knocked my heart

knocked my heart
Chapter 20


__ADS_3

Keesokan paginya Varell menatap Kiara yang masih tertidur pulas karena kelelahan semalam. Varell tersenyum dan menutup lagi tubuh Kiara yang masih polos dengan selimut.Varell masuk kekamar mandi didalam kamar mandi Varell menghubungi seseorang .


"Cari tahu tentang Restoran seafood yang semalam aku datangi. dan cari di setiap sudut restoran itu cctv yang mengarah langsung restoran itu. Aku tunggu siang ini laporannya."


Meski Varell bersikap biasa saja didepan Kiara sebenarnya Varell sangat marah dan ingin tahu lebih jelas apa yang terjadi.


"Siapa pun yang menyakiti mu Kiara dia tidak akan aku lepaskan dengan mudah."


"Aku akan membalasnya berkali-kali lipat! Hingga dia tidak ada lagi keinginan untuk hidup dan bernafas dengan dunia yang sama dengan mu."


***


Dering ponsel Kiara membangunkan Kiara yang masih lelap dalam tidurnya.


"Halo.." ucap Kiara lesu.


"Apa kau masih tidur Kiara? Apa tidurmu nyenyak?" ucap seseorang di sebrang


Sontak Kiara yang sebelumnya masih lemas dan lesu langsung terbangun .


"Vino!! apa yang kau lakukan kenapa kau meneleponkon sepagi ini!"


"Tentu saja membangunkan tuan putri.hahaha..Aku sudah sangat merindukanmu Kiara."


"Vino!! tidak seharusnya kamu meneleponku seperti ini dan tidak sepantasnya kau berbuat seperti itu. Bukankah sudah ku katakan dengan jelas dan aku mohon kau jangan melewati batas. Apa yang kau lakukan semalam akan ku maaf kan dan akan aku anggap semua tidak pernah terjadi."


"Hemm.. Aku justru ingin agar kau tidak melupakan apa yang terjadi semalam."


"Apa kau sudah gila Vino!!"teriak Kiara.


"Kau benar Kiara aku sudah gila. karena kebodohanku aku kehilangan mu."


"Bukankah kau memiliki Sarah Vino!! Pikirkan lah lagi.. bukan aku tapi Sarah."


"Jadi ternyata karena Sarah.. maka aku akan mengakhiri hubunganku dengan Sarah.. Kau tunggu saja Kiara.. aku akan kembali padamu."


"Dasar gila mau kau putus dengan Sarah atau tidak itu bukan urusanku dan aku tidak akan pernah kembali padamu sampai kapan pun aku tidak akan sudi . Dan perlu kau ingat aku mencintai Varell William.!" ucap Kiara.


Kiara pun menutup teleponnya dengan marah.


'Aku kira Vino kini sudah gila, aku harap aku tidak akan lagi bertemu dengannya.' batin Kiara


Kiara pun segera bangun dari ranjang dan hendak ke kamar mandi.


"Aaah!!" pekik Kiara.


Kiara menatap tubuhnya yang polos, pipinya merona merah, Kiara bisa melihat seliar apa yang dia dan Varell lakukan semalam dengan melihat kamar yang sangat berantakan dan juga tanda di sekujur tubuhnya. Kiara merasa malu dengan apa yang terjadi semalam.


"Meskipun niatan Varell sungguh baik tapi apa dia tidak terlalu berlebihan semalam. Bagaimana dia bisa sangat Kuat" ucap Kiara sambil menutupi wajahnya.

__ADS_1


Ceklek


Varell keluar dari kamar mandi dan mendapati pemandangan yang membuatnya tergoda didepan matanya.Senyum nakal pun tersungging diwajah Varell.


"Apa kau masih ingin menggodaku Kiara? Ku kira tiga kali sudah cukup membuatmu lelah. Apa kau masih ingin lagi.. mungkin olahraga pagi atau serangan fajar?" ucap Varell menggoda


Kiara berdiri mematung antara sadar dan tidak sadar .


"Kyaaa... Varell!!" teriak Kiara yang langsung melompat kembali ke tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Hahahaha... Ada apa denganmu kenapa reaksimu itu sangat lucu. " ucap Varell


Varell pun berjalan mendekati Kiara.


"Kenapa harus kau tutupi bukankah aku sudah melihat semuanya bahkan aku pun sudah menandai semua milikku."


"Apa yang milikmu?" tanya Kiara.


"Tentu saja kamu Kiara.Apa kau sudah siap lagi Kiara aku rasa kau mulai lebih terus terang sekarang.Tapi aku minta maaf aku ada janji dengan seseorang hari ini."


