Kontrak Jiwa Putri Palsu Duke

Kontrak Jiwa Putri Palsu Duke
Chapter 17: Sebuah Kesepakatan


__ADS_3

"Tunggu, Anda...jangan bilang Anda adalah...pria yang waktu itu di perpustakaan...?"


Alianora bertanya dengan curiga. Rambut ungu gelap dan jubah yang sama, meskipun waktu itu dia hanya melihat orang ini sekilas, dan itu pun dalam keadaan pikirannya yang tidak fokus, dia yakin kalau orang didepannya kali ini jelas orang yang dia tabrak di perpustakaan waktu itu.


Archmage Othima dengan ekspresi terkejut yang dibuat-buat, "Oh, saya pikir Anda sudah tidak ingat akan kejadian itu, tapi ternyata Anda tidak melupakan saya."


Melihat pria didepannya tersenyum, Alianora hanya bisa merenung. Dia masih tidak menyangka kalau dia sudah pernah bertemu dengan tokoh penting seperti ini secara tidak sengaja. Kalau misalnya dia tahu identitas Archmage Othima terlebih dahulu, pasti waktu itu dia akan lebih berhati-hati lagi.


Sekarang karena kesalahan yang tidak disengaja ini, identitasnya sudah terbongkar. Alianora memang sudah memperhitungkan cara yang aman agar hal ini tidak menjadi hambatannya, tapi jika apa yang terjadi nanti tidak sesuai prediksinya, katakan saja, Archmage Othima menolak untuk menjadi sekutunya, maka itu akan membuat posisinya menjadi tidak aman, dan tentu saja dirinya akan sangat dirugikan.


Ah, dia berharap agar keberuntungannya kali ini tidak jelek-jelek amat.


"...Maafkan saya atas kelancangan saya waktu itu, Tuan Archmage. Saat itu ada masalah, dan saya harus buru-buru pulang."


Alianora berkata sambil agak membungkukan badannya sedikit, sesuai dengan etiket bangsawan yang benar.


"Haha, saya tahu, saya tahu, tidak perlu terlalu formal begitu, nona. Kita bicara santai saja. Oke? Lagipula, bangsawan kelas menengah seperti saya yang harusnya berbicara sopan kepada Anda, bukan begitu, nona 'Thalia'.


Alianora menatap pria itu sebentar sebelum mengangguk.


"Baiklah, saya langsung ke intinya saja. Jadi, tuan Archmage, yang tertulis dalam surat itu, apakah itu benar?"


"Hm, menjurus sekali. Apa Anda tidak penasaran mengapa saya bisa tahu siapa Anda terlebih dahulu?"


"Kau tahu siapa aku?"


"Hanya butuh sekali sentuhan saja, saya sudah bisa merasakannya."


Archmage Othima berdiri dari kursinya, lalu berjalan mendekati Alianora, tanpa berhenti berbicara. Ketika dia sudah berdiri tepat didepan Alianora, Archmage itu membungkuk dan membisikan sesuatu di telinga Alianora.


"Kalau tubuh ini memiliki lebih dari satu jiwa didalamnya."


Manik oerak biru Alianora melebar seketika, saking terkejutnya, bahwa seseorang bisa mengetahui sesuatu tentang jiwanya dengan akurat.


Dalam Kontrak Jiwa, saat dia menerima persembahan jiwa dari sang kontraktor, jiwa itu tidak langsung lebur menjadi energi dan menyatu dengan jiwanya. Jiwa-jiwa itu semuanya masih utuh, menempel pada jiwa Alianora, hanya saja jiwa itu telah kehilangan kesadarannya secara penuh. Jiwa itu baru akan melebur menjadi satu dengan jiwa Alianora, jika permintaan sang kontraktor sudah berhasil terpenuhi.


Jadi sekarang, meski Alianora sudah menerima jiwa Thalia, jiwa Thalia hitungannya masih belum menjadi bagian dari jiwanya, dan sama-sama menghuni tubuh Thalia.


Tapi, tidak banyak orang yang mengetahui ini. Biasanya hanya beberapa manusia dengan tingkat kepekaan terhadap mana yang tinggi yang bisa mendeteksinya, tapi orang-orang tersebut sangat jarang muncul. Dalam hidupnya, Alianora baru bertemu dengan orang-orang itu beberapa kali saja.


Dia tidak sampai berpikir bahwa seorang Archmage muda didepannya bisa memiliki kemampuan seperti itu.


"Bagaimana menurut Anda? Apakah saya benar?"


tanya Archmage itu dengan senyuman percaya dirinya, yang di balas dengan tatapan tajam Alianora.


"Jadi, kau, maksutku apa yang tuan Archmage inginkan dari saya? Tidak mungkin kalau Anda mengundang saya kemari hanya untuk membantu saya, iya kan?"


