
"Kalau boleh tau siapa perempuan yang telah beruntung mendapat hati tuan Vino?"
"Hah.. perempuan itu.. apa kau tidak tahu ketua tim tiga Kiara Dannisha."
"Maaf saya tidak tahu. Dan saya bertanya sesuai naskah yang saya dapatkan." ucap Kiara sambil menunjukkan kertas ditangannya.
"Dia adalah Kau. tentu saja Kiara Dannisha.."
Bruuk...
Vino jatuh tersungkur dari tempat duduknya. Kiara pun sontak berteriak kaget melihat Vino yang tiba-tiba jatuh. Kiara melihat Varell tengah melihat Vino dengan tatapan marah.
"Varell.." panggil Kiara.
"Bukankah sudah kukatakan jangan pergi kemana pun sendiri lagi!! Apa lagi untuk bertemu bajingan seperti dia!" ucap Varell pada Kiara marah.
"Aku hanya melakukan pekerjaanku. Dan disini banyak orang tidak mungkin dia akan berbuat macam-macam padaku." jelas Kiara.
"Apa kau mempercayai bajingan sepertinya yang sudah melecehkan mu dengan paksa .. Dan juga apa kau sudah lupa dengan apa yang dia perbuat padamu semalam?? Wahh apa kau memang wanita yang seperti itu Kiara. Aku saja tidak akan pernah melupakan apa yang dia perbuat padamu semalam. Dan bahkan jika aku jadi kau aku tidak akan pernah ingin bertemu lagi dengan dia." ucap Varell kesal.
Kiara kesal dengan apa yang Varell katakan padanya.Kiara pun berdiri dari duduknya dan merapikan naskahnya.
"Maaf tuan Vino saya akan menjadwalkan ulang wawancara anda. dan saya mohon anda bisa bekerja sama dengan baik pada saat wawancara ulang besok. Dan saya ingin wawancara di kantor. Saya tidak ingin wawancara saya menimbulkan kesalah pahaman. Apa lagi didepan suami saya." ucap Kiara yang kemudian pergi meninggalkan Varell dan Vino.
"Waahh.. Varell aku baru tahu sisi Kiara .. Selama ini dia tidak pernah marah seperti itu. Ternyata dia sangat manis." ucap Vino sambil berdiri.
"Dan kau Varell.. kau harus ingat mulai saat ini aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku." ucap Vino.
"Apa yang menjadi milikmu? Dari dulu tidak ada apa pun yang menjadi milikmu kau selalu menjadi orang luar yang tidak tahu malu. Sebaiknya kau mulai dari sekarang menjaga sikapmu. Dan tahu posisimu." ucap Varell yang kemudian pergi meninggalkan Vino.
"Dasar b******* tidak tahu malu. " umpat Vino.
Varell berlari mencoba menyusul Kiara. Namun Kiara sudah tak terlihat batang hidungnya .
"Kenapa aku justru ikut marah pada Kiara. Bukankah aku mempercayainya, aku pun yakin Kiara hanya bersikap profesional dalam pekerjaannya. Dasar aku ini memang bodoh." ucap Varell mengumpat dirinya sendiri.
"Bagaimana dia tahu tentang kejadian semalam, aku tidak bercerita apa pun padanya, Dan ku kira dia juga tidak pernah bertanya , dan jika dia hanya menebak karena melihat kondisiku semalam seharusnya dia tidak tahu jika orang itu adalah Vino. Waah semalam dia sendiri yang bilang akan menghapus agar aku bisa lupa sekarang dia berpendapat lain lagi.. Apa sebenarnya mau Varell. Meski aku tidak lupa tapi aku sudah merasa lebih baik setelah apa yang Varell lakukan semalam." ucap Kiara didalam mobilnya menuju kantor.
"Dan bagaimana bisa Varell tahu aku ada di cafe Anggrek. Bukankah dia harus melakukan wawancara dikantor dengan tim dua." ucap Kiara.
Sebelumnya setelah jam makan siang.
"Tuan Varell William silahkan duduk.. suatu kebangaan buat kami anda menyempatkan diri untuk wawancara di kantor kami." ucap kepala editor.
"Hemm."
"Akh.. tim kami sedang melakukan persiapan untuk wawancara anda bisa menunggu disini.. maaf jika kantor kami membuat anda tidak nyaman."
__ADS_1
"Tidak apa.. saya juga ingin melihat kantor penerbit anda jadi saya sempatkan datang ke sini."
"Waah.. terima kasih untuk perhatiannya."
Tok..tok..
"Iya masuk."
"Maaf pak, tim dua sudah selesai melakukan persiapan."
"Oh.. iya oke..Marii tuan Varell saya akan mengantar anda ke ruang wawancara."
"Tunggu.. Bukankah saya akan diwawancara oleh tim tiga?"
"Akhh.. maaf tim tiga harus berganti pekerjaan karena ada permintaan khusus dari tuan Vino William , dia meminta ketua tim tiga yang melakukan wawancara."
Varell kaget mendengarnya, dia tidak menyangka bagaimana bisa Vino begitu berani meminta secara terang-terangan.
