
"Kenapa aku bisa berfikir kepala editor akan membantuku..huft.. dia justru seperti kedapatan durian runtuh.. Aaaahhh." ucap Kiara makin pusing dan Frustasi.
'melihat apa yang Varell lakukan pada Vino tadi pun sungguh sangat ekstrim.. apa lagi yang akan terjadi besok akan kah kantor ini akan menjadi lautan darah.' batin Kiara bregidik ngeri.
Selang beberapa saat tim satu dan dua pun datang.Sudah dapat terlihat dengan jelas bagaimana raut wajah mereka yang sangat marah dan kesal.
"Jadi kami mau atau tidak mau harus membantu Kiara melakukan wawancara ini." ucap tim satu
"Iya karena sudah kukatakan tema kita sekarang adalah mereka, mereka para pebisnis muda selalu menjadi sorotan dimata publik."
"Tapi apa anda benar-benar yakin jika ketua tim tiga bisa melakukannya? Aku sudah berkecimpung di bidang ini sejak dulu. Dan itu bukan perkara mudah apalagi tim tiga yang masih baru disini apa dia bisa?saya mengatakan ini juga demi perusahaan." ucap tim satu
"Saya mengerti maksudmu.Tapi apa kau bisa menghubungi Yuna?Aku rasa kau sangat kesusahan."
"Ya tapi bukan berarti Kiara bisa?meski dia bisa mendapatkan persetujuan untuk wawancara dengan Varell dan Vino bukan berarti bisa dengan Yuna apa yang akan dia berikan pada Yuna?" ucap tim dua.
"Apa maksudmu ketua tim dua." ucap Kiara.
"Apa lagi tentu saja karena kamu wanita dan Varell , Vino lelaki apa yang bisa kamu berikan." ucap tim dua.
"Apa kamu memiliki bukti tentang itu ketua tim dua??" tanya kepala editor.
"Itu tidak perlu memakai bukti kami bisa melihat bagaimana Kiara menggoda dua lelaki itu. Setiap berangkat dan pulang coba kalian lihat sendiri pasti sebuah mobil mewah mengantar dan menjemputnya. Aku sudah sering melihatnya bahkan mobil itu sering berganti-ganti."
Suasana ruang rapat menjadi gaduh banyak yang mencemooh dan banyak pula yang masih tidak percaya. Kiara hanya diam dia tidak ingin jawabanya justru menambah masalah untuknya.
"Kalian seharusnya mengkonfirmasi hal itu sebelum menuduh." ucap kepala editor.
"untuk apa dikonfirmasi?"
"Tentu saja karena yang mengantar Kiara adalah suaminya sendiri. untuk apa di permasalahkan bahkan aku pun mengenal siapa suaminya. Berganti mobil itu hal biasa . Kalian seharusnya tidak menjadikan hal itu sebagai bukti. Hah.. sudahlah mau tidak mau kalian semua harus bekerja sama dan jika kalian bekerjasama maka bonus tetap akan diberikan pada kalian, tapi itu hanya untuk yang membantu yang tidak membantu tetap mendapat tangan kosong.Jadi kau Kiara tugasmu tinggal meyakinkan Yuna William kau mengerti?
"Iya saya mengerti."ucap Kiara.
'Pekerjaan ku makin menumpuk.. bahkan Varell pun tak menghubungiku..Apa dia masih marah padaku. Aku sungguh tak suka saat Varell diam seperti ini. Haruskah aku menghubunginya.'Batin Kiara.
***
Sedangakan di kantor Varell tampak melamun memikirkan bagaimana caranya dia meminta maaf pada Kiara. Varell sangat menyesal telah berkata cukup kasar pada Kiara dan juga tidak mempercayai Kiara berulang kali Varell menghembuskan nafasnya dengan berat. tidak ada cara apa pun yang bisa Varell pikirkan untuk bisa membuat Kiara memaafkan nya.
"Kenapa aku sangat bodoh , dengan mudahnya aku terbakar emosi pada Vino karena cemburu.Itu bukan lah gayaku selama ini, apa aku benar-benar telah berubah. Bukan kah Kiara kini sudah membuka hatinya untukku bahkan tadi aku pun mendengar dengan jelas apa yang Kiara katakan pada Vino, jika aku adalah lelaki yang dicintainya."gumam Varell.
