knocked my heart

knocked my heart
Chapter 19


__ADS_3

"Vino ..apa yang kau lakukan? jika kau tidak membuka pintunya sekarang aku akan teriak." ancam Kiara.


"Coba saja kau teriak." ucap Vino menantang.


"Tol......"


Kiara tidak bisa lagi berteriak karena Vino dengan cepat mencium bibir Kiara.Kiara pun memberontak dan berusaha dengan keras untuk melepaskan diri dari Vino. Tapi Vino seakan bukan lagi dirinya , dengan kasar Vino mencium bibir Kiara dan tangannya meraba tubuh Kiara.Kiara terus memberontak namun Vino sangat kuat. Saat Kiara merasa ada peluang untuknya lepas dari Vino .Kiara mulai meraih gagang pintu dan memutar kunci pintu Vino tak menyadari jika  Kiara sudah berhasil membuka kunci. Dengan keras Kiara mengigit bibir Vino hingga Vino mau tidak mau harus melepaskan bibirnya dan Kiara pun dengan cepat mendorong tubuh Vino.Vino pun terdorong hingga tembok dan Kiara langsung berlari keluar .Kiara berlari tanpa memedulikan keadaannya dan tanpa arah.Air mata Kiara bercucuran tubuh Kiara terus bergetar takut bahkan Kiara tanpa sadar berlari dengan hanya menggunakan satu alas kaki. Dan tiba-tiba seseorang meraih tangannya dari belakang.


"Aaaahhh....." teriak Kiara kaget dan juga takut.


Kiara berteriak dengan keras dan langsung jatuh terduduk sambil menutupi wajahnya.


"Kiara."


Kiara seperti mengenali suara itu Kiara pun berhenti berteriak dan memandang pemilik suara itu yang juga sudah berjongkok di depan Kiara.


"Varell."


Kiara pun langsung kembali menangis hingga tersedu-sedu. Varell tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi dengan Kiara .Namun dengan penuh kasih sayang Varell mendekati Kiara dan mendekap Kiara. Varell pun dengan lembut membelai rambut dan menepuk punggung Kiara menenangkan Kiara. Varell tidak menanyakan apa yang terjadi pada Kiara. Varell hanya akan diam dan menunggu Kiara untuk bercerita sendiri padanya.Namun melihat kondisi Kiara sangat membuat hati Varell sakit dan juga marah


'Jika Kiara tidak bisa mengatakannya maka aku akan mencaritahu penyebab Kiara seperti sekarang ini.' batin Varell.


"Tenanglah Kiara..tidak ada apa pun ada aku disini." ucap Varell lembut.


Setelah cukup lama Varell merasa Kiara sudah mulai tenang dan stabil. Varell pun melepas pelukannya dan membantu Kiara berdiri. Varell pun memapah Kiara untuk duduk dipinggir terotoar.


"Aku akan mengambil mobil di tempat parkir restoran kau tunggu sebentar disini. " ucap Varell.


Namun saat Varell hendak pergi mengambil mobil Kiara memegang erat tangan Varell. Varell mengerti Kiara tidak ingin ditinggalkan. Akhirnya Varell menghubungi salah satu sekretarisnya .


"Halo .. bisa kau kemari ..aku ada di pinggir jalan xx..cepat kau datang kemari..aku akan menunggumu." ucap Varell tegas dan kemudian langsung menutup teleponnya.


Varell pun ikut duduk disamping Kiara yang masih sesengukkan . Varell menatap marah dan juga sedih melihat penampilan Kiara yang berantakan dan tanpa alas kaki satu. Varell pun melepas sepatunya dan memakaikannya ke kaki Kiara. Kiara tertegun dengan Varell Kiara tidak bisa menolak ataupun mengucap terimakasih pada Varell seakan tenaganya sudah habis terkuras. Kiara menatap kaki Varell yang hanya memakai kaus kaki. Hati Kiara kembali seperti dicabik-cabik. Kiara merasa tidak pantas diperlakukan dengan lembut oleh Varell. Kiara merasa dirinya telah kotor dihadapan Varell. Kiara pun tidak berani untuk menatap wajah Varell. Tak lama kemudian sebuah mobil menghampiri Varell dan Kiara. dan menepikan tak jauh dari Varell dan Kiara duduk.


"Tuan Varell." ucap lelaki itu yang adalah salah satu sekretaris Varell.


