
"Apa imbalannya jika aku mau melakukan wawancara itu?"
"Hah... Varell kau sudah memiliki segalanya, apa lagi yang kau inginkan?Dan perusahaan kami ......."ucap Kiara terhenti saat mendengar jawaban Varell.
"Aku mengiginkanmu."ucap Varell.
"Apa!!!"Teriak Kiara kaget.
"Aku memang sangat menginginkanmu Kiara."ucap Varell lagi.
"Ha..ha..ha.. bercandamu itu sungguh aneh Varell."ucap Kiara yang salah tingkah.
"Siapa yang bercanda Kiara?Aku serius aku memang sangat menginginkanmu Kiara."ucap Varell.
Kiara memandang Varell , dimata Varell memang tidak terlihat adanya lelucon .Kiara merasa jantungnya berdebar dengan kencang pipi Kiara merona dan tubuhnya panas terasa demam tiba-tiba.
"Apa..apa yang kau katakan Varell?" ucap Kiara lirih dan malu.
"Kenapa kau sangat terkejut Kiara?bukankah itu hal yang sangat wajar jika aku menginginkan kamu?Itu bukanlah hal yang tabu.. kita adalah suami istri.." Varell mulai menggoda Kiara yang kini tampak sangat malu. Dan Varell memang sangat senang melihat wajah Kiara yang mulai tampak merona karena malu.
"Ta..tapi .. bisa-bisanya kau mengatakan hal seperti itu didepan kak Adit dan sangat tenang seolah itu hal yang sangat biasa kau katakan?" selidik Kiara.
Adit yang sedari tadi memainkan ponselnya dan tidak menangapi dengan jelas percakapan Kiara dan Varell langsung berhenti mengetik di handphonenya saat mendengar Kiara menyebutkan namanya.Adit memandang bergantian Kiara dan Varell yang tengah memandang Adit.
"Ehemm...Aku akan menunggu mu di halaman depan Rell..Aku permisi dulu Kiara..Silahkan dilanjutkan kembali obrolan kalian."ucap Adit dengan tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan Kiara dan Varell.
Setelah Adit pergi suasana tampak hening , baik Kiara maupun Varell tampak diam membisu. Namun tiba-tiba Varell berjalan mendekati Kiara.
"Jadi apa jawabanmu Kiara?bukan kah itu imbalan yang sepadan dengan wawancara ku."ucap Varell.
"Tapi kenapa kau harus mengatakan hal seperti itu di depan orang lain?seharusnya kau bicarakan hal ini jika hanya ada kita berdua?"ucap Kiara malu.
Varell berjalan perlahan makin dekat dengan Kiara. Kiara pun tidak menghindari Varell yang makin dekat dengan nya. Bahkan makin dekat dan makin dekat lagi hingga tidak ada jarak diantara mereka.
"Apa yang sedang kau fikirkan Kiara? tiga hari kita tidak bertemu apakah kau sangat merindukanku kini dan karena jarak kita membuatmu menginginkan hal yang lebih?" ucap Varell.
Kiara mulai tidak mengerti dengan ucapan Varell.
"Apa maksudmu aku menginginkan hal yang lebih?"tanya Kiara.
"Bukankah kau bilang percakapan tadi hanya harus diantara kita ber dua?kenapa kau harus berfikir seperti itu?bukankah tidak masalah jika itu di depan kak Adit atau pun orang lain permintaan ku padamu itu adalah hal yang biasa orang lain inginkan."
"Apa?? hal seperti itu adalah hal yang biasa orang lain inginkan?apa aku adalah orang yang terbelakang?jika memang itu hal yang biasa untukmu..memang bisa dikatakan dunia kita memang berbeda.. Apa semudah itu orang -orang di sekitarmu meminta untuk tidur bersama? yaa.. walaupun kita berdua memang sudah menikah tapi itu sungguh canggung untukku karena aku berharap aku bisa lebih mengenalmu dan mengerti tentang perasaanku."
Varell terdiam dilihatnya wajah Kiara dan mencondongkan tubuhnya di depan Kiara.Wajah Kiara dan Varell terasa sangat dekat bahkan Kiara bisa melihat dengan jelas tiap sudut wajah Varell.Begitu pun dengan Varell.Kiara mundur satu langkah namun Varell lebih cepat meraih tangan Kiara dan menariknya kedalam pelukan Varell. Kiara sangat kaget dan berusaha menghindar dari Varell .Namun pelukan Varell sangat erat hingga Kiara tidak bisa lepas. Kiara mendongakkan kepalanya melihat wajah Varell yang sedang tersenyum.Sekilas senyum Varell meluluhkan Kiara,Kiara terpesona dengan senyum Varell yang sangat lembut.Namun Kiara segera menyadarkan dirinya.