"Jadi apa hanya Vino yang bisa melakukan permintaan khusus.."
"Ya.. apa maksud anda."
"Saya pun memiliki permintaan khusus.. saya hanya akan melakukan wawancara dengan Kiara karena dari awal saya menyetujui wawancara tersebut karena permintaan dari nona Kiara."
"Apa.. tapi bagaimana itu bisa, nona Kiara sekarang sedang melakukan wawancara diluar."
Kepala editor sangat kaget melihat ekspresi Varell yang tiba-tiba seperti ingin meruntuhkan gedung kantornya.
"Nona Kiara sekarang sedang melakukan wawancara dengan tuan Vino William di cafe Anggrek dan wawancara itu juga adalah wawancara pribadi jadi nona Kiara akan mewawancarainya sendiri."
"Dasar wanita bodoh." ucap Varell yang kemudian pergi bergegas ke tempat Kiara melakukan wawancara.
***
Kiara pun sampai di kantornya dan langsung pergi menemui kepala editor.
"Jadi apa kau gagal melakukan wawancara dengan Vino William.?"tanya kepala editor.
"Iya.. bagaimana anda bisa tahu, " ucap Kiara.
"Apa kau memiliki hubungan dengan keduanya. bagaimana mungkin mereka berdua hanya ingin diwawancarai oleh mu saja." ucap kepala editor yang tampak pusing.
"TIdak.."
"Lebih baik kau katakan dengan jujur.Jika itu memang hal yang harus kau rahasiakan maka aku pun akan merahasiakannya. Aku ingin kau jujur agar aku bisa membantu mu mengatasi masalah ini."
Kiara tampak diam sejenak, dia sangat ragu apa bisa dia mengatakan tentang setatusnya. Tapi apa yang dikatakan kepala editor ada benarnya dengan dia mengatakan kepada kepala editor maka kepala editor pun akan membantunya mengatasi masalah nya.
__ADS_1
"Sebenarnya saya adalah istri Varell William."
Kepala editor tampak bengong mendengar apa yang dikatakan Kiara.
"Hahahaa.. apa kau sekarang sedang bercanda Kiara?" ucap kepala editor yang tampak tidak percaya.
"Anda bilang saya lebih baik jujur. saya berkata jujur pak. Saya adalah istri Varell William.. dan Vino William adalah mantan kekasih saya, karena suatu hal pernikahan saya dan Vino diganti oleh Varell. Jadi kini saya istri sah dari Varell."
"Waahh..apa ini suatu berita eksklusif." ucap kepala editor.
"Saya mohon anda merahasiakan ini dari orang-orang dikantor."
"Akkhh.. aku mengerti..jadi berita sebelumnya memang benar jika kau memiliki scandal dengan Varell."
"Tidak.. dari dulu saya dan Varell memang saling menyukai dan hubungan dengan Vino adalah hubungan bukan atas dasar cinta."
"Wahh jadi ini kah cinta segitiga . Aku pikir mungkin Vino menginginkanmu kembali."
"Iya.. tapi dulu yang membatalkan pernikahan adalah Vino sendiri karena dia bilang dia mencintai sahabatku.Tapi entah apa yang membuat nya ingin kembali padaku. Aku tidak mengerti jalan pikiran Vino."
"Tentu dia menyesal.. Vino baru menyadari setelah kau pergi jika dia ternyata mencintaimu. itu dugaanku. hemm.. maka aku akan memikirkan bagaimana caranya agar kau bisa melakukan wawancara pada keduanya.
"Apa?? bagaimana mungkin wawancara dengan keduanya."
"Apa yang tidak mungkin.. mereka hanya ingin wawancara denganmu maka kita akan melakukan wawancara dan saya mendapat ide lebih baik kita melakukan ketiga wawancara itu bersamaan."
"Tiga?"
"Iya temanya adalah generasi keluarga pebisnis muda sukses. jadi karena tim satu belum membuahkan hasil menghubungi Yuna William.. Aku pikir kau pasti bisa menghubunginya."
"Apa!! kenapa aku merasa semua beban tim ada di pundakku." ucap Kiara.
"Hahaha aku yakin kau bisa. dan kau akan menjadi ketua tim untuk wawancara ini jadi tim satu dan dua akan membantumu untuk melakukan wawancara itu."
"Aku tidak yakin dengan hal itu.." ucap Kiara frustasi.
"Kau tunggu saja diruang rapat aku akan memangil tim satu dan dua untuk segera ke ruang rapat."
Kiara merasa dia sudah menjatuhkan bom atom pada dirinya sendiri.Kiara merasa dirinya sangat frustasi .Kiara yakin kali ini pasti tim satu dan dua akan lebih membencinya lagi.
"Kenapa aku bisa berfikir kepala editor akan membantuku..huft.. dia justru seperti kedapatan durian runtuh.. Aaaahhh." ucap Kiara makin pusing dan Frustasi.
'melihat apa yang Varell lakukan pada Vino tadi pun sungguh sangat ekstrim.. apa lagi yang akan terjadi besok akan kah kantor ini akan menjadi lautan darah.' batin Kiara bregidik ngeri.
***bersambung***
Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..
__ADS_1
thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..