Kosan 4-13

Kosan 4-13
MASA LALU ANDI


__ADS_3

Andi hanya mengingat kakak perempuanya tingal dengan Ayahnya di kota, sementara Andi tingal dengan ibunya di desa. Sewaktu masih SD Andi selalu di kucilkan teman-temannya karena Ayah Andi hanya pulang setahun sekali.


Pak Wono sibuk dengan semua harta penigalan Ayah Jovanka, Sering bolak-balik ke luar negri dan harus sesekali melihat Emely yang di latih oleh kapten Husein dengan keras.


Ibu Andi yang merasa kesepian pun bermain api dengan banyak pria hinga di usir dari kampung, Ayah Andi menceraikan Ibu Andi mereka di beri rumah di kota Jogjakarta dan selalu mengirim i uang pada Andi dan ibunya.


Ibu Andi menjadi semakin liar, hampir setiap hari Ibu Andi membawa pria yang berbeda untuk menginap dan melampiaskan nafsu mereka tanpa peduli dengan Andi yang mulai beranjak dewasa.


Andi mulai membenci perempuan, Andi mencoba mencari Ayahnya.


Dia di lobi sebuah Hotel, itu adalah alamat yang di berikan Ayahnya terakhir kali.


" apa Ayah dan kakak tingal di hotel !" tanya Andi dalam hati.


Andi pun berjalan dengan bingung memasuki hotel itu. Seorang pengawal di depan hotel bertanya pada Andi.


" Ada penting apa ya dek ke sini !" pengawal itu curiga seorang bocah kucel berkeliaran di lobi hotel bintang 5.


Andi memberikan kartu nama yang di berikan Ayahnya.


" saya mencari ayah saya pak !" pengawal itu melongo melihat kartu nama orang yang di bilang sebagai Ayah bocah kucel itu.


Pengawal itu masuk ke hotel dan menanyakan pada resepsionis untuk menghubungi wakil Direktur yaitu Pak Wono.


Setelah cukup lama akhirnya pak Wono bisa di hubungi dan berbicara sesuatu pada pengawal itu.


Pengawal itu membawa Andi ke kamar hotel yang biasa saja, dengan 1 tempat tidur. Tapi bagi Andi itu luar biasa karena di kampung dia hanya tidur di kasur yang sudah usang.


" pak di mana Ayah dan kakak saya ?" tanya Andi setelah mengitari kamar dan tak ada siapa pun disana.


Pengawal tadi menelfon pak Bowo dan di serah kan ke Andi.


" tunggu di situ ya nak, Ayah besok baru bisa menemui kamu !" kata Ayah Andi yang masih sibuk dengan miting dengan orang-orang bule. Tapi pak Wono menjauh saat menjawab telfon di pojok ruangan.

__ADS_1


" baik ayah !" kata Andi kegirangan.


Pengawal pergi dan Andi kecil rebahan di kasur dengan senangnya, tak lama ada orang mengetuk pintu dan masuk membawa banyak makanan dan cemilan.


" apa ini mbak ?" tanya Andi heran.


" ini untuk dek Andi, oh iya kalau dek Andi perlu sesuatu bisa pencet tombol ini ya nanti akan ada orang yang datang ke sini.


Pelayan wanita itu memberi Andi semacam alat pangilan darurat.


Andi hanya menganguk tanda dia mengerti. Andi melahap makanannya dengan sangat rakus, karena Andi jarang makan. Ibunya hanya tau berpesta dan bermain laki-laki saja.


Andi merebahkan tubuhnya di kasur karena kekenyangan dan menyalakan tv, dia tak mempunyai tv di rumahnya. Andi menganti-ganti cenel dan memilih menonton kartun sampai tertidur.


Dirumah Andi ibu Andi baru pulang dengan ke adaan mabuk dengan seorang pria yang lebih muda darinya.


Mereka masuk ke dalam rumah dan langsung berciuman di depan pintu, lelaki muda yang sangat bergairah itu bernama Anton.


