
Setelah dari rumah sakit Anisa dan Tomy kembali lagi ke apartemen, Melisa duduk di sofa ruang tamu dengan berantakan.
" pulanglah nanti deltra mencari mu !" ujar Tomy.
" masss kamu itu manusia bukan ?,kau bahkan menghabiskan seluruh harta peningalaan orang tuaku dan membuat aku bersama keluargaku menjadi seperti ini . kau akan dapat balasan nya !" ujar Melisa, dia bangkit berjalan ke luar rumah Anisa dan berhenti di dekat Anisa yang ada di dekat pintu keluar.
" nasipmu tak akan jauh beda dari ku Anisa !" kata Melisa begitu menusuk hati Anisa.
Sejak saat itu Anisa meminta penjelasan pada Tomy, tapi Tomy selalu bilang bahwa Melisa itu mantan Istrinya yang gila. Anisa jadi curigaan pada Tomy dan lebih cerewet ke Tomy, Tomy mulai sering memukul Anisa jika Anisa cerewet.
Awalnya hanya di tampar, lama-lama seperti waktu Tomy meghajar Melisa. Tak ada yang bisa menolong Anisa karena Anisa hanya sebatang kara di dunia ini.
Suatu hari Anisa di suruh memakai pakaian seksi oleh Tomy dan di ajak ke diskotik. Itu adalah awal Anisa di jajakan oleh Tomy, malam itu Anisa harus melayani orang tua kaya. Dan yang mendapat bayarannya adalah Tomy karena itulah Anisa sulit untuk kabur dari Tomy.
Karena untuk menghemat biyaya Tomi mengundang beberapa orang yang gila Se* ke apartemen Anisa dan bermain di sana, dari situlah tetangga Anisa melaporkan Tomy. Lagi-lagi Melisa membantu Tomy karena Tomy mengancam jika Melisa tak membantunya Tomy akan menjual kedua anak gadis Melisa ke tempat pelacura*.
Tomy mulai meghubungi sana sini mencari Apartemen dan dia ingat di beri tahu Helen bahwa Helen menemukan kosan yang bagus untuk kerjaan nya.
" hallo!" sapa Tomy di telvon.
" kenapa bos nelfon aku, mau di sevis ?" jawab Helen lagsung menawarkan barang jajaannya.
" bukan begitu, kau tingal di mana ?" tanya Tomy.
" di perumahan Sendang Biru blok 4 no 13 !" jawab Helen yang di tulis Tomy di kertas.
Sorenya Tomy pergi ke kosan untuk melihat-lihat dan dia pun langsung cocok, dan menyewa 2 kamar sekaligus karena Tomy berfikir jika Anisa melayani orang, terlalu sempit jika hanya menyewa 1 kamar karena kadang Anisa harus melayani 4 orang sekaligus.
__ADS_1
Besok paginya Tomy datang membawa barang-barang yang akan mengisi kamarnya dan kamar Anisa. Sorenya Tomy menjemput Anisa dari kampus, karena hari itu Anisa kuliah. Dimana Lia melihat mereka naik ke lantai 4.
" Anisa kamu mau kamar yang mana ?" tanya Tomy sambil memeluk Anisa dari belakang di depan 2 kamar 11 dan 12.
" terserah lah mas aku nurut saja !" jawab Anisa sama sekali tak tertarik.
" nanti kau marah jika yang memilih aku !" suara Tomy meninggi.
" no 11 !" jawab Anisa sebelum, Tomy semakin marah dan memukul Anisa.
Anisa masuk ke kamar no 11 dan mulai menata barang sambil meneteskan air mata.
" sayang kamu jangan sedih lagi donk aku itu juga sedih kalo liat kamu sedih !" ujar Tomy dengan nada memelas, Anisa tak mengubris Tomy dia tetap sibuk menyusun barang-barangnya.
Tomy pun mendekati Anisa yang sedang membereskan meja belajarnya. Tomy menarik lengan kiri Anisa membuat tubuh kecil Anisa berdiri.
" kamu denger ngak aku ngomong ?" tanya Tomy marah. Anisa hanya diam saja, dia sudah pasrah mau di apain aja, kalau perlu biar Tomy membunuh dirinya dan di penjara seumur hidup Tomy.
