Kosan 4-13

Kosan 4-13
ROBI DAN BELLA part 5


__ADS_3

Erla 25 tahun bekerja sebagai salah satu staf di klinik kencantikan, di temukan tergantung di kamarnya dengan banyak luka tusukan, Di duga Erla di bun** oleh pembun** berantai yang sering beraksi 4 tahun terakhir.


Korban pertama adalah Letnan D dan istrinya serta pemerko*** terhadap putri mereka berini sial B, 4 tahun silam,


Korban ke 2 adalah seorang dokter pisikologi berinisial Y yang menangani korban B karena pelecehan brutal yang di alami korban B.


dan korban ini adalah korban ke 4 dari pembun** berantai yang selalu menigalkan tanda di dada korbannya dengan sayatan berbentuk segitiga.


Bella membaca berita online dan dia mendapat telfon dari Omnya.


" Hallo Om !" sapa Bella.


" Bella di mana ?" tanya Om nya yang selalu begitu perhatian padanya sejak dulu.


" di kamar Om sama Megan !" kata Bella yang memang tidur satu kamar sama Megan kalau di rumah Megan.


" kamu udah makan ?" tanya OM Robi.


" Udah kok Om, Bella bisa keluar sebentar Om mau ngantar cake ke Bella dan Megan !" kata Omnya.


" ok Om !" Bella pun mengiyakan permintaan Omnya.


" ok Om ke situ ya, ini udah Om beliin cake nya !" kata Om, dan Bella menutup telfonnya. Sebenarnya Bella mau keluar dengan Megan tapi Megan tertidur karena kelelahan latihan balet.


Bella pun keluar sendiri, Bella melihat sebuah Sedan BMW yang tak pernah dia lihat sebelumnya di sebrang jalan. " mungkin tamunya orang depan rumah !" pikir Bella.


Tak lama Robi datang dan membawa kotak cake pada Bella.


" kamu nyaman tingal sama Megan, sayang !" kata Robi.


" iya Om, aku nyaman !" jawab Bella setelah menerima kotak cake dari Robi, tapi sebuah ke jangalan Robi memangilnya sayang, Bella merasa Robi juga pernah memangilnya sayang tapi di mana.


" Bella jangan pergi sendiri ya, Jangan bikin Om cemas !" kata Robi membelai wajah Bella, Bella mundur selangkah karena merasa aneh.


" kenapa Bell ?" tanya Robi curiga.


" Engak Om aku kan udah dewasa, jadi agak sensitif soal sentuhan dengan lelaki !" jelas Bella padahal dia tak memandang Omnya ini lelaki, tapi memandangnya sebagai Ayah dan saudara satu-satunya.


" apa kau memandang Om kamu ini sebagai lelaki ?" tanya Robi sambil tersenyum lebar.


" iya Om kan memang lelaki !" jawab Bella.

__ADS_1


Robi maju dan mencium kening Bella, Bella semakin kaget dan mendongak Robi malah mengecup bibir Bella sekilas. Membuat jantung Bella berhenti berdetak.


Apa ini, momen apa ini, kenapa aku seperti pernah di perlakukan seperti ini oleh Om Robi.


" Bell Om balik kerja lagi ya !" pamit Robi yang kembali ke mobil patrolinya dan pergi.


Bella hanya menganguk masih mendongak melihat wajah Omnya yang begitu ia sayangi.


Om nya pergi Bella kembali ke dalam rumah, masih berfikir tentang bayangan Omnya yang muncul tapi begitu menakutkan. Bella menaruh Cake di kulkas dan ke atas untuk tidur.


Bella tidur pulas tanpa bermimpi karena obat tidur pemberian dokter.


Hari-hari setelah itu Bella mulai mendapat bayangan tentang malam ke jadian, seperti sebuah pistol yang femiliar , serta pisau berlumuran dara* yang juga femiliar. Benda itu seperti bukan berasal dari luar.


Bella memutuskan pulang dan mencoba mencocokkan bayangan yang di dapat dengan kenyataan di rumahnya. Dia merasa berdiri di lorong lantai 2 rumahnya dan kepala Bella sakit luar biasa. Bella pun pingsan.


