
"Akh itu tidak masalah.. sebenarnya kini Kiara sedang kesulitan menghubungi Yuna William untuk wawancara."
"Baiklah saya mengerti. terimakasih" ucap Varell yang kemudian menutup teleponnya.
"Kiara pasti sudah tertipu dengan mulut atasannya sendiri.Tapi dengan begini aku tahu apa yang bisa membuat Kiara tidak akan marah lagi padaku." ucap Varell
***
drrt.. drrt...
pesan teks masuk Kiara pun membaca isinya.
"Pulang nanti sekretarisku akan menjemputmu dan akan mengantarmu ke restoran aku tunggu kamu disana. "
"Apa dia masih marah jadi hanya meminta sekretarisnya menjemputku? hah.. tapi okelah.. mungkin nanti aku harus meminta maaf saat bertemu dengan Varell. " ucap Kiara.
Setelah keluar kantor tak lama sebuah mobil datang dan langsung membukakan pintu penumpang untuk Kiara.
"Nyonya Kiara.. Tuan Varell sudah menunggu anda. " ucapnya.
"Bukan kak Adit yang menjemput.?" tanya Kiara.
"Iya pak Adit sekarang sedang dinas di luar jadi saya yang mengantikan pekerjaan disini."
Kiara pun tersenyum dan segera masuk ke dalam mobil. Setelah pintu ditutup mobil pun melaju dan mengantar Kiara ke tempat nya akan bertemu Varell. Tak terlalu lama dari jalannya menuju kantor Kiara pun sampai di tempat yang di tuju.Kiara pun turun dan masuk ke dalam restoran. Kiara melihat sekeliling mencari Varell dari jauh Kiara melihat Varell dan mendekatinya. Namun langkah Kiara terhenti saat melihat sosok wanita cantik duduk di depan Varell. Varell pun tampak tersenyum dan bahkan tertawa saat berbincang dengan wanita itu. Ada perasaan pedih di hati Kiara dan juga rasa penasaran siapa sebenarnya wanita itu. Kiara pun kembali melangkahkan kakinya menuju Varell. Namun entah kenapa dadanya terasa sesak. Kiara pun membalikkan tubuhnya dengan cepat hendak keluar dari restoran tapi..
bruuk..
Kiara jatuh terduduk saat menabrak seseorang di depannya pantat nya dirasa sangat sakit saat mendarat di lantai dengan keras..
"Aaww.. "pekik Kiara.
"Kamu tidak apa-apa nona. " sapa seseorang di depannya sambil mengulurkan tangannya.
Seorang pria yang sangat tampan dan juga ramah. Kiara hampir saja tidak dapat mengalihkan pandangannya.
'Waaahhh apakah malaikat kini turun dari surga? Atau pangeran tampan dari negeri dongeng yang mencari tuan putri. ' batin Kiara terpesona.
"Ehemm.. " suara dehem seseorang.
Namun Kiara tak menggubrisnya dan hanya menatap lelaki tampan di depannya.
"Apa kau memang sangat menyukai lelaki tampan? bukankah aku jauh lebih tampan dari pada dia Kiara.. " ucap Varell yang sudah di belakang Kiara dan hendak membantu Kiara berdiri.
Kiara pun menoleh ke arah Varell dan melihat Varell yang sudah jongkok di belakangnya sambil membantu Kiara berdiri.
"Varell?? " panggil Kiara.
"Hemm.."
"kenapa kau kemari? " ucap Kiara lirih sambil melihat kearah wanita yang tadi duduk didepan Varell.
Wanita itu nampak bingung.Kiara pun menangkis tangan Varell dan berdiri sendiri. Sedang Varell bingung kenapa Kiara bersikap seperti itu.
__ADS_1
'Apa Kiara masih marah padaku. ' batin Varell.
"Apa maksudmu Kiara.. tentu saja aku kemari untuk menolong mu.. "
"Hah.. sepertinya aku akan membuatmu terkena masalah maaf kan aku, tidak seharusnya aku kemari. " ucap Kiara.
"Aku sungguh tidak mengerti maksudmu Kiara. Apa kau masih marah padaku?"
"Untuk apa aku marah padamu? apa Hakku!! lebih baik kau cepat pergi wanitamu sudah menunggumu, aku akan pulang. " ucap Kiara yang kemudian pergi meninggalkan Varell yang masih tidak mengerti apa yang Kiara maksud
"Kenapa Kiara senang sekali marah. " ucap Varell.
