knocked my heart

knocked my heart
chapter 2


__ADS_3

Disisi lain Varell yang sedari tadi sebenarnya sudah bangun dan pura-pura tidur. tetap diam mencerna setiap ucapan Kiara,Vino,dan Tante Dina. Dia mendengar dari sudut pandang yang berbeda dan menelaah setiap kata mereka.


'Vino \, Dina sialan kau memang b*******k! ' ucap Vino dalam hati karena emosi.


Kiara yang mendengar ucapan tante Dina merasa tubuhnya bergetar karena marah dia pun mulai membuka suaranya.


"Atas dasar apa anda berkata kasar dan menilaiku seperti itu tante Dina, tidak tahu kah kau tentang anak kesayanganmu ini"


Ucap Kiara yang mulai menitikkan air mata.


"Kau masih ingin berlagak suci dan mulai mencari alasan menyalahkan anakku, hah!! sudah jelas-jelas tertangkap basah masih mau menyalahkan orang lain, kau memang jalang!! "


ucap tante Dina sambil berjalan mendekati Kiara tangan kanannya hendak diangkat menampar Kiara lagi.


Varell yang merasa Kiara terancam pun membuka matanya.


Cukup!!Hentikan!! "


Terdengar suara Varell yang membuat tante Dina menurunkan tangannya.


"Keluar kalian semua"Ucap Varell kemudian.


Sesaat Kiara menoleh kearah Varell dan kemudian beranjak pergi meninggalkan ruangan.


Tante Dina kemudian mendekati Varell.


"Varell"Panggilnya dengan lembut


"Ini adalah kesalahanku dia adalah... "


"Keluar!!" Potong Varell


"Varell mami harap kau... "


"Cukup!!! Aku paling benci mengulang perkataan ku"Potong Varell tegas.


Lalu tante Dina pun segera keluar meniggalkan ruangan Varell


"Dasar cacat tak tahu Diuntung" Ucap tante Dina setelah keluar dari ruangan.


"Mami apa tidak akan ada masalah?"tanya Vino


"Apa yang akan jadi masalah, Varell hanyalah boneka dan batu loncatan untukmu."


"Ahh,  iya mami.. Tapi sampai kapan kita harus terus seperti ini. "


"Bersabarlah sebentar lagi Vino. "


"Oh iya Vino apa benar jika mereka telah tidur bersama. "


"Bukankah tadi mami melihatnya sendiri. "


"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Ini sangat lucu dan menarik. Aku pastikan berita ini akan di dengar oleh wartawan."


"Mami tenang saja. Aku pun mempunyai bukti salah satu temanku bertemu dengan mereka di Bar dan mengirimkan foto-fotonya padaku."


"kali ini Varell akan tamat"ucap tante Dina dengan senyum liciknya.


****


Tante Dina dulu adalah seorang pengasuh. Dia mengasuh Varell sedari kecil. Karena suatu kecelakaan yang menimpa keluarga Varell tujuh tahun lalu, mama Varell meninggal dan karena itu ayah Varell menjadi sakit-sakitan karena menyalahkan dirinya sendiri menjadi penyebab kematian istrinya. Akhirnya tante Dina yang semula menjadi pengasuh Varell menikah dengan ayah Varell 2 tahun kemudian, agar tante Dina lebih leluasa menjaga ayah Varell. Entah dari mana asal ide itu Varell pun tak tahu..


Saat kecelakaan itu Varell baru berusia 18 tahun. Dia pun harus mengambil tanggung jawab yang besar di usia mudanya, karena ayahnya sakit-sakitan dan tidak dapat memimpin perusahaan. Karna itu dia tumbuh menjadi lelaki yang tegas dan sangat bertanggung jawab.


Ditambah lagi saat kecelakaan itu Varell mendapatkan cidera, ditangan kanannya terdapat luka bakar yang serius karenanya harus melakukan pencangkokan kulit untuk mengganti kulitnya yang terbakar.Namun Varell menolak melakukan operasi itu. Luka bakar serius dari bahu kanan hingga Jari-jari tangannya dia biar kan saja. Karena luka bakar itu banyak orang yang merasa jijik dan tidak ingin dekat dengan varell. Para wanita pun demikian mereka yang sebelumnya dekat dan merayu Varell mulai pergi meninggalkan varell, bahkan sebagian ada yang mengolok-olok dan menyebut Varell cacat.sungguh kejam!!!


Namun justru karna luka itu Varell sangat bersyukur bisa melihat sifat asli manusia. Karenanya hati Varell menjadi dingin terhadap semua orang dan tidak lagi percaya pada orang lain.


Namun tidak pada Aditya Rizki dia adalah sekretaris dan juga sahabat yang seperti kakak. karena usia Adit terpaut 2 tahun dari Varell. Adit sapanya.. Sangat di percaya oleh Varell dia adalah anak salah satu penjaga rumahnya yang bermain dengan Varell sejak kecil. Tidak ada yang berubah dengan sikap Adit terhadap Varell sebelum dan sesudah kecelakaan. Adit justru makin mendekat pada Varell ada kalanya Adit seperti seorang kakak yang amat menyayangi adiknya. Karena itu Varell bersyukur cukup ada satu orang yang dapat ia percaya.


