
"Kiara ada apa dengan imajinasimu itu?"ucap Varell.
Kiara bingung dia memang tidak mengerti dengan apa yang Varell katakan.
"Lebih baik kita makan diluar." ucap Varell kemudian.
Namun Kiara masih diam saja.Varell pun mengerti apa yang ada dipikiran Kiara.
"Tenang saja aku bukan kanibal dan aku tidak akan pernah memakan dagingmu."ucap Varell.
"Aku akan tunggu kamu dibawah ." ucap Varell yang kemudian keluar dari kamar dan dengan segera turun dengan membawa dokumen yang Adit minta.
Kiara pun mulai bersiap sebenarnya dalam hatinya dia masih ragu dengan apa yang akan terjadi dengan nya dan Varell jika tadi mereka teruskan.
"Untung saja kak Adit tadi menelepon. huft..bagaimana bisa aku tergoda dengan Varell.Kau harus sadar Kiara. Pikirkan dulu dengan benar bagaimana perasaanmu terhadap Varell. Aku tidak ingin nantinya kita berdua menyesal karena lebih menuruti hawa nafsu, seperti sebelumnya." ucap Kiara.
Kiara pun beranjak ke kamar mandi untuk membasuh mukanya.Tapi betapa kagetnya Kiara saat mendapati dirinya ternyata make up nya sudah berantakkan terutama lipstiknya sudah hilang dan menyebar kemana-mana.
"Huh..dasar Varell! gimana bisa dia buat aku jadi berantakan gini.."ucap Kiara.
---
"Kak.."Panggil Varell.
Adit pun menoleh ke arah Varell.Ada senyum yang tersunging di bibir Adit.
"Kenapa?"tanya Varell.
"Maaf..Bolehkah aku melupakan tentang status kita sebentar."
"Apa maksud kakak..."Varell bingung dengan yang Adit katakan.
"Ha..ha..ha..ha..ha"Adit tertawa sambil memegangi perutnya sedang Varell bingung dengan tingkah Adit.
"Kenapa?"tanya Varell penasaran.
Adit pun menghentikan tawanya dan mulai bersikap biasa kembali.
"Lebih baik kau hapus yang ada dibibirmu itu. Kau tidak perlu perlihatkan padaku .Aku memalumi kalian memang masih pasangan pengantin baru.Dan aku sangat meminta maaf pada kalian jika pastinya aku sekarang mengganggu waktu kalian." ucap Adit
Varell masih diam dan binggung dengan apa yang Adit katakan . Varell pun memegangi bibirnya dan tersenyum kecil mengerti apa yang dimaksud oleh Adit.
"ahh...ini..hahahaha..aku tak sadar kak..tadi kakak menghubungiku tiba-tiba dan Kiara pun langsung memintaku untuk menemui kakak segera. Jadi aku melupakannya hahaha." ucap Varell canggung
"Tidak apa setidaknya kini aku tahu jika hubungan kalian ternyata lebih serius dari dugaanku.Tadinya ku kira perasaanmu akan bertepuk sebelah tangan syukurlah ternyata Kiara adalah wanita yang lebih baik dari dugaanku." ucap Adit bahagia.
Varell terlihat canggung dan juga tersenyum bahagia. Adit pun merasa bahagia pula karena Varell bisa bahagia. Sejak Varell menikah dengan Kiara Varell mulai berubah sedikit demi sedikit. Varell mulai lebih hangat dan juga terbuka.Adit sangat bersyukur karena pernikahan Varell memberikan efek dan juga perubahan positif pada Varell.
"Ini kak ..Berkas yang kau butuhkan dan kak.. perihal masalah tentang Angel dan juga Audy tolong jangan sampai Kiara mengetahuinya.Dia pasti akan merasa terbebani karena aku ikut campur dalam urusannya."
"Iya..Aku mengerti Varell..aku tidak akan mengatakan pada Kiara..Tapi lebih baik tidak kau rahasiakan karena cepat atau lambat Kiara pun akan tahu lebih baik kau lebih dulu mengatakannya." ucap Adit sambil menepuk pundak Varell.
"Dan sekarang aku akan langsung menuju ke kota B aku akan pergi mencari Nabila.Karena aku sudah tidak bisa menghubungi Nabila sejak dua hari terakhir. Tolong rahasiakan hal ini pada Kiara aku pun tidak ingin dia mengkhawatirkan Nabila."
"Oke!!tapi kau harus terus kabari aku bagaimana perkembangannya, hati-hati di perjalanan kak."
Adit pun segera pamit dan pergi meninggalkan rumah keluarga Danni dan mengemudikan mobilnya menuju kota B.
