
**Kiara Dannisha**
"Dasar Vino b*******k! "Teriak Kiara
Kiara menjatuhkan tubuhnya dikasur dan membenamkan mukanya dibantal.
Tok.. tok..
suara pintu kamar Kiara
"Boleh mama masuk? "ucap mama dibalik pintu.
"Masuklah ma. "jawab Kiara.
"Nak... kau baik-baik saja kan? "ucap mama setelah masuk dikamar Kiara.
"Iya ma... "
"Syukurlah... istirahatlah nak.. mama akan turun lagi ke bawah. "ucap mama sembari membelai rambut Kiara.
Mama Kiara pun beranjak dan hendak keluar. Namun saat akan membuka pintu, pintu sudah lebih dulu dibuka dengan kasar oleh Danni papa Kiara.
"Kiara!! "teriak papa
"Iya pa.. " jawab Kiara takut.
"Kenapa ada berita seperti ini?!"
Kiara sangat terkejut saat membaca berita itu. Dia pun kaget ternyata bukan hanya artikel, ada beberapa foto yang menjadi bukti Kiara dan Varell bersama.
"Pa... apa papa pikir aku akan melakukan hal yang membuat malu keluarga?"ucap Kiara sambil menangis.
Papa Kiara pun terdiam dalam hatinya dia percaya apa yg dikatakan Kiara.
"Hah... baiklah kapan Varell akan datang papa ingin berbicara dengannya. "
"Nanti malam Varell pasti datang pa, namun Kiara tidak tau tepatnya jam berapa Varell akan datang. "
"Ya sudah papa akan menunggu, sanak saudara kita pasti sangat kaget. Mereka akan datang sebentar lagi. Lebih baik kau tetap didalam kamar. "
Papa pun pergi meninggalkan Kiara dan mamanya. Kiara masih menitikkan air matanya di dalam hatinya dia sangat terluka karena harus berbicara hal yang tidak sepenuhnya benar pada papanya.
"Mama akan kebawah semua saudara kita pasti sudah menerima undangan dab akan segera datang malam ini. "
Mama pun pergi meninggalkan Kiara. Kiara tidak tahu harus bagaimana dia harap Varell bisa meluruskan masalah ini.
***
"Udah malam.. "ucap Kiara
Kiara duduk diberanda kamarnya di lantai 2, dia melihat sanak saudara tengah berkumpul dirumahnya. Tak lama mata Kiara tertuju pada sosok yang baru melewati pintu pagar rumahnya.
"Adit.. dan Varell.... "ucap Kiara.
Kiara pun bergegas masuk ke dalam kamarnya.
Dag.. Dig.. Dug..
Jantung Kiara terasa berdetak sangat cepat membuatnya merasa tak nyaman.
'Aku kenapa? kenapa dengan jantungku? gugup kah aku... tapi saat Vino melamarku dulu aku tak merasakan hal seperti ini.. 'Bisik Kiara dalam hati.
"Ada apa ini? "ucap Kiara.
Kiara pun berdiri dia ingin keluar tapi dia teringat pesan papa nya, Kiara pun mengurungkan niatnya.
**
"Maaf om.. tante.. "ucap Kiara.
"Ya nak Varell."jawab Papa Kiara
"Sebenarnya pernikahan Kiara tidak perlu dibatalkan."
"Apa maksud nak Varell? "tanya papa Kiara bingung.
"Sebenarnya saya akan menikahi Kiara.!"
"APA!! "ucap seluruh keluarga Kiara kaget.
Varell pun menunggu semua anggota keluarga Kiara menjawab. Namun selang berapa lama mereka masih terdiam.Dan menatap Varell dengan lekat.
"Dia pasti bercanda"Ucap salah seorang saudara Kiara.
"Tidak.. saya sedang tidak bercanda.. saya serius.. sangat.. sangat serius"ucap Varell yakin dan tegas.
