knocked my heart

knocked my heart
Chapter 5


__ADS_3

**Varell**


 


"Adit bagaimana menurutmu?"tanya Varell didalam mobil.


Setelah mengantar Kiara ke rumahnya. Varell pun dengan segera bergegas pergi ke rumah Ayahnya William.


"Apa maksudmu? " tanya Adit


"Kiara tentu saja Adit...! " jawab Varell kesal.


"Ooh... Aku sangat menyukainya tentu saja. "


"Bagaimana dengan Ayah?"


"Tentu saja dia akan senang.. Tapi masalahnya bagaimana dengan Vino..."


"Aku akan mengurusnya..."


"Hanya saja aku berharap aku melakukan hal yang benar."ucap Adit


"Namun aku akan selalu ada dibelakangmu.. " imbuh Adit.


"Menikah dengan Kiara bukankah tidak jadi masalah untuk ku. "


"Jika aku pribadi aku sangat  senang Varell. Aku senang melihatmu bisa tersenyum. "


Varell hanya tersenyum. pikiran nya mulai tertuju pada Kiara lagi.Adit pun memperhatikan  Varell  yang terus  tersenyum.


"Apa kau sangat menyukai nya Varell?  Tanya Adit.


Namun Varell hanya diam tak menjawab.


"Sesuka itu kah kamu?tanya Adit lagi.


"Apa maksudmu?  Apa yang sangat aku sukai ?" tanya Varell balik.


"Kau menyangkalnya atau kau memang belum tahu jika itu cinta? "


"Apa!! Itu tidak mungkin?!" teriak Varell.


"Apa kau akan terus menyangkal perasaanmu?"


Varell hanya diam dia tak tahu apa perasaan hangat yang menggelitik dihatinya yang hanya dirasakannya pada Kiara adalah cinta, dia hanya merasa dia ingin terus bersama dan melindungi Kiara. Awalnya dia mengira jika perasaannya itu adalah rasa simpati.


"Aku tidak tahu apakah ini cinta atau simpati"


"Simpati.. Itu tidaklah mungkin Varell. "


"Apa maksudmu kenapa tidak mungkin!?"


"Ya sudah jika kau memang merasa tidak tahu atau mungkin  belum sadar. Varell Suatu saat kau akan bisa mengerti perasaan cinta itu. "ucap Adit.


"Kenapa tidak kau jelaskan saja sekarang. "pinta Varell.


"Haruskah... Jika aku jelaskan hingga kau mengerti pasti akan terlalu lama.


"Tidak apa jelaskan saja. "


"Jika aku  jelaskan kau akan kemalaman datang ke rumah Kiara."


"Hah.. "


"Sekarang cepatlah turun dan temui ayahmu. "


"Ohh.. Kita sudah sampai. "ucap Varell tak mengira waktu sangat cepat.


Adit pun segera keluar dari mobil dan membukakan pintu pintu mobil untuk Varell.


"Silahkan tuan. "ucap Adit sopan.


'Hah.. Adit sudah memakai topengnya lagi. 'ucap Varell dalam hati.


Sebenarnya dari Adit lah Varell banyak belajar menyimpan emosinya. Sehingga tidak ada yang mengetahui seperti apa hati dan perasaan Varell sebenarnya.


Varell turun dari mobilnya. Dilihatnya rumah yang dulu dia tempati bersama ayah dan ibunya. Dan rumah yang kini dia hindari karena tak ingin masuk ke dalam lubang neraka yang dibuat tante Dina.Varell tau bagaimana licik nya tante Dina.Karena itu Varell memilih keluar dari rumah. Dahulu meski tak dirumah,ayahnya akan selalu menemuinya Varell di apartemen setiap akhir pekan.Namun sudah 7 bulan ayahnya tak menemuinya lagi.Saat Varell menghubungi rumah dia baru tahu jika kondisi ayahnya makin memburuk.Ayahnya sudah tidak dapat bangun dari kamarnya. Namun saat Varell hendak menemui ayahnya namun Adit melarangnya, dia bilang ayahnya  tidak ingin bertemu dengan Varell sementara. Entah apa alasan ayah ayahnya, Varell tidak tahu. Adit pun menutup rapat mulutnya. Sehingga Varell mau tidak mau harus bersabar hingga ayahnya mau bertemu .


Hari ini Varell menghubungi ayahnya.Dia meminta bertemu.Awalnya William menolak namun Varell berkata dia ingin minta ijin dan doa restu dari ayahnya untuk menikah. Dan ayahnya pun akhirnya mau bertemu dengan Varell.


