanjutkan dihukum oleh Bibi. Karena itu lembaga hukum milik Paman untuk sementara sekarang dipegang oleh adik bungsu dari keluarga Papa saat Nabila dan Bibi pulang akan dikembalikan lagi pada Nabila. Sebentar lagi Nabila kan pulang kita sering berkirim pesan aku pun akan memberitahu Nabila jika aku menjadi editor. Tapi ini masih rahasia akan aku katakan Jika dia sudah pulang nanti."


" Kenapa saat pernikahan kita mereka tidak datang?"


" Sebenarnya Nabila sudah akan pulang. Akan tetapi semenjak Paman meninggal kesehatan Bibi juga memburuk,jadi saat akan pulang kemarin Bibi kembali drop sehingga Nabila membatalkan niatnya untuk pulang. Tapi aku yakin pasti seluruh keluarga sekarang berada di sana.  mereka pasti sedang menyemangati Bibi lagi."


" Sepertinya seluruh keluargamu sangat akur dan kompak saling menjaga satu sama lain."


" Ya begitulah, karena Bibi pun sebenarnya Sahabat karib mama."


"Ooh begitu .."


" jadi Kiara kau besok benar-benar akan mulai bekerja?"


"Yupz.. "


" kalau begitu aku pun akan mulai bekerja besok."


" loh ..bukan lusa?"


" tidak mungkin aku hanya bengong sendiri di rumah."ucap Varell.


"ha.. ha.. ha.. ha.. "Kiara tertawa dan membuat Varell pun ikut tertawa.


"Oh.. iya, apa Papa dan Mama mengijinkanmu menjadi editor?"tanya Varell.


"hemm.. no.. "


"Lalu.. "


"Sebenarnya itu adalah tujuanku menikah. "


"Maksudnya? "


" aku bersikeras menikah dengan Vino karena jika aku menikah Papa dan Mama tidak akan memaksa karena aku sudah diizinkan oleh suami.Aku pun dulu meminta izin pada Vino dan Vino tidak melarang. Karena itu aku mendaftar menjadi editor. Aku tahu kamu tidak akan melarang ku kan Varell?"


" Bagaimana kamu terlalu yakin?"ucap Varell.


" Tentu karena aku istrimu. "


"Ha.. ha.. ha.. ha.. "Giliran Varell yang tertawa dan Kiara pun ikut tertawa.


"Jadi apa dulu kau tidak mencintai Vino? "tanya Varell.


"Aku sama sekali tidak tahu perasaanku pada Vino ku kira itu adalah cinta karena kita sudah cukup lama saling mengenal. "ucap Kiara


Varell pun seketika memeluk tubuh Kiara.


"Aku akan mengizinkannya asal kau berjanji akan bahagia dan tetap seperti sekarang ini berjanjilah kau tidak akan menjauh dan menghilang dari hidupku. "ucap Varell.


Kiara kaget dengan ucapan Varell. Namun Kiara hanya bisa mengangguk kan kepala.


'Aku tidak bisa berjanji sepenuhnya tapi aku akan selalu berusaha yang terbaik untuk memenuhi janjiku. '


***


"Varell?  kok pintu terbuka? "ucap Kiara setibanya di rumah.


" Iya perasaan sudah ku kunci." ucap Varell


Klotak.. klotak..

__ADS_1


Varell dan Kiara mengendap-endap menuju asal suara dan saat membuka pintu belakang..


"Ya Tuhan!! " teriak seorang yang sedang mengambil jemuran.


"Siapa; "tanya Varell


"Bi Anah!! " panggil Kiara.


Varell hanya diam dan bingung.


'Siapa lagi ini. 'batin Varell.


" Non...Saya kira siapa Bibi kaget..huft.. tuan.. tuan muda? maaf kan  saya "ucap Bi Anah yang tadi sempat melempar pakaian ke arah Varell karena kaget.


Varell masih bingung dan hanya melirik Kiara.