"Apa maksudmu?"


"Kau sudah naik lagi ke atas ranjang .. apa lagi  yang kau inginkan kecuali melakukan hal semalam."


"Dasar mesum.." ucap Kiara sambil melempar bantal ke arah Varell.


"Aku akan ke bawah aku tunggu dibawah untuk sarapan. " ucap Varell yang kemudian mencium kening Kiara.


"Aku tidak akan pernah berpaling darimu Varell. Dan kini aku pun yakin jika ternyata aku menyukaimu."ucap Kiara.


"Aku juga sangat menyukaimu."


Cup


Varell mendaratkan bibirnya mencium bibir Kiara.


"Morning kiss.."ucap Varell sambil tersenyum dan meninggalkan Kiara.


"Aku rasa aku tidak salah menikahi lelaki sepertimu Varell. terimakasih." ucap Kiara setelah Varell keluar dari kamar.


Kiara pun bergegas pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk berangkat ke kantor.


***


"Aku akan membuat mu membayar semua yang telah kau lakukan kepada wanita ku." ucap Varell marah setelah keluar dari kamar.


"Halo..cari tahu apa yang sedang Vino lakukan akhir - akhir ini " ucap Varell kepada seseorang di telepon.


Sebelumnya di kamar mandi

__ADS_1


Saat Varell selesai menelpon Varell pun akan keluar dari kamar mandi tapi Varell mendengar Kiara berteriak dan memanggil nama Vino. Varell pun menggurungkan niatnya untuk keluar dan mendengar pembicaraan Kiara. Betapa marahnya Varell mendengarnya tangannya mengepal menahan marah.


***


"Setelah semalam aku makin tidak ingin jauh darimu Kiara. Apa lebih baik kita mengajukan waktu untuk liburan dan berbulan madu." ucap Varell di tengah-tengah sarapan pagi.


uhuk..uhuk..


Kiara tersedak mendengar perkataan Varell.Kiara pun menatap Varell tajam.


"Why??" tanya Varell


"Tidak bisakah kau mengatakan hal pribadi seperti itu saat kita ber dua saja." ucap Kiara lirih sambil melirik kearah Bi Anah yang sedang menuangkan teh hangat di gelas Varell.


"Ah.. maaf bi.."ucap Varell.


"Tidak apa tuan dulu saya juga pernah mendengar hal serupa saat papa mama non Kiara baru menjadi pengantin baru."


Uhuk..uhuk..


Sekarang giliran Varell yang tersedak dan tersenyum canggung. Bi Anah pun permisi kembali ke belakang.


"Sepertinya memang kita seharusnya berbicara secara pribadi.. aku tidak ingin anak kita nantinya juga akan mengalami hal serupa."


"Anak" ucap Kiara.


"Heemm Anak.. kenapa? Apa ada masalah apa kau ingin menunda kita memiliki anak?"


"Tidak bukan begitu.. Kita baru saja menikah satu bulan apa tidak terlalu cepat memikirkan masalah anak." ucap Kiara.


"Tentu apa salahnya banyak pasangan baru  yang menikah dan memiliki anak."


"Bukan begitu lebih baik kita saling mengenal dulu.Aku masih ingin mengenal dirimu lebih dalam lagi."


"Ok.. " jawab Varell singkat dan kemudian melanjutkan makannya.


Kiara menatap Varell yang seperti kesal pada apa yang Kiara katakan tadi. Namun Kiara memang masih ingin mengenal lagi Varell. Kiara merasa Kiara belum sepenuhnya mengenal Varell. Masih banyak hal yang Kiara rasa Varell menyembunyikannya di balik senyumnya pada Kiara.


"Mulai hari ini aku akan mengantar dan menjemputmu, jika aku berhalangan aku pun akan mengirim sekretarisku untuk menjemputmu. Jangan pergi kemana pun sendiri lagi. Aku tidak ingin kejadian semalam terulang lagi. Meski aku tidak tahu apa yang terjadi tapi aku yakin itu hal yang sangat tidak baik dan juga membuatmu terluka.Aku akan berusaha menjagamu , karena menjagamu adalah perioritasku sekarang." ucap Varell.


"Iya.." ucap Kiara.


"JIka kau sudah selesai aku tunggu di luar." ucap Varell dingin dan meninggalkan Kiara.


"Kenapa dia seperti ABG sensitif banget. Baru aja manis-manis kaya permen, tau-tau ngambek pait banget." ucap Kiara yang jadi ikutan kesal.


***bersambung***


Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..

__ADS_1


thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..


__ADS_2