
**Varell William**
Di dalam mobil...
"Cepat segera putar arahnya"Ucap Varell cepat
Adit pun memutar mobilnya dan menjalankannya perlahan mencari keberadaan Kiara.
"Tuan..,Nona Kiara ada di depan"
"Hentikan mobilnya"
'Tiiiin.... tiiinnn'
Kiara pun menoleh ke sumber suara, sontak Kiara pun kaget.Varell turun dari dalam mobil.
"Ada apa lagi!!?"teriak Kiara dari jauh.
Namun Varell hanya diam dia berjalan mendekati Kiara. Setelah mereka berhadapan dengan cepat Varell memegang tangan Kiara dan menariknya masuk mobil.
"Tuan Varell ada apa? "ucap Kiara panik.
"Bukankah tadi aku menyuruhmu masuk."
"Tadi kan aku sudah bilang aku naik taxi. "
"Lalu mana taxinya."
"Haah... Aku hanya ingin berjalan sebentar sebelum aku mencari taxi. "jelas Kiara
"Kau tahu masih ada yang harus kita bicarakan. "ucap Varell tegas
***
Mobil varell melaju dengan pesat. Didalam mobil Varell dan Kiara hanya terdiam. Memandang luar dari dalam jendela kaca. Banyak pikiran dan pertanyaan yang ingin Kiara katakan pada Varell tapi Kiara bingung harua mulai dari mana. Namun akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka topik bicara.
"Maaf kan aku tuan Varell. "ucap Kiara sambil tertunduk.
Namun Varell hanya diam dan tak menggubris perkataan Kiara. Kiara pun makin frustasi dan dia mendengus kesal.
Varell melirik Kiara yang sedang kesal. Senyum tersunging diwajahnya. Lalu mendadak dia pun mengerjap.
'Apa yang terjadi kenapa perasaanku seperti ini. Dan kenapa bibir ini selalu tersenyum.'bisik Varell dalam hati. Dia pun menepuk kepalanya dan menutup bibirnya 'bodohnya'bisiknya lagi. Adit yang memperhatikan Varell dari balik kaca pun ikut heran dengan tingkah Varell.
"Kau tak perlu khawatir tuan Varell aku akan menganggap tidak ada yang terjadi diantara kita kemarin malam. "ucap Kiara lirih.
Perkataan Kiara membuat Varell terluka.
"Kau ingin menyangkal telah membuatku tidur denganmu? "ucap Varell dengan dingin.
Kiara kaget dengan apa yang dia dengar barusan. 'What... Membuatnya tidur denganku.' ucap Kiara dalam hati dia tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Tuan Varell bagaimana mungkin aku rasa kau telah salah tentangku. "
"Apa yang menurutmu salah nona."
"Itu tentang aku membuatmu tidur dengan ku. Kupikir itu salah" ucap kiara lirih.
"Hah.. Baiklah nona Kiara, aku bukanlah seseorang yang tak bertanggung jawab. Maka aku akan menikah denganmu"ucap Varell.
Dia pun menyandarkan kepalanya di kursi mobil sambil memejamkan matanya.
Kiara tertegun dengan apa yang baru saja dia dengar. Belum sempat Kiara menjawabnya Varell mengucapkan hal yang tak terduga.
"Lagi pula sejak kau membuat ku tidur denganmu kau sudah menjadi milikku. Tak masalah jika kau tak mengakui kau yang membuat ku tidur denganmu."ucap Varell tanpa malu.
Emosi Kiara kembali naik.
"Kau.. "kata-kata Kiara terhenti.
Dia tidak mengerti kenapa Varell mengatakan dirinya membuat Varell tidur dengannya.
"Kau.. tidak tahu malu! Aku bahkan tidak mengingat apa yang terjadi semalam.Kita tidak memiliki perasaan satu sama lain,bagaimana mungkin hal itu terjadi, aku tidak akan menikah denganmu tuan Varell. " teriak Kiara kesal.
Sejenak suasana dii dalam mobil kembali hening..
"Nona Kiara bagaimana kau tidak memikirkan tanggapan keluargamu." ucap Varell tiba-tiba memecah sunyi.
"Apakah keluargamu akan menerima setelah apa yang terjadi.Mereka pasti kecewa dan malu. Tidak ada ruginya bagimu untuk menerima tanggung jawabku. Disituasi ini justru kau yang diuntungkan.
