
Varell
Varell melihat Kiara dari kaca mobilnya. Saat mobil nya berbelok dan Kiara tak terlihat, diapun meminta Adit untuk berhenti.
Adit pun menepi dan menghentikan mobilnya. Varell pun segera keluar dari mobil dan berjalan setengah berlari menuju tempat Kiara tadi turun. Dari kejauhan Varell melihat Kiara yang sedang duduk di bangku taman. Varell pun berjalan perlahan dia pun duduk di bangku taman yang tak jauh dari tempat Kiara duduk. Dia melihat wajah Kiara terlihat sangat lelah dan sesekali mengusap air matanya.
"Apa yang dia lakukan? " ucap Varell heran
Setelah lebih dari satu jam Kiara di taman. Tiba-tiba dia melihat Kiara tertawa sendiri dan menutup wajahnya.
'cute'bisiknya dalam hati .Namun ditepisnya seketika.
"Dasar wanita aneh. "ucap Varell
"Sesekali dia menangis lalu kemudian tertawa. " imbuh Varell yang juga ikut tersenyum tanpa dia sadari.
Setelah memastikan Kiara baik-baik saja, Varell pun beranjak dari duduknya. Dia mulai berjalan menjauhi Kiara. Dia pun mengambil ponsel di sakunya dan menghubungi Adit.
"Hallo.. "ucap Adit
"Aku sudah selesai.. "
"Ok!! "
"Aku sekarang di taman.. Cepatlah jemput aku.. Aku tunggu di depan jalan. "
"Baiklah tuan Varell!! Jawab Adit.
"Dasar !"ucap Varell dengan tersenyum dan mematikan teleponnya.
Varell pun menunggu Adit di pinggir jalan. Tak lama menunggu Adit pun telah datang dan berhenti di samping Varell. Saat Varell akan membuka pintu mobil ponselnya berdering. Dilihatnya ponselnya.
"Nomor baru tak dikenal" ucap Varell lirih.
"Siapa? "tanya Adit.
"Entah nomor baru. "jawab Varell.
Lalu dia pun menggangkat telepon itu.
"Hallo."ucap Varell
"Hallo tuan Varell, aku Kiara.. "
"Kiara.."ucap Varell dengan tersenyum.
"Iya ..saya Kiara.. "
"Aku akan memberikan jawabannya sekarang.. dan jawabanku adalah...aku akan menikah denganmu tuan Varell. " ucap Kiara pelan
"Kau bilang apa tadi.. Aku tak mendengarnya.?"tanya Varell.
Karena si pinggir jalan dia tak bisa mendengar dengan jelas ucapan Kiara.
"Hahh.. "keluh Kiara
"AKU BILANG AKU MAU MENIKAH DENGANMU!! " teriak Kiara.
Teriakan Kiara sontak membuat para pengunjung di taman mendengar ucapan Kiara. Pipi Kiara pun dirasakannya sangat panas. Kiara sangat malu. Ditutupnya wajahnya dengan salah satu tangannya.
'Dasar cewek gila'umpat Kiara pada dirinya sendiri.
Sedang Varell di seberang sana sangat terkejut dengan teriakan Kiara bukan hanya mendengar di telepon tapi dia juga mendengar langsung teriakan Kiara ditaman. Varell pun menjadi gugup dan salah tingkah.
'Kenapa wanita itu harus berteriak sangat kencang' Bisik Varell dalam hati. Terlihat sangat jelas Varell sangat bahagia.
"Ok. "jawab Varell singkat menyembunyikan perasaannya.
"Dimana sekarang? "tanya Varell kemudian
"Ditaman dekat dengan saat aku turun tadi. " jawab Kiara.
Varell hanya tersenyum , tentu saja dia tahu dan hanya basa-basi.
Adit yang melihat senyum Varell sedari tadi pun ikut tersenyum.Ada kebahagiaan tersendiri untuk Adit saat melihat Varell bahagia.
Setelah itu Varell menutup teleponnya dan masuk kedalam mobil.
"Cepatlah antar aku ketempat Kiara tadi turun. "ucap Varell cepat.
"Bukankah tidak jauh dari sini. "jawab Adit..
Varell pun melihat keluar..
"Ooh kau benar.. Emm jangan terlalu cepat juga kita harus sedikit santai"Ralat Varell
Namun Adit tetap tak mengerti.
"Rell tempat itu sangat dekat jalan kaki saja"ucap Adit
"Terkadang kau pun sangat bodoh kak. "
"Apa maksudmu.. "
"Hah.. Sudahlah ikuti saja arahanku.. Putar saja jalannya.. Dan jalan dengan perlahan. "
"Baiklah..ok!! "
Setelah sampai didepan taman.
tiin.. tiin..