"Dia Bi Anah asisten rumah tangga disini. "


"Ooh maaf bi kalau saya mengagetkan bibi. "


" tidak apa Tuan ...Nyonya berpesan saya datangnya disuruh hari ini dan sore hari jadi saya baru datang ...tapi rumah kok masih sangat bersih?"


"Kiara dan Varell tadi sempat beberes Bi.. " ucap Kiara.


"Tuan? "


"Iya bahkan Varell juga yang memasak dan mencuci. "ucap Kiara senang.


"Nona! "teriak Bia Anah yang seketika langsung mencubit Kiara.


"Aauww "Pekik Kiara.


Varell dengan cepat langsung memeluk Kiara.


"Bibi kenapa bibi mencubit Kiara. "


"hahaha. "suara tawa Kiara.


"Bibi sudah dari zaman mama pengantin baru, jadi juga sudah seperti saudara dekat .dicubit gini mah bukan apa-apa kadang kalau aku nakal Bi Anah akan menjewer telinga .Bi Anah sudah seperti orangtua keduaku bahkan Papa dan Mama sangat menghormati Bi Anah."


"Aah.. maaf Bi Anah. "


"Tidak apa-apa tuan namanya juga pengantin baru lagi mesra-mesranya. "ucap Bi Anah sambil berlalu pergi.


Kiara dan Varell saling berpandangan


"Apa hubungannya dengan pengantin baru? "tanya Kiara.


" entah aku juga tidak mengerti"ucap Varell.


"Hari ini orang-orang selalu membahas pengntin baru."ucap Kiara lirih.


"Tapi tidak ada yang salah kita memang pengantin baru. tapi kita belum sempurna untuk menjadi pengantin baru. "ucap Varell.


"Maksudmu? "tanya Kiara.


"Tentu pengntin baru pasti melawati malam yang namanya malam pertama." ucap Varell menggoda Kiara.


"Apa!  bagaimana kamu mengatakan hal seperti itu disini Varell. " ucap Kiara


"Jadi apa kita harus membicarakannya di kamar? "


"Kyaaa Varell.. kamu mesum" terik Kiara dan lalu berlari masuk kedalam.


Varell hanya tersenyum melihat tingkah Kiara.


"Imutnya.. "ucap Varell.


***


"Varell.. "panggil Kiara di atas tempat tidur.


"hemm.. "


"Tentu.. "


"Tidak kah kau lebih baik beristirahat dirumah saja. "ucap Kiara.


"Tidak Kiara aku pasti akan bosan. dan Kiara apa yang harus kita lakukan sekarang? "tanya Varell


"Apa?  jangan katakan hal mesum lagi Varell. maaf jika aku belum siap."


"Apa maksudmu  Kiara?  maksud ku sekarang belum terlalu malam apa yang sebaiknya kita lakukan apa mengobrol seperti ini.. apa yang kau pikirkan?"ucap Varell.


Tok.. tok.. tok..


"Non.. Tuan.. ada tamu dibawah katanya dia adalah sekretaris tuan. "ucap Bi Anah.


"Oh iya Bi saya akan turun. "ucap Varell


"Aku akan keluar sebentar. "ucap Varell pada Kiara.


"Oh oke aku juga akan turun menyusul. "


"Ok.. "


"Hai kak.. "sapa Varell.


"Kau bilang kau akan mulai berangkat besok jadi aku kirim beberapa file yang harus kau pelajari dan kau tanda tangani besok pagi. "


"Oh.. baiklah terimakasih.. "


"Rell.. kau banyak berubah.. "ucap Adit.


"Aku tidak berubah aku hanya membuka diriku namun hanya pada istriku.dan untuk istriku. "


ting.. tong.. ting.. tong.. ting.. tong..


"Iya sebentar ! Siapa sih pencet-pencet bel gini banget. "Gumam Bi Anah kesal.


Varell dan Adit pun menoleh bersamaan lalu mereka pun kembali ke laptop..