Saat Bella sadar dirinya di rumah sakit dan ada seorang perempuan yang tak di kenalnya duduk di samping ranjangnya.


" anda siapa ?" tanya Bella, wanita itu berjalan ke arah jendela dan membuat Bella bangun dari posisi berbaringnya menjadi duduk.


" tidak penting, aku ke sini karena aku merasa kita sama !" kata wanita itu memandang ke arah luar jendela kamar Bella.


" maksutmu !" tanya Bella bingung.


" Bella apa kau akan hidup bersama orang itu selamanya ?" tanya Wanita itu.


" tidak !" kata Bella sambil menahan tangis.


" ikutlah dengan ku !" kata wanita itu.


" kemana ?" kata Bella.


" yang pasti kau tak akan bertemu lagi dengan Robi !" kata Wanita itu.


" pikirkan baik-baik !" kata wanita itu memberikan no telfon dan keluar dari kamar rawat Bella.


Tak berselang lama Robi datang dan membawa sekeranjang buah-buahan serta berbagai macam cemilan.


" kamu udah sadar Bell ?" tanya Robi.


" udah Om !" Bella menyembunyikan kertas pemberian Wanita tadi dari Robi.

__ADS_1


" kamu kenapa pingsan !" kata Robi mendekati Bella setelah meletakkan barang bawaannya di meja dekat ranjang.


" mungkin aku kelelahan belajar untuk UN !" jawab Bella mengarang.


" kamu bekerja keras ya....boleh belajar tapi jangan sampai setres sayang !" nasehat Om Robi, yang sambil mengengam tangan Bella.


" om, apa jika aku ngat kejadian malam itu ibu dan ayah akan berhenti muncul di mimpiku ?" tanya Bella.


" apa yang kau bicarakan, kejadian seperti itu tak perlu di ingat. kau fokus saja belajar, dan raih cita-citamu !" ujar Robi tanpa perubahan raut muka yang menonjol.


" begitu ya om !" kata Bella sudah memutuskan.


" iya Sayang !" Kata Robi yang mengelus kedua pipi Bella dengan kedua tangannya.


" padahal jika om mau minta maaf dan mengaku, aku akan masih menganggap om keluargaku !" kata Bella dalam hati.


Setelah Om nya pergi Bella menelfon wanita tadi.


" aku akan ikut denganmu, kak Emely !" kata Bella.


Robi datang untuk menjemput Bella pulang tapi tak ada apapun di kamar Bella hanya ada secarik kertas.


OM AKU INGAT SEMUANYA


Tangan Robi bergetar, wajahnya memerah dan pandangannya begitu menyeramkan.


" berani sekali kau meningalkan aku !" guman Robi.


Robi mencari Bella dan mengiklankan kalau kehilangan Bella, tapi tak ada hasil apa pun.


Robi masih melakukan Pembun***an pada orang yang menghalangi jalannya, atau orang yang mencoba mejatuhkannya. Robi sekarang mendapatkan posisi tinggi di kepolisian karena kekotorannya melakukan korupsi ,suap dan pembun***an. Dia inggin lebih tinggi untuk mencari Bella.


Robi bahkan mencari ke setiap pelosok negri untuk mencari Bella sampai terdengar rumor bahwa ada seorang Jendral angkatan darat yang menciptakan tim sapu bersih yang angotanya semua Sychopath.


Tim itu di gunakan di garis depan medan perang dan memiliki semua keahlian untuk Membun***. Meski hanya terdiri dari sedikit orang kabarnya tim ini bisa menghentikan peperangan saudara yang sudah berlangsung lama di negri timur.


" Rob pernah dengar tim Alpa ?" tanya seorang presdir di sebuah ruangan bar yang tertutup.


" pernah !" jawab Robi sambil menengak minuman keras dari gelas kecil.


" kabarnya mereka akan di gunakan untuk membersihkan pemerintahan !" ujar presdir itu.

__ADS_1


" apa yang di takuti dari tim semacam itu, negara tak akan mengesahkan hal semacam itu dengan mudah !" kata Robi santai.


__ADS_2