Kiara pun menghampiri mobil Varell dan masuk kedalamnya.
"Cepat sekali? "ucap Varell.
"maaf. " ucap Kiara lirih.
"Jadi?"tanya Varell
"Hemm.. aku akan menikah denganmu. "
"Gadis pintar. "ucap Varell
Kiara hanya melihat sekilas ke arah Varell. Terlihat ada sedikit senyum disana.
'Aku baru tahu ternyata dia bisa senyum'bisik Kiara di dalam hatinya.
"Oh ya tuan tadi kau sempat bilang kalau kau rugi. kalau boleh tau rugi karena apa? "
Varell pun menoleh ke arah Kiara.
"Apa kau benar tidak tahu? " tanya Varell
Kiara hanya menggeleng dia sungguh tak tahu..
"Hah..! tentu saja aku rugi, aku tidak akan mendapat apa pun kecuali seorang istri."
__ADS_1
Kiara terdiam masih memikirkan ucapan Varell.
"Apa lagi yang kau pikirkan?"ucap Varell.
"Aku hanya ingin membantumu, kenapa seakan sangat sulit untukmu. "imbuh Varell frustasi.
"Bagaimana ini mudah tuan Varell aku bingung kenapa kau mengusulkan ide seperti itu. Sejauh yang ku dengar kau sangat membenci kerugian. "
"Hah!! kau benar aku memang sangat membencinya.Karena itu seharusnya pernikahan ini harus kita buatkan perjanjian hitam diatas putih. "
"Baiklah, tapi apa alasan tuan melakukan ini "
Sejenak Varell terdiam..
"Salah satu alasan mungkin untuk ayahku keadaannya makin memburuk, dan Ibu tiriku pasti akan menjauhkanku. Dan menyalahkan ku dengan dalih merebut dan merusak pernikahan Vino. Karena itu sebelum mereka bergerak, aku akan berjalan maju terlebih dahulu."
Kiara tampak berpikir sejenak..
'Ada benarnya juga apa yang Varell katakan.' pikir Kiara.
Mereka pun mulai diam dan memikirkan apa yang akan dilakukan mereka.
Namun tiba-tiba mobil berhenti membuat Varell kaget.
"Adit ada apa? "tanya Varell
Adit hanya terdiam ,tak lama Adit pun menoleh ke arah Varell dan Kiara.
Varell dan Kiara hanya bingung tak mengerti aa yang Adit pikirkan.
"Ada apa cepat katakan. " ucap Varell tak sabar.
Kiara masih diam dan bingung karena tidak mengerti dengan tingkah Adit. Namun Varell mengerti arti tingkah Adit itu.
"Apa yang dia inginkan? "tanya Kiara
"Entah. "jawab Varell pendek
Suasana dimobil pun kembali hening.
"Aku rasa kalian butuh skenario. " ucap Adit memecah sunyi.
"Ahh.. benar aku tahu kau memang seorang genius kakak."ucap Varell seketika dengan girang.
"Kakak..? " ucap Kiara bingung.
"Oh maaf aku terlalu senang.. tapi mungkin kau memang harus tahu, Adit sekretarisku dia sudah seperti kakak untukku. " jelas Varell
"Oohh.. " ucap Kiara mengerti
"Sekarang bagi mereka kalian adalah seseorang yang berselingkuh, jadi kalian harus membuat skenario untuk membantah tuduhan itu. "ucap Adit
"Aku setuju dengan itu. " ucap Varell
"Lalu apa skenarionya?"tanya Kiara
"Yang pertama kapan pertama kalian bertemu?"
"Eemm saat pertunangan. "jawab Kiara.
"Saat SMA. "jawab Varell
"SMA?? Aku tidak ingat apa kita pernah bertemu?"
"Kau satu SMA dengan Vino? "tanya Varell
"Jadi tentu saja kita pernah bertemu. "
"Aku tidak mengerti?"
"Aku disekolah yang sama dengan Vino. aku kakak kelasmu. "
"heool.. bagaimana mungkin. dengan wajah seperti mu aku pasti mengingatmu. "
"Dasar wanita aneh. "ucap Varell yang mulai kesal.
"What!! Kau bilang apa.. Aku wanita aneh " teriak Kiara.
"iya tentu saja karna disekolah ku dulu tidak ada yg tidak mengenalku. " ucap Varell
"Sepertinya ada yang tidak mengenalmu."ucap Kiara
"Siapa? "tanya Varell
"Tentu saja aku.. Hahahahaha"
"Kau memang benar-benar aneh."ucap Varell
"Tapi aku memang jujur harusnya banyak yang mengenalmu. Tapi aku tidak mengenalmu. Apa karna aku pun masih murid baru. "ucap Kiara.