***
"Apa kau sudah biasa makan di restoran ini?"tanya Varell.
"Iya.. Disini selain tempatnya yang enak ,pemandangannya pun indah dan juga makanannya heeemmmm...sesuai sama lidahku..hehe"ucap Kiara senang.
"Benarkah?melihatmu sangat senang dan juga bersemangat begini..aku sungguh tidak sabar." ucap Varell.
Kiara dan Varell pun turun dan masuk ke dalam restaurant seperti biasa Kiara akan mencari tempt yang nyaman untuknya. Setelah berkeliling akhirnya Kiara menuju tempat yang menurutnya nyaman dan mulai memesan makanan .
"Mas..saya pesan satu udang asam manis, satu mie goreng seafood, satu nasi goreng seafood, cumi goreng krispi, rajungan asam manis pedas, terus...."
"Cukup Kiara.." ucap Varell menghentikan Kiara yang tampak tidak akan berhenti untuk memesan.
"Loh kenapa?"tanya Kiara bingung.
"Itu sudah terlalu banyak.Perutmu tidak akan kuat" ucap Varell.
"Tapii...aku pengen banget makan ..emmm.. satu lagi boleh?" ucap Kiara dengan nada memelas.
"heemm..oke satu menu lagi." ucap Varell mengalah.
"Yeay..sup seafood bumbu rempah satu. untuk minumnya. teh manis hangat dua."
__ADS_1
"Karena aku yang traktir jadi menu aku yang pesankan semua. gak apa kan?" ucap Kiara dengan tersenyum manis.
"Iya ..oke.. tapi apa semua akan habis?" tanya Varell.
"Tentu saja..Aku akan makan nasi goreng seafood dan kau makan Mie goreng seafood bukankah kau sangat suka makan mie?"ledek Kiara.
Varell hanya tersenyum melihat tingkah polos Kiara.
"Lalu bagaiman dengan ssisanya?"
"Loh.. sisanya tentu saja kita makan sama-sama."
"Oke.."
Tak menunggu lama makanan pesanan Kiara tiba dan pelayan mulai menyajikan diatas meja. Varell dan Kiara mulai makan dan menikmati makanan yang Kiara pesan.Varell tampak sangat lahap dan mulai terbiasa makan menggunakan tangannya secara langsung.Kiara pun tersenyum bahagia dan juga puas melihat Varell yang makan dengan lahapnya . Disela-sela makan Kiara dan Varell membicarakan obrolan ringan bahkan Kiara sangat terbuka dan bercerita tentang bagaimana pekerjaannya selama di kantor.
Setelah selesai makan ..
"Aku ke kamar mandi dulu ya.." ucap Kiara.
"Iya.."
Kiara pun berjalan kekamar mandi dengan bersenandung. Seetelah keluar dari kamar mandi betapa kagetnya Kiara saat melihat Vino sedang menyandarkan tubuhnya didepan kamar mandi.Vino tampak senang bertemu dengan Kiara wajahnya tampak sangat jelas dia tersenyum bahagia. Nampaknya Vino sudah menunggu Kiara sedari tadi Kiara di kamar mandi.Kiara mulai merasa curiga dan juga was-was. Namun Kiara berusaha mengacuhkan Vino dan berjalan dengan cepat saat melewati Vino.
"Kiara.." panggil Vino.
Namun Kiara tetap berjalan dan tanpa diduga Vino justru meraih tangan Kiara dan menarik Kiara dengan keras ke sisi tembok.
"Ahh.." pekiki Kiara saat punggungnya menghantam tembok.
"Kenapa kau mengabaikanku Kiara?bukankah kau tahu aku ada disini dan aku pun memanggilmu? kenapa kau mengacuhkanku dan mengganggap ku tak ada." ucap Vino sambil menekan Kiara.
Kiara pun mendorong Vino dan Vino pun mundur selangkah.
"Kau..kau juga ada disini?" ucap Kiara takut dan juga gugup.
Kiara seperti mencium bau minuman alkohol dari tubuh Vino.
'Sial..pasti Vino mabuk baru sekarang aku tahu jika Vino ternyata juga bisa minum-minum alkohol.'batin Kiara
"Bukankah aku tadi sudah memanggilmu Kiara? tentu saja aku ada disini." ucap Vino.
"Ooh maaf.. Sepertinya kau kini sedang mabuk. Apa kau kesini dengan Sarah dimana Sarah aku akan memanggilnya untuk membawamu pulang." ucap Kiara mencoba mencari alasan untuk segera pergi meninggalkan Vino.
