
" apa yang kau lakukan semalam !" bentak ayah Vernon di dalam telfon.
" bersenang-senang !" jawab Vernon santai.
" kamu gila Vernon, ayah sudah susah payah menyewa dokter dari luar negri kamu malah ngak mau berubah !" bentak Ayah Vernon marah, Ayah Vernon sedang di sebuah kamar di hotelnya dengan beberapa anak buahnya sedang membersihkan kejahatan Vernon.
Vernon membunuh seorang PSK yang di sewa olehnya di kamar hotel milik ayahnya.
" mau sih yah, tapi wanita itu membuatku mengila, aku kelepasan...engak sengaja !" jawab Vernon selengekan.
" mau berapa kali kamu ngak sengaja membu*** orang ?" tanya ayah Vernon frustasi karena hanpir tiap sebulan sekali anak semata wayangnya itu pasti membunuh orang.
" maaf yah !" Kata Vernon tanpa menunjukan ekspresi menyesal sedikit pun.
Ayah Vernon menutup telfonnya, Vernon tersenyum mengingat kejadian semalam, bagaimana dia membunuh PSK itu.
flaseback
hp Vernon berdering, dia sedang di depan cermin menatap tubuhnya yang hanya di bungkus handuk di bagian bawah. Vernon mengambil hpnya dan mengagkat telfon.
" aku di depan pintu !" suara seorang wanita.
" sebentar aku keluar !" kata Vernon dengan tatapan jahatnya.
Vernon melangkah santai ke arah pintu kamar hotel nya dan membuka pintu, di depannya sudah ada gadis berpakaian seksi dengan rambut hitam panjang. Gadis itu masuk ke kamar Vernon dan duduk di sofa.
" apa bisa kita mulai !" tanya Vernon membuat gadis itu kaget.
" udah ngebet banget ya mas !" kata gadis itu meletakkan tas nya di meja.
" iya "
Gadis itu menghampiri Vernon yang duduk di sofa depan gadis itu. Gadis itu mencium Vernon, tapi Vernon tak bergeming dari posisi dan ekspresinya.
Gadis itu menciumi leher Vernon dengan buasnya. Vernon mengangkat tubuh gadis itu di atas kasur dan membelai rambut gadis itu tangannya menyusuri leher jenjeng gadis itu. Dan Vernon memcekik gadis itu sampai lemas tapi belum Mat*.
Vernon mengambil tali dan menali tubuh lemas gadis tadi dan menaruhnya di atas plastik yang dia bentak di lantai kamar
Gadis tadi sadar dari pingsan nya dan mendapati Vernon sudah menyiapakan beberapa benda tumpul berbagai ukuran untuk menyiksa gadis itu.
Vernon memukuli gadis yang di ikatnya tanpa ampun sambil tersenyum, seakan itu hal yang menyenangkan.
Back
Delia turun dari lantai atas dengan hati-hati takut Tuan Vernon tergangu. Delia turun untuk mengambil pembersih lantai yang tertingal.
Saat Delia sampai di ruang jemur baju, Vernon ada di pintu masuk ruang jemur baju memandang Delia.
__ADS_1
" kau masih sekolah ?" tanya Vernon.
" iya tuan !" jawab Delia menundukkan badannya tanda dia mau keluar tapi Vernon tak mau pergi dari pintu.
" Tuan saya mau lewat !" ujar Delia lirih, sambil sedikit mendongak melihat Vernon yang memandanginya. Delia tersipu memikirkan Vernon yang memandanginya, tanpa tau Vernon itu manusia seperti apa.
Vernon pun mengeser tubuhnya untuk Delia keluar dari sana. Delia pun keluar , dan cepat-cepat menuju ruangan atas lagi.
Vernon merasa ada sesuatu di dadanya, dia memegang dadanya.
" kenapa, jantungku berdetak cepat !" tanya Vernon bingung dengan tubuhnya. Karena tak pernah mengalami itu.
2 jam Ibu Mariam dan Delia membersihkan ruangan atas yang terdiri dari kamar Vernon yang luas, kamar mandi yang luas serta ruang GYM pribadi tapi alat-alatnya termasuk lengkap.
Ibu Mariam dan Delia pamit pada Vernon untuk pulang. Vernon mengiyakan dan mempersilahkan mereka pulang. Saat melihat pungung Delia berjalan keluar , jantung Vernon berdegup kencang lagi.
" apa aku sakit jantung !" ucap Vernon dan bergegas ke atas menuju kamar mandi dan mandi. Saat mandi Vernon mengingat bagaimana Delia menyebut Vernon ganteng engan suara bahagia, Vernon tanpa sadar tersenyum.
Vernon berganti pakaian dengan pakaian santai, dia berkaca dan melihat dirinya yang begitu sempurna. Tiba-tiba ada Delia sedang mengelap cermin di depannya , Vernon terperangah.