"Maksud kamu? "Kiara masih bingung dengan ucapan Varell.
"Sekarang coba kamu pikirkan besok adalah hari pernikahanmu.tapi ternyata dibatalkan karena berita tentang kamu yang tidur dengan lelaki lain. Bagaimana tanggapan orang tuamu dan saudaramu. Namun jika kau menerima tanggung jawabku, maka besok tetap ada pernikahan setidaknya hanya menganti nama mempelai prianya. Bagaimana bukankah kau untung besar dengan bonus lelaki itu adalah aku. " Ucap varell panjang lebar dengan PDnya.
Adit yang mendengar penjelasan Varell sempat bengong.. Pasalnya baru kali ini Varell berbicara sangat panjang dan dengan terlalu percaya diri. Dimana image tentang dirinya yang dingin dan tegas.Varell menampakkan sisi dirinya yang lain didepan Kiara. Senyum terus mengembang diwajah Adit. Perasaan menggelitik dia rasakan saat melihat pasangan di belakangnya saling beradu.
'Oh my god, apa dia sadar dengan apa yang dia ucapkan barusan.' 😬bisik Kiara.
"tapi tuan Varell aku tidak berpikir jika ide itu benar. "ucap Kiara ragu
"Apa lagi yang salah nona Kiara. Aku sungguh akan bertanggung jawab meski sebenarnya kau lah yang memaksaku tidur denganmu" ucap Varell yang mulai kesal.
" Sejujurnya aku bingung bagaimana mungkin aku memaksa tuan Varell tidur denganku. Kau adalah lelaki dan aku perempuan bagaimana kau bisa tidak dapat melawan ku." ucap Kiara dengan kesal dan malu.
"Apa kau sungguh tak ingat? "tanya Varell ragu
"Untuk apa aku berbohong aku tidak mengingat apa pun yang terjadi dengan kita semalam."
"Cobalah mengingat!! "ucap Varell kesal
"Hentikan mobilnya!! "lanjut Varell
Adit yang mengerti ucapan Varell langsung turun dan membuka pintu belakang.
"Nona silakan.. "
Kiara pun turun di dalam hatinya dia menggutuk laki-laki bernama Varell itu.Sebelum pintu di tutup Varell berkata
"Aku akan tunggu jawabanmu." ucap Varell sambil meminta Adit memberikan kartu namanya.
"Tapi aku tak yakin apa keluargamu mau menunggu terlalu lama. " imbuh Varell angkuh.
Dan mobil pun melaju menjauh dari tempat Kiara berdiri. Kiara masih memandang mobil Varell hingga tak terlihat. Kiara pun berjalan perlahan dibawah terik matahari yang mulai terasa panas. Tak lama dia berjalan dia pun sampai di sebuah taman yang rindang dengan pepohonan yang membuatnya terasa sejuk. Diapun duduk disalah satu bangku ditaman itu. Pikirannya mencoba mengingat apa lagi yang terjadi semalam. Saat mengingat emosi emosi mulai menjalar ditubuhnya dan kemudian setelah dia diusir dari apartemen Sarah....
**flashback
Malam itu Kiara berjalan dengan lunglai air matanya terus keluar, matanya terlihat sembab dan bengkak. Dia terus berjalan tanpa arah dan tujuan. Sesaat dia berhenti didepan 'Maxims Bar 'dia pun masuk suara music di bar tersebut seakan membuat gendang telinga akan pecah, lampu berwarna warni menghiasi bar tersebut.Banyak muda mudi yang tengah berjoget ria tak mengenal malu.Kiara terus berjalan dan di depan meja bartender. Dan memesan minuman.
"Koktail dingin, please"ucapnya.
Bartender pun mulai meracik minumannya.
Sebenarnya ini pertama kali Kiara masuk Bar, dia sering di ajak oleh teman-temannya namun ia selalu menolak. Tapi kini dia justru datang dengan sendirinya.
Satu gelas.. Dua gelas.. Tiga gelas.. Gelas ke empat sudah mulai membuat kiara pusing dan akhirnya dia pun hilang kesadaran.
__ADS_1
Saat hilang kesadaran banyak lelaki yang mulai mencari kesempatan.
