knocked my heart

knocked my heart
Chapter 16


__ADS_3

Saat dirumah Kiara pun memikirkan apa yang harus dia katakan pada Varell.


"Akh.. aku harus memikirkannya besok saat Varell pulang aku harus bertanya padanya."


"Tapi apa dia sudah tidak marah? "


"Kenapa terasa kosong. "


"Baru 2 hari Varell pergi dia tidak pernah menghubungiku, bahkan tidak ada pesan. Apa aku merindukan Varell? "


Kiara menghela napas berat. Sungguh Kiara tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Dulu saat belum menikah dengan Varell Kiara sudah biasa sendiri dirumah hanya berdua dengan Bi Anah. Kiara biasa menyibukkan dirinya dengan membaca atau mengerjakan tugas. Tapi kali ini sungguh berbeda. Hatinya merasa tak tenang seperti ada yang menganjal dihatinya. Pikirannya tidak bisa fokus dengan yang lainnya. Pikiran Kiara hanya tertuju pada Varell. Varell..Varell.. dan Varell. Kiara amat sangat ingin bertemu dengan Varell.


"Ada apa denganku. " bisik Kiara.


***


"Bagaimana Keadaan Kiara sekarang Bi? " tanya Varell.


"Nona baik tuan.. tapi saat pulang dari kantor tadi nona tampak murung. " ucap Bi Anah.


"Apa lebih baik aku pulang sekarang? berjauhan dengan Kiara sungguh menyiksaku dan sungguh membuatku lelah."


"Tuan sendiri to yang memutuskan.. Bibi kan cuma tinggal ikutin komando dari tuan."


Flashback


"Bi Anah.. bi.. Kiara dimana? " tanya Varell.


"Tadi bibi melihat non Kiara, berlari keluar dengan terburu-buru. "


"Hah.. kemana lagi dia.. Kiara apa yang sebenarnya dia pikirkan sekarang. " ucap Varell kesal.


"Nona Kiara memang seperti itu tuan dia memang paling susah, dulu kalau dia sakit gara-gara main sampai tidak ingat waktu gak pernah jera kalau sehat ya di ulangi lagi. Memang nona Kiara itu keras kepala tapi nona Kiara bakal berubah kalau nona benar-benar merasa kehilangn dan dia juga merasa salah."


"Apa ada cara biar Kiara bisa mengerti perasaanku? "


"Jangan ketemu dulu tuan nona sekarang ini kan mesti lagi lengket.-lengketnya apa lagi selalu ketemu tuan. Tuan coba aja sekarang nanti nona kan lagi ngelakuin kesalahan. Tuan sembunyi aja dulu nanti pasti nona bakal rasa sepi lalu dia bakal tahu apa salahnya. nona pasti gak bakal ngulangin hal itu lagi."


"Apa bisa dengan cara seperti itu Bi? rasanya bukan hanya Kiara, aku pun bakal ngrasa ada yang hilang. "


"Lha.. itu kan terserah tuan saja.. saya tadi cuma sekedar kasih saran. "


Varell diam memikirkan apa yang Bi Anah katakan.


"Baiklah Bi.. aku akan dinas selama tiga hari dikota B ku harap tidak lebih. terus pantau Kiara dan terus kabari saya tentang Kiara Bi, ingatkan dia selalu untuk tidak telat makan dan minum obatnya. "


"Iya tuan. "


Flashback off


"Dua hari saja aku sudah kangen banget dengan Kiara bi. "


"Saya juga ngrasa nona Kiara juga tuan, dari tadi nona memperhatikan Handphone terus saya rasa dia lagi tunggu telepon. Saya mau tanya dulu saya juga akan kasih saran untuk menghubungi tuan jika memang nona lagi kangen. "


"Baik Bi terimkasih. "


tut.. tut.. tut.


"Aku harap Kiara merasakan hal yang sama." ucap Varell.


Bi Anah pun mendekati Kiara yang sedang mondar mandir dihalaman depan rumahnya.


"Non.." panggil Bi Anah


"Oh.. iya Bi? "


"Sudah saya siap kan makan malam."


"Iya bi.. nanti saya masuk. "


"Nona sedang apa disini? Dingin loh non. "


"Tidak ada bi cuma pengen diluar aja cari udara segar. "


"Apa lagi tunggu tuan Varell? saya kira tuan baru akan pulang besok. "


"Hahahaha bibi.. aku cuma cari angin kok."


"Kalau memang kangen di hubungi saja non jangan ditahan. "ucap Bi Anah.


