
Setelah mengantar Kiara Varell merasa ada yang hilang. hari-hari sebelumnya dia selalu melihat dan mendengar Kiara. Namun sekarang itu sungguh sepi, hilang. Dalam pekerjaan Varell pun masih memikirkan Kiara. Rasanya dimanapun pasti melihat bayang Kiara.
"Aku akan ke kantor Kiara untuk makan siang bersama.. tolong Re schedule."
"Baik. " ucap Adit.
Setelah sampai Varell pun menghubungi Kiara.
Drrt.. drrt..
"Halo.. "ucap Kiara.
"Aku ada dilantai bawah kantormu. " ucap Varell.
tut.. tut.. tut..
'Ada apa lagi Varell ini. ' batin Kiara.
"Maaf semuanya ada temanku yang datang dan menunggu ku di bawah .Hari ini aku tidak bisa makan dengan kalian.maaf.."ucap Kiara.
"Ooh baiklah hati-hati ketua tim editor tiga. "
Kiara pun turun dan mencari Varell tak lama mobil Varell pun datang.
"Kiara.. masuklah.. "
Kiara pun masuk kedalam mobil.
"Kenapa kau kemari.. ini jam makan siang. "
"Maka dari itu aku menjemputmu untuk makan siang bersama. "ucap Varell.
"Oke tapi lain kali jangan lagi Varell. Dikantor belum ada yang tahu aku adalah istrimu. Aku takut jika mereka tahu aku istrimu mereka pasti akan mengira aku masuk dengan koneksi. "
"Jadi kau tidak senang aku mengajakmu makan siang? "tanya Varell kesal.
"Bukan begitu aku hanya tidak ingin orang-orang tahu aku adalah istrimu."
"Kau malu gara-gara aku adalah suamimu!"
" tadi aku sudah kasih tahu alasan ku kan Varel, akupun sudah berulang kali katakan padamu Aku tidak pernah malu."
Varell hanya diam.
"Turun!"ucap Varell
"Apa maksudmu Varell? "tanya Kiara heran.
"Kau bilang tadi.. kau tidak ingin ada orang yang tahu tentang hubungan kita.jadi turun sekarang. Aku tidak yakin kita akan ketempat yang orang tidak mengenalmu atau pun aku. "ucap Varell kesal.
"Varell kamu tahu bukan seperti itu maksudku. "
"Ya! aku tahu jadi turun. " ucap Varell dingin.
Kiara pun turun dari mobil. Varell langsung menginjak gas dan meninggalkan Kiara dengan cepat.
"Apa aku salah! hah.. aku seperti sudah gila gara-gara wanita itu. "ucap Varell dan melajukan mobilnya dengan cepat bak pembalap.
***
Sepulang kerja Kiara menunggu Varell menjemput namun hingga malam Varell tak kunjung datang. Berulang kali Kiara telepon tak diangkat oleh Varell.
"Pasti Varell sangat kesal.. huft.. "ucap Kiara sedih.
Akhirnya Kiara pun naik bus untuk pulang. Sesampainya dirumah Kiara mencari Varell.
"Bi.. Apa Varell sudah pulang.?"tanya Kiara.
"Belum non. "
Kiara pun kembali ke kamar dan dengan segera membersihkan dirinya. Kiara pun makan malam sendiri. Terasa berbeda beberapa hari ini dia selalu makan dengan Varell makan sendiri membuatnya merindukan Varell.
"Aku pasti sudah menyakiti hatinya. " ucap Kiara.
Dilihatnya jarum jam menunjukan pukul 22.30 namun Varell masih belum pulang. Kiara pun mencoba menghubungi Varell lagi namun Varell masih tidak dapat di hubungi. Ada penyesalan di hati Kiara, Kiara sangat khawatir dan merasa bersalah. Kiara pun menunggu Varell diruang keluarga kantuk tak dapat dihindari oleh Kiara. Kiara pun tertidur disofa.
***
"Kau tidak pulang Rell? "tanya Adit.
"Kau pun kenapa tidak pulang? "tanya Balik Varell.
"Aku banyak pekerjaan."
"Aku pun sama. "
Adit melihat jarum jam berada di pukul 23.00
"Apa kau ada masalah dengan Kiara. padahal sejak tadi pagi kau sangat bersemangat untuk pulang kenapa setelah makan siang aku perhatikan kau menyibukkan dirimu. "
"tidak ada apa pun aku hanya mengerjakan tugas ku saja banyak dokumen yang harus aku pelajari ulang."
