
Varell tampak menitikkan air matanya yang sudah dia tahan selama dia bercerita tentang masa lalunya.Kenangan indah dan juga kenangan buruk yang Varell tak ingin ingat lagi kini kembali di biarkan terbuka.Kiara memeluk Varell dan mengusap punggung Varell dengan lembut. Yang membuat kenyamanan tersendiri untuk Varell.Meski
matahari sudah panas dan terik namun karena pepohonan yang rindang di area pemakaman membuat terasa sejuk dan damai.
“Apa kau sudah tenang.”ucap Kiara.
“Iya ..terimakasih..”ucap Varell
Kiara pun tersenyum dan memegang tangan Varell dengan lembut.
“Apa mau diteruskan lagi ceritanya?”
“Harus..aku ingin kita berbagi apa pun termasuk kenangan ku ini.... Dan sebenarnya Kak Adit
adalah Adik laki-laki kandung Ayah ku.. dia paman termuda ku ...”
"Apa!!"teriak Kiara kaget.
“Sssstttt..kenapa harus teriak kalo kaget..” ucap Varell.
“Ohh maaf..aku ralat kembali..Apa...” ucap Kiara pelan dan lirih.
Varell bengong melihat tingkah Kiara dan tanpa sadar tawa Varell pecah yang membuat Kiara harus menutup mulut Varell dengan tangannya.
“Apa ada yang lucu?” tanya Kiara bingung.
Varell pun melepaskan tangan Kiara.
“Apa kau tidak sadar Kiara tingkahmu itu sungguh lucu... hahaahhaa” ucap Varell sambil tertawa.
Kiara pun bingung harus bereaksi bagaimana karena tingkahnya itu adalah hal yang biasa dilakukannya.
“Varell..”panggil Kiara.
“Hemm...” jawab Varell yang kemudian berhenti tertawa dan menoleh ke arah Kiara.
“Jika dia pamanmu dan Adik ayah..Kenapa kak Adit harus dikirim kembali ke kotanya.”
“Itu karena.. Saat itu ayah sangat berambisi dengan kekayaan dan perusahaannya Ayah dibutakan ketamakan dan rakus akan kekayaan.”
“Tapi tidak seharusnya dia sepeti itu pada adiknya sendiri..”
“Itu pula yang Ibu ku fikirkan. Namun ayah saat itu sungguh keras kepala.”ucap Varell.
“Dan Varell kenapa kau terus memangilnya kakak jika dia adalah Om mu..”
“Itu karena kak Adit belum mengetahui tentang identitasnya.Dan aku tidak ingin memberitahunya sekarang, Aku yakin kecelakaan ibuku dan kematian pamanmu juga ada kaitanya.”
“Apa maksudnyaa..”ucap Kiara kaget.
“kematian ibuku adalah awal dari bencana itu dan kematian pamanmu adalah akhirnya.”
“Aku..aku..aku sungguh tidak mengerti Varell bisakah kau jelaskan?”
“Ibu ku kecelakaan karena ada pihak yang menginginkan kematian ku..”
“Apa!!”teriak Kiara.
“Tenanglah Kiara..” Varell pun melanjutkan ceritanya.
“Ada orang lain yang menginginkan kematianku dan juga ibu ku karena aku adalah sang pewaris dan ibu ku adalah nyonya besar.Banyak orang yang menginginkan posisi itu seperti tante Dina.”
“Jadi maksudmu tante Dina adalah dalangnya?”
“Iya tentu saja dia dalangnya namun dia bukan sebagai dalang dia hanyalah wayang yang digerakan oleh dalang...”
“Lalu siapa sebenarnya dalangnya?”
“Kakekku...”
“Apa!!” teriak Kiara.
Varell menatap Kiara dan langsung mendekati Kiara dan mengecup bibir Kiara. Sontak membuat Kiara kaget dan mundur selangkah yang membuatnya hampir terjatuh karena batu di belakangnya. Namun sebelum jatuh Varell sudah lebih dulu memegang pinggang Kiara dan membawanya dalam pelukan.