"Varell apa yang kau lakukan?"tanya Kiara gugup.
"Apa lagi?bukankah aku sedang memelukmu?" ucap Varell santai.
"Boleh aku menciummu Kiara?"tanya Varell pada Kiara.
Kiara kaget dengan pertanyaan Varell.Kiara pun bingung harus menjawab apa.
Cup
Varell mengecup bibir Kiara sekilas.Kiara pun kaget dengan apa yang Varell lakukan.
"Varell!!! ini bukan didalam kamar kau tidak bisa melakukan hal seperti ini disini seenaknya saja.Bagaimana jika Bi Anah melihat aku malu banget.Nanti kalau bi Anah laporin ke papa pasti semua runyam."ucap Kiara panik.
"Looh kenapa?bukankah wajar untuk pasangan yang sudah menikah?"Varell bingung.
Kiara menutup mulutnya dia lupa jika dia sudah menikah.Kiara pun tersenyum lugu.Varell yang melihatnya makin gemas dengan tingkah Kiara.Varell pun kembali mencium bibir Kiara.Namun Kiara tidak lagi menolak ciuman Varell.Ciuman mereka makin lama makin dalam dan Kiara pun melepas ciuman itu.
"Sejujurnya ini bukan hal yang yang bisa kita lakukan disini Varell."ucap Kiara.
"Kenapa apa lebih baik kita ke kamar saja?Aku baru tahu ternyata kau sangat berinisiatif Kiara .Dan sejujurnya tadi aku hanya hendak mengajakmu makan bersama sebagai imbalannya.Tapi sepertinya kau berharap lebih."
Kiara kaget dengan apa yang dikatakan Varell.
'Apa ternyata otakku memang yang bermasalah.ya ampuun aku sungguh sudah gila, Varell pasti sedari tadi menikmati pemikiran bodohku' batin Kiara malu.
"Karena kau mengharapkan lebih maka aku akan menggabulkannya." ucap Varell
Lalu Varell pun menggendong tubuh Kiara dengan sangat gentle.
"Varell...lepas kan aku?"
"Kenapa?bukankah kau senang setiap saat aku bisa menggendongmu. atau kau takut aku akan kelelahan dan tidak bisa memuaskanmu?
"Kyaaaa Varell!! kenapa kamu sangat mesum?"
Varell hanya tersenyum dan tetap menggendong Kiara hingga kamar dan merebahkan Kiara di kasur. Kiara hendak beranjak namun dengan cepat Varell menindih tubuh Kiara.
__ADS_1
"Varell!!!" teriak Kiara.
"Heemm.."
Kiara meronta mencoba melepaskan diri dari Varell namun Varell sangat kuat dan Kiara bahkan tidak bisa mendorongnya. Kiara terus mencoba untuk lepas dari Varell.
"Kiara!! sebaiknya kau jangan banyak bergerak.Aku kini masih berusaha untuk menahan diriku. Jika kau bergerak terus itu akan menyulitkanku dan juga kamu.
"Menahan apa?bukankah aku yang dibawahmu Varell aku lah yang tidak bisa menahan tubuhmu." ucap Kiara yang terus meronta.
"Dasar kau memang bodoh Kiara. Aku menyadari jika saat itu adalah kali pertama mu.Tapi ku kira kau sudah memiliki banyak pengetahuan.tapi ternyata kau masih sangat polos.Kau sangat berbeda dari yang ku bayangkan dulu."
"Apa maksudmu?apa yang kau bayangkan?"
"Aku tahu seperti apa perempuan yang selalu dekat dengan Vino.tapi jujur saja aku kaget jika ternyata Vino menahan dirinya terhadapmu.
"Maksud mu?"
"Wanita-wanita yang dekat dengan Vino kebanyakan pasti sudah pernah tidur dengan nya."
"Bagaimana kamu tahu?apa kamu juga ikut........"
"Tentu saja tidak..Aku pun pertama melakukannya denganmu.Kau pikir aku lelaki apa mau dengan sembarang Wanita."
"Tapi bagaimana kamu bisa tahu?"
"Karena aku mengawasinya.Bukankah itu hal yang wajar untuk seorang kakak mengawasi adiknya." ucap Varell.
"Namun ternyata kau berbeda dari wanita-wanita itu.Aku tidak pernah mendengar laporan tentang dirimu, karena itu aku penasaran dengan mu dan ternyata aku melihat sosok kecilmu dulu.meski aku masih belum terlalu yakin."