"Ooh tadi aku melihat ada banyak mised call dari Kiara.. karena handphone ku silent aku tidak dengar. Dan ada pesan juga yang menanyakan mu. Sepertinya Kiara mengkhawatirkan mu. "
Varell diam sejenak dari pekerjaan nya.Lalu dia pun kembali mengerjakan pekerjaannya.
"Bagaimana dengan Nabila?" tanya Varell
"Nabila sekarang sedang pergi ke kota B dia bilang dia ingin menemui seseorang dan mungkin dia tidak pulang malam ini karena itu tidak pernah ada masalah dengan nya. Sebaliknya kau lebih baik pulang sekarang karena kau sudah memiliki istri."
"Dia bahkan tidak menganggap ku suaminya." ucap Varell pelan.
"Maksudmu? "
"Dia ingin pernikahan kami tidak diketahui oleh siapapun terutama orang-orang di kantornya."
"Aku rasa Kiara memiliki alasan sendiri, Rell."
"Alasan apa hanya ada satu alasan, itu karena dia menikah dengan orang cacat sepertiku. Dia pasti malu karena itu dia tidak ingin ada orang lain tahu tentang pernikahan kita"
" Apa dia mengatakan seperti itu padamu.. lagi pula yang aku tahu kau tidak pernah memperdulikan orang lain. Sekarang kenapa kamu peduli?"
" Kiara tidak pernah mengatakan hal seperti itu dan tentu aku peduli dengannya karena dia bukan orang lain dia istriku."
__ADS_1
" Kalau begitu Pulanglah, sekarang bagaimana jika Kiara menunggumu sampai selarut ini."
Varell pun segera merapikan berkasnya dan mengambil jasnya.
"Ayo kita pulang!" ucap Varell.
Adit pun mengikuti Varell hingga Basemen.
"Hati-hati Rell.. "ucap Adit.
"Kau juga kak.. "
Varell pun melajukan mobilnya keluar dari basement parkir kantornya. Semenjak siang Dia kesal pada Kiara .Bagaimanapun Varell berpikir tentang alasan Kiara sungguh sangat membuat Varell kesal. Sesampainya di rumah Varell tak memencet pintu langsung namun pintu sudah langsung dibuka.
"Maaf Aku pulang larut. "ucap Varell
"Tidak apa-apa tuan. "ucap Bi Anah.
"Ooh Bi..terimakasih. "
Varell mengira Kiara yang akan membukakan pintu untuknya.
"Apa Kiara sudah tidur? "
"Iya tuan nona sepertinya tertidur di ruang tengah saat menunggu tuan. "
Varell pun berjalan menuju ruang tengah. Memang benar Kiara sedang tertidur meringkuk di sofa. Varel pun mendekati Kiara dibelainya Kiara dengan sayang Varell pun menggendong Kiara.
"Huh.. huh.. selalu tertidur disembarang tempat dan aku harus terus menggendong mu seperti ini, apa kau memang sengaja melakukannya Kiara. " ucap Varell.
"Maaf Varell kau bisa menurunkan ku. "ucap Kiara.
"Kau bangun?"tanya Varell.
"Turunkan aku. "
Namun Varell tidak menggubris ucapan Kiara. Varell tetap menggendong Kiara hingga kamarnya Dan meletakkan Kiara di ranjang. Namun ia tak melepaskan pegangannya pada Varell Kiara justru melingkarkan tangannya pada Varel hingga wajah Kiara dan Varell pun amat sangat dekat.
Cup
Kiara mencium pipi Varell.
"Maaf Varell. "ucap Kiara.
Cup
Kiara kembali mencium pipi Varell yg sebelah.
"Please jangan marah lagi. "
Namun Varell masih diam dia sungguh terkejut dengan sikap Kiara.
Cup
Kiara mengecup bibir Varell. Varell pun bertambah tak percaya.
"Apa masih Kurang? "tanya Kiara.
Kiara pun mencium bibir Varell lagi dan lagi bahkan Kiara membuka mulutnya melumat bibir Varell.Varell pun akhirnya membalas ciuman Kiara ciuman yang panas dan intens. Hingga Kiara harus melepaskan bibirnya dari Varell yang terus mencium Kiara tanpa henti.