****


Setelah Kiara turun dan keluar dari lift. Ternyata dilobi ada Sarah yang sedang memainkan ponselnya.


"Ah.. Kiara! " panggil Sarah


Namun Kiara terus berjalan tak menggubris panggilan Sarah.


Sarah pun berjalan mendekati Kiara dan menghadang jalan Kiara.


Kiara pun berhenti dan menatap wajah Sarah dengan tatapan marah. Namun Sarah justru makin senang melihatnya.


"Apa yang di lakukan cewek sok suci di hotel sepagi ini? sindir Sarah


"Ahh.. apa kau menginap disini? atau kau tidur bersama laki-laki disini?? "imbuhnya dengan suara lantang.


Orang-orang di lobi pun mulai ramai berbisik.

__ADS_1


"Tutup mulut kotormu wanita munafik"Ucap Kiara tak kalah lantangnya.


"Kiara.. Aku sungguh sangat mengkhawatirkan kamu tolong jangan kasar padaku, kamu tahu Vino sekarang sangat sedih,gara-gara kamu membatalkan pernikahan, hanya karena kamu mencintai laki-laki lain. Dia mendengar kamu menginap disini makanya dia kemari mencarimu. "


'Orang aneh' pikir kiara


"Heh!! kamu itu ngomong apa sih?Udah gila ya? " Ucap Kiara sambil tersenyum sinis.


"Cukup." teriak tante Dina


Kiara sampai kaget dan berlonjak mendengar teriakan tante Dina.


Kiara mengerti kenapa Sarah tiba-tiba berbicara aneh.


"hah! "Kiara tersenyum pahit


"Kau memang wanita kotor, tak sepantasnya kau berbicara kasar seperti itu pada Sarah. Dialah yang sangat mengkhawatirkan kamu. selama perjalanan dialah yang menenangkan ku karena aku sangat marah padamu, Begitu aku tahu kalau kau menginap di hotel dengan laki-laki lain. Tapi aku sungguh tak menduga jika laki-laki itu adalah Varell."


Kiara hanya diam ingin sekali dia mengatakan yang sejujurnya pada tante Dina. Tapi Kiara urungkan karena Kiara tahu apa pun yang Kiara katakan justru akan menambah masalah untuknya.


"Tante jangan salahkan Kiara mungkin dia tidak sengaja melakukannya. "Ucap sarah


'Sungguh pandai bersilat lidah menjijikkan' bisik Kiara dalam hati.


"Kau bicara apa.. aku membatalkan pernikahan, aa tidak salah... apa yang terjadi semalam... "


"Cukup Kiara!!"teriak Vino Tiba-tiba


"Kiara aku memang sangat mencintaimu, aku sangat sedih saat kau bilang membatalkan pernikahan kita dan sejujurnya aku sangat marah dan kecewa sekarang karna kau justru tidur dengan kakaku. Tapi sekarang kenapa kau bersikap seolah aku yang bersalah dan kau korbannya."


Kiara hanya bisa diam hatinya sangat sakit. Dia tak menyangka laki-laki yang bersamanya selama 2 tahun ini, yang telah mengukir banyak kenangan indah bersama. Laki-laki yang sangat dia cinta. Teganya dia melakukan hal itu pada Kiara.


Vino pun berjalan mendekat ke arah Kiara dan berbisik.


"Kiara apa kau pikir masih akan ada orang yang percaya dengan ucapanmu.. oh ya?! kalian berdua tetlihat sangat serasi dan cocok. Kalian berdua sama-sama tidak tahu malu"


'Plaak'


Kiara menampar Vino dengan keras. Air mata Kiara berlinang.Kiara benar-benar tak percaya Vino bahkan tega berkata seperti itu padanya.


 


*VARELL WILLIAM


Setelah tante Dina dan Vino keluar. Varell beranjak dari ranjangnya lalu mengenakan pakaiannya..


"Adit, segera siapkan mobil."


"Baik. "


Varell pun memperhatikan mereka dengan kesal.


"Dasar orang barbar."


**


Kiara melihat Vino dan Sarah bergantian dia sungguh muak dan jijik pada mereka.


"Kalian berdua sungguh menjijikkan"


Air mata Kiara terus bercucuran.Tiba-tiba Varell sudah ada diantara mereka.


"Varell"panggil tante Dina.


Namun Varell hanya diam melewatinya dan mengacuhkan panggilan tante Dina.


Wajah Varell yang dingin membuat tante Dina terdiam dan tak mengatakan apa pun lagi saat Varell berjalan melewatinya.


"B*******k. "ucap tante Dina lirih setelah Vino berada jauh darinya.


Kiara pun diam dalam tangisnya sambil melihat ke arah Varell berjalan.


Varell pun melakukan hal yang sama pada Vino dan Sarah. Diacuhkannya mereka seakan tak ada mereka disana.