"Silakan tuan Varell. "ucap pelayan itu.


Varell pun mengikuti pelayan itu.namun pelayan itu berjalan terus bahkan melewati kamar ayahnya dulu.


"maaf tapi kamar tuan William bukankah disana. "tunjuk Varell


"Maaf sudah sejak lama tuan beristirahat di kamar tuan Varell. "ucap pelayan itu.


"Ayah... " bisik Varell lirih.


Pelayan itu pun membukakan pintu yang dulunya adalah kamar Varell. Varell pun masuk dilihatnya ruangan  itu tidak ada yang berubah sejak 5 tahun. Dilihat nya sosok yang tak dia kenali di atas ranjang milik Varell dulu. Makin dekat Varell makin jelas melihat siapa sosok itu..


"Ayah.. "panggil Varel lirih.


William pun membuka matanya perlahan.Varell tak kuasa  melihat kondisi ayahnya yang lemah itu. Dia pun jatuh terduduk disebelah ranjangnya. Air matanya mulai menetes dipipinya. Diingatnya kenangan bersama keluarganya. Dahulu ayah yang selalu gagah kini hanya terlihat tinggal tulang dan kulit. Bahkan Varell pun tidak akan bisa mengenali ayahnya.selama ini william tidak ingin menemui  Varell karena dia tahu Varell akan sangat sedih dan terluka. Air mata william pun mengalir dia pun sangat sedih melihat anaknya lemah karena dirinya.


"Varell.. "panggil William.


Varell pun bangkit dan berjalan  mendekati ayahnya. Varell hanya diam tak bersuara namun air matanya terus mengalir .


"Ayah sangat bahagia saat kau mengatakan kau akan menikah. "ucap William


Namun Varell masih diam tak bersuara.


"duduk lah disini Varell. "pinta william.


Varell pun duduk di tepi ranjang.


"Tolong bukalah laci itu. "


Varell pun membuka laci yang ada didepannya.


"Ambillah kotak berwarna putih  itu dan bukalah. "

__ADS_1


Varell pun mengikuti perkataan  William dan membuka kotak itu. Betapa kaget dan terharunya Varell saat melihat sepasang cincin yang dulunya milik kedua orang tuanya .


"sekarang aku berikan cincin itu untukmu. Ayah harap kau bisa bahagia dan bersama hingga maut memisahkan kalian. "ucap William.


Varell masih terdiam tak bersuara hatinya masih sangat sedih namun juga bahagia.


"Dan juga ambillah amplop didalam lemari itu .dibawah pakaian sekolah mu dulu. "


Varell pun mengikuti perkataan William dan mengambil amplop itu dan menyerahkan pada William.


"itu juga untukmu Varell..bukalah. "


Varell pun membukanya dan betapa terkejutnya Varell.


"Ayah.. Ini..? "varell tak melanjutkan kalimatnya .


"Ya Varell...itu surat wasiat  ayah, tolong kamu simpan.  Itu adalah yang asli dan ada satu lagi, ada pada pengacara keluarga kita. "


"Baiklah ayah,  Varell akan menyimpannya. "


"Bagus...kau memang anak yang sangat pintar Varell.


"Tapi ayah... " ucapan Varell terhenti.


"Kenapa? " tanya William.


"Sekarang ayah harus ikut denganku. " pinta Varell.


"Tidak Varell.. Ayah ingin tetap dirumah ini. Ayah ingin terus bersama ibumu, tolong kamu bisa mengerti ayah. "


Varell pun diam, dia paham dan mengerti dengan perasaan William.


"Baiklah ayah. "


"Dan Varell, ayah ingin tahu siapa wanita beruntung itu? " tanya William.


"Siapa?? " tanya Varell bingung.


"Tentu saja calon istrimu Varell? "


"Ooh... Aku harap ayah takkan kecewa padaku. "


"Kenapa ayah harus kecewa? "


"Karena... "


"Ayah tidak akan mempermasalahkan siapa wanita itu. Karena dia lah yang telah berhasil meluluhkan hatimu. Ayah sudah pasti menerima dia. "


"Dia... Dia.. Kiara Dannisha. "ucap Varell.


"Kiara Dannisha.. Apa dia anak dari keluarga Danni ?"tanya William.


"iya ayah. "


"Apa keluarga Danni memiliki 2 anak perempuan?"