Kiara terdiam.


'Haruskah aku telepon'pikir Kiara.


"Hah.. bukannya Bibi sudah bilang katanya Varell tidak akan bisa dihubungi. "


"Dicoba saja non kali aja bisa. Kalau tetap tidak bisa ya sudah. "


Kiara memikirkan kembali apa yang Bi Anah katakan.


"Benar juga.. kalau tidak bisa ya sudah, tapi kalau bisa apa yang harus aku katakan? " pikir Kiara.


"Ok bi.. lebih baik aku tanya kabar dan keadaan Varell disana. "


Bi Anah tersenyum dan kemudian masuk kedalam.


"Gak papa mama nya, anaknya pun sama. buah tidak jauh dari pohonnya.Tuan dan nyonya pasti menyuruhku kemari karena ini. "ucap Bi Anah.


tut..tut.. tut..


Varell melihat nama Kiara di handphone nya.


"Aku rasa cara Bi Anah benar-benar akurat. " ucap Varell senang.


"Halo.. "ucap Varell.


"Halo..Varell.. "ucap Kiara.


"Iya ada apa? apa ada hal penting? "


"Aku cuma pengen tahu keadaanmu Varell. "

__ADS_1


"Untuk apa?Apa ada masalah? " tanya Varell.


"Tidak ada..tidak ada apa-apa, apa aku mengganggumu? "tanya Kiara.


"Menurutmu? apa waktu ku sesengang itu? "


"Ya sudah jika aku menganggumu. "


Kiara pun langsung mematikan telponnya.


"Kenapa dia sangat sensitif. "ucap Varell.


Lalu Varell pun kembali menghubungi Kiara.


Drrt.. Drrt.. Drrt..


Handphone Kiara bergetar.


"Varell?. " ucap Kiara yang kemudian mengangkat telponnya.


"Halo.. "ucap Kiara.


"Kenapa dimatikan? "tanya Varell.


"Aku kira aku sedang mengganggu mu. "


"Meski aku sedang bekerja sesibuk apa pun jika yang mengganggu adalah kamu aku tidak akan keberatan. Karena meski kau tidak disini pun kau sudah terlalu sering menggangguku."


"Kalau begitu ya sudah.. lebih baik matikan saja teleponnya, aku tidak ingin membuatmu terganggu. " ucap Kiara kesal.


"Kenapa? harusnya kau senang karena kau telah berhasil membuat ku terganggu.Selama ini tidak ada seorang pun yang bisa membuat ku terganggu. "


"Apa?? harusnya kau bilang jika ternyata aku sering membuatmu terganggu. Maka aku tidak akan membuatmu terganggu lagi. "


"Kenapa.. aku tidak keberatan jika aku terganggu karenamu. "


"Tapi aku keberatan.. aku tidak ingin mengganggu pekerjaanmu. ya sudah kalau begitu. Aku hanya ingin mengetahui keadaanmu.Sepertinya kau baik-baik saja disana. " ucap Kiara.


Kiara pun hendak mematikan teleponnya.


"Aku merindukan mu Kiara. " ucap Varell tiba-tiba.


Dag.. Dig.. Dug..


Jantung Kiara dan Varell berdetak dengan sangat cepat.


"Apa yang kau katakan? "tanya Kiara.


"Aku merindukanmu Kiara.. sangat rindu kamu. "ucap Varell.


"Tapi Kau bilang tadi aku menganggumu" ucap Kiara.


"Iya. kau memang mengangguku. selalu menggangguku karena kau selalu ada dalam pikiranku setiap saat ,setiap waktu aku tidak bisa tidak memikirkanmu Kini pun rasanya hatiku sangat sakit karena merindukanmu. hatiku berteriak sangat ingin bertemu denganmu apa kau tahu Kiara aku selalu menunggumu menunggumu datang dengan sendirinya kepadaku."ucap Varell.


"Apa yang sedang kau ucapkan Varell? "tanya Kiara


Kiara sangat bingung apa ucapan Varell benar adanya. Apa Varell benar-benar merindukanku apakah dia berkata yang sebenarnya tentang perasaannya.


Kiara tidak tahu harus berkata apa. Seperti halnya Varell Kiara pun merasakan hal yang sama dengannya. Kiara amat sangat merindukan Varell. Tetapi Kiara tidak tahu kenapa perasaannya begitu.


'Apa aku sudah jatuh cinta pada Varell. 'batin Kiara.


"Apa yang harus ku katakan Varell. " ucap Kiara.