"Mungkin memang benar seperti itu. Karena saat pertengahan SMA kelas tiga aku baru mulai home school sebelumnya aku seperti anak lain berangkat dan pulang dari sekolah. "
"Ooh begitu.. jadi kau seumuran dengan Vino?"
"Hemm... "
"Jadi kita putuskan. "ucap Adit tiba-tiba bersemangat.
"Apa??" tanya Kiara dan Vino bersamaan.
"Jadi kalian pertama bertemu saat kalian di SMA. Dan karena sebenarnya kalian sudah dekat saat di SMA. namun karena Varell harus home school kalian pun tidak pernah bertemu lagi. "
"Ok"jawab mereka serempak.
"yang ke dua, kapan kalian bertemu lagi? jawabannya sebelum Kiara dan Vino berpacaran yaitu....? "tanya Adit
"3 tahun yang lalu"jawab Kiara.
"Ok? "jawab Adit dan Varell bersamaan.
"Jadi 3 tahun yang lalu kalian bertemu lagi ditaman tadi kalian bertemu. Namun karena Kiara sudah dekat dengan Vino, saat Vino mengatakan suka pada Kiara, Kiara pun menerimanya. jadi sebenarnya Kiara tidak mencintai Vino"jelas Adit
"OK! "jawan Varell dan Kiara bersamaan
"Namun kalian masih berteman. dan Varell Kiara tidak lagi bertemu setelah Kiara bertunangan."
"ok!"
"Dan tadi malam Kiara memutuskan hubungan dengan Vino... "
"Tunggu!!"ucap Kiara
"Bukan aku yang meminta tapi Vino. karena Vino dia tidur dengan sahabatku Sarah, dan mereka bilang mereka saling mencintai selama ini.Dan mereka tak ingin lagi berpisah. Jadi bukan aku yang Vino cinta.Karena itu dia membatalkan pernikahan kami. " ucap Kiara sambil menutup mukanya menahan tangis.
"Jadi Vino berani melakukan hal itu padamu. dasar b******n" ucap Varell marah
"Tenanglah.. "ucap Adit
__ADS_1
"Jadi kita ubah bagian ini.nona Kiara sebenarnya kau tidak menyukai Vino. namun kau terluka karena perbuatan nya dan sahabatmu padamu."jelas Adit.
"Ok. baiklah"jawab Kiara.
"Jadi malam itu Vino membatalkan pernikahan kalian karena mencintai Sarah dan kau pun pergi ke bar untuk menghilangkan stress karena pembatalan pernikahan dan perselingkuhan Vino dan Sarah.Kau pun sangat sedih dqn tak tahu harus berbuat apa. Dan dibar Varell yang melihatmu dia pun menyapamu, di bar lah Kiara menceritakan masalahnya pada Varell. dan Varell yang sebenarnya dari dulu sudah mencintai Kiara pun menawarkan bantuannya. Namun karena Kiara mabuk Varell. membawa Kiara ke hotel tempat Varell biasa menginap.Tapi sebelumnya Varell juga menelepon Vino untuk menjemput. Namun Vino tak kunjung datang. Jadi seperti itu. "jelas Adit.
"Ok! jadi itu skenarionya.. baiklah aku setuju"ucap Varell
Namun Kiara masih diam.
"Kenapa?? tanya Varell.
"Apa aku harus mengatakan hal itu pada orang tua ku. "ucap Kiara lirih
"Tidak"jawab Varell
Kiara pun menoleh kearah Varell.
"Kamu tidak harus mengatakannya sendiri. biar aku yang mengatakan pada mereka. " ucaan Varell membuat Kiara sangat bersyukur. Varell mampu membuat hatinya tenang.
Kiara
Setelah berbincang dengan Varell dan Adit. Sore itu pun Kiara Pulang ke rumah. Sudah terlihat indah halaman depan rumah Kiara namun terasa sepi.
"Apakah mereka sudah tahu Vino membatalkan pernikahan ini. " gumam Kiara.
Halaman yang sebelumnya ramai oleh sanak saudara kini tidak ada lagi.
Didepan rumah terlihat kedua orang tua nya sedang menangis. Kiara pun berlari dan menghampiri mereka dengan berlinang air mata.
"Mama.. Papa..!"panggil Kiara
Mama dan papa Kiara sontak melihat kearah Kiara bersamaan.
"Kiara... "panggil mama sambil memeluk Kiara.
"Dari mana saja kau nak?"tanya papa Kiara sambil membelai rambut Kiara.
"Kami sangat mengkhawatirkanmu nak."ucap papa
"Maaf kan Kiara ma.. pa.. "ucap Kiara menangis terisak.
"Tidak apa-apa Kiara.. tidak apa-apa. " ucap mama lembut.