"Tidak Ayah.. Kiara anak tunggal dari keluarga Danni.?" jelas Varell.


"Iya. "


Sesaat William terdiam, william sangat kaget dan tak mengerti dengan pikiran Varell. Namun dia tahu anaknya pasti memiliki alasan yang baik.


"Baiklah... Ayah sangat bahagia Varell.  Ibumu pun akan sangat senang .Bawalah Kiara kemari saat kau telah menikah dengannya. Ayah ingin bertemu dengan anak perempuan ayah.  Dan tinggalah sebentar disini ayah akan menyiapkan kamar untuk kalian. "


"Aku tidak bisa tinggal disini ayah. Aku tidak bisa tinggal dengan tante  Dina dan Vino. Tentu Kiara pun akan canggung nantinya." jawab Varell.


"Baiklah ayah tidak akan memaksa. Namun ada satu hadiah pernikahan yang harus kamu terima. " ucap William.


"Apa itu ayah...? "


"Ayah sudah titipkan pada Adit ..kau akan mendapatkan nya saat upacara pernikahanmu selesai. "


"Baiklah ayah.. Terimakasih. "ucap Varell sambil memeluk Ayahnya.


varell pun keluar dari kamar yang dia tempati dulu.


Tingg..


Ada pesan masuk Tertera nama Kiara.


*Tuan Varell maaf sudah mengganggu waktu mu.aku sudah berbicara dengan orang tuaku. Aku pun sudah mengatakan bahwa kau akan datang kerumah malam ini.*


Tingg..


Satu pesan lagi masuk..


*Aku belum menjelaskan dengan skenario tadi.aku harap kau bisa menjelaskannya.*


Varell pun bergegas  pergi .Sebelum ke rumah Kiara Varell terlebih dahulu pulang ke apartemen nya bersama Adit.


[Apartemen Adit ada disebelah apartemen Varell. ]


Saat di dalam lift..


"Kak..langsung ke apartemen ku."pinta Varell


"untuk apa aku pun perlu bersiap ke rumah Kiara. .."


"Aku perlu kau siapkan pakaian. "


"Aah.. Pake saja yang biasa ,kau bukan akan menikah hari ini..."


Namun Varell tak menjawab ocehan Adit. Wajah Varell terlihat sangat serius.


"Ok..ok.. Aku akan siapkan pakaianmu."ucap Adit.


Saat Lift terbuka Adit pun mengikuti Varell ke apartemen nya. Varell pun langsung masuk ke kamar mandi.sedang Adit menyiapkan pakaian Varell.


"Rell.. Pakaianmu sudah ku siapkan dikamar."


"Ok.. "jawab Varell.


"Aku pulang.... 30 menit lagi aku tunggu di bawah. "

__ADS_1


"hemm"


Pukul 18.30


Varell sudah siap..ada yang berbeda dengan penampian Varell. Adit pun sudah setia menunggu Varell di sebelah mobil.


"Ayo.." ucap Varell.


Adit pun menoleh ke arah Varell. Adit mengerjap tak percaya dengan penampilan  Varell.


"Ada apa?"tanya Varell heran


"emmm... Kau terlihat sangat rapi dan tampan baru kali ini kau memperhatikan penampilan mu. Sepertinya akuu.....jatuh hati padamu. "ucap Adit.


"Dasar gila.. "ucap Varell aneh dengan sikap Adit.


Bisa dibilang penampilan Varell sangat berbeda dengan biasanya. Pakaian jas yang formal dan rapi lengkap dengan aksesorisnya. Biasanya Varell hanya mengenakan jas dan kemeja  tanpa mengancing jasnya. Dan jika Varell melepas jasnya dan hanya mengenakan kemeja lengan akan digulung hingga siku. Dan Varell akan memperlihatkan bekas lukanya.Namun sekarang dia memakai sarung tangan kulit  dan menutupi luka bakarnya. Entah ada angin apa Varell pun tetlihat lebih fress dan segar dan berhasil membuat orang-orang disekitarnya melihat dengan tatapan terpesona.


 


Pukul 19.30


Varell sampai didepan rumah Kiara .Varell tampak gugup tak henti dia mengatur nafasnya.


"Slow rell... "ucap Adit menenangkan Varell yang gugup.


"Ok!!"jawab Varell setengah berteriak semangat.