"Kenapa kau tanya hal itu pada ku? yang tahu perasaanmu hanya kamu. " ucap Varell.


" Aku bingung dengan perasaanku Varel Aku merasa sangat sesak didalam dada aku memang memikirkanmu tapi tidak selalu ada saat dimana aku memikirkanmu Bahkan aku tidak tahu untuk apa aku menunggumu sekarang Padahal aku tahu kau tidak akan pulang sekarang.


"Ternyata kau pun merindukanku Kiara. Terimakasih. "ucap Varell.


"Jadi Varell apa kau akan pulang besok? "


"Kenapa? apa kau sangat merindukanku? sampai sudah sangat ingin berjumpa denganku? "goda Varell.


"Apa kau selalu seperti ini Varell? kau sungguh berbeda dari yang diberitakan dan di bicarakan orang-orang."


"Apa kau terganggu? haruskah aku memperlakukan istriku seperti orang-orang itu? apa itu mau mu? "


Kiara sangat tertegun bagaimana bisa orang berubah total karena menikah. Sisi Varell yang hangat, romantis dan humoris sungguh Kiara tak pernah menduganya. Jujur Kiara sangat senang dengan sifat Varell. Tapi Kiara masih bingung apakah semua itu adalah kepribadian Varell yang sesungguhnya.


"Aku tidak terganggu Varell. Terimakasih kau sudah sangat baik padaku. "


"Baiklah Kiara. makanlah dulu dan istirahatlah"


"Oke.. jagalah kesehatanmu Varell. Bye. "


Kiara langsung mematikan teleponnya.


"Kenapa aku jadi gugup begini. " ucap Kiara.


***


"Rini apa kau sudah menyiapkan materi untuk wawancara? " ucap Kiara.


"Iya.. tim sudah siap tinggal menunggu persetujuan wawancara dari pihak Varell. " ucap Rini.


"Apa kau sudah bisa menghubungi sekretarisnya?"tanya Kiara


"Belum.. nanti akan ku hubungi. "


"Baik.. semoga kali ini tuan Varell bisa kita wawancarai. semangat tim tiga!!! " ucap Kiara memberi semangat pada tim nya.


"Baik... Semangat!!! "ucap tim tiga.


"Bu Kiara sepertinya sangat susah menghubungi pihak Varell. " ucap salah seorang tim tiga.


"Apa tidak bisa dihubungi?"


"Iya.. mereka bilang jadwal tuan Varell sangat padat dan mereka juga katakan jika tuan Varell kini ada di kota B. Jadi kita harus bagaimana?"


Kiara berpikir sejenak.

__ADS_1


"Ok.. aku sendiri yang akan menghubungi pihak tuan Varell William.. kau kerjakan yang lainnya saja. "


"Baik bu.. "


"Semoga saja Varell kali ini mau diwawancarai aku sangat tidak sabar melihat wajah tampannya itu. " ucap Rini.


"Jangan terlalu berkhayal terlalu tinggi. kau tahu tim kita sudah sangat kesulitan meng hubungi pihak Varell. "


"Tapi aku yakin Bu ketua editor dari tim tiga cukup cakap untuk mengatasi ini. Aku percaya padamu Kiara. " ucap Rini Semangat.


Kiara hanya senyum melihat tingkah Rini. Dalam hati Kiara amat beruntung telah menjadi istri Varell dan juga bisa menyukai Varell yang pastinya perasaannya pun tidak bertepuk sebelah tangan.


***


Sepulang kerja Kiara pun memikirkan apa yang harus dia katakan pada Varell. Tak lama setelah Kiara sampai pun mobil Varell datang bersama dengan Adit. Kiara berlari-lari kecil menuruni tangga.


"Selamat datang. " ucap Kiara bersemangat.


Varell sempat heran dengan tingkah Kiara. Bahkan senyum Kiara tampak sangat lucu di mata Varell. Yang membuat Varell menahan tawanya.


"Kak kau tunggulah disini dulu. " ucap Varell yang kemudian naik ke kamar.


"Kak Adit." panggil Kiara.


"Iya " jawab Adit yang kemudian menoleh ke arah Kiara.


