
2 tamu itu keluar dengan senyum ke puasan di wajah mereka, Tomy keluar dari kamarnya dan mereka berbincang.
" bener-bener barang bagus tom !" kata pria no 1 dengan muka mesumnya.
" apa bro aku bilang, dia sangat manis kan !" ujar tomy merasa bahwa Anisa sudah mulai menurut lagi padanya.
" Kami akan kembali lain kali !" ujar lelaki satunya dan mereka pun turun di antar Tomy ke luar dari Kosan.
Di kamarnya Anisa yang telan**** bulat sedang membersihkan kotoran Pria yang berhamburan di sofa, Anisa tak mau Tomy marah padanya.
Dulu dia pernah tak membersihkan tempatnya setelah selesai melayani 3 orang sekaligus, waktu itu Anisa masih tingal di apartemennya. Anisa tak membersihkannya agar Tomy melihat apa yang di lakukan tamu Tomy pada Anisa bukanlah hal yang manusiawai.
Tomy marah besar karena hal itu malah memicu kecemburuan Tomy, dan malah memukuli Anisa yang Tomy bilang membandingkannya dengan pria lain.
Saat ini di otak Anisa hanyalah bisa kabur dari Tomy, meski Anisa tak punya tujuan tapi paling tidak Anisa harus pergi. Anisa mugkin bisa menata hidupnya lagi jika Anisa pergi dari Tomy.
Dengan sisa-sisa tenaganya Anisa membersihkan kamarnya dan mandi lagi karena tubuhnya penuh dengan keringat serta cairan-cairan bekas sengama dengan 2 pria paruh baya tadi.
Saat selesai mandi Tomy sudah di kamarnya membawa makanan untuk Anisa.
" harusnya kamu kayak gitu yank dari dulu, kau tau saat aku memukulmu aku juga merasa sakit !"
" bulshitttt" teriak Anisa di dalam hatinya. Tapi yang keluar dari wajah Anisa adalah senyuman.
Anisa merangkul Tomy dengan manja meski di hatinya sekarang dia mengutuki lelaki bejat di depannya.
" mas beliin aku makan apa ?" tanya Anisa manja, Anisa terpaksa melakukan itu untuk membuat Tomy nyaman sehinga tak terlalu khawatir Anisa akan mingat dari Tomy.
" kesukaan mu !" dengan senyum lebar pada Anisa. Dia duduk di sofa dan membuka bungkusan nya, isinya adalah martabak telor kesukaan Anisa.
" makasih ya mas, hanya mas yang tau kemauan aku !" puji Anisa agar Tomy semakin senang.
Tomy dengan perhatian menyuapi Anisa. Sebenarnya Tomy adalah orang yang hangat dan lembut tapi jika dia tak punya uang jiwa iblisnya keluar. Tomy bukan tipe orang yang pekerja keras makanya itu dia hanya memanfaatkan kegantengannya untuk menarik wanita-wanita kesepian yang punya banyak harta seperti mbak Melisa.
__ADS_1
Anisa berusaha mempertahankan sikapnya agar Tomy memberinya ruang gerak yang cukup untuk dia kabur, Anisa juga selalu bisa merayu pelangannya untuk memberinya uang Tip untuknya kabur nanti.
Sampai pada hari H pembunuhan.
Pagi itu Tomy mendapat telfon dari Melisa.
" pulanglah yah Deltra sakit !" pinta Melisa di telfon.
" kau tak membohongiku lagi kan !" bentak Tomy. Melisa sering membohongi Tomy agar dia pulang dengan alasan anak laki-laki Tomy yaitu Deltra sedang sakit.
" beneran yah ini Deltra sakit !" kata suara anak laki-laki kecil di telfon.
" nanti sore ayah pulang ya ,Deltra pergi ke rumah sakit dulu sama bunda !" bujuk Tomy pada anaknya.
Deltra pun hanya mengiyakan perintah ayahnya.
Tomy sudah di depan pintu kamar Anisa untuk mengantar Anisa berangkat ke kampus. Anisa keluar dari kamarnya, Anisa terlihat sudah bisa menguasai kunci kamarnya , karena Anisa mengunci pintu kamarnya dan di masukkanya ke dalam tasnya.
" mas kan ngak ngajar hari ini, kok udah rapi.....aduh gantengnya !" puji Anisa agar Tomy senang.