Kiara hanya diam Kiara tidak tahu harus berkata apa disituasi seperti ini , Kiara takut jika dia sampai salah bicara Vino akan tambah menekan Kiara.
"Vino..maaf aku akan mengantarmu keluar dan memanggilkan taksi untukmu." ucap Kiara.
"Aku tidak mabuk Kiara, aku sadar." ucap Vino.
"Kau mabuk Vino bau alkohol tercium dibadanmu." ucap Kiara.
"Jika aku mabuk aku tidak akan bisa mengendarai mobil hingga ketempat ini Kiara"
"Kau berkendara sendiri itu sangat berbahaya."ucap Kiara.
"Apa kau khawatir padaku Kiara sudah kuduga kalau kau sebenarnya masih mencintaiku.Kiara..aku tahu pasti sangat berat menikah dengan lelaki cacat. Kini kau tahu aku masih mencintaimu dan kau masih mencintaiku, lebih baik kau bercerai dengan Varell dan kembali padaku."
"Cukup Vino..ayo aku akan mengantarmu." ucap Kiara yang sudah merasa sangat terancam dengan Vino.
"Kiara...apa kau masih berfikir aku mabuk?sudah ku katakan aku tidak mabuk. aku bisa berkendara sendiri kemari, apa kau tahu aku sudah memperhatikanmu sedari tadi dan aku mengikutimu dengan Varell sejak dirumah mu tadi. Tapi aku sempat kaget saat kau ke restoran ini karena restoran ini memiliki banyak kenangan indah kita. melihatmu tertawa dan bahagia makan di sini membuat ku tahu jika kau masih sangat mencintaiku."
"Kau salah paham Vino.. Sejak sebelum bersama mu restoran ini memang selalu menjadi restoran favoritku dan tujuan ku kemari karena aku ingin melihat Varell tersenyum dan menyampaikan terimakasihku padanya. Dan untuk perasaanku padamu maaf Vino..Aku tidak mencicntaimu,Kau pun tahu jika selama ini aku juga tidak mengganggap serius dengan hubungan Kita. Aku hanya menginginkan cepat menikah agar aku bisa bekerja di perusahaan penerbit.Bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu?"
"Tidak Kiara selama ini kita saling mencintai, bahkan kau tampak sanagat frustasi saat kita batal menikah"
"Itu karena lusa adalah pernikahan kita dan semua sudah selesai di persiapkan dan juga undangan sudah tersebar aku hanya takut keluargaku menanggung malu karenaku."
"Tidak kau berbohong Kiara. Bahkan pernikahanmu dengan Varell kini itu hanya lah untuk mentutupi kejadian saat itu."
"Tidak Vino..aku tidak berbohong padamu dan pernikahanku dengan Varell itu nyata dan sah dimata agama maupun Hukum dan aku pun mencintai Varell bukan semata untuk menutupi kejadian saat itu."
Vino terdiam Vino merasa percaya dan tidak percaya dengan apa yang Kiara katakan.
"Mungkin kau memang tidak mencintaiku.. tapi aku tidak percaya jika kau mencintai Varell yang cacat itu." ucap Vino.
"Cukup Vino aku paling tidak suka ada yang merendahkan Varell dan mengatakan dia cacat. Dimataku Varell adalah lelaki paling sempurna dan layak untuk dicintai tidak seperti dirimu." ucap Kiara kesal
"Kiara.." panggil Vino kini Vino melangkah mendekati Kiara dan membisikan sesuatu di telinga Kiara.
"Sudah ku katakan aku mencintaimu, dan aku paling tidak suka jika aku kalah dari lelaki cacat seperti Varell. Kau seharusnya pandai memilih pendamping hidupmu."
__ADS_1
"Bukan kah kau yang sebelumnya menolakku ku Vino." balas Kiara dan mendorong kembali tubuh Vino.
"Seharusnya kau berbicara dan bersikap layaknya adik ipar Vino.Aku adalah ipar tirimu istri sah dari VArell Kakak tirimu."ucap Kiara tegas
"Haah.. apa kau sudah gila Kiara." ucap Vino tampak marah dan kesal.
"Sudah cukup Vino hentikan kekonyolanmu ini. Aku harus segera menemui Varell sekarang dia pasti sudah menungguku." ucap Kiara yang kemudian dan berbalik pergi meninggalkan Vino.
Tapi lagi-lagi Vino memegang pergelangan tangan Kiara.
"Kenapa kini kau sangat berubah Kiara, aku tidak lagi mengenalimu Kiara. Saat kita bersama dulu kita selalu membuat kenangan indah yang manis meski sederhana. Hari-hari itu aku sangat merindukannya Kiara."