"Haha, saya sudah bilang, nona, tidak perlu terlalu formal, santai saja. Ya, aku memang memerlukan sesuatu darimu. Apakah, kamu bersedia memberikannya?"


Dia bertanya apakah Alianora bisa memberikan apapun?


Ha! Alianora bahkan bisa bersumpah atas nama dewinya, kalau dia pasti akan mengabulkan apa saja yang orang ini inginkan jika dia sudah menuntaskan misinya ini dan mendapat kekuatan dewinya kembali.


"Aku bisa memberimu apa saja, asalkan kau juga bisa memberi yang sama kepadaku."

__ADS_1


Yang terpenting sekarang bagi Alianora adalah, agar dia bisa secepatnya memulihkan apapun yang salah dengan tubuhnya, dan untuk melakukan itu, Alianora butuh bantuan orang ini.


Mendengar perkataan serius Alianora, Archmage Othima terkejut dan terdiam untuk beberapa saat, sebelum dia akhirnya tertawa. Dia tertawa terbahak-bahak, sampai mata emasnya sedikit mengeluarkan air mata. Alianora melihat pria 20-an tahun itu dengan tatapan tidak percaya.


Orang ini kenapa? Apa dia sudah gila?


Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya tawa pria itu mereda. Dengan menggosok air mata yang ada disudut matanya, Archmage Othima kembali menatap Alianora yang membalasanya dengan mengangkat sebelah alis.


"Haahh...maaf, maaf. Saya kelepasan tadi. Habisnya, saya masih tidak terbiasa melihat seorang anak kecil yang berbicara begitu seperti Anda tadi. Jadi, sampai dimana kita tadi? Oh ya, soal apa yang ku minta tadi, itu bukan hal yang serius, Anda tidak perlu khawatir."


Alianora hanya mendengus melihat pria didepannya itu, wajahnya sama sekali tidak mengerti dengan selera humor orang didepannya itu.


"Baiklah, jadi? Apa yang kau inginkan?"


Tanya Alianora dengan tidak sabar.


"Itu simpel."


Seketika, Archmage Othima meraih kedua tangan Alianora dengan bersemangat, yang membuat tubuh Alianora agak tertarik ke depan. Manik emas Archmage Othima menatap lurus ke manik biru muda milik Alianora.


"Izinkan, saya untuk meneliti keadaan Anda!"


Alianora terdiam. Wajahnya menunjukan sebuah keterkejutan yang murni, dan tidak dibuat-buat.


Hah?


"Saya hanya ingin meneliti kasus Anda yang sangat langka ini. Entah sudah berapa kali saya membaca buku-buku kuno, dan juga melakukan eksperimen-eksperimen, saya baru pertama kali menjumpai keadaan yang seperti Anda alami sekarang. Itu benar-benar menakjubkan."


kata Archmage Othima dalam sekali tarikan nafas. Dia berbicara sangat cepat sampai Alianora butuh waktu untuk memahami setiap kata demi kata yang dia ucapkan.


"Iya, tapi aku belum tahu alasannya kenapa, prosesnya bagaimana, aku perlu tahu semua itu."


"...untuk apa?"


"Itu karena ini adalah sihir yang berharga! Sebuah ilmu pengetahuan yang jelas sayang untuk diabaikan! Apakah Anda tahu, apa rasanya ketika kita belajar sesuatu yang belum pernah kita ketahui sebelumya. Itu terasa sangat menyenangkan dan seru, bukan begitu?"


Alianora, "...."


Alianora kembali dibuat tidak bisa berkata-kata olehnya.


Dia hanya terus menanyakan dalam pikirannya, apakah pria didepannya ini baik-baik saja?


Archmage-archmage yang dia ketahui memang sedikit berbeda dari manusia biasa, itu karena pikiran mereka yang melampaui pikiran manusia pada umumnya. Namun tetap saja, yang seperti ini belum pernah dia lihat sebelumnya.


"Bagaimana, nona? Apakah Anda mengizinkannya? Saya berjanji apapun itu, saya akan membantu nona. Oh jika Anda juga ingin hal ini dirahasiakan, maka saya akan tutup mulut, saya berjanji atas nama Pemimpin Akademi Aethergarde."


Archmage Othima menatap Alianora dengan mata yang berbinar-binar dan agak memelas.


Hal ini membuat Alianora berpikir apakah, orang yang tadi dia berbicara dengan tenang di awal dengannya, adalah orang yang berbeda dengan pria yang sedang menatapnya sekarang?


"Haaa, baiklah, sudah cukup. Kalau hanya itu saja yang kau inginkan, aku bisa memberitahumu semua yang ingin kau ketahui. Aku bisa mendeskripsikannya secara rinci kepadamu."