"Ayo masuklah."ucap ayah.
"Tapi ayah dimana saudara saudara kita,paman dan bibi.. sebelumnya mereka semua berkumpul disini?" tanya Kiara
"Sebagian mereka pulang ke rumah mereka. dan sebagian lagi paman dan bibimu.. mencarimu. Papa dan Mama menunggumu di rumah kalau saja kau pulang. "jelas ayah.
"Sebenarnya kau dari mana saja Kiara? "tanya mama
"Kiara.. emm sebenarnya.. Kiara" ucap Kiara terbata Kiara tak tahu harus mengatakan apa.
"Sudah kita bicara didalam saja. "ucap papa Kiara.
Kiara dan orang tuanya pun masuk ke dalam.
Mereka pun duduk diruang keluarga. Suasana terasa hening. Kiara tak tahu harus bercerita dari mana.
'Apa lebih baik aku saja yang mengatakan skenario pada Papa dan Mama sekarang.' pikir Kiara.
"Vino tadi menelepon ..Kiara. " ucap papa tiba-tiba.
Sontak Kiara kaget, dia sebelumnya sudah menduga pasti Vino sudah mengatakan hal yang tidak benar itu pada orang tuanya.
"Kata Vino kau membatalkan pernikahan kalian? "tanya papa
"Tidak pa...."jawab Kiara namun terhenti.
Mama dan papa menunggu penjelasan dari Kiara,namun Kiara hanya diam. Dia tak dapat mengatakan hal yang sejujurnya. Dia pun tak dapat mengatakan sesuai skenarionya.
"Mama.. Papa.. Kiara tak dapat mengatakannya, Kiara bingung harus mengatakan dan menceritakannya dari mana dulu. "ucap Kiara
"Jelas kan saja satu persatu Kiara. Kami akan mendengarkan penjelasan mu." ucap Papa.
Namun Kiara tetap tak bisa memgataknnya.
"Mama.. papa.. maaf nanti malam Varell akan datang kemari menjelaskannya. "ucap Kiara
"Varell!! diakah laki-laki yang dikatakan Vino?Dia kah laki-laki yang membuat mu membatalkan pernikahanmu dan laki-laki yang tidur denganmu!!"Teriak Papa marah
Kiara sangat kaget dengan ucapan Papanya dia tak mengira papa nya akan berteriak padanya selama ini papa tidak akan pernah berteriak pada Kiara semarah apa pun itu.
"Papa.. "ucap Kiara air matanya makin deras..
isak tangis nya mulai terdengar. Hatinya sangat sakit. dan semua gara-gara Vino. Kiara sangat membencinya.
Kiara pun berdiri hendak ke kamarnya nmun segera dia urung kan.
"Mama dan Papa akan tahu nanti bagaimana hal itu terjadi dan Varell dia adalah laki-laki yang jauh lebih baik dari pada Vino. Dan harus Papa tahu Dia adalah Varell.. Varell William dia adalah saudara tiri Vino. Anak kandung paman William. Orang yang sangat ayah segani dari dulu. "ucap Kiara
Kiara pun berdiri dan segera masuk kedalam kamarnya dilantai dua.
Didalam kamar Kiara hanya bisa menangis lagi.
"Dasar Vino b*******k! teriak Kiara.
Kiara pun menjatuhkan tubuhnya dikasurnya, dan membenamkan mukanya dibantal.
Dia berharap Varell segera datang dan menjelaskan segalanya.
Saat hari mulai petang Kiara duduk di balkon. Sanak saudara yang sebelumnya telah pulang datang kembali.
"Kenapa Varell belum juga datang"ucap Kiara sedikit khawatir.
Tak lama Kiara duduk dibalkon dilihatnya dua orang yang sedang ditunggu - tunggunya datang.
"Varell.. "ucap Kiara.
Kiara pun masuk ke dalam kamarnya. Dirasakannya detak jantungnya yang tak beraturan.
'Aku kenapa.. Kenapa dengan jantungku.. Gugupkah aku.. Tapi saat Vino melamarku dulu tak ada perasaan seperti ini?' Bisik Kiara di dalam hatinya.
Hatinya ingin sekali berlari keluar namun dia teringat dengan pesan papanya. Kiara pun mengurungkan niatnya. Dia pun berjalan kembali ke atas tempat tidur nya.
"Aku harap semua berjalan dengan lancar sesuai dengan yang kita harapkan Varell. " ucap Kiara.
Dipandangnya bulan yang bersinar terang malam itu. Begitu indah ..
"Sangat indah.. Seperti kamu hari ini.. Terlihat sangat indah"ucap Kiara dengan tersenyum lembut.
***bersambung ***
Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..
thank you😘
__ADS_1