__ADS_1
“Varell sekarang kita sedang ada di pemakaman apa lagi di depan makam ibu mu..”
“Kenapa??Aku justru senang bisa memamerkan kemesraanku pada Ibu.Aku yakin ibu pun disana sedang tersenyum bahagia.” Ucap Varell.
“haha benarkah?Maafkan anak lelaki mu ini ibu.”ucap Kiara yang kemudian melepasakan pelukannya.
“Lebih baik kita ngobrol di tempat lain sambil makan siang Kiara.” Ucap Varell.
“Waahh sepertinya itu ide yang sangat bagus.” Ucap Kiara girang yang kemudian berjalan
mendahului Varell setelah pamit pada Ibu Varell.
“Ibu..doakan anakmu ini sukses sehingga anakmu ini bisa membawa cucu untuk kami perkenalkan tahun depan padamu.” Ucap Varell sebelum meninggalkan makam ibunya.
Varell pun berjalan bergegas dan menghampiri Kiara.
Di sepanjang jalan Varell hanya fokus pada tempat dimana mereka akan makan. Sedang Kiara
masih sangat penasaran dengan lanjutan cerita Varell. Berkali-kali Kiara menoleh ke arah Varell namun Varell tetap diam tak berkata apa pun.
“Sampai..”ucap Varell.
Kiara melihat sekitar dimana Varell menghentikan mobilnya.
“Kenapa tidak turun?” ucap Varell.
“Kenapa kau mengajakku ke pasar tradisional Varell?Jika kau ingin belanja bukankah lebih baik ke supermarket?”
“Kiara, di pasar tradisional kau akan menemukan bahan-bahan makanan yang kualitasnya jauh di atas kualitas supermarket.Dan aku mengajakmu kemari bukan untuk belanja tapi makan.?
“Makanan apa yang ada di pasar?”
“Bakso..hahaha aku ibu dan kak Adit dulu sering makan bakso disini.. disini adalah tempat kenangan indahku bersama ibu.” Ucap Varell sambil tersenyum bangga.
Kiara ragu-ragu untuk turun dari mobil dan alhasil Varell pun menarik lengan Kiara .
“Bakso disini sangat enak. Aku tahu kau pasti suka.” Ucap Varell.
Kiara pun turun dan tetap menggandeng tangan Varell seakan takut jika dirinya akan hilang di tengah keramaian pasar.
“Bakso pak Marijoo.”ucap Kiara yang membaca papan kios tersebut.
“Bakso 2 es teh 2 .” ucap Varell.
Varell pun mengajak Kiara duduk di tempat yang dirasa Varell nyaman.Tak lama bakso pun
datang. Dan saat Kiara mencium aroma bakso dirasanya air liur seakan-akan keluar dari bibirnya. Kiara langsung memakan bakso itu dan dengan lahapnya Kiara makan hingga tanpa sadar mengacuhkan Varell disebelahnya.Varell hanya diam memandang istrinya yang makan sangat lahap.
“Boleh pesan lagi Varell.” Ucap Kiara.
Varell pun memesan 1 mangkok lagi untuk Kiara.
“Waahh ini benar-benar enak.” Akhirnya kiara berucap.
“Iya memang sangat enak bahkan kau sampai habis 3 mangkuk.” Ucap Varell.
“heheehee..” Kiara hanya tertawa canggug.
“Jadi sekarang aku akan melanjutkan ceritaku tadi.”
“Iya..”
“Kakekku ini bukanlah kakek kandung ku dia adalah adik dari kakekku .Dia merasa perusahaan seharusnya tidak dipegang oleh ayahku melainkan garis keturunan Adik kakek.Namun pemilik sah perusahaan adalah kakekku dan kakekku memberikan semuanya pada ayahku itu yang diketahui oleh adik kakek. Sehingga dia ingin memutus garis
keturunan ayahku.Dia tidak tahu sebenarnya tidak semua saham perusahaan milik ayah ku. Kakek sudah membagi sahamnya menjadi dua . ayahku hanya memegang 35% dan kak Adit memegang 35% dan aku hanya memegang 15%. Dan kakek memegang 15% karena itu dia ingin menyingkirkanku.”