"Bagaimana kabar kak Nabila? dia masih marahkah? aku berulang kali menghubungi tapi tak pernah diangkat. "


"Entahlah aku juga sudah dua hari tidak bertemu. Dia sangat sibuk menggurus sesuatu di kota B. "


"Oh begitu. "


"Oh iya Kiara..Aku melihat berita yang baru-baru ini melibatkanmu dengan Angel. Apa kau sudah merasa lebih baik sekarang? "


"Iya kak aku sudah lebih baik. lagi pula aku juga tidak terlalu mempermasalahkan selama dia tidak nembesarkan lagi masalah itu. "


"Syukurlah.. aku sempat khawatir saat Nabila menghubungiku dia bilang jika Varell main tangan padamu.Sejauh yang ku tahu Varell tidak akan pernah menyakiti wanita. Karena itu aku saat mendengar hal itu sangat marah Aku bahkan sempat hampir memukul Varell."


"Benarkah?? tapi kak Adit tidak memukul Varell kan? "tanya Kiara khawatir


"Tentu saja tidak.. karena setelah itu aku melihat wajah khawatir Varell yang kemudian pergi meninggalkan pekerjaannya. Itu adalah kali pertama aku melihat ekspresi Varell yang sangat mengkhawatirkan seseorang. "


"Benarkah? " ucap Kiara


"Tentu benar. Aku rasa Varell sudah banyak berubah karena mu Kiara. "ucap Adit sambil tersenyum bahagia.


Kiara pun tersenyum ada perasaan hangat dihatinya.


"Oh iya kak Adit ada sesuatu yang ingin aku tanya kan? "


"Iya.. apa? "


"Mmm.. apa Varell sama sekali tidak pernah mau diwawancarai? "tanya Kiara.


"Mmm.. aku tidak ada maksud apa pun.. hehehe.. cuma tanya saja kak. " ucap Kiara.


"Hahahaha.. Kiara.. kenapa tidak kau tanyakan langsung pada Varell? lebih baik kau tanya langsung saja. "ucap Adit sambil tertawa.


"Ituu.. aku takut Varell masih marah padaku gara-gara aku tidak mendengarkan ucapannya. Aku juga takut Varell akan marah lagi.. karena aku bertanya tentang wawancara. "


"Apa yang sedang kalian berdua bicarakan? kenapa Kak Adit tampak sangat senang bahkan tadi aku sempat mendengar Kak Adit tertawa padahal selama ini aku tidak pernah mendengar kakak tertawa seperti itu. " ucap Varell.


"Jangan salah paham Varell. Kau ini terlalu pencemburu. "ucap Adit.


"Apa cemburu? tidak aku tidak mungkin cemburu. " ucap Varell


Varell melihat ke arah Kiara yang tampak sangat kesal.


'Apa aku mengatakan hal yang salah. ' pikir Varell.


"Jadi apa yang kalian bicarakan? "


"Kiara bertanya padaku tentang wawancara denganmu. " ucap Adit.


Kiara kaget dengan apa yang Adit katakan.


"haha.. Kak kau kenapa mengkhianatiku secara langsung bahkan didepanku. " ucap Kiara yang sangat malu.


Adit hanya tersenyum polos..sedang Kiara wajahnya merah karena malu.


"Wawancara? apa maksudnya? " tanya Varell.


"Huh.. baiklah.. aku akan langsung katakan padamu. "


Varell menunggu Kiara berbicara namun Kiara masih diam dan tampak bingung dengan apa yang akan dia katakan.


"Kenapa? katakan saja.?"ucap Varell.


"Mmm.. begini Varell. Perusahaan kami ingin mengundang mu untuk melakukan wawancara. Apa.. apakah kau bersedia untuk datang? " ucap Kiara dengan mencoba tersenyum .


Varell hanya diam saja.Tak ada reaksi tak ada tanggapan dia hanya memandang Kiara tatapan Varell yang tajam dan juga dingin membuat Kiara salah tingkah dan bingung harus apa.


"Wawancara mengenai apa?"tanya Varell.


"Hah.. apa kau tertarik melakukan wawancara? "ucap Kiara sedikit senang.


Kiara pun berjalan mendekat ke arah Varell.


"Kantor ku menjadi lebih terkenal karena berita tentang Angel. Jadi aku ingin mengambil kesempatan ini untuk mewawancarai beberapa orang yang berpengaruh. Tapi tidak apa-apa jika kau tidak bersedia. " ucap Kiara lembut.


Varell diam sejenak tampak Varell sedang memikirkan sesuatu.


"Apa imbalannya jika aku mau melakukan wawancara itu?"


"Hah? Varell kau sudah memiliki segalanya, apa lagi yang kau inginkan?Dan perusahaan kami....... " ucap Kiara terhenti saat mendengar jawaban Varell.


"Aku mengiginkanmu. "


***bersambung***


Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..

__ADS_1


thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..


__ADS_2