"Itu karena aku menolak dan juga aku selalu dibatasi oleh papa.Sejujurnya aku dan Vino juga jarang bertemu. Syukurlah aku masih bisa menjaga diriku.Aku pikir penyebab Vino berselingkuh dariku karena aku selalu menolak tidur dengannya.Tapi bagaimana bisa aku justru menawarkan diriku padamu."ucap Kiara.
"Apa kau menyesal?"tanya Varell.
"Awalnya aku menyesal telah tidur denganmu tapi kini aku berpikiran lain.Aku sangat beruntung bisa menikah denganmu."
Varell menatap Kiara dengan lembut.
"Tapi aku sungguh memiiki kekurangan ini......"
Kiara mencium bibir Varell.Varell pun berhenti berbicara dan mencium balik Kiara. Kiara tidak lagi menolak Varell. Varell pun makin intens mencium Kiara.Tangan Varell mulai meraba tubuh Kiara namun Kiara tidak lagi menolaknya saat Varell merasa sudah ada lampu hijau untuknya Varell pun mulai melepas ciumannya.
"Apa kamu sudah siap Kiara?"tanya Varell.
Varell kaget dan juga marah dengan apa yang Kiara katakan.
'Apa Kiara tidak menolakku karena wawancara itu!' batin Varell kesal.
Kiara yang melihat perubahan wajah Varell pun tertawa dengan sangat girang.Varell bingung menatap Kiara.
"Kau tertipu..hahaha sekarang kita seri.. bukankah tadi kau sudah katakan kau menginginkanku untuk makan bersama?dan bilang jika ternyata aku menginginkan hal yang lebih tapi ternyata kau pun kini sama halnya denganku." ucap Kiara dengan senyum yang licik.
"Ternyata kini giliran aku yang bodoh karena menginginkanmu."ucap Varell
Kiara menatap Varell ,Varell tampak mulai bingung dengan apa yang dia lakukan.Kiara merasa sangat bersalah dengan apa yang dia lakukan sejujurnya Kiara tadi berucap seperti itu hanya untuk menggoda Varell.Tapi siapa sangka ternyata Varell termasuk lelaki yang sensitif. Varell pun hendak bangkit namun Kini justru Kiara yang menarik Varell.Varell melihat ke arah Kiara.
"Aku hanya bercanda Varell.maaf." ucap Kiara.
"Tidak seharusnya aku yang minta maaf.Aku seharusnya sadar diri kau tidak mungkin menginginkan lelaki seperti aku."
"Cukup Varell jika kau merendahkan dirimu lagi aku tidak akan pernah mau berbicara denganmu." ucap Kiara marah.
Varell tertegun 'Bagaimana bisa Kiara marah hanya karena aku menyalahkan diriku sendiri.' batin Varell.
"Kenapa kau yang marah Kiara? semua wanita di luar sana tidak ada yang benar-benar menyukaiku."
"Apa yang kau fikirkan sepenuhnya salah Varell.Tidak semua aku tidak pernah memikirkan hal itu.Kau tahu bahkan rekan ku dikantor pun sangat mengagumimu."
"Dan kamu Kiara?"
"Tentu aku pun salah satunya." ucap Kiara nakal.
Varell tersenyum.Dan Kiara pun mulai mendorong Varell karena dirasanya sudah sangat sesak dan berat.
"Kenapa tadi kau yang menarikku?"tanya Varell
"Emm ......sepertinya aku tidak kuat menahanmu Varell"ucap Kiara.
Varell pun dengan cepat berpindah posisi.
"Varell!!!"teriak Kiara.
"Ada apa lagi sekarang?" tanya Varell.
__ADS_1
Ternyata Varell pun merubah posisi Kiara yang semula ada di bawah kini Kiara ada di atas Varell.
"Aku masih sangat merindukanmu Kiara."ucap Varell yang masih memeluk Kiara.
Kiara hanya diam dia tidak berani menolak atau pun melawan Varell dan sebenarnya Kiara pun sangat menyukai berada di dekapan Varell.Entah kenapa Kiara merasa nyaman di peluk oleh Varell.Kiara pun menyandarkan kepalanya dada Varell.Aroma tubuh Varell aroma yang sangat Kiara rindukan beberapa hari ini.Kiara sungguh merasa lega .
"Jadi kapan aku bisa mengajakmu makan malam Varell?"
"Apa kau memang sangat ingin membayar wawancara mu,atau sebagai pengikat agar aku tidak batal melakukan wawancara dengan mu?"tanya Varell.
"Jangan lagi menyimpulkan Varell. Ini sudah hampir malam dan aku juga belum makan. rasanya aku lapar.Aku ingin memajukan janji kita sekarang."