"Apa kau sudah memaafkanku? "tanya Kiara.
"Huh.. apa ini cara mu meminta maaf Kiara?" tanya Varell
Lalu Varell pun melepaskan Kiara dan berjalan menuju kamar mandi. Kiara bingung
' Apa Varell masih marah padaku? ' batin Kiara.
Sedangkan Varell dikamar mandi mengatur napasnya dan tubuhnya yang masih bergejolak. Karena ciumannya dengan Kiara.
"Sial.. kenapa Kiara bertindak seperti itu.Tidak tahu kah dia jika ini sangat menyiksaku. " ucap Varell frustasi dan juga kesal.
Kini Varell harus berendam diair agar tubuhnya yang bergejolak bisa kembali seperti biasa.
Kiara menunggu Varell namun Varell tak kunjung keluar dari kamar mandi.
"Apa aku harus melihat nya? "ucap Kiara.
Lalu Kiara teringat kejadian di malam itu.
"Aww.. tidak.. aku tidak bisa melihat tubuh Varell lagi. " ucap Kiara sambil menutup wajahnya.
Ceklek
Varell sudah siap untuk tidur. Varell pun berjalan ke ranjang dan tidur disisi Kiara, lalu mematikan lampu.Varell pun tidur sambil membelakangi Kiara sehingga Kiara hanya bisa melihat punggung Varell. Kiara hendak menepuk pundak Varell namun belum sempat menepuk Varell sudah berhadapan dengan Kiara.
"Aku akan menuruti permintaanmu kini. Aku akan merahasiakan hubungan kita. Tetapi kau harus tetap mengakui jika kau sudah memiliki suami. "ucap Varell tegas.
"Tentu...aku pun tidak akan pernah melepas cincin ini. "
Varell tersenyum lega kemudian membelai rambut Kiara.
"Tidurlah. "ucap Varell
Kiara pun memejamkan matanya berusaha untuk kembali tidur. Seperti biasa setelah cukup lama Varell merasa Kiara sudah tidur Varell pun mengecup kening Kiara dengan lembut.
***
Pagi hari saat Kiara bangun Varell sudah tak ada di sebelahnya. Dilihat jarum jam menunjukkan pukul 05.30.Kiara bergegas bangun dan berlari ke lantai bawah tidak ada Varell.
"Bi.. bibi.. "panggil Kiara.
"Ya non. "
"Varell.. dimana Varell? "
"Ooh tuan tadi berangkat pagi-pagi tuan bilang ada rapat di kota B pagi ini jadi tuan berangkat lebih awal dan tuan juga berpesan jangan menunggu tuan."
Kiara langsung jatuh terduduk kakinya lemas tiba-tiba hatinya sakit. Airmata menetes dipipinya tanpa disadarinya.
"Non.. nona Kiara kenapa nangis? "
"Tidak apa bi.. mungkin karena semalam aku tidak bisa bertemu Varell karena sibuk. Aku kira semalam pasti adalah mimpi. "
__ADS_1
"Tapi tadi sebelum berangkat tuan sempat buat roti lapis untuk nona Kiara. "
"Benarkah? "tanya Kiara sedikit tidak percaya.
"Iya non.. tuan orang yang sangat baik dan pengertian"
Kiara tersenyum.
'Apa benar Varell merasakan hal yang sama denganku. Yang ada Varell terluka karena ku. ' batin Kiara.
"Tidak mungkin semalam bukan mimpi.. semalam pasti mimpi. " ucap Kiara sambil berjalan dengan lesu ke kamar.
Sebelum berangkat bekerja Kiara memakan roti lapis yang sudah Varell buatkan. Saat berjalan keluar mobilnya sudah terpampang di halaman.
"Apa Varell di jemput kak Adit. "ucap Kiara.
Kiara pun masuk kedalam mobilnya. Tapi belum sempat dia nyalakan mobilnya Kiara pun turun dan memberikan kunci mobilnya pada Bi Anah.
Kiara memutuskan naik Bis.Dalam perjalanan naik Bis tak ada satu detik pun Kiara tak memikirkan Varell.
Sesampainya di kantor seperti biasa Kiara melakukan pekerjaan yang selalu diberikannya.
"Kiara kamu dipanggil kepala editor yohan. "
"Baik. " ucap Kiara dan segera bangkit dari duduknya.