"VARELLLL!!! " teriak seorang wanita.


Varell pun menoleh.


"Siapa? "tanya Varell.


Varell melihat Bibi menyeret koper dan meletakkan di sebelah wanita itu dan langsung pergi ke dapur. Lalu wanita itu pun memeluk Varell, seketika Varell kaget dan langsung mendorongnya hingga jatuh tersungkur.


"Aaww sakit banget. dasar tembok!! "


"Tembok?? "ucap Varell


Varell melihat dengan seksama siapa wanita di depannya itu. Spontan Varell langsung memeluk wanita itu.


"VARELLL?! "teriak Kiara marah.


Varell pun langsung melepas pelukannya. Kiara berjalan dengan cepat dan langsung menarik Varell.


"Siapa ka... "ucap Kiara terhenti.


tangan Kiara yang tadi memegang Varell langsung lemas.


"Nabila! "ucap Kiara.


Nabila pun memeluk Kiara.


"Kiara! panggil Nabila.


"Apa kau Rindu padaku"ucap Nabila.

__ADS_1


Kiara hanya diam matanya mulai berbinar


" aku kangen banget."ucap Kiara


Lalu mereka pun berpelukan.Mereka pun melepas pelukan mereka


" jadi dia Nabila yang kamu ceritakan Kiara." tanya Varell.


Namun Kiara masih enggan berbicara pada Varell. entah apa yang Kiara rasakan saat melihat Varell memeluk wanita lain Kiara seakan sangat marah hatinya terasa sakit. Kiara masih bermuka masam dan kesal.


" Ayolah Kiara." ucap Varell.


"Kenapa ?Apa kalian dulu saling mencintai?" ucap Kiara.


"hahahaha.. "tawa Varell dan Nabila.


" Kiara kamu tuh mikir apa?" ucap Nabila


" kita dulu tuh sahabat." Imbuh Varell.


"Mana ada laki-laki dan perempuan bersahabat. "ucap Kiara.


"Ada kami buktinya.. "ucap Nabila.


"Aku sudah menganggap Varell seperti kakak ku sendiri. meski dari SD sampai SMA kita teman sekelas tapi Varell lebih tua dariku 3hari. "ucap Nabila.


"Apa!! "Teriak Kiara.


"Kalau kalian temen sejak SD bagaimana mungkin aku tidak kenal Varell? aku kan hafal teman-teman cowok kak Nabila yang ganteng-ganteng. "imbuh Kiara


"Ehemm.."dehem Varell.


"Hehehe.. " tawa Kiara canggung.


"Lohh.. aku kira kalian CLBK loh? "ucap Nabila.


"CLBK? "ucap Kiara.


"Huum.. Tembok kamu gak kenal sama si kucel ini. "Tanya Nabila.


"Kenapa ungkit-ungkit itu sih. " bisik Kiara.


"Iya dong kan dulu tembok suka perhatiin si kucel."


Kiara pun menatap Varell.


"Kamu Tembok?kyaaa Varell ternyata kamu idolaku dulu. " teriak Kiara.


Varell pun hanya tersenyum..tak disangka Varell ternyata Kiara adalah gadis yang dulu sering Varell perhatikan karena tingkahnya yang imut dan konyol.


"Tapi Varell apa benar kamu suka aku dari dulu. "ucap Kiara.


"Mana aku tahu kamu adalah kucel sepupu Nabila.. sekarang kamu sangat berbeda."


"Benarkah.. aku kira masih sama." ucap Kiara.


"Tapi bagaimana bisa ternyata Nabila yang ku kenal adalah Nabila Darmawan.. aku kira dulu namanya Nabila Rahma Putri?"tanya Varell.


"Iya Nabila Rahma Putri adalah nama ku dulu sebelum ku ubah menjadi Nabila Darmawan.Aku mengubah nama ku saat aku akan keluar negeri. Waah jadi sekarang kita seperti reuni Rell.?" ucap Nabila.


