
Janeta tak menjawab ucapan Irawan, karena fikirannya masih tak bisa dia kendalikan. Belum sempat Janeta bangun dari guncangan kenikmatan hebat itu, Irawan sudah menambahkan kenikmatan di tubuh Janeta.
Janeta bukan lah gadis polos, dia beberapa kali pacaran dan kehilangan keprawanannya ketika kelas 2 SMA. Janeta sangat posesif terhadap lelaki yang dia cintai, karena itu pacarnya ngak lama pacaran dengan Janeta.
Sekali lagi tubuh Janeta terguncang, Irawan hanya tersenyum melihat wajah Janeta yang penuh dengan kepuasan dan melanjutkan aksinya sambil mencium bibir Janeta yang tebal dan berisi.
Janeta merasa Irawan adalah lelaki yang begitu perkasa, yang bisa membuatnya menyambangi surga beberapa kali hanya dalam waktu beberapa menit saja.
Janeta tak kuat lagi menahan semua gejolak di tubuhnya, teriakan, desahan , dia lontarkan. Serta cakaran hinga gigitan nya melayang begitu saja di tubuh kekar Irawan. Irawan hanya merasa senang bisa membuat wanita seperti kesetanan karena ke gagahannya.
Irawan terus melanjutkan dan semakin cepet memacu tubuhnya dia atas tubuh Janeta yang sudah basah karena keringat, padahal ruang kerjanya AC nya 2.
Teriakan Janeta mengema di seluruh ruangan kantor Irawan, dan di susul erangan Irawan. Mereka merasakan surga bersamaan, Irawan menciumi leher Janeta sampai merah-merah.
" sayang kamu hebat !" bisik Irawan di telinga Janeta.
Janeta hanya diam, karena baru pertama kali baginya di setubuhi sampai keadaannya berantakan sekali oleh suami orang.
Janeta bangun mau memunguti bajunya, tapi dengan sigap Irawan mengambil pakaian Janeta duluan dan menyuruh Janeta duduk.
Irawan mengambil tisu dan mengelap bekas cairan nafsunya di area sensitif Janeta. Janeta menahan desahan dari mulutnya agar tak luar. Irawan lanjut memakaikan celana dalam Janeta yang berwarna merah. Lalu memakaikan BH sambil meremas isinya dan membuat Janeta meremas tangan Irawan juga. Kemeja pun juga di pakaikan serta rok sepan se lutut Janeta.
Janeta merasa itu sangat berbeda, biasanya lelaki hanya mau melepas tapi tak mau memakikan. Tapi dengan senang bosnya itu memakikan bajunya bak memakaikan pada anaknya sendiri.
Janeta masih duduk melihat Irawan memaki bajunya. Irawan mempunyai tubuh tinggi yang atletis karena sering olahraga. Wajahnya juga tampan dan tegas, tapi mengayomi. Janeta merasa hatinya sudah di ikat oleh Irawan.
Irawan mengantar Janeta pulang dan memberi Janeta kartu kridit.
" untuk apa ini pak ?" tanya Janeta yang merasa aneh dengan bosnya.
" belilah pakaian yang cantik untuk pergi ke kantor !" kata Irawan.
" tapi pak !"
" cari pakaian yang pas dengan tubuhmu !" kata Irawan.
Irawan mencium kening Janeta sekilas.
__ADS_1
Di kamarnya Janeta benar-benar merasa capek, dia mandi dan langsung tidur.
Janeta adalah anak ke dua dari ke dua orang tuanya mereka tingal di tengah kota karena kedua orang tua Janeta mempunyai 2 butik kecil di daerah dia tingal dan di dekat pasar hanya 10 menit jika naik motor.
Kakak Janeta adalah dokter, tapi dia mengontrak di dekat rumah sakit dimana dia kerja. Ayah dan Ibu Janeta tak begitu peduli pada ke dua anaknya. Apa lagi pada Janeta karena tidak mau menuruti kedua orang tuanya untuk jadi dokter seperti kakaknya.
Janeta berangkat kerja dengan gaya pakaian seperti biasanya. Dia sebenarnya tau setertarik apapun dia pada bosnya itu sia-sia bosnya tak akan bisa dia miliki seutuhnya, hal itu membuat Janeta tak berharap banyak pada bosnya.
Hari itu berjalan secara normal, Janeta hanya perlu menolak nanti. Tapi menolak Irawan itu sangat tidak bisa dia lakukan.
Saat sampai di depan rumah Janeta melihat pria yang dia idamkan berdiri di gerbang rumahnya.
" pak Irawan kenapa kemari ?" tanya Janeta kaget.
" Karena rindu !" rayu Irawan. " bisa keluar sebentar ?" tanya Irawan.
" kemana pak ?" tanya Janeta balik.
" kita makan sesuatu !"