"Rini kau pun juga. "
tok.. tok..
"Masuklah"
"Kalian sudah disini.. Kiara ini adalah tugas pertama mu dan tim mu. Kamu akan menangani wawancara dengan artis pendatang baru Angela. Dia saat ini sangat terkenal. Dan tim mu Kiara akan mewawancarainya. "ucap Yohan
"Baik pak "
Kiara yang baru pertama kali mendapatkan tugasnya sangat senang dan juga bersemangaat.
"Kiara jangan terlalu bersemangat. aku pernah dengar tentang Angel. Dia sangat sulit ditangani. "ucap Rini.
"Bukankah dia adalah artis pendatang yang sangat ramah?"
"Kau sangat lugu Kiara. Diindustri ini banyak orang yang mengenakan topeng. Sebagai malaikat di publik namun iblis di belakangnya. "
***
Di siang hari berikutnya
Kiara dan Rini pergi ke tempat pertemuan yang telah dijanjikan di jadwal dengan Angel. Panas terik serasa membakar kulit Kiara dan Rini.
" Rin ini sudah 3 jam kita menunggu Kenapa Angel masih belum datang juga?"
" Entahlah Kiara ,aku juga tidak tahu manajernya aku hubungi pun tak bisa."
" Baiklah kita akan menunggunya lagi mungkin Angel terjebak kemacetan."
5 jam kemudian.
"Ini sungguh keterlaluan. " Teriak Rini Kesal.
" apa kita tunda dulu wawancaranya dan kembali ke kantor untuk melapor."
tak.. tak.. tak.. tak.. tak.. tak..
suara high heels sepatu . Kiara dan Rini pun menoleh wanita itu langsung duduk di kursi dan menyilangkan tangan dan kakinya.
"Aku hanya punya waktu 10 menit. Cepatlah jika ingin melakukan wawancara aku sangat sibuk. "
"Aah iya kalau begitu ayo kita mulai. Rini siap kan kamera. "Ucap Kiara dan Rini pun memencet tombol play pada alat perekamnya.
"Tunggu sebentar.!"ucap Angel menghentikan Rini yang sudah hendak memberikan pertanyaan.
"Ya ada apa? tanya Kiara
"Kenapa kita harus melakukan wawancara di tempat panas seperti ini! bahkan kalian tidak memesankan aku minuman. Apa kalian sengaja membuat kulitku ini terbakar dan kehausan? Cepat berikan mana minumanku!!"
Kiara sungguh kesal dengan tingkah Angel namun demi kerja profesional Kiara pun tetap tersenyum meski sebenarnya enggan tersenyum.
"Hah.. ramah apanya dia seperti nenek sihir dan ibu tiri. " bisik Kiara.
"Oke saya akan pesankan minuman sebentar."
Setelah Kiara memberikan minumannya Angel pun bangkit berdiri dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan Kiara dan Rini.
"Nona Angel maaf kita perlu melakukan wawancara.. "
" apa kau kau tidak dengar apa yang aku katakan tadi 10 menit ...sekarang sudah 10 menit bahkan lebih jadi aku harus pergi sekarang."ucap Angel.
Kiara dan Rini saling menatap mereka bingung bagaimana Harus bisa mewawancarai Angel.
"Tunggu nona Angel. "panggil Kiara.
" Jika kau meninggalkan kami Sebelum wawancara itu tidak sopan.Padahal kami sudah menunggumu 5 jam. Jika sampai orang-orang tahu hal ini aku pikir itu tidak baik dan berdampak buruk pada karirmu."ucap Kiara tegas.
PLAAAK..
Angel menampar Kiara dengan keras hingga Kiara jatuh tersungkur dan kepalanya membentur pinggiran meja.
***
Malam harinya.
Dikantor Varell..
"Varell!!" teriak Adit sembari membanting pintu ruangan Varell.
Varell sangat kaget dengan teriakan Adit, Karena Varell tidak pernah mendengar Adit berteriak pada Varell Apalagi di dalam kantor. Adit mendekati Varell dan menarik kerah Varell.
"Apa aku pernah mengajarimu untuk melakukan kekerasan pada wanita? "ucap Adit marah.
"Apa maksud kak Adit? " tanya Varell bingung.
***bersambung***
__ADS_1
Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..
thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..