Kosan 4-13

Kosan 4-13
KOTAK KAYU VERNON


__ADS_3

Vernon juga merasa dirinya aneh, kenapa dia jadi seperti itu. Setelah selesai membersihkan Vernon dan Delia jadi salah tingkah. Vernon ke ruang TV dan pura-pura nonton TV. Delia dengan bahagia melanjutkan pekerjaan nya membersihkan rumah Vernon.


Saat Delia selesai membersihkan rumah Vernon, Delia pamit pada Vernon untuk pulang.


" aku akan mengantarmu Del !" Kata Vernon gugup.


" ngak usah pak, rumah ku deket kok !" kata Delia.


" kamu mau ke perpustakan kota kan !" ujar Vernon karena Delia membawa tas ransel.


" kok bapak tau !" kata Delia.


" jangan pangil pak donk, aku belum tua tau !" kata Vernon sambil terkekeh.


Akhirnya mereka pergi ke perpustakaan kota bersama Vernon pura-pura meminjam buku di sana. Setelah selesai di perpus Vernon mengajak Delia makan. Mereka semakin akrab.


Hari-hari Vernon yang biasanya di penuhi dengan rencana membun** kini menjadi di penuhi rencana-rencana membahagiakan Delia.


1 tahun Delia dan Vernon saling dekat, orang tua Vernon tak keberatan dengan hubungan mereka malah sangat mendukung karena dengan adanya Delia, Vernon tak lagi berfikir membun** orang.


Keluarga Delia di berikan rumah , ayah Vernon bahkan sudah mengangap Delia adalah putrinya sendiri. Hinga sebuah kejadian mengerikan itu terjadi.


Delia sedang membersihkan kamar Vernon dan menata barang-barang Vernon yang berantakan. Vernon sedang di kantor ayahnya untuk bekerja.


Delia ingin menganti seprai tempat tidur Vernon tapi cincin pemberian Vernon malah terlepas dan jatuh di antara kasur dan dipan ranjang. Karena terjatuh ke dalam sekali akhirnya Delia memutuskan mengangkat kasur itu dulu.


Delia melihat dipan Tempat tidur Vernon yang di desain aneh karena di pingir atas dipan di desain untuk menyimpan kotak kayu sepanjang 70 cm dan lenar 10 cm, sementara cincin Delia tersempit di antara kotak itu dan dipan.


Delia tak penasaran mungkin itu adalah barang-barang berharga, tapi Vernon punya berangkas kenapa tak di taruh di sana. Dengan hati-hati Delia mengangkat kotak itu yang di kunci tapi Delia dengan cepat mengenali kunci kotak itu adalah bandul kalung yang selalu di pakai Vernon.


Alhirnya Delia memutuskan mengenbalikan kotak itu ke tempatnya lagi.


Delia baru saja menyelesaikan ujian nasional dan inggin masuk universitas Vernon mencarikan Universitas untuk Delia dan kosan.


Kosan 4-13 yang di pilih Vernon , Delia sudah membawa semua yang di butuhkannya untuk kuliah dan menata semua di ruangan kamar no 10 itu.


" sayang di sini masih sepi apa ngak baiknya aku pulang aja dulu ya !" ujar Delia pada Vernon yang duduk di sofa kamar itu.

__ADS_1


" ya ayo kalau mau pulang !" kata Vernon.


Kosan itu belum banyak yang menempati karena memang masih baru.


Vernon mengantar Delia ke rumah Delia dan Vernon balik ke apartemannya. Setelah sampai Vernon menelvon Delia sampai tertidur.


Paginya Delia ke apartemen Vernon, Vernon masih tidur. Delia berusaha membangunkan Vernon menyuruh Vernon cepat bagun untuk kerja.


" sayang kita nikah yuk !" kata Vernon mebuat Delia mematung.


" aku masih ingin kuliah sayang!" jawab Delia lembut.


" ya ngak papa kamu kuliah aja, tapi kita nikah aku ngak sangup hidup tanpa kamu !" ujar Vernon yang kini mendekap tubuh Delia di pingir ranjang.


" iya deh, iya !" jawab Delia yang bahagia. Mereka berciuman dengan sangat bernafsu sampai akhirnya Delia kaget saat tangan Vernon memyusup ke dalam celana jins nya.


Delia melepas bibirnya dari bibir Vernon dan berkata.


" nakal banger sih kamu yank, udah sana mandi berangkat kerja. Dan kamu bilang ke ayah, kamu mau nikahin aku.!" Delia memandangi Vernon dengan penuh cinta.