"Jam 4 mas !" jawab Anisa manja di pelukan lelaki iblis itu.
" mas jemput ya, setelah itu mas harus pulang Deltra sakit. kamu ngak usah trima tamu akan aku cancel nanti !" jelas Tomy yang seperti angin segar bagi Anisa.
Anisa sudah megumpulkan uang sekitar 15 juta dia menyimpannya di dalam sampul buku album fotonya dan neneknya. Anisa akan kabur malam ini, Anisa begitu ceria dan gugup akhirnya dia akan lepas dari Tomy.
Tomy menjemput Anisa, Anisa tak mau terlalu terlihat begitu bahagia , Anisa tau Tomy orang yang samgat sensitif.
" mas pulangnya kapan ?" tanya Anisa supaya Tomy mengira Anisa ngak mau di tingal lama olehnya.
" besok sore mas balik ke kamu sayang !" kata Tomy lembut.
" mas udah beliin kamu banyak makanan jadi kamu ngak perlu keluar-keluar !" jelas Tomy.
__ADS_1
" kunci pintu kamarmu, di bawah banyak buaya-buaya jahat mengintaimu sayang !" kata-kata Tomy itu sama sekali tak masuk ke pikiran Anisa yang sudah penuh dengan rencana kekaburannya.
Ternyata Tomy menyogok Andi untuk memeriksa Anisa agar memeriksa Anisa ketika dia mau berangkat kerja.
Andi melihat dari jendela Anisa menata pakaiannya di tas dan mengirim foto Anisa itu ke Tomy .Tomy yang masih di jalan segera berbalik arah menuju kosan itu lagi .Andi melihat Tomy masuk ke kosan dengan sangat emosi , tapi Andi tak perduli pada Tomy dan pergi bekerja.
" kamu mau kemana ?" teriak Tomy sambil membuka kamar Anisa yang tak di kunci, tubuh Anisa bergetar ketakutan tak akan ada lagi yang bisa menyelamatkan dia.
Anisa hanya diam tak menjawab, dia sudah begitu pasrah sekarang semua rencananya kabur dari Tomy selalu gagal. Tomy menganbil dompet Anisa dan di sana ada uang yang di kumpulkan Anisa selama ini.
" kau mau kabur, dariku ?" tanya Tomy ,
" pela*** kau Anisa !" nada bicara Tomy semakin tinggi.
Akhirnya dengan kejam Anisa di setubuhi Tomy tanpa ampun dan dipukuli. Anisa hanya bisa menitikan airmata putus asa.
Jam 9 malam semua penghuni sudah pulang semua kecuali Andi yang bekerja.
seseorang wanita dengan rambut pirang panjang mengenakan sepatu boots hitam , jaket hitam dan celana panjang hitam masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu depan dengan kunci otomatis yang sebenarnya ngak di fungsikan dari dulu.
Tomy sudah puas dengan aksinya dia berpakaian dan turun ke bawah mau merebus air untuk membuat kopi, karena di setiap kamar tak ada dapurnya.
Di sana dia melihat wanita yang masuk tadi ,dia tak peduli dengan wanita tadi dan lanjut membuat kopi Wanita itu mengeluarkan borgol dan tanpa di ketahui Tomy, wanita tadi memasang borgol di tanganya yang di kaitkan di pintu rak dapur.
Dengan santai Wanita itu menyiram Tomy dengan sebotol akua yang berisi begsin, seketika Api dari kompor yang di nyalakan Tomy menyambar tubuh Tomy.
wanita itu menyiram lagi begsin hinga api tak mau padam dari tubuh Tomy hinga tubuh Tomy tak bergerak lagi.
" dia sok kuat tapi cepat sekali mati !" desah wanita itu bosan.
Di kamarnya Anisa menagis sambil memasaang seprainya di atas kasurnya yang terdapat besi yang dulu untuk tempat kipas angin.
Seseorang melihat proses itu dari layar laptopnya dan berlari menaiki tangga menuju kamar Anisa, tapi pintu kamar Anisa terkunci. Orang itu adalah Hendra penghuni kamar no 5.
__ADS_1
Hendra memecah kaca kamar Anisa tapi ada terali yang menghalanginya masuk, Hendra bisa melihat tubuh tergantung Anisa masih bergerak-gerak, Tapi tak lama tubuh Anisa tak bergerak lagi. Hendra kaget dengan seseorang yang membuka pintu kamar Anisa.