"Hai lihat ada cewek cantik mabuk, gimna kalo kita hari ini bersenang-senang." Ucap seorang lelaki
"ide bagus"ucap seorang lagi.
Mereka berdua mulai mendekati Kiara.
Saat mereka hendak menyentuh Kiara.
"Minggir kalian"Ucap seorang lelaki dan lelaki itu adalah Varell.
Dari awal Kiara masuk sebenarnya varell sudah memperhatikan Kiara. Dia terasa Familier dengan wajah Kiara. Setelah lama mengingat Varell pun tahu jika wanita itu adalah Kiara tunangan Vino.Awalnya dia tak ingin ikut campur tapi saat Kiara mulai hilang kesadaran dan banyak lelaki yang mencari kesempatan dia pun menghentikannya.
Varell menggendong Kiara layaknya Kiara adalah anak kecil. Kiara bergelayut pada Varell. Seketika jantung Varell berdetak dengan cepat.
"Ada apa dengan jantungku"pikir Varell
Varell pun memasukkan Kiara ke dalam mobilnya. Didalam mobil Adit sudah menunggu Varell. Adit kaget dengan apa yang dia lihat.
"Varell, ada apa ini.. Siapa dia"
"Antar saja aku ke hotel Diamond"
"Kau jangan macam-macam dengan anak orang! "
"Dia tunangan Vino, aku gak akan macam-macam."
Varell pun mengambil ponselnya dan menelepon Vino.
"Hallo"ucap Vino di seberang
"Tunanganmu bersamaku cepat datang ke hotel Diamond kamar 1112.Dia mabuk."ucap Varell yang kemudian menutup teleponnya.
Sesampainya di hotel Varell langsung menuju kamarnya dan meletakkan Kiara di ranjang kamar. Namun saat hendak meninggalkan Kiara tiba-tiba tangan Kiara memegang tangan Varell.
"Jangan tinggalkan aku.. Aku mohon"ucap Kiara dengan membuka sedikit matanya.
"Apa kau sudah sadar?"tanya Varell
"Hemm"jawab Kiara setengah sadar.
"Aku akan mengambilkan air sebentar. "ucap varell sambil melepaskan tangan Kiara dengan lembut.
Saat Varell berbalik hendak turun dari ranjang, tiba-tiba Kiara menarik lagi tangan Varell dengan lebih kencang. Alhasil varell yang kaget pun terjatuh diatas tubuh Kiara. Secepat kilat Varell hendak berdiri namun Kiara malah menarik tangan varell lebih kuat dan Kiara pun mencium bibir Varell dengan sangat intens. Ciuman Kiara membuat tubuh Varell menjadi tegang dan Varell pun membalas ciuman Kiara dengan lembut. Namun Varell pun Sadar dengan apa yang ia lakukan. Varell pun melepas ciuman itu, dan hendak menjauhkan Kiara darinya. Namun Kiara justru menangis dan tangis Kiara pun pecah Varell pun langsung memeluk Kiara dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
'Apa yang terjadi 'pikir Varell.
Setelah Kiara berhenti menangis Varell pun melepas pelukannya. Terlihat Kiara sudah tertidur. Bekas air matanya masih menempel di wajahnya, make upnya yang berantakan membuat Varell tersenyum.
'meski kini kau sangat jelek,tapi aku senang melihatnya'Bisik Varell dalam hati.
Varell pun menghapus sisa air mata dipipi Kiara. Dan merebahkan dirinya disamping Kiara. Pikirannya menerawang..
'Dasar kau b******n Vino!'umpat Varell marah dia bisa menerka meski Kiara tak bicara. Varell sudah menduga apa yang terjadi setelah sekian lama Vino tak datang untuk menjemput Kiara.
"Eemmm..."tiba-tiba Kiara sudah memeluk tangan kanan Varell lagi.
"Dasar wanita jahat" ucap Varell yang tiba-tiba menjadi tegang lagi.
Kemudian mata Kiara terbuka.
"Siapa?? "tanya Kiara
"Varell" jawab varell singkat.
"Di hotel tempat biasa aku menginap."
"emm.."
Bukannya melepas pelukannya Kiara malah makin erat dan dekat dengan Varell.