" apa itu tadi ?" tanya Vernon yang bingung kenapa sejak melihat gadis polos itu dia jadi memikirkannya terus.
" apa aku harus menemuinya di TKP !" kata Vernon sambil tersenyum, tapi hatinya merasa tidak.
" Aku tak pernah begini , bahkan tak berdebar saat mereka meregang nyawa di tangan ku . Ku rasa aku harus memeriksakan Jantungku !"
" dia berani menghantui ku bahkan sebelum aku membun**nya, !" gumam Vernon dengan santai dia turun dari tangga dan berpapasan dengan bayangan Delia.
Vernon berada di ruang dokter jantung.
" kau baik-baik saja !" kata dokter itu santai karena dokter itu teman sekelas Vernon waktu SMA.
" aneh sejak pagi dadaku berdegup kencang saat aku meningat sesuatu !" kata Vernon.
" apa itu wanita !" tanya dokter itu tersenyum nakal.
" iya !" jawab Vernon masih datar.
" kamu jatuh cinta !" kata dokter itu sambil tertawa.
" apa, jatuh cinta ?" tanya Vernon semakin bingung.
" kau kaku sekali.... !,saat jantungmu berdegup keras ada 2 hal adrenaline dan bahagia !" jelas dokter itu.
Vernon keluar dari ruangan dokter itu, dia terlihat berfikir sesuatu. Dia kembali ke apartemen dan meminta alamat Mariam.
Vernon sudah ada di depan gang masuk rumah Delia yang sempit.
__ADS_1
" apa yang ku lakukan !" katanya frustasi , dia masih duduk di dalam mobil.
Saat itu Vernon melihat Delia keluar dari gang sambil membawa tas ransel, tanpa henti Vernon memperhatikan Delia dari ujung kaki sampai ujung rambut.
Wajah Delia yang masih polos kulitnya kuning langsat, serta tubuhnya yang langsing. Membuat Vernon tak bisa melepas pandangan nya dari Delia, sampai ada angkot lewat membawa Delia.
" apa aku jatuh cinta sunguhan !" pikir Vernon yang langsung berputar mengejar angkot Delia.
Delia turun di perpustakaan kota. Vernon ikut masuk dan mengamati Delia yang sibuk mencari buku dan membaca.
" dia terlihat menarik, tapi rasanya lain. tidak seperti aku tertarik pada orang lain !" guman Vernon yang masih memperhatikan Delia.
Vernon hanya tertarik pada orang yang akan di bunuhnya, saat dia tertarik pada orang itu. Dengan segala cara Vernon akan membunuh orang itu.
Tapi rasa tertarik Vernon pada Delia tak seperti itu, bahkan Vernon takut untuk mendekati Delia yang sedang sendirian. Vernon hanya mengikuti Delia tanpa membahayakan Diri Delia.
Setelah sore Delia kembali lagi ke rumahnya dan Vernon dengan setia mengiring perjalanan Delia yang naik angkot.
Sesampai di rumah Vernon membaringkan tubuhnya di sofa dan terbayang wajah Delia yang tersenyum karena menemukan buku yang Delia cari. Tanpa sengaja Vernon tersenyum, saat dia sadar dia megacak-acak rambutnya.
" dia hanya gadis miskin , seharusnya mudah membuatnya menjadi milik ku !" gumam Vernon.
" kenapa aku tak bisa berfikir, kenapa aku tak bisa menjadikannya milik ku !" teriak Vernon frustasi.
Hari di mana waktu bersih-bersih ibu Mariam tiba. Vernon memang berencana seharian di rumah saja, siapa tau Delia ikut.
Vernon mendengar ada orang masuk ke apartemennya, dia pun mengendap-endap dari kamarnya. Vernon hanya melihat Delia sendirian tanpa ibunya.
Vernon bahkan memperhatikan Delia bersih-bersih dari lantai 2 tanpa sepengetahuan Delia. Ketika Delia selesai Vernon turun dan terlihat biasa saja.
Vernon menuju dapur dan melihat siluet Delia yang sedang menjemur sesuatu di ruang jemur baju.
Vernon hanya tertegun dan menjatuhkan gelas di tangannya.
" tuarrrtttt !"
Delia segera masuk dan melihat Vernon sedang bingung di dapur.
" ada apa tuan ?" tanya Delia .
" aku menjatuhkan gelas !" akui Vernon.
Delia berjalan ke arah Vernon.
" kamu di situ saja, kamu ngak pake sendal !" kata itu keluar dari mulut Vernon yang biasa menyiksa orang.
Delia pun bingung harus gimana, Vernon memunguti sendiri pecahan gelas di lantai, bahkan mengelap lantai karena basah dengan air minum.
__ADS_1