"Aku akan membawa mobil ini.. kau bisa bawa mobil ku saja ini kuncinya. Mobil ada di tempat parkir depan restoran seafood sebrang jalan itu." ucap Varell sambil menunjukan tempat restoran itu.


"Baik tuan.."


Varell pun menggandeng Kiara dan membukakan pintu kursi penumpang.Di jalan Kiara mulai merasa mengantuk dan Kiara pun tertidur dengan pulas karena kelelahan setelah menangis . Varell memandang Kiara dengan sedih dan juga terluka. Meski Kiara tidak mengatakanya Tapi Varell mengetahui dengan pasti bahwa luka  yang kini Kiara alami akan susah untuk Kiara lupakan bahkan luka itu pasti akan selalu membekas dihatinya. Varell berjanji dia akan membuang semua luka itu dan mengantinya dengan kenanagan indah apa pun luka itu Varell akan menghapusnya hingga Kiara tidak lagi mengigat luka itu.


***


Di sisi lain..


Setelah Kiara berhasil lari Vino pun mulai mengejar lagi Kiara namun Vino langsung berhenti saat Vino melihat Varell sedang memeluk Kiara. Vino merasa  dirinya sangat lah marah namun Vino tidak mendekati Varell dan Kiara, Vino hanya memandang mereka dari jauh dan juga mengawasi Kiara dan Varell. Vino benar-benar terbakar oleh cemburu melihat Varell dan Kiara sangat dekat . Vino mengepalkan tangannya menahan emosinya.

__ADS_1


"Seharusnya Kiara adalah milikku..tidak akan kubiarkan orang lain memilikinya, Aku akan pastikan Kiara kembali lagi padaku. Karena memang sudah seharusnya Kiara bersamaku , Dari awal sampai akhir Kiara hanya milikku." ucap Vino sambil tersenyum.


Lalu Vino pun mengambil handphone nya dan menelepon sekretarisnya.


"Halo.. aku ingat jika ada tawaran wawancara dengan kantor penerbit.. aku akan menerima tawaran wawancara itu namun hanya editor Kiara Dannisha yang boleh melakukan wawancara padaku. Dan tekankan pada mereka aku hanya akan menerima jika Kiara yang mewawancaraiku. Aku akan menolak semua tawaran Jika bukan Kiara yang melakukannya.Dan juga  wawancara itu hanya  boleh dilakukan oleh Kiara sendiri. Aku yang akan menentukan tempat pertemuannya."ucap Vino.


Vino pun kemudian menutup teleponnya , dan kembali tersenyum dengan puas. Vino memegangi bibirnya yang terluka oleh Kiara.


"Kau tidak akan pernah bisa lari dari ku Kiara..karena kau hanya milikku." ucap Vino.


***


Setelah sampai di rumah Varell hendak menggendong Kiara namun Kiara sudah lebih dulu bangun dan langsung keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah. Varell pun langsung mengikuti Kiara yang ternyata Kiara masuk ke dalam kamar Varell pun tetap mengikuti hingga kamar. Tapi tujuan Kiara ternyata adalah kamar mandi. Didalam kamar mandi Kiara langsung menuju wastafel dan membasuh bibirnya berkali -kali dan juga berkumur terus dan menggosok giginya berulang-ulang seakan ada kotoran yang tidak bisa hilang dari bibirnya. Kiara pun berjalan ke bawah shower dan menyalakan airnya . Kiara membiarkan air itu membasahi tubuhnya yang masih mengenakan pakaian dengan lengkap. Kiara merasa sangat kotor akan dirinya. Kiara menjatuhkan dirinya dan terduduk dibawah kucuran air . Kiara berteriak histeris dan menangis mengingat apa yang terjadi tadi, Kiara sangat benci pada dirinya yang tidak bisa dengan cepat melawan Vino.


Varell yang masih menunggu Kiara diluar kamar mandi saat mendengar Kiara berteriak pun langsung menggedor pintu kamar mandi dan terus berteriak memanggil nama Kiara. Namun Kiara terlalu hanyut dalam pikirannya dan tidak mendengar panggilan Varell. Varell yang mulai khawatir dan bayangan-bayangan jelek mulai menyelimuti pikiran Varell. Varell pun tanpa permisi langsung mendobrak pintu kamar mandi. saat pintu terbuka Varell melihat Kiara yang tengah terduduk sambil menangis dibawah kucuran air.  Dengan sigap Varell langsung mengambil handuk dan mematikan air shower lalu mengeringkan tubuh Kiara dengan handuk. Air mata Varell mulai menetes Varell sungguh sangat terluka melihat kondisi Kiara yang sangat terguncang. Varell pun menggendong Kiara menuju sofa yang ada didekat jendela. Varell langsung  mencari pakaian yang santai untuk dipakai oleh Kiara.


