Kosan 4-13

Kosan 4-13
ROBI DAN BELLA part 4


__ADS_3

" emang kamu engak pernah ke psikiater Bell ?" tanya Megan.


" belum Meg Om Robi ngak pernah menyarankan itu ke aku !" ujar Bella yang merasa setiap dia cerita mimpi dan kegusarannya tentang kemat*an orang tuanya, Om Robi hanya menenagkan Bella dan mengucapkan bahwa itu hanya mimpi Bella saja.


" Mungkin Om Robi sibuk, kalau kamu mau ke psikiater sama aku aja, atau sama mama aku !" usul Megan, membuat Bella merasa agak bingung.


" nanti aku bicara sama Om ku dulu dech....kalau aku mau ke psikiater !" kata Bella.


" ok-ok !"


Mereka melanjutkan belajar, sementar Robi kembali ke kantor polisi karena masih ada pekerjaan yang dia selesaikan.


Robi masuk ke kantor polisi tempatnya berkerja dengan sangat biasa, Robi dengan mudahnya bisa berakting tanpa di curigai. Padahal baru saja dia melakukan pembun**an pada mantan pacarnya.


Robi mendapat jadwal patroli dengan kawannya di sekitar perumahan Sendang Biru yang saat itu masih sepi. Robi dan kawanya mengitari jalanan yang masih sangat sepi.


" eh Rop tau ngak, katanya di dalam perumahan itu ada rumah angkernya lho !" kata kawan Robi.


" Angker ?" tanya Robi.


" iya, rumah itu dulunya milik keluarga belanda, tapi mereka menghilang dalam 1 malam !" kata kawan Robi yang kebetulan memang tingal dekat daerah perumahan.


" ada-ada aja kamu !" Robi tertawa terkekeh melihat ekspresi serius temannya itu.


Mobil polisi Robi berjalan pelan, sekitar 15 menit mereka melihat sebuah mobil sedan BMW keluar dari hutan setelah perumahan.


" kok aneh ya Rob, itu jalan ke hutan kok ada mobil mewah keluar dari sana !" kata teman Robi.


" kita kejar saja dan bertanya !" kata Robi yang langsung memacu mobilnya mendahului mobil BMW itu, Robi menghentikan mobil polisinya dan turun dari mobil polisi untuk menghentikan Mobil BMW tadi.


Mobil itu berhenti dan Robi mengetuk jendela kemudi mobil BMW itu, kaca di turunkan. Seorang wanita berambut pirang kemerahan dan wajah ke barat-baratan dengan bola mata coklat cerah.


" Maaf mbak, bisa bahasa indonesia ?" tanya Robi sopan.


" bisa !" jawab wanita itu.


" tadi anda keluar dari hutan, ada kepentingan apa ya ?" Tanya Robi sopan.


" ohhhh saya numpang buang air kecil pak !" kata wanita itu.

__ADS_1


" begitu ya....apa boleh saya melihat kartu tanda penduduk anda !" Tanya Robi.


Wanita itu memberikan KTP nya dan betapa terkejutnya Robi saat melihat kolom perkerjaan wanita itu. Wanita itu adalah Perwira Angkatan Darat.


" Maaf ya buk, saya tidak bermaksut apa-apa, saya hanya menjalankan tugas saya bu !" kata Robi jadi sok baik.


" mas tadi menangani khasus kecelakaan ya ?" tanya wanita itu.


" tidak bu !" jawab Robi sambil geleng-geleng memang dia tak menangani khasus kecelakaan hari ini. Wanita itu mengeryitkan dahinya, tanda ada sesuatu yang di fikirkannya.


" ya sudah kalau begitu, ..... apa saya boleh pergi !" tanya Wanita itu.


" silahkan bu !" Robi mengembalikan KTP wanita itu tadi.


Di dalam Mobil Wanita itu menyeringai.


" bau darahnya belum lama, dia baru saja membun** seseorang dan berkerja lagi sebagai polisi yang baik ..... Sychopath !" gumam Wanita itu.


Robi kembali ke mobil.


" orangnya sih cantik namanya juga imut Emely tapi Perwira angkatan darat !" gumam Robi sambil memasuki mobilnya.


" angkatan darat bro, tak bisa kita sentuh !" jawab Robi dan temannya langsung tersenyum penuh arti.