“Apa Adik kakekmu tidak tahu kak Adit adalah anak kandung kakek juga dan saham sama dengan Ayah.”
“Tidak ada yang tahu karena data milik kak Adit anonim.Kak Adit adalah anak dari istri siri kakek.setelah nenek meninggal kakek menikah lagi namun secara siri. Dan awalnya ayah tidak tahu namun semuanya terbongkar saat dokumen / surat wasiat kakekku diberikan pada ayah dan itulah hari dimana kak Adit di usir oleh ayah.”
“Dan hari dimana ibu dan kau kecelakaan karena ingin menjemput kembali kak Adit.” Ucap Kiara.
“Iya..”jawab Varell.
__ADS_1
“Tapi kenapa kini kak Adit bisa menjadi sekretarismu?” tanya Kiara.
“Karena aku
memintanya pada ayah setelah kecelakaan itu.Yang aku fikirkan hanya bagaimana
caranya kak Adit bisa bersama ku lagi. Karena itu adalah pengharapan ibu yang
terakhir.”ucap Varell.
“Dan ayah setuju?”
“Awalnya
tidak tapi aku tidak pernah mau melakukan perawatan karena itu ayah terpaksa
mengabulkannya. Namun dengan satu syarat dari ayah yaitu aku harus merahasiakan
tentang ini semua dari kak Adit. Aku pun menyetujuinya karena dengan disisi kak
Adit aku pun merasa nyaman.”
“Lalu paman?”
“Adik kakek
tahu tentang surat wasiat kakek karena itu dia ingin mengambil surat itu karena
paman mu adalah pengacara keluarga ku. adik kakek pun awalnya menjatuhkan
pamanmu agar dia bisa memeras pamanmu. Tapi paman mu adalah orang yang sangat
setia dan jujur dia mempertaruhkan nyawanya demi melindungi rahasia keluargaku.”
“Jadi paman tidak bunuh diri?”
“Iya.. Aku yakin dalangnya adalah Adik kakekku.”
“Kenapa kau tidak melaporkannya pada polisi.jika kau bersaksi tentang semua itu pasti kehidupan tante dan kak Nabila tidak akan sesulit sekarang.”
“Karena tidak ada bukti yang legal. Aku hanya mempunyai bukti ilegal . Jika aku menyerahkannya maka aku pasti akan dituntut dan akan menjadi tersangka dan kebenaran tentang kak Adit pun terungkap. Aku minta maaf pada mu Kiara. “
“Lalu darimana kau mendapatkan informasi itu.”
“Aku meminta tolong pada temanku dia yang mencari tahu semuanya.”
“Dan apa kau tahu tentang kecelakaan kak Nabila?”tanya Kiara.
“Aku belum tahu. Aku baru memintanya untuk mencari tahu. Karena aku pun baru mendapat kabar kemarin.Aku akan mencari tahu lebih rinci tentang kecelakaan Nabila kau tidak usah khawatir.” Ucap Varell.
Varell menatap Kiara yang tampak memikirkan sesuatu.Namun Varell dengan lembut memegang tangan Kiara.
“jangan khawatir kiara.” Ucap Varell menenangkan.
“Bukan itu Varell .. perutku terasa sakit!!”ucap Kiara lemah
Sontak Varell pun langsung mengendong kiara dan dengan cepat berlari.
‘Ada apa ini.. ya tuhann tolong selamatkan anakku dan istriku.’ Batin Varell sambil berlari menggendong Kiara.
***Bersambung***
Guys maaf ya
Author lama gak nulis karena lagi banyak kesibukan mohon di maklumi.. dan
disela-sela kesibukan Authorr sempetin tulis cerita lanjutan.
Jadiiiiiiiiiiiii........ jangan lupaaaaaa " LIKE " yaa.. jempol nya
dipencet ya guys.. and kasih komen dong buat masukan Authorr.. okee
thank you
__ADS_1
sudah mampir baca ...di tunggu chapter selanjutnya ya..