Varell hanya melihat Kiara menatap lurus kedepan dengan kosong dan hampa. Varell mendekati Kiara sambil membawa baju ganti untuk Kiara.


" Tenanglah Kiara." ucap Varell.


Kiara pun menatap sedih Varell yang kini tengah duduk bersimpuh di depan Kiara. Hatinya sakit karena Varell pasti tidak akan melakukan hal sedemikian rupa jika sampai tahu apa yang terjadi tadi.Air mata Kiara kembali menetes.


"Sudahlah Kiara. jangan lagi menangis, kau tahu hatiku pun sangat sakit saat melihatmu menangis."


"Maaf Varell" ucap Kiara lirih.


"Sekarang ganti dulu bajumu Kiara. Aku tidak ingin kamu terkena flu."


Namun Kiara hanya diam seakan tidak ada tenaga .


"Ok.. aku akan mengantikan pakaianmu, Kiara." ucap Varell


Varell pun mulai menarik resleting belakang pakaian Kiara hingga kebawah dengan lembut dan hati-hati. Varell menelan ludah saat merasakan gesekan dari tangannya yang tidak sengaja menyentuh punggung Kiara. Varell pun pindah kebelakang Kiara untuk melepas kait bra Kiara.Varell sungguh sangat di uji kesabarannya Varell pun tidak bisa melepaskan pandangannya dari tubuh Kiara. Varell harus sangat berusaha menahan hasratnya terhadap Kiara.Berkali-kali Varell harus menelan ludah dan berkali-kali saat bersentuhan sungguh terasa seperti tersengat listrik. Bagian bawah Varell pun mulai keras dan menegang namun Varell tetap sabar dan menahan semua deritanya.


" Maaf .." ucap Kiara.


"Tidak apa ini juga salah satu kewajibanku sebagai suamimu Kiara."ucap Varell.


"Terimakasih Varell."


Setelah selesai mengganti baju Kiara, Varell pun memapah Kiara untuk berbaring diatas ranjang. Varell pun hendak mengganti pakaiannya namun Kiara kembali memegang tangan Varell dengan erat.


"Varell tolong jangan tinggalkan aku sendirian."


"Iya aku tidak akan meninggalkanmu... lagi pula tidak ada alasan untuk aku meninggalkanmu." ucap Varell.


"Kenapa kau tidak menanyakannya Varell aku yakin kau pasti sangat ingin tahu."

__ADS_1


Varell memandang Kiara dengan lembut dan merebahkan tubuhnya disamping Kiara.Ditatapnya dengan lembut wajah Kiara dan membelai rambut Kiara. Kiara sangat menyukai momen-momen bersama dengan Varell. Meski hal-hal yang kecil , meski hanya dengan bertatapan,dan juga hanya dengan belaian lembut Varell mampu menghipnotis Kiara dan membuat Kiara sangat nyaman dan merasa aman terlindungi.


"Aku tidak ingin melihatmu menangis lagi Kiara dan bersedih seperti tadi. Saat aku  melihatmu tadi aku sungguh merasa telah gagal menjadi suamimu.Maaf kan aku Kiara karena aku merasa aku telah gagal melindungimu dan menjagamu."


"Maaf jika kau merasa seperti itu.. tapi bukan kamu yang salah Varell akulah yang telah gagal menjadi istrimu .. maafkan aku Varell aku memang tak layak menjadi istrimu."


Varell mulai melihat garis besar dari permasalahan Kiara dan apa yang telah terjadi pada Kiara. Tapi Varell yakin sampai akhir pasti Kiara menjaga hatinya dan juga menjaga dirinya sebagai Istri Varell.


"Kenapa kau berpikir kau gagal Kiara ? kau tidak akan pernah gagal menjadi istriku karena ... tidak ada wanita yang akan berhasil menjadi istriku kecuali kamu dan tidak ada yang layak sebagai istriku selain kamu Kiara Dannisha. Apa pun itu dan apa pun yang terjadi  tidak akan ada wanita lain yang akan menjadi istri ku karena hanya kamu yang pantas menjadi istriku."