"Kiara mu dulu sudah mati Vino, Kau mengguburnya hidup-hidup disaat kau memutuskan untuk mengkhianatiku dan membatalkan pernikahan kita.Aku yang kini bukan lagi Kiaramu yang bodoh dulu. Aku adalah Ny. Varell William. Tidak sepantasnya kau memperlakukanku seperti ini" ucap Kiara dan mengibaskan tangan Vino.
Namun tiba-tiba saat Kiara berbalik dan hendak berjalan meninggalkan Vino , Vino justru memeluk Kiara dari belakang. Kiara kaget dan dengan cepat hendak melepaskan diri dari Vino namun Vino sangat kuat memeluk Kiara.
"Kiara tenanglah! jika aku mengatakan............."
"Lepaskan aku Vino!" teriak Kiara memotong ucapan Vino.
Namun Vino justru makin erat memeluk Kiara.
"Kiara kenapa kau jadi seperti ini? banyak hal yang bisa kita lakukan dari awal lagi. aku sangat berharap kamu tidak lagi membenciku Kiara." ucap Vino sedih.
"Cukup Vino!! lepaskan aku sekarang!!atau aku akan teriak!!"
"Kiara.." ucap Vino.
Namun VIno tampak tak lagi ingin jauh dari Kiara, Vino mulai merasakan jika ternaya dia salah mencintai seseorang, detak jantung Vino seakan membuatnya makin ingin bersama Kiara.Kiara mulai bingung bagaimana dia bisa melepaskan diri dari Vino. Kemudian Kiara mengangkat kaki kanannya dan menginjak Kaki Vino dengan keras. Sontak Vino menggerang sakit dan Kiara mersa pelukan Vino tidak lagi sekuat sebelumnya.Kiara pun dengan cepat melepas tangan Vino tapi Vino lebih cepat lagi menangkap Kiara dan langsung menariknya masuk ke dalam kamar mandi. Vino pun langsung mengunci pintu kamar mandi dari dalam. Kiara sudah mulai merasa takut.Baru kali ini dia melihat sifat Vino.
"Vino ..apa yang kau lakukan? jika kau tidak membuka pintunya sekarang aku akan teriak." ancam Kiara.
"Coba saja kau teriak." ucap Vino menantang.
***
Varell masih setia menunggu Kiara dimeja.
"Kenapa Kiara sangat lama dikamar mandi haruskah aku melihatnya..Akh tidak memang aku lelaki apaan mengintip kamar mandi perempuan" ucap Varell
"Tapi perasaanku sangat tidak enak sudah tiga puluh menit Kiara dikamar mandi.lebih baik aku menghubunginya."
Varell pun mengambil handphone nya dan menghubungi Kiara.
drrt..drrt..drrt..
Varell mencari suara getar dan ternyata tas Kiara tidak dibawa dan handphone nya ada di dalam tas.
"Mungkin Kiara sedang sakit perut , aku akan menunggunya sebentar lagi ." ucap Varell.
Namun perasaan Varell makin tidak karuan. Varell pun memutuskan untuk pergi ke kamar mandi tapi sebelumnya Varell menuju kasir untuk membayar tagihan dan bertanya kamar mandinya.
"Akhirnya kini aku yang traktir Kiara." ucap Varell sambil tersenyum dan menyodorkan sejumlah uang pada kasir.
"Permisi dimana kamar mandinya?" tanya Varell pada kasir.
"Oh..mas keluar saja dari pintu masuk tadi dan lalu ke sebelah kiri restoran setelah itu masuk kebelakan. disitu kamar mandinya. "
"Oh.. itu kamar mandi laki-laki?"tanya Varell
"Iya betul mas."
"Mmm..maaf saya ingin ke kamar mandi perempuan." ucap Varell.
Dan benar saja si mba kasir langsung kaget saat Varell bertanya tentang kamar mandi perempuan. Varell memahami wajah mba kasir byang tampak bertanya-tanya dan curiga. Varell pun menunjukkan tas Kiara.
"Ini milik istri saya dia sedang ke kamar mandi dan lupa membawanya. make upnya ada disini mba." ucap Varell
mba kasir pun tampak mengerti dan menahan senyumnya.
"Oh..iya pak maaf untuk kamar mandi perempuan ada di sebelah kanan."
" Terimakasih." ucap Varell kemudian pergi meninggalkan restoran dan menuju kamar mandi wanita.
Namun baru saja keluar dari restoran Varell nampak melihat Kiara sedang berlari.
"Kiara.." panggil Varell
***bersambung***
__ADS_1
Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..
thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..