Varell dan Adit pun masuk dihalaman rumah Kiara. Halaman rumah sudah ramai oleh sanak saudara Kiara. Terlihat persiapan pernikahan Kiara telah selesai. Janur kuning yang melengkungkan indah, bahkan tenda dengan warna biru dipadukan dengan putih terlihat sederhana tapi indah. Hiasan bunga-bunga yang tercium sangat harum di pelaminan dan sebagai dekorasi tiap tiang tenda. Sungguh Varell sangat gugup melihatnya. Para sanak saudara Kiara yang melihat Varell pun teheran dan sebagian terpesona pasalnya mereka tak mengenal siapa Varell. Yang  mereka tahu Kiara akan menikah dengan Vino.


"Maaf anda siapa? "tanya seorang wanita paruh baya yang berwajah cantik untuk wanita seusianya.


"Ooh.. Maaf nama saya Varell. "


"Ooh.. Nak Varell mari masuk . Saya dan Papa Kiara  sudah menunggu sejak tadi. "Ucap wanita itu yang tak lain adalah mama Kiara. Varell dan Adit pun mengikuti mama Kiara masuk kedalam rumah.


Diruang tengah sudah ada banyak saudara Kiara yang sedang duduk merundingkan sesuatu.


"Pa.. "panggil mama Kiara.


Papa Kiara pun menoleh  dia melihat Varell dan segera mempersilakan nya duduk. Varell dan Adit pun duduk setelah dipersilakan


"Nama saya Danni Setiawan. "Ucap papa Kiara sambil menyodorkan tangannya.


"Saya Varell William.. "ucap Varell membalas jabat tangan Danni


"Dan ini Aditya sekretaris saya. "imbuh Varell.


Adit pun berjabat tangan dengan Danni.


"Saya banyak mendengar tentangmu dari paman dan bibi Kiara. Saya pribadi juga sedikit mengenalmu" ucap Danni sambil melihat semua sanak saudara Kiara.


"ooh.. "jawab Varell dengan tersenyum.


"Kamu saudara tiri Vino kan? "


"iya betul om. "


"Kiara bilang kau akan menjelaskan. Dan juga kami akan membahas mengenai gosip yang kini beredar. "ucap Danni.


"Gosiip?? Maaf ada gosip apa?" Tanya Adit


Anda bisa mencari di internet gosip tentang calon istri Vino  William yang berselingkuh dengan kakaknya sendiri dan membatalkan pernikahannya. "ucap Salah satu keluarga Kiara.


Adit pun segera mencari artikel itu. Dan memang benar ada gosip tentang itu bahkan ada pula bukti fotonya.


"Artikel ini biar saya yang urus. "ucap Adit.


"saya permisi sebentar "imbuh Adit. Yang kemudian berjalan keluar.


"Jadi sebenarnya apa yang terjadi. "ucap salah satu saudara Kiara.


"jadi kebenarannya tentang artikel itu tidak benar keseluruhannya. Saya dan Kiara tidak pernah berselingkuh. Pada awalnya Kiara memergoki Vino berselingkuh dengan Sarah."


"Apa!! "teriak mama Kiara.


"Mama tenang dulu.. Biar nak Varell bisa menjelaskan. "


Varell pun melanjutkan ceritanya sesuai dengan skenario  yang telah dibuat..


*


"Jadi seperti itu kebenarannya om tante. "


Semua saudara Kiara pun mendesah lega. Karena berita tentang Kiara hanya Hoax.


"Terimakasih nak Varell sudah susah payah menjelaskan pada kami."


"Ooh... Tidak om itu memang sudah seharusnya. " ucap Vino sopan.


"Jadi pernikahan Kiara kini di batalkan pah?" tanya mama Kiara.


"iya ma... Lebih baik batal sekarang dari pada Kiara harus tersakiti dan terluka setelah menikah. "ucap Danni.


"Maaf Om.. Tante.. Tujuan saya kemari bukan hanya menjelaskan saja tapi juga ingin mengatakan sesuatu. "


"Ya nak Varell katakan lah saja."


"Sebenarnya pernikahan Kiara tidak perlu dibatalkan. Akan sulit untuk membatalkan pernikahan pada hal besok adalah hari-H. "


"Apa maksud nak Varell.?"tanya Danni bingung.


"Sebenarnya saya ingin mengatakan kalau saya akan menikah dengan kiara. "ucap varell lantang


"APA!! ucap seluruh keluarga Kiara bersamaan.


 


***bersambung***


Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya.. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis..  Tinggal klik okee guys..


Thank you😘

__ADS_1


__ADS_2