"Maaf Varell dan terimakasih.." ucap Kiara.


"Tapi kau pun pasti akan meninggalkanku jika aku katakan apa yang terjadi tadi." ucap Kiara


Varell pun mendekati Kiara hendak mencium bibir Kiara namun Kiara langsung menghindar .Kini Varell mulai mengerti apa yang menjadi masalah Kiara.Varell pun membelai lembut Kiara.


"Maaf.. " ucap Kiara.


"Kau tahu Kiara aku akan menghapusnya, jadi kau harus menahannya dan menikmatinya, jangan lagi melawan atau pun menolakku" ucap Varell.


Kiara tidak mengerti dengan apa yang Varrell ucapkan Kiara pun menatap Varell. Varell pun mendekati Kiara dan memegang dagu Kiara dan dengan cepat mencium bibir Kiara.Kiara ingin melawan karena teringat apa yang terjadi tadi namun Kiara menghentikan nya karena Kiara pun mengingat apa yang Varell katakan barusan.


"Kau tahu Kiara aku akan menghapusnya, jadi kau harus menahannya dan menikmatinya, jangan lagi melawan atau pun menolakku" ucap Varell.


Kiara pun memejamkan matanya dan berusaha menikmati ciuman Varell.Ciuman Varell yang sangat halus perlahan-lahan mengalihkan pikiran Kiara tentang kejadian tadi. Kiara tidak lagi menolak Varell dan membalas Varell. KIara melingkarkan tangannya di pundak Varell .Varel pun memeluk tubuh Kiara makin erat dan membelai lembut tubuh Kiara. perlahan Varell membuka pakaian Kiara dan melepaskan ciumannya.


"Apa kau mengijinkanku menyentuh mu Kiara." ucap Varell serak.


Kiara menitikkan air matanya dan menganggukkan kepalanya. Varell pun kembali menggulum bibir Kiara makin panas dan dalam. Tangan Varell mulai menjelajahi tiap lekuk tubuh Kiara. Varell tidak pernah lupa akan malam panjang yang Varell habiskan dengan Kiara sebelum akhirnya mereka menikah. Varell baru menyadari ternyata tubuh Kiara salah satu candu yang sudah membuat Varell gila. Tiap lekuk tubuh Kiara Varell cium dan Kiara pun mengerang nikmat .Varell sangat meyukai erangan dan desahan Kiara. Kiara pun demikian meski saat itu adalah kali pertama Kiara melakukan hubungan dan Kiara pun mabuk namun tubuh Kiara tidak bisa berbohong. Kiara makin menginginkan lebih dari sekedar belaian dan ciuman Varell.Kiara pun mulai mencium Varell dan meraba tubuh Varell.Kiara pun berinisiatif sendiri dengan mendorong tubuh varell dan menindih tubuh Varell mulai dengan mencium kening Varell hingga bibir Varell Kiara melepas satu persatu kancing baju Varell dan membukanya dengan lembut. Kiara mencium tiap tubuh Varell dan membuka celana Varell Kiara pun mulai mencium bagian sensitif Varell. Dan Varell pun mengerang nikmat. Bagian itu mulai lebih keras dan tegang . Varell pun mulai merasa ingin cepat melepas hasratnya. Varell pun meraih Kiara dan membaringkan Kiara.Varell mulai **** puncak dada Kiara dan mulai memainkan perannya . Sampai pada akhirnya Varell dan Kiara sama-sama melakukan pelepasan yang sangat nikmat.


***


Keesokan paginya Varell menatap Kiara yang masih tertidur pulas karena kelelahan semalam. Varell tersenyum dan menutup lagi tubuh Kiara yang masih polos dengan selimut.Varell masuk kekamar mandi didalam kamar mandi Varell menghubungi seseorang .


"Cari tahu tentang Restoran seafood yang semalam aku datangi. dan cari di setiap sudut restoran itu cctv yang mengarah langsung restoran itu. Aku tunggu siang ini laporannya."


Meski Varell bersikap biasa saja didepan Kiara sebenarnya Varell sangat marah dan ingin tahu lebih jelas apa yang terjadi.


"Siapa pun yang menyakiti mu Kiara dia tidak akan aku lepaskan dengan mudah."


"Aku akan membalasnya berkali-kali lipat! Hingga dia tidak ada lagi keinginan untuk hidup dan bernafas dengan dunia yang sama dengan mu."


***bersambung***


Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..


thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..

__ADS_1


__ADS_2