"Nak Varell tadi kamu bilang, kamu tidak berselingkuh dengan Kiara tapi kenapa sekarang kau ingin menikahi Kiara"
"Maaf.. saya akan kata kan dengan sejujurnya.. sebenarnya dari dulu saya sudah menyukai Kiara.Namun karena dulu Kiara sudah bersama Vino saya pun mundur. Dan sekarang karena Vino membatalkan pernikahannya maka saya pun melamar Kiara.Tujuan saya selain karena saya mencintai Kiara saya pun ingin menjaga nama baik keluarga Kiara.Saya tahu undangan tentu sudah di bagikan karena besok adalah hari -H. Karena itu saya juga bertanggung jawab dengan apa yang Vino perbuat pada Kiara dan Keluarganya.
Sejenak keluarga Kiara terdiam
"Nak Varell benar pa. "ucap mama Kiara.
"Tapi Bagaimana dengan Kiara kita tidak bisa mengambil keputusan sendiri. ini adalah ikatan yang harus Kiara jalani.... "
"Aku pun setuju pa.. Aku akan menikah dengan Varell. "ucap Kiara
Ternyata Kiara sedari tadi sudah ada di bawah. Kiara sangat khawatir dengan Varell. Namun ternyata Varell tidak seperti yang dia khawatirkan. Varell justru melebihi realita Kiara. Jantung Kiara yang berdetak sangat cepat saat melihat Varell menatapnya. Kiara tidak sadar jika wajahnya masih bengkak karena menangia tadi.
Seluruh keluarga Kiara pun sangat kaget dengan jawaban Kiara. Mama Kiara yang melihat anaknya tampil berantakan pun dengan sigap langsung menghampiri Kiara dan memeluknya seraya membawa Kiara Kekamar.
"Ada apa mah? "Ucap Kiara saat tiba-tiba dipeluk mama.
"Wajahmu bengkak.. make up mu juga berantakan. " bisik mama.
"Kiara pun langsung berbalik dan berlari menuju kamarnya. "
'ahhh.... malu bangett... 'ucap Kiara dalam hati..
Mama yang mengikuti Kiara ke kamar pun langsung memeluk Kiara.
"Apa Kau sangat Bahagia Kiara? "tanya mama
"Iya ma.. aku tak tahu kenapa aku sangat bahagia. "jawab Kiara.
"Mama tidak pernah melihatmu seperti ini.. mama tadi mendengar dari Varell jika ternyata kalian sudah lama saling mengenal."
"Iya ma.. "Ucap Kiara pendek.
"Apa kau sebenarnya juga mencintai Varell, Kiara? "
"Entahlah ma.. tapi tiap kali aku bertemu dengan Varell jantungku berdetak sangat cepat. Aku selalu khawatir tanpa sebab padanya. Dan sedari tadi aku menunggunya dengan cemas. aku takut jika Varell tidak akan datang. "
__ADS_1
Mama Kiara pun memeluk Kiara dengan penuh kasih sayang.
"Kau sudah dewasa nak. kau terlalu cepat tumbuh, bayi kecil mama.. "ucap mama sambil menangis terharu.
"Mama... "panggil Kiara yang ikut menangis dipelukan mama.
"Sudahlah Kiara kau tidak boleh menangis lagi.. Besok kau harus menikah cuci mukamu dulu.. lalu beristirahat lah.. "
"Baik ma. "ucap Kiara yang masih tersedu.
**
"Nak Varell seperti nya saya tidak lagi punya alasan untuk menolakmu.. apa lagi Kiara sudah menjawab lamaranmu.. saya akan menggurus segala sesuatunya dengan menganti nama Vino menjadi nama mu. "
"Baik om terimakasih..sekretaris saya juga akan membantu. "
"Baiklah nak Varell. Terimakasih.. hanya ini yang dapat kami katakan..Terimakasih Varell."
**Hari pernikahan **
Sejak Lamaran Varell, perjuangan meminta restu, dan banyak hal lainnya.Akhirnya hari H pernikahan Kiara dan Varell.
"Ayo rell, Kita harus berangkat sekarang. Pak William juga akan datang menyaksikan upacara pernikahan kalian. "
"Apa ayah sudah baikkan. "
"Dia memaksa ingin ikut melihat pernikahanmu. "
"Oh.. "ucap varell pendek
Hari ini Varell terlihat sangat berbeda dia memakai jas wedding putih tangan kanannya dia tutup dengan sarung tangan putih. Varell yang tegas, dingin, tidak berperasaan kini terlihat sangat berbeda. seutas senyum selalu ada dibibirnya.