Meski muda tampaknya Anton cukup lihai membuat Ibu Andi yang bernama Hani itu mengelinjar penuh kenikmatan.


" terus tonnnnnn akhhhhhhh !" desah Hani menahan kenikmatan surgawi yang di suguhkan oleh Anton.


Anton semakin lincah mengerakkan lidahnya di ujung kedua dada indah milik Hani.


" yang bawah juga sayang !" kata Hani di telinga Anton.


" tapi tante....!" kata Anton ragu, ini baru pertama kalinya dia melakukan itu dengan wanita.


" di kamar aja gimana tante, di sini kurang nyaman !" kata Anton.


Mereka berdua berjalan ke kamar Hani dengan sempoyongan. Hani melepas bajunya sendiri di hadapan Anton yang membatu.


" gila ini tante-tante !" pikir Anton, yang sudah di kuasai nafsu muda yang begitu mengelora.

__ADS_1


" kamu ngak mau membuka baju juga sayang !" tanya Hani yang sudah polos tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh paruh bayanya yang masih kencang.


" malu tante !" kata Anton polos.


Hani mengambil inisiatif, dia mendekat ke tubuh pria berusia 19 tahun itu dengan manjanya. Hani mengelus perut Anton yang datar dari balik bajunya.


Hani jongkok di depan tubuh Anton dan menyingkap kaus oblong yang di kenakan Anton. Hani menciumi pusar Anton, wajah Anton begitu terkuasai nafsu dan dengan cepat Anton membuka kausnya.


Hani menaikkan permainanya ke dada bidang cowok SMA itu dengan lincah.


" akkkkhhhhh !" desahan Anton yang tak kuat menahan kenikmatan tarian lidah Hani di tubuh bagian depan nya.


Tangan kiri Hani sudah mengelus-elus tongkat kebangaan Anton meski di atas celana Jins yang di kenakan Anton, tapi Anton bisa merasakan itu nikmat sekali.


Anton terus mengerakkan kepanya karena menahan agar dia tak terlalu bersuara, dia sedang bercumbu dengan janda yang di kenal paling liar di daerah ini. Dia tak mau beresiko jika ada yang tau dan memergoki mereka, Anton belum mau menikah, apa lagi dengan Hani yang berusia kepala tiga.


Hani sudah melepas kancing celana Anton dan menurunkannya sebatas lutut sehinga isinya mengacung tepat di depan wajah Hani yang berjongkok di depan Anton yang berdiri bersandar di meja rias Hani.


Hani tersenyum melihat kegagahan Anton di bagian bawah tubuhnya itu.


Anton terbelalak melihat apa yang di lakukan Hani pada bagian sensitifnya itu. Anton benar-benar tak habis pikir wanita ini benar-benar sangat liar. Anton hanya bisa pasrah dia seperti sedang di perko** oleh seorang wanita yang haus akan belaian.


Tubuh Anton mengejang dan dia mengerang tak bisa dia kendalikan lagi. Anton melihat wajah Hani yang belepotan dengan cairan kental miliknya, segera mengambil tisu dan mengelapnya.


" maaf ya tante !" kata Anton masih terengah karena Anton telah mencapai puncaknya.


" ngak papa Sayang enak kok !" kata Hani yang masih memainkan tongkat Anton yang setengah lemas dengan kedua tanganya.


Anton mendorong pelan tubuh Hani ke kasur dan membaringkannya. Anton bergantian melakukan hal yang sama yang di lakukan Hani padanya dan dengan cepat Hani bisa mencapai puncaknya.


" tante !" kata Anton saat melihat tubuh Hani mengejang dan menahan teriakan di mulutnya.


" lanjut sayang tangung !" jawab Hani. Memberi lampu hijau pada Anton.

__ADS_1


Tanpa aba-aba lagi Anton naik ke atas tubuh Hani dan menciumi leher Hani dengan lembut Anton mengarahkan tongkatnya ke sarang yang sudah sangat basah itu. Mereka benar-benar telah di kuasai nafsu yang membara.


__ADS_2