"Tubuhmu sangat hangat dan nyaman, aku suka" ucap Kiara dengan tersenyum.
"Apa kau masih mabuk.? "tanya Varell
Kiara hanya diam, kemudian dia membuka matanya. Kiara melihat wajah Varell yang tampan.
'mata yang indah ,hidung mancung, bibir yang sexy.' batinnya
"Kau sangat tampan, andai aku belum bertunangan"ucap Kiara
"Karena kau sudah bertunangan sekarang lepaskan tanganmu."ucap Varell serak.
Varell sungguh tersiksa dia takut dia tidak dapat mengontrol dirinya lagi. Belum pernah dia merasakan getaran seperti ini. Varell pun melepas pelukan Kiara dengan lembut jantungnya berdetak sungguh sangat cepat.Namun Kiara justru terus memegang tangan Varell. Kiara pun bangun dari tidurnya dan duduk diatas tempat tidur. Varell pun ikut bangun dan hendak berdiri namun lagi-lagi Kiara menarik tangan kanan Varell. Varell pun kembali duduk di tepi ranjang.
"Ada apa? "tanya Varell lembut.
"Maukah kau tidur denganku?"ucap Kiara
***
"Maukah kau tidur denganku?"
Varell kaget dengan ucapan Kiara. Varell hendak menarik tangannya. Namun Kiara justru mencium tangan Varell. Dan itu membuat Varell tercengang baru sekarang ada orang yang mau memegang tangannya bahkan mau menciumnya. Tanpa sadar air mata menetes di pipi Varell. Hatinya mulai melunak, Seolah ada ribuan semut mengelitik. Tanpa sadar Varell berkata.
"Aku ingin tidur bersamamu. "
Kiara pun melihat wajah Varell ditatapnya laki-laki dihadapannya dengan lembut, dan diciumnya air mata yang menitik diwajah Varell.
"Hatiku sangat terluka dan aku ingin melupakan luka itu dengan membuat mimpi indah bersamamu. "ucap Kiara
Varell pun mulai mendekati Kiara, lalu diciumnya bibir Kiara dengan lembut dan panas. Kiara dan Varell merasa kan tubuhnya bergejolak sangat hebat.
Dengan lembut Varell membuka baju Kiara, bibirnya masih bertautan dengan bibir Kiara. Varell enggan melepaskan bibir Kiara dilumatnya bibir Kiara dengan sedikit kasar. Setelah melepas baju Kiara, Varell pun membuka kemejanya dibukanya kemejanya hingga menampakkan tubuhnya yang six pack.Kiara melingkarkan tangannya di pinggang Varell.Bibirnya mencium setiap tubuh Varell, Varell pun meremas dada Kiara dan itu membuat Kiara mengerang nikmat.Diciumnya puncak dada Kiara.Kiara mengerang menikmati setiap belaian Varell.
Malam itu menjadi malam yang panas dan penuh gairah untuk Varell dan Kiara. Dan juga malam pertama untuk keduanya.
Kiara kelelahan setelah melewati malam panas. Dia tertidur pulas di pelukkan Varell. Varell memandang Kiara yang tengah tertidur pulas, tubuh polosnya hanya dibalut oleh selimut.Varell tak menyangka setelah tujuh tahun dia menutup hatinya dan hanya membuat tembok pertahanan terhadap siapapun, namun tembok itu kini telah roboh oleh seorang Kiara. Pintu hatinya pun sudah diketuk oleh Kiara. Kini Varell tidak dapat lagi mengalihkan pandangannya dari Kiara.
"wanita jahat kau telah merobohkan tembokku, bahkan mengetuk hatiku. "ucap Varell lirih
"Kini aku akan menjagamu"bisik varell sambil mengecup kening Kiara.
**flashback off.
Kiara menutup mulutnya ternyata dialah yang bermain api. Kiara pun tertawa pahit dan menutup wajahnya. Setelah beberapa saat Kiara akhirnya memberanikan diri menelepon Varell.
"Hallo.. "Sapa Varell
"Hallo.. Tuan Varell, aku Kiara" jawab Kiara.
"Ya.. "
"Aku ingin memberikan jawabannya. "
__ADS_1
"Ya.. Katakanlah."
"Aku.. Aku..akan menikah dengan mu. "
***bersambung ***
Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..
thank you
__ADS_1