"Rell...Akhirnya... aku senang kau menikah tapi rasanya aku akan kesepian sekarang. "
Dug..
Varell meninju dada Adit sedikit keras.Dan membuat Adit sedikit mundur.
"Kenapa kau mengatakan itu. kau sudah seperti kakakku.Kenapa juga kau harus kesepian.. kau pun harus segera menikah. "jawab Varell
"Sudahlah ayo berangkat! "ucap Adit menghindar.
**Kiara**
"Kiara apa kau sudah siap? "panggil mama
"mama masuklah. "ucqp Kiara.
Mama pun masuk kekamar kiara. terlihat kamar Kiara sudah dihias dengan nuansa putih yang identik dengan pasangan pengantin baru. bau bunga melati yang sangat harum tercium dari kamarnya. Kiara pun terlihat sangat cantik memgenakan gaun wedding berwarna putih.
"Sudah siap? atau ada yang mau mama bantu?"
"Tidak ma.. Kiara sangat gugup"
"Huh.. tenanglah Kiara semua pengantin baru memang seperti itu.. dulu mama pun sangat gugup saat akan menikah dengab ayahmu. "
"Benarkah mama juga gugup? "
"Tentu siapa yang tidak akan gugup Kiara. semua akan gugup. "
Tok.. tok.. tok..
"Maaf bu.. pengantin laki-laki sudah datang. "
***
Hari itu akhirnya Kiara dan Varell resmi menjadi suami istri sah. Varell pun menggandeng tangan Kiara sambil menemui para tamu undangan.
"Kiara.."panggil seseorang dari belakang Kiara.
Kiara pun menoleh dan ternyata orang itu adalah Sarah dan Vino ada disebelah Sarah. terlihat sarah bergelayut di samping Vino yang hanya memandang Kiara.
"Selamat ya"imbuh Sarah.
"Kau mendapatkan apa yang kau inginkan, Kiara. "lanjut Sarah
"Ya sama juga dengan mu" jawab Kiara pendek.
"Kapan kalian akan menikah jangan lupa memberitahuku, aku akan menyiapkan hadiah yang besar dan sangat mahal untuk kalian berdua."ucap Varell menimpali.
Dan kata-kata Varell membuat Sarah marah dan merasa terhina diapun mendekati Kiara dan berbisik.
"Kau bisa bangga sekarang dasar jalang murahan"
Kiara pun mengepalkan tangannya Kiara sangat marah namun tangan Varell tiba-tiba meraih tangan Kiara dan mengaitkan jari-jari mereka.
"jalang!?ucap Varell.
"Nona, siapa yang kau sebut jalang barusan?" ucap Varell dengan dingin dan tegas pada Sarah.
"Ti.. tidak.. itu tuan Varell tidak ada.. itu hanya salah paham. "ucap Sarah gugup dan takut.
"Kak Varell jangan buat masalah dipesta mu dan Sarah bukanlah orang yang akan berkata seperti itu. "ucap Vino
"Apa kau tidak dengar? apa kau benar-benar tidak tahu? Adik ipar! " ucap Kiara tegas.
"Kiara.... "ucap Vino lirih dengan wajah yang tidak bisa diartikan.
"Aku tidak peduli apa yang terjadi diantara kalian dimataku kalian berdua tidak berarti apa-apa. "ucap Varell dengan tatapan dingin.
"Sekarang dan seterusnya dimataku hanya ada Kiara, Istriku."imbuh Varell sambil mempererat tangannya.
Kiara tersipu dan juga terharu dengan apa yang Varell ucapkan. Dulu Kiara selalu berharap Vino akan mengatakan hal itu namun itu telah berubah. sekarang bukan lah Vino tapi Varell.
Sarah yang mendengar hal itu pun menjadi kesal.
'Kenapa Kiara selalu dikelilingi orang yang sangat menyayanginya. "bisik Sarah dalam hati dengan kesal.
"Vino.. maaf kan aku.. aku berkata seperti itu pada Kiara agar Kiara tidak lagi menginginkan mu. "ucap Sarah.