"Aku kaget saat Om dan Tante datang kemarin dan pamer foto nikah kalian. Aku sampai merinding. Ku kira ternyata jodoh itu gak akan kemana. " Ianjut Nabila.


"Jadi bener kan mama dan papa pergi ke sana. huft. "ucap Kiara.


"Yaps.. dan mereka bilang mereka akan lama di sana jadi aku bisa pulang. mungkin aku akan disini selama satu bulan. Sekaligus aku memang ada urusan juga disini. Om dan tante memang malaikatku. Ada saat aku membutuhkan bantuan. "


"Apa Bibi sudah lebih baik sekarang?" tanya Kiara.


"Sebenarnya saat kami akan kembali kemari kemarin untuk menghadiri pernikahan mu mama sudah lebih baik namun tiba-tiba ada telepon asing yang menghubungi mama dan mengatakan hal tentang kematian papa. mama yang sangat kaget mendengar hal itu langsung drop lagi. "


"Siapa yang menghubungi Bibi? "


"Aku baru akan menemuinya besok dia dari kota B. Dia bilang dia tahu siapa orang yang menyebar berita fitnah itu di surat kabar yang membuat kematian Papa ."


"Apa aku perlu ikut dengan mu kak Nabila? " tanya Kiara.


"Kiara apa kau tidak ingat jika besok kau mulai berangkat bekerja."ucap Varell.


"Ooh iya aku lupa. "ucap Kiara.


"Kau mulai bekerja Kiara? dimana apa kau masuk rumah hukum Om? " tanya Nabila antusias.


"Tidak Kak.. pekerjaanku tidak ada hubungannya dengan hukum. "


"Apa maksudmu? "


"Aku bekerja di perusahaan penerbitan.. aku diterima sebagai editor. "


Nabila menutup mulutnya, matanya mulai berkaca-kaca dia tak percaya apa yang barusan dia dengar.


"Apa kau lakukan itu demi aku Kiara? " tanya Nabila.


Kiara hanya mengangguk halus. Nabila pun memeluk Kiara lagi..


"Terimakasih.. terimakasih Kiara. " ucap Nabila. Air mata Nabila pun mulai menetes.


"Kalau begitu aku akan meminta tolong Bi Anah untuk menyiapkan kamar tamu disini." ucap Kiara.


"Tidak Ki.. Bi Anah pasti sedang kesal padaku. karena tadi aku memencet bel terus menerus. " ucap Nabila.


"Bibi tidak marah Non!" terak Bi Anah yang baru saja keluar membawakan minuman dan makanan.


"Bibi tidak marah cuma matanya lagi bengkak.. " ucap Kiara.


Bi Anah pun kembali ke dapur setelah menyajikan makanan dan minuman di meja.


"Maaf sepertinya ada tamu.. aku sampai tidak menyadarinya. " ucap Nabila.


"Akh tidak kak. dia.. "


"Kiara.. " panggil Varell


Kiara pun menoleh.


"Apa..? "


"Lebih baik Nabila harus beristirahat dulu dia pasti lelah.. "


"Oh benar.. ayo kak. "


"Tidak Ki.. aku mohon padamu.. aku hanya ingin menyapa saja disini.. aku akan menginap di hotel malam ini dan besok pagi aku akan berangkat ke kota B. "


"Kenapa harus ke hotel. lebih baik disini saja. kakak pasti lelah." ucap Kiara.


"No.. Aku sebenarnya enggan harus tinggal bersama pasangan suami istri baru.. pasti bakal buat hidupku dilema.. " ucap Nabila.


" Tapi.. " ucap Kiara terputus.


"Please.. "


" Baiklah.. " ucap Kiara sedih.


"Lebih baik untuk sementara kau tinggal dengan sekretaris ku saja. " ucap Varell.


" VARELL!! "


" Kenapa hari ini banyak sekali yang berteriak memanggil ku. "


***bersambung***


Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..

__ADS_1


thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..


__ADS_2