"Maaf.. sepertinya aku harus mengejar Kiara. Aku tidak tahu dia kenapa lagi.. aku akan menghubungimu lagi. jadi jangan pergi kemana pun.Tunggu aku menghubungimu."ucap Varell pada wanita itu dan permisi pergi.
"Ok.. hati-hati Varell.. "
Varell pun berlari keluar restoran dan menghampiri Kiara yang masih berjalan tak jauh dari restoran.
"Kiara.. " panggil Varell
Kiara pun berhenti dan menoleh ke arah Varell.
"Kenapa ikuti aku!! "tanya Kiara
"Pertanyaan macam apa itu.. tentu saja aku mengikuti istriku, haruskah aku mengikuti istri orang lain. " ucap Varell.
"Apa wanita itu sudah menikah? " tanya Kiara.
"Hemm.. "
"Tentu saja dia sudah memiliki suami. "
Kiara kaget mendengar ucapan Varell.
"Dasar buaya.. " ucap Kiara dan langsung lanjut berjalan meninggalkan Varell.
" Apa maksudmu? "tanya Varell yang kemudian meraih tangan Kiara.
"Setidaknya cari perempuan yang tidak bersuami?"
"Untuk apa aku mencari wanita yang tidak bersuami? lagi pula kamu ini kenapa Kiara? bukankah kau sedang kesulitan untuk menghubungi Yuna. "ucap Varell
"Bagaimana kamu tahu? " ucap Kiara heran.
"Tentu aku tahu.. karena itu aku membantumu jika kau tidak mau ku bantu setidaknya bertemu saja dulu dengannya dan utarakan maksudmu. "
"Apa maksudmu Varell. "
"Apa? tentu saja kau harus bertemu dulu dengan Yuna dan katakan kau akan mewawancarainya. Aku bahkan belum katakan padanya.. Aku kira kau pasti ingin mengatakannya sendiri. Kenapa kau justru pergi dan marah-marah. "
Kiara menutup mulutnya.. Kini dia mengerti maksud Varell dan tahu siapa wanita di depan Varell. Kiara pun mendekati Varell dan memeluknya..
"Maaf aku sudah salah paham padamu Varell.Aku kira kau sedang berdua dengan wanita lain dan terimakasih sudah membantuku. "
__ADS_1
Varell pun balas memeluk Kiara.
"Dasar!! kenapa aku harus bersama wanita selain kamu.. lagi pula dia juga bersuami dan sudah ku anggap kakak. "
"Apa Yuna sudah Menikah!? " tanya Kiara ingin tahu..
"Kau bisa tanya kan itu saat wawancara. " ucap Varell.
"Apa kau sudah memaafkanku Kiara? Maaf kan aku tadi siang mengganggu pekerjaanmu.. padahal aku sungguh mempercayaimu aku tidak pernah ragu denganmu.. tapi karena emosiku.. Maaf aku tidak bisa mengontrolnya dan bahkan berkata kasar padamu. "
"Tidak apa aku juga minta maaf kau sudah memperingati ku.. aku tahu tujuanmu untuk melindungiku."
Kiara memeluk Varell makin erat.
"Apa kita akan melanjutkan dirumah. "
"Apa?? "tanya Kiara.
"hehehe.. "
"Kenapa tertawamu seperti itu Varell? "
***
"Kiara ada wanita yang mencarimu di lobby.."
"Terima kasih."
Kiara pun turun ke lobby dan mendatangi wanita yang mencarinya.
"Permisi ada yang bisa saya bantu nama saya Kiara Dannisha." ucap Kiara Sopan.
Wanita itu pun membalikkan tubuhnya dan tersenyum.
"Hai Kiara.."
Kiara kaget melihat wanita yang ada di depannya.
"Lama tidak berjumpa.. Aku sungguh kaget ternyata kau benar-benar bekerja disini.. Ku kira kau hanya membual. "
"Apa yang kau lakukan disini Sarah? "
"Apa kau berpura-pura bodoh! tentu saja untuk mempermalukanmu. " ucap Sarah yang kemudian mendekati Kiara dan menamaparnya dengar keras.
Plakk
Kiara hanya diam dan memejamkan matanya.
***bersambung***
Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..
thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya....
__ADS_1