"Sarah.. Kiara sudah mempunyai suami tidak mungkin dia menginginkan laki-laki lain.. apa lagi suaminya adalah aku. pikirkan lagi jika kau ingin membuat alasan. " ucap Varell.
"Varell.. Kiara.. "panggil seseorang yang ternyata tante Dina.
"Varell.. Vino adalah adikmu dan kau Kiara bagaimana pun Vino adalah adik iparmu. tolong jaga hubungan antar keluarga ini. "
"Aku.. untuk apa aku harus menjaga? "ucap Varell.
"Tante Dina anda salah jika mengatakan hal itu pada ku dan Varell. yang harusnya bisa menjaga hubungan adalah mereka. mereka yang terus mengganggu ku dan Varell. Ayo Varell" ucap kiara sambil menarik tangan Varell.
Varell pun tersenyum puas dengan ucapan Kiara. Didalam hati dia sangat senang karena Kiara bukanlah wanita yang lemah. Varell pun mengikuti langkah Kiara dengan terus tersenyum bahagia.
"Kiara!! "Teriak tante Dian Kesal.
__ADS_1
Varell pun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap dingin tante Dina.
"Nyonya William yang terhormat, berhenti mengganggu Kiara. Dia Kini adalah istriku anggota keluarga William, bukan lagi orang luar. "ucap Varell dengan penuh penekanan dan sontak membuat Tante Dina, Vino, dan Sarah kaget.
"Varell bukan begitu, aku adalah ibumu, kita adalah keluarga, kau tidak perlu mengatakan hal seperti itu." ucap tante Dina.
"Siapa pun yang memperlakukan Kiara seperti anggota keluarga William aku pun akan tahu, bagaimana memperlakukan mereka dengan baik."ucap Varell.
Dalam sepengetahuan Kiara Varell William bukanlah orang yang akan mempedulikan orang lain dia akan bersikap kasar dan dingin pada siapa pun. Siapa sangka Varell akan melindungi dan memihak Kiara seperti ini. Tak terasa pipi Kiara tersipu dia sangat bersyukur bisa menikah dengan Varell Williaam.
Disisi lain Sarah sangat iri dengan apa yang terjadi.
!Kiara, tidak peduli betapa tingginya kamu sekarang. kau harus menghabiskan sisa umurmu dengan orang yang tidak kau cintai dan mencintaimu.' Bisik Sarah dalam hati.
***
Didalam kamar Kiara mengigat kembali apa yang terjadi saat di pelaminan.
"Apakah kau bersedia menerima wanita ini Kiara Dannisha menjadi istri sah mu, dan akan tetap bersama dalam suka ataupun duka. "
"Saya Bersedia. " Ucap Varell lantang.
'Vino aku telah mengenalmu selama 8 tahun, pada akhirnya bersama mu selama 2 tahun. tapi kini akhirnya aku menikah dengan lelaki lain yang baru aku kenal'pikir Kiara sedih dan menitikkan air mata.
"Apa yang sedang kau pikirkan?"ucap Varell tiba-tiba.
Sontak Kiara kaget dan terbngun dari lamunanya. Ternyata Varell sudah duduk di sebelah Kiara.
"Tidak ada.. "jawab Kiara.
"Hanya saja aku teringat akan suatu hal."imbuh Kiara.
"Tapi tuan Varell.. kau tidak menyukai ku, kenapa kau mau membantu ku? "tanya Kiara.
"Katakanlah ini tanggung Jawab yang aku berikan padamu. "jawab Varell tenang.
'Varell sebagai laki-laki berpengaruh di kota ini. apa kah dia benar-benar melakukan hal ini hanya untuk bertanggung jawab padaku?'
"Kiara.. kau tidak perlu mempedulikan urusan keluarga William dan keluarga mu. Yang harus kau lakukan adalah cukup menjadi dirimu sendiri. "ucap Varell.
'Menjadi diri sendiri.... ' Bisik Kiara dalam hati.
Pernah dikabarkan setelah kecelakaan Varell menjadi orang yang berbeda dari sebelumnya. Dia menjadi orang yang berhati dingin dan tegas dalam menjalankan bisnis nya. dan tidak ada orang yang berani menantang nya. Para wanita pun tidak ada yang mau dekat atau bersama dengannya.