Namun saat melewati Kiara, Varell sempat melihat wajah Kiara sekilas dan melewatinya.Baru tiga langkah Varell melewati Kiara dia pun menghentikan langkahnya.


"Ikut denganku"


Mendengar perintah Varell,Kiara pun kaget dan tak percaya.


'Apa ini?.. ' tanya Kiara dalam hati


'dari yang ku dengar Varell orang yang tidak pernah peduli dengan orang lain.'


Kiara masih belum sadar akan apa yang terjadi. Tante Dina dan Vino pun ikut kaget di buatnya. Selama ini Varell tidak pernah peduli dengan siapa pun,tapi berbeda pada Kiara.


" Tapi... " Ucap Kiara ragu

__ADS_1


" Tapi.. sebenarnya yang terjadi semalam adalah Vino dan Sarah, mereka.... " lanjut Kiara namun kemudian dia berhenti Kiara tidak bisa mengatakan kebenaran apa yang terjadi karena pasti akan terdengar seperti kebohongan.


Kiara melihat wajah Vino dan Sarah. Vino hanya diam wajahnya terlihat dingin dan Sarah sebaliknya dia menyungingkan senyum licik tanpa arti. Dan Kiara melihat sekeliling ternyata banyak orang yang berkerumun dan melihat pertikan yang terjadi tadi.


Sejenak Kiara mendengar sayup-sayup seseorang berbicara dengan nada mengejek pada Varell. Kiara pun menoleh pada Varell dilihatnya bekas luka bakar di tangan kanannya.


Kiara pun berjalan mendekati Varell.


"Baiklah, aku akan ikut dengan mu."Ucap Kiara.


Dan itu membuat Varell kaget. Bukan karena ajakannya di terima, tapi karena kini Kiara sedang memegang tangannya.Namun lebih tepatnya Kiara Menggandeng tangan kanan Varell.


'Apa wanita ini gila?'gumam varell dalam hati.


Dia pun melepaskan tangan Kiara.


Namun Kiara justru makin kencang. bahkan memeluk tangan Varell.


Getaran tubuh Kiara dapat dirasakan oleh Varell karnanya Varell pun mulai berjalan diikuti Kiara,yang masih setia memeluk tangan Varell, sambil menahan tangisnya.


Di depan pintu masuk hotel sudah terparkir mobil berwarna hitam terlihat jelas bahwa itu adalah mobil mahal dan tidak semua orang dapat membelinya.


Diluar hotel Kiara sempat beehenti sejenak dia melihat langit yang cerah saat itu terik matahari pun terasa hangat. Namun Kiara tak merasakan hal itu. Hatinya seakan beku.


Seorang laki-laki yang tinggi,tegap,dan tampan sedang berdiri disamping pintu mobil.Dia adalah Aditiya.Sesaat setelah Varell dan Kiara keluar Adit pun melihat ke arah mereka dia sangat kaget akan apa yang dia lihat dan seutas senyum kebahagiaan terpancar diwajahnya.


Varell yang melihat perubahan wajah Adit pun ikut tersipu dan malu.


'Pasti akan banyak pertanyaan nanti.' bisik Varell dalam hati


Meskipun Adit adalah sekertarisnya tapi ada saatnya Adit akan merangkup jadi apa pun.


"Tuan! "panggil Adit dengan senyuman.


Varell pun hanya menganggukkan kepalanya.


Lalu Adit pun membukakan pintu penumpang belakang.


"silakan Tuan varell."ucap Adit dengan sopan


Varell pun masuk ke dalam.


Namun pintu mobil tidak langsung ditutup Adit.


"Silakan Nona. "ucap Adit mempersilakan Kiara masuk.


Namun Kiara justru menolak ajakkan itu.


"Maaf.. tapi saya akan naik taxi saja."


"Masuk.. Cepat! " perintah Varell.


Kiara pun mencondongkan tubuhnya agar dapat melihat Varell. Varell sudah duduk di kursi sebelah.


"Maaf tapi aku rasa aku tidak bisa ikut dengan anda, pemisi."ucap Kiara sambil membungkukkan badannya.


Kiara pun berjalan dan pergi ke arah sebaliknya. Dia sangat ingin menenangkan pikiran dan perasaannya.


Namun tak lama kemudian.


'Tiiiin.... tiiinnn'


Mobil Varell sudah ada di belakangnya.


Kiara pun berhenti.


Dan terlihat Varell turun dari mobilnya.


"Ada apa lagi?"teriak Kiara


Varell pun berjalan mendekati Kiara.


Lalu Varell dengan cepat memegang tangan Kiara dan menariknya masuk mobil.


"Tuan Varell ada apa"ucap Kiara panik


"Bukankah tadi aku menyuruhmu masuk"


"Tadi kan aku sudah bilang mau naik taxi"


"Lalu mana taxi nya"


"hah... aku hanya ingin berjalan sebentar sebelum aku mencari taxi. " jelas Kiara.


"Kau tau masih ada yang harus kita bicarakan."ucap Varell


***bersambung ***

__ADS_1


Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..


__ADS_2