" kamu itu dulu di jual sama keluarga kamu, sombong amat !" lanjut Tomy semakin tak terkontrol.
Tok Tok Tok
Ada Andi di depan pintu yang masih terbuka. Tomy menoleh dan langsung melunak melihat siapa yang datang.
" eh dek Andi ada perlu apa ya ?" tanya Tomy ramah pada Andi.
" ini pak kunci kamarnya !" kata Andi menyerahkan kunci pada Tomy tanpa ekspresi apapun.
__ADS_1
" makasih ya dek !" tambah Tomy.
Andi segera pergi dari tempat itu untuk turun.
" Orang gila lagi !" gumam Andi di tangga.
Tomy melihat- lihat kunci dan membawa semuanya.
" mas kunci ku !" kata Anisa.
" aku yang bayar kenapa kamu yang megang kunci ?" kata Tomy tak tau diri, padahal uang yang dia punya adalah uang hasil dia menjual Anisa.
Anisa hanya diam saja dia tau apa pun yang dia lakukan akan salah, kenapa mbak Melisa melindungi lelaki hina ini.
" kau bisa memiliki kuncinya asal kau seperti dulu, bergairah dan penurut !" Kata Tomy di telinga Anisa. Tomy mulai menciumi telinga dan leher Anisa, sebenarnya hati Anisa sudah mati rasa tapi dia tetap mengeluarkan suara desahan dari mulutnya agar Tomy tak menyiksanaya saat berhubungan badan dengan nya.
Tangan Tomy yang kekar sudah melepas semua baju yang di kenakan Anisa, terlihat bekas biru-biru lebam di sekujur tubuh Anisa. Hasil tangan Tomy dan para pelangan yang suka main kasar terhadapa Anisa.
Dengan sangat rakus Tomy menciumi senti demi senti tubuh Anisa, dan Anisa dengan terpaksa melakukan hal yang sama pada Tomy, karena jika tidak Tomy bisa membuatnya cacat dan itu akan lebih mengerikan dari pada kematian.
Mereka melakukannya dengan berbagai macam posisi sampai Tomy merasa puas. Saat Tomy suka pelayanan Anisa, Anisa akan di beri apapun yang di minta, Anisa menginginkan kunci kamar itu agar dia bisa kabur.
Tomy terkapar karena kelelahan hampir 2 jam Tomy tanpa henti bermain dengan setiap jengkal tubuh Anisa. Sedang Anisa di kamar mandi sedang membersihkan diri dan mulai merasa jijik dengan dirinya sendiri dia bahkan mengosok tubuhnya dengan sabun berkali-kali sambil menahan tangis.
Saat Anisa keluar dari kamar mandi sudah ada 2 pria entah dari mana duduk di sofa, Anisa dengan berat menghampiri mereka karena Tomy memangilnya.
" bro aku tingal dulu ya, nikmati sepuas-puasnya !" kata Tomy pada 2 pria paruh baya di sofa itu. Anisa yang mendekati mereka segera di sambut dengan lembut,
__ADS_1
Sudah berkali-kali Anisa melayani tamu lebih dari satu jadi dia sudah terbiasa, padahal rasa capek masih menguasainya karena permainan panasnya dengan Tomy, Tapi dia harus membuat tamu itu memberinya uang tambahan agar dia bisa kabur.
Anisa yang masih basah oleh air mandi dan hanya memakai sehelai anduk menghampiri mereka dan duduk di tengah-tengah, tanpa aba-aba kedua pria itu langsung meraba apa yang mereka inginkan hinga membuat Anisa meracau karena rasa yang di timbulkan oleh jemari ke dua om-om itu. Apapun yang om-om itu suruh di lakukan oleh Anisa bahkan hal- hal yang menjijikkan. Anisa hanya pura-pura menikmati segala yang dia kerjakan karena jika samapai Anisa tak memuaskan pelangannya dia tak akan di kasih makan atau pun minum. Meski sedang di hukum Anisa juga masih akan di paksa melayani orang-orang yang di undang Tomy.