Akhirnya Janeta menyerah dan ikut Irawan, ini mungkin bisa jadi kesempatan Janeta menolak Irawan. Mereka makan di hotel mewah dengan hidangan yang mengunakan bahasa prancis yang tak di ketahui artinya oleh Janeta.
Selesai makan mereka langsung pulang, di mobil Irawan bercerita tentang masa mudanya yang bersekolah di universitas tempat Janeta berkuliah juga. Mereka ngobrol dengan asiknya karena suasana universitas saat mereka kuliah tak jauh beda.
Janeta baru sadar mobil melaju tak kerumahnya.
" bapak mau mampir ke suatu tempat ya ?" tanya Janeta.
" iya !" kata Irawan ,membuat Janeta tenang kembali.
Mereka masuk ke sebuah lahan kosong.
" Pak ini di mana ?" tanya Janeta.
Tanpa menjawab Irawan keluar dari mobil dan membuka pintu di samping Janeta, menarik Janeta dengan kasar. Irawan menutup pintu mobil dan menyandarkankan tubuh Janeta di pintu mobil yang telah di tutup.
Irawan dengan sangat buas menciumi bibir dan leher Janeta. Tangannya langsung menyusup ke dalam rok Janeta .
__ADS_1
" pak, ini keliru pak. aku mohon jangan pak !" kata Janeta lirih, menolak kenikamatan yang di suguhkan oleh Irawan.
Tanpa berkata apapun Irawan melanjutkan aksi tangan kanannya di dalam rok Janeta. Hinga Janeta berteriak panajang dan tubuhnya langsung bergetar.
Tubuh Janeta mau ambruk tapi cepat di bopong Irawan ke depan mobil sedan BMW nya. Irawan mendudukkan Janeta di kap depan mobilnya. Irawan mencium bibir Janeta lembut dan membuka kancing kemeja Janeta.
" pak, bagaiman jika istri bapak sampai tau ?" tanya Janeta langsung.
" dia tak akan tau sayang, !" kata Irawan yang sudah membuka seluruh kancing kemeja Janeta dan membenamkan wajahnya di dada Janeta.
Tanpa membuka 1 helai baju pun Mereka bermain di ladang kosong itu sampai lewat tengah malam.
Semenjak saat itu Janeta tak menolak Irawan, dia bisa melakukan keinginan Irawan di mana pun.
Janeta mulai berani merecoki istri Irawan setelah tau istri irawan mandul dan ke 2 anak itu adalah anak pungut. Apa lagi Irawan pernah melakukan hubungan badan dengan Janeta di rumah istrinya saat siang hari, saat itu Istri Irawan sedang pergi. Tapi istri Irawan melihat Janeta dan Irawan keluar dari kamar yang sama meski dalam waktu yang berbeda.
Istri Irawan bukan tak cemburu, tapi penyakitnya membuatnya tak bisa memuaskan Irawan lagi. Membuat istri Irawan tak bisa melarang hubungan itu.
Setelah 1 tahun berhubungan dengan Irawan Janeta hamil, Janeta meminta Irawan menceraikan istrinya dan menikahi Janeta.
Jawaban Irawan membuat Janeta kecewa, Irawan akan menikahi Janeta tapi tak akan menceraikan wanita yang dulu juga pernah membuatnya bahagia, membuat Irawan sampai di titik ini. Hinga bisa menghujani kemewahan untuk Janeta.
Sampai pada titik dimana kesabaran Janeta habis, Janeta pergi ke rumah Irawan saat Irawan tak ada dan Menemui istri Irawan.
" ada apa mbak Neta datang ke sini saat jam bekerja !" tanya Istri Irawan. Sekarang mereka ada di ruang tamu rumah Irawan yang begitu megah.
Di depan ruang masuk ruang tamu terlihat lemari sepatu yang di buat istri Irawan meletakan sepatu yang biasa di buat keluar sehari-hari. Di lemari itu berjajar sepatu-sepatu Irawan kerja dan sepatu anak-anak untuk sekolah dan flat shoes milik Istri Irawan.
" aku hamil anak mas Irawan !" kata Janeta. Istri Irawan mencoba menahan emosinya.
" lalu ?" tanya Istri Irawan lembut.
" ceraikan mas Irawan !"
Istri Irawan tersenyum " begitu ya, apa dia berkata padamu tak bisa menceraikan aku !" katanya, sambil meruncingkan matanya melihat Janeta mulai emosi.
" apa kau tau kau hanya benalu di hidupnya !" teriak Janeta membuat seluruh ruangan bergema.
__ADS_1
" kalau aku benalu kau apa ?" tanya Istri Irawan.
" Jika kau hamil kau harus banyak istirahat, bayimu tak boleh gugur jika kau inggin mas Irawan menceraikan aku !" kata istri Irawan, dia berdiri dari kursi dan melangkah pergi dari sana. Tapi Janeta menarik lengan istri Irawan dan mendorongnya ke lantai.