Namun kini tatapan matanya dan ucapannya yang terasa sangat hangat. Ada sesutu yang berbeda dari dirinya. Jantung Kiara terus berdetak sangat cepat.
"Aku.. aku.. mau mandi dulu." ucap Kiara terbata dan salah tingkah.
Varell pun kaget dan bingung dengan perubahan sikap Kiara. Kiara langsung berlari menuju kamar mandi dan Varell hanya melihat tingkah Kiara dengan sedikit tersenyum. Lalu Varell pun mengambil handphone nya dan menekan tombol call.
"Awasi semua gerak gerik Vino dan Ibu tiriku."
Didalam kamar mandi Kiara berendam di bathup dengan uap hangat yang mengepul, dia memikirkan kembali apa yang harus dia lakukan.
Selesai mandi saat mengenakan jubah mandinya Kiara kembali memikirkan sesuatu.
"Aku sudah selesai mandi dan sudah kuisikan air hangat untuk mu mandi juga. "ucap Kiara setelah keluar dari kamar mandi.
"Baik." jawab Varell singkat dan masuk ke dalam kamar mandi.
Kiara memandang seluruh kamarnya.
"kenapa hanya ada satu ranjang? " ucap Kiara panik. Dilihatnya sofa yang ada di dekat jendela kamarnya.
"Sofa itu terlalu kecil."
Kiara pun kembali melihat sekeliling
"Bagaimana ini.. aku gak tahu harus tidur dimana."ucap Kiara sambil mengacak rambutnya yang masih basah.
"Ahh.. "Kiara teringat sesuatu.
Diapun berjalan dan membuka pintu lemarinya, dicarinya sesuatu.
"Ahh.. ini dia"ucap Kiara senang.
Kiara pun berjinjit hendak meraih nya..
"Apa kau kedinginn? " ucap Varell tiba-tiba.
Ternyata Varell sudah selesai mandi dan karena kaget mendengar suara Varell, selimut tebal yang hendak diambil Kiara pun terjatuh menindih tubuh Kiara dibawahnya.
"Ahh.. "teriak Kiara. yang kejatuhan selimut.
Varell pun membantu mengambil selimut tebal itu dari tubuh Kiara.
"Bukan karena dingin.. aku akan tidur dikamar bawah. "ucap Kiara.
"Kenapa kau tidur di kamar bawah? kita sudah menikah kau tidak perlu malu padaku. apa kau tidur mendengkur?"ucap Varell
"tidak.. aku tidak mendengkur. "jawab Kiara.
"Lalu? "
"Itu.. ituu... dulu saat kita tidur bersama.. itu adalah kecelakaan." ucap Kiara terbata.
"Ooh.. tidak perlu takut.. aku tidak akan melakukan apa pun padamu. Seperti katamu malam itu hanya kecelakaan.. "Ucap Varell tanpa ekspresi.
Kiara hanya terdiam dan bingung harus apa.
"Jika kau sekarang akan tidur dibawah dikamar tamu. apa kau tidak berpikir apa pendapat orang tuamu dan saudaramu dibawah saat melihatmu."ucap Varell lagi.
Tanpa berpikir lagi Kiara pun bergegas naik ke atas ranjang dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Aku tidur dulu selamat malam." ucap Kiara cepat.
Dibalik selimut Kiara berpikir orang seperti apa Varell itu.
Varell pun naik ke atas ranjang dan tidur disisi lain ranjang.
"Buat celah untukmu bernapas, atau kau akan kehabisan napas. "ucap Varell
"Dan selamat malam"imbuh Varell.
***
Sinar Matahari sudah mulai terlihat Kiara bangun dari tidurnya dan saat melihat sisi ranjang sebelahnya. Kosong.. tanpa sadar Kiara memegang bantal yang semalam untuk tidur Varell.
"Apa yang sedang kau lakukan? "tanya Varell tiba-tiba dan membuat Kiara Kaget.
"Kyaaaa... "teriak Kiara.
***bersambung ***
__ADS_1
Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..
thank you sudah membaca "knocked my heart"😘