" baiklah !" dengan berat hati Vernon melepaskan kekasih nya itu dan pergi mandi.


Vernon berangkat kerja dengan di penuhi rasa bahagia, dan saat mau masuk gedung kantor Vernon bertemu dengan ayahnya.


" yah, aku dan Delia mau nikah !" kata Vernon tanpa peduli ada banyak kariawan yang ingin masuk kantor mendengar.


" kamu yakin !" tanya ayah Vernon.


" iya yah !" jawab Vernon mantap.


" jangan sakiti gadis itu, mengerti !" nasehat ayahnya.


" aku sudah bicara pada Delia dan dia juga bahagia kok yah waktu aku bilang mau nikahin dia !" jelas Vernon.


" jangan kambuh lagi, jika Delia tau kamu ngak normal Delia bisa pergi dari kamu !" bisik ayahnya di telinga Vernon.


Delia sedang bersih-bersih ruang bawah dan mau melanjutkan ke ruang atas rumah Vernon, tapi dia kebelet pipis dan dia pipis di kamar mandi di kamar Vernon. Saat Delia mau mencuci tangannya di wastafel, Delia melihat kalung yang selalu Vernon pakai tergeletak di atas wastafel. Fikiran Delia langsung ke kotak di bawah kasur itu.

__ADS_1


Delia dengan takut menyentuh kalung itu, lalu di angkatnya. Delia melihat kalung itu dengan teliti, dia taruh lagi di wastafel.


Vernon bekerja dengan serius dia adalah wakil presdir jadi kerjaan nya sangat banyak. Sampai dia merasa kegerahan dan melongarkan dasinya.


" dimana kalungku !" desahnya, Vernon teringat dia melepas kalung itu di wastafel apartemen nya karena lehernya gatal waktu mau mandi.


" anjirrrr gua tingal di rumah !" katanya. Vernon bangkit dari kursinya dan menyaut kunci mobilnya. Vernon berlari sekuat tenaga ke parkiran dan melajukan mobilnya dengan cepat, untung lalu lintas tak terlalu ramai. jam di mobil menunjukan Jam 14 : 08.


Dengan kegelisahan yang menyelimuti dirinya Vernon menyetir mobil seperti orang gila. "Delia bisa saja menemukan kuncinya tapi dia tak akan menemukan kotaknya.!" ucap Vernon gelisah.


Sesampainya di apartemen Vernon membuka pintu apartemennya dan terlihat sunyi. Dia langsung menuju kamar dan betapa kagetnya dia kotak kayu itu berada di atas kasurnya dan juga kaling kuncinya.


Vernon menghampiri kotak itu dan melihat kertas yang di letakkan di bawah kalung kunci.


AKU ADA DI KOSAN, JIKA ADA YANG INGIN KAU JELASKAN PADAKU KEMARILAH.


DELIA.


Vernon membuka kotak itu, Kotak yang dulu selalu di bukanya ketika dia merasa kesal. Kotak yang dulu membuatnya bahagia, kotak yang membuatnya tidur nyenyak, kotak yang sudah 1 tahun tak di buka oleh Vernon. Kotak yang dia lupakan setelah dia bertemu Delia.


isi kotak itu adalah sovenir dari korbanya berupa foto terakhir dan jari kelingking kiri dari semua korbannya di tata rapi di kotak itu.


" apa Delia akan meningalkan ku !" gumam Vernon dan langsung pergi lagi menuju kosan.


Dengan sangat emosi Vernon mengetuk kamar no 10, Andi baru saja turun dari lantai 4, melihat tingkah Vernon dia hanya melihat sebentar dan kembali turun.


Delia membuka pintu kamarnya , Vernon memandangi Delia dengan wajah penuh emosi.


" kau akan meningalkan aku ?" tanya Vernon kesal.


Delia ada di daun pintu yang di tutupnya.


" katakan !" teriak Vernon.


Delia hanya bisa menangis, kekasihnya adalah seorang pembunuh berantai yang juga telah membunuh teman baiknya di sekolah.


" iya , maaf mas. aku tak akan bisa melihatmu seperti sebelumnya korban mu yang ke delapan adalah sahabat karip ku !" jelas Delia sambil tetisak.

__ADS_1


" kita akan bersama selamanya.!" kata Vernon wajahnya kembali tenang dan membelai wajah Delia, Delia yang biasa di belai Vernon pun tak curiga. Dan akhirnya Delia di cekik hinga mat* oleh Vernon di kamar no 10.


__ADS_2