"Semua karena Vino dasar b******* dia sangat membuatku marah dan kesal hingga aku tidak bisa mengontrol emosiku."
__ADS_1
tok..tok..tok..
"Masuk.."
"Maaf tuan Varell saya membawa berkas yang anda minta."
"Berkas apa?"
"Emm.. ini berkas mengenai nyonya dan tuan Vino."
"Apa Erik yang memberikannya padamu."
"Iya tuan."
Varell pun membaca dengan teliti dan seksama tentang berkas itu.lalu dia pun menghubungi seseorang.
"Halo.."jawab seseorang disebrang
"Aku sudah menerima berkas yang Erik kirimkan padaku. Apa kau yakin dengan berkas ini, tidak kah kau nantinya menyesali karena telah memberikan berkas ini padaku?"
"Aku yakin dengan apa yang ku lakukan karena hanya ini caranya aku mengucapkan maaf dan juga terima kasih padamu.kapan-kapan datanglah kerumah dengan istrimu.Aku sungguh penasaran dengan istrimu itu."
"Aku tidak bisa menjanjikannya."
"Aku tidak tahu jika kak Adit ternyata suka bergosip." ucap Varell sambil menggelengkan kepalanya.
Varell pun membaca kembali berkas-berkasnya dari dulu Varell memang sudah menduga jika ibu tirinya orang yang licik tapi Varell tidak pernah mendapat kan buktinya.Tapi kini lain Varell bisa lebih tenang untuk mengunggkap pada dunia siapa sebenarnya Dina ibu tirinya dan Vino.
Namun pikiran Varell kembali mengarah pada Kiara. Varell pun mencari kartu nama kepala editor di kantor Kiara dan menghubunginya.
"Halo..."
"Halo.. maaf menganggu saya Varell William."
"Akhh.. ya tuan Varell, ada masalah apa anda menghubungi saya secara langsung pastinya itu suatu hal yang penting dan mendesak."
"Akh.. begini apa Kiara kini ada di kantor."
"Oh.. nona Kiara sekarang memang sedang di kantor dia sedang lumayan sibuk dengan acara wawancaranya."
"Bukankah saya meminta dia yang mewawancarai saya?"
"Iya tentu nona Kiara nantinya akan mewawancarai anda, tapi karena tema kita berubah maka sekarang nona Kiara nampak sangat sibuk."
__ADS_1
"Ahh.. begitu.. kalau begitu saya menunggu jadwal wawancaranya kembali."
"Tentu saja tuan Varell. hahaha dan sebenarnya saya juga sudah tahu hubungan anda, jadi saya mohon bantuan anda."
"Apa maksud mu?"
"Kiara sudah menceritakannya pada saya jika anda adalah suaminya."
"Apa!!kenapa dia tidak mengatakan pada ku jika teman kantornya sudah mengetahui, padahal dia meminta untuk di rahasiakan."
"Uum masalah itu pun hanya saya yang tahu jadi masih rahasia."
Varell terdiam , Varell bingung dan juga malu.
"Kalau begitu saya mohon banyak membimbing Kiara dalam pekerjaanya, terima kasih maaf jika saya menganggu anda."
"Akh itu tidak masalah.. sebenarnya kini Kiara sedang kesulitan menghubungi Yuna William untuk wawancara."
"Baiklah saya mengerti. terimakasih" ucap Varell yang kemudian menutup teleponnya.
"Kiara pasti sudah tertipu dengan mulut atasannya sendiri.Tapi dengan begini aku tahu apa yang bisa membuat Kiara tidak akan marah lagi padaku." ucap Varell
***
"Kiara ada wanita yang mencarimu di lobby.."
"Terima kasih."
Kiara pun turu ke lobby dan mendatangi wanita yang mencarinya.
"Permisi ada yang bisa saya bantu nama saya Kiara Dannisha." ucap Kiara Sopan.
Wanita itu pun membalikkan tubuhnya dan tersenyum.
"Hai Kiara.."
Kiara kaget melihat wanita yang ada di depannya.
***bersambung***
Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..
thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..
__ADS_1