Robi selalu tak punya waktu untuk bicara lama dengan Bella. Bella yang merasa Frustasi karena mimpi itu jadi semakin sering muncul di tidurnya. Memutuskan tingal sementara di rumah Megan.


Robi pun mengijinkan Bella tingal di rumah Megan karena Robi sendiri agak takut kalau Bella selalu sendiri di malam hari karena pembantu di rumah penggalan orang tua Bella itu selalu pulang di sore hari. Di rumah Megan pun Bella tak bisa tidur karena mimpi itu terulang setiap malam.


Pagi itu semua angota keluarga Megan sedang sarapan, Bella keluar dari kamarnya dengan seragam SMAnya.


" ya ampun Bella kamu ngak tidur lagi semalam !" kata ibu Megan marah.


" aku mimpi lagi tante !" kata Bella lemah, karena memang beberapa hari Bella tidak bisa tidur.


" ya udah nanti sepulang sekolah kita ke psikiater !" kata Ibu Megan.


" Tapi Bella belum minta uang ke Om Robi tante !" kata Bella.


" tante yang bayar , udah yang penting kamu sehat !" kata ibu Megan.

__ADS_1


Bella menjalani terapi penenagan karena psikiater itu tau Bella adalah korban pemerk**aan brutal dan saksi utama khasus pembun**an kedua orang tuanya.


" bu tanpa persetujuan walinya, ini ilegal !" kata Dokter yang berbincang pada Ibu Megan di dalam ruangan terpisah karena Bella sedang di periksa dokter lain.


" tapi aku kasihan dok ngelihat Bella murung dan ngak bisa tidur, tapi setelah terapi dia jadi lebih baik !" jelas Ibu Megan.


" Kami hanya membuat Bella menerima bahwa dia tak tau siapa pembu*** kedua orang tuanya. Otak Bella seperti menyegel ingatannya tentang kejadian malam itu. Karena dia belum siap, maka otaknya dengan otomatis menyegel semua ingatan itu !" Jelas dokter itu, membuat Ibu Megan kaget.


" maksut dokter !"


" ada banyak khasus seperti itu, saat seseorang mengalami trauma yang mendalam otak akan mengunci ingatan-ingatan tertentu agar tubuh tak merasa sakit yang belum bisa di terima !"


" Dokter kira-kira apa alasan Omnya Bella tak mengijinkan Bella untuk di hipnotis membuka ingatan !" tanya Ibu Megan.


" karena Om nya Bella tak mau Bella menderita karena ingatan itu, Intinya bu saya tidak bisa melakukan Terapi Hipnotis pada Bella tanpa persetujuan Wali sah nya !"


" iya bu dokter saya mengerti !"


Bella dan ibu Megan pun pulang dengan mengendarai mobil ibu Megan yang menyetir.


" gimana Bell, udah mendingan kan !" tanya ibu Megan.


" iya tante makasih ya !" Jawab Bella yang wajahnya tak pucat lagi.


" kamu harus minum obat secara teratur, tidur teratur. Kamu masih belum bilang ke Om kamu kalau kamu ikut terapi kan ?" tanya Ibu Megan.


" belum tante, aku takut kalau Om marah, saat aku singung-singung tentang psikiater Om selalu marah !" kata Bella.


" ngak usah bilang dulu, kalau di tanya bilang aja itu obat resep dari dokter umum !" perintah Ibu Megan yang merasa curiga pada Robi yang menurutnya menyembunyikan sesuatu.


Ibu Megan menyetel radio di mobil dan mencari chanel yang bagus.


" Telah di temukan Maya* seorang wanita di sebuah kosan dengan tubuh telan*** berlumuran dara* mengantung di dalam kamarnya. Di perkirakan korban sudah menigal 2 minggu yang lalu sehinga sudah sulit di kenali. Di duga korban adalah korban Pembun**an !" suara pembawa berita di radio.


" Kamu hati-hati Bell tingal sendirian kalau di rumah kamu !" kata Ibu Megan.


" iya tante !"


" kok ada ya orang yang tega membun** orang lain, ihhhhh ngeri banget tante !"

__ADS_1


Bella masih menginap di rumah Megan karena seminggu lagi ujian akhir SMA akan di mulai.


__ADS_2