Varell pun tersenyum.Namun Kiara justru salah Fokus dan justru mencium bibir Varell dengan intens.Varell pun tak ingin kalah dari Kiara .Varell mulai memasukkan lidahnya dan memainkan nya didalam mulut Kiara. Sontak Kiara merasa tubuhnya mulai bergetar.Kiara menikmati ciuman Varell yang amat dalam,bahkan Kiara engan melepaskan ciuman itu.Namun Kiara merasa nafasnya mulai tercekat Kiara pun melepaskan ciuman itu.Namun Varell tak ingin berhenti disitu Varell mulai mencium dan menjilat leher Kiara.Kiara merasakan geli yang teramat sukar untuk diketahuinya sensasinya sungguh membuat Kiara menggerang nikmat .Kiara tersadar akan eranggannya dan menutup mulutnya.Varell yang melihat tingkah Kiara pun tersenyum dan membuka mulut Kiara dari bungkaman tangannya.
"Keluarkan suaramu Kiara, kau tahu suaramu sangat indah."ucap Varell serak.
Kiara pun mengikuti arahan Varell.Namun saat Varell dan Kiara sedang sangat menikmati nya tiba-tiba Handphone Varell berbunyi.Namun Varell tidak menghiraukan handphonenya Varell tetap fokus pada Kiara dan hanya ingin bersama Kiara.Varell tidak ingin berhenti hanya untuk menganggkat teleponnya.
"Aaah Varell...."erang Kiara.
Varell mengecup leher Kiara dan meremas dada Kiara dengan lembut.Varell membuka kancing kemeja Kiara sambil terus memberi tanda pada leher Kiara.Seakan Varell tidak ingin melewatkan tiap senti tubuh Kiara.Varell mulai memainkan dada Kiara.saat Varell hendak menggecup dada Kiara ,Kiara menghentikan Varell. Varell pun menatap wajah Kiara, bertanya-tanya apa Kiara menolaknya juga kali ini.
"Angkat dulu handphone mu mungkin itu sesuatu yang penting." ucap Kiara.
Dengan enggan Varell mengambil handphonenya.Dilayar tertulis kontak nomornya Sekretaris.
"Hallo Kak.."Ucap Varell kesal.
"Apa kau masih lama tuan Varell!!"ucap Adit dengan suara dingin tak kalah kesal.
"Ada apa?Sepertinya kau sedang sangat kesal?" ucap Varell.
"Sepertinya saya juga sudah mengganggu tuan Varell.Tapi apa kau melupakan sesuatu Varell yang harus kau berikan padaku?" ucap Adit.
Varell terdiam memikirkan apa yang dia lupakan.Sedang Kiara masih diam tak berani bersuara ataupun pergi dari pelukan Varell.
"Oh..maaf aku sungguh melupakanmu kak Adit."ucap Varell.
"Cepatlah ..aku butuh dokumen itu sekarang." ucap Adit.
Kiara melihat Varell yang tampak enggan untuk beranjak dari Kiara.Kiara pun mengecup Varell.dan tersenyum ke arah Varell.
"Turunlah Varell aku akan mulai bersiap untuk makan malam di luar."ucap Kiara.
"Sebentar kak."ucap Varell pada Adit di telepon.
Varell pun menutup teleponnya.dan beralih pada Kiara.
"Haruskah kita makan sekarang?"tanya Varell.
"Haruskah dihari lain Varell?"tanya Kiara.
"Aku masih ingin bersamamu Kiara?Apa tidak lebih baik kita tidak usah makan malam sepertinya dengan memakanmu aku sudah kenyang."ucap Varell.
"APA!!apa yang baru saja kau katakan Varell?Apa kau ini ternyata kanibal?"ucap Kiara kaget dan juga takut.Kiara pun sontak bergegas melepas pelukan Varell.
Varell bingung dengan apa yang Kiara katakan dan juga dengan tingkah Kiara.
"Kiara ada apa dengan imajinasimu itu?"ucap Varell.
Kiara bingung dia memang tidak mengerti dengan apa yang Varell katakan.
"Lebih baik kita makan diluar." ucap Varell kemudian.
Namun Kiara masih diam saja.Varell pun mengerti apa yang ada dipikiran Kiara.
"Tenang saja aku bukan kanibal dan aku tidak akan pernah memakan dagingmu."ucap Varell.
"Aku akan tunggu kamu dibawah ." ucap Varell yang kemudian keluar dari kamar dan dengan segera turun dengan membawa dokumen yang Adit minta.
"Kak.."Panggil Varell.
Adit pun menoleh ke arah Varell.Ada senyum yang tersunging di bibir Adit.
"Kenapa?"tanya Varell.
"Maaf..Bolehkah aku melupakan tentang status kita sebentar."
"Apa maksud kakak..."Varell bingung dengan yang Adit katakan.
***bersambung***
Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..
__ADS_1
thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..