Wajah Archmage Othima langsung berseri, "Benarkah?"


"Ya tentu saja, asalkan kau mau membantuku."

__ADS_1


"Tentu saja, nona. Apapun itu, katakan saja."


Alianora kembali menatapnya dengan serius, "Aku hanya ingin kau nerada di pihakku, membantuku mencapai tujuanku. Jangan khawatir, apapun tujuanku, aku sama sekali tidak punya niatan untuk membahayakan negeri ini, jadi kau cukup berada disisiku saja, dan jangan mengkhianatiku, sampai akhir nanti. Apa kau bersedia?"


Archmage Othima terlihat berpikir sejenak, raut wajahnya jadi serius kembali, dan sekilas memang terlihat seperti Archmage pada umumnya, sebelum ekspresi bodohnya kembali lagi.


"Oke, serahkan saja padaku, nona. Aku pasti akan melakukan sebisaku untuk membantumu."


"Oke, berarti kita sepakat. Kalau begitu, mari kita buat kontrak resminya, untuk sekedar jaminan."


"Tentu saja, nona."


Kemudian, Archmage Othima membacakan sebuah mantra kontrak, yakni Kontrak Darah.


Meski namanya Kontrak Darah, namun jenis mantra ini bukanlah mantra terlarang. Mantra ini malah termasuk mantra yang legal dan sering digunakan oleh para bangsawan yang ingin melakukan suatu perjanjian secara resmi, dikarenakan sifatnya yang mengikat dan tidak bisa dimanipulasi.


Ritual Kontrak Darah juga simpel, hanya membutuhkan darah dari kedua belah pihak saja. Para bangsawan yang akan melakukan kontrak, akan menusuk jari mereka masing-masing, lalu menempelkan luka mereka, sampai mantra selesai dibacakan. Bila sudah selesai, dua buah simbol 'segitiga dalam lingkaran' akan muncul di telapak telangan mereka untuk sesaat sebelum menghilang. Dengan ini, Kontrak Darah sudah resmi diaktifkan.


Setelah ritual selesai, Alianora membuka kedua matanya untuk melihat raut muka Archmage Othima yang memandanginya dengan geli.


Apa orang ini bahkan seorang Archmage?


"Ada apa?"


"Tidak apa, nona. Saya hanya merasa sedikit lucu, bahwa Anda sama sekali tidak menyembunyikan tingkah laku Anda yang lebih dewasa dari umur Anda. Saya tidak tahu Anda sebenarnya umur berapa tapi, saya sarankan agar Anda harusnya berprilaku seperti Anak seusia anda saja."


Alianora melambaikan tanganya, "aku sudah tahu itu, aku hanya bertingkah seperti ini di hadapan orang-orang yang kupercaya, dan kau bahkan sudah-"


Mata Alianora terbelalak akan sebuah kesadaran yanh masuk ke otaknya.


Eh.


"Hei, bukannya kau sudah tahu siapa aku?"


Archmage Othima memiringkan kepalanya dengan ekspresi yang sama bingungnya seperti Alianora.


"Hm? Saya hanya tahu bahwa Anda adalah orang asing yang entah bagaimana masuk ke dalam tubuh Nona Thalia dari Sheridan. Kalau untuk identitas Anda yang asli, saya belum punya cukup kekuatan untuk mengetahuinya, haha."


"Hah? Lalu apa yang kau maksut dalam suratmu? Bahwa kau tahu apa yang kucari?"


Sontak tubuh Archmage Othima menjadi kaku, senyumnya menegang, dan dia berusaha untuk tidak menatap hal lain selain manik Alianora.


"Er...i-itu...aku bisa jelaskan-"


"Kau menipuku?"


"T-tidak! Ah, maksutku...iya, Tapi! Aku, ssaya punya alasan jelas, jadi dengarkan saya dulu, ya."


kata Archmage Othima yang sudah agak memohon pada Alianora.


Alianora menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, mencoba menelan kembali rasa jengkelnya.


"Baiklah, katakan."


"J-jadi begini, saya bertemu dengan nona saat Anda menabrak saya di perpustakaan kan? Waktu itu, saya langsung sadar akan keadaan Anda, dan saya ingin sekali bertemu dengan Anda, tapi saya tidak punya hal serius yang bisa saya jadikan alasan. Lalu saya teringat bahwa Anda berada diperpustakaan sampai malam, karena itu saya berasumsi kalau Anda sedang mencari sesuatu. Jadinya saya berpura-pura mengaku bahwa saya tahu apa yang Anda cari itu, berharap bahwa asumsi saya benar, dan disinilah Anda Sek-Arghh!"

__ADS_1


Dan Alianora yang sudah tidak tahan lagi, langsung menginjak kaki Archmage Othima dengan sekuat tenaga.


__ADS_2