Kosan 4-13

Kosan 4-13
KELUARGA EMELY JOVANKA part 1


__ADS_3

BACK


Wanita itu merebut kamera dari tangan lelaki bertubuh tinggi nan gemuk itu.


" kau tau aku tak suka di foto ?" kata Emely. Emely menjatuhkan kamera DSLR Harun ke lantai dan menginjak kamera itu.


Emely mengacungkan pistolnya tepat di kepala Harun.


" kau tau aku wartawan, kau takakan bisa lari jika kau membun***ku !" bentak Harun pada Emely yang tertawa menyeringai.


" kenapa aku harus lari, aku benci terengah-engah !" kata Emely yang sudah siap menarik pelatuknya.


" kau menulis setiap orang yang menyuapmu kan, serahkan padaku buku itu !" kata Emely.


" kau bicara apa ?" kata Harun.


duarrrrrrrr


Sebuah peluru telah bersarang di kepala Harun, dia pun langsung tergeletak.


" banyak bicara !" gumam Emely dan masuk ke kamar Harun.


Emely meja kerja Harun dan mengesernya menjauhi tembok buku itu di simpan Harun di belakang meja kerjanya di laci rahasia.


Emely mendapat intruksi dari Hendra yang mengawasinya melalui kamar no 5 di komputer. Emely menendang meja itu sampai jebol karena malas mencari kunci laci itu. Dan di temukannya buku yang berisi berbagai bukti kejahatan yang di kumpulkan Harun, tapi tak di publikkasikan karena Harun hanya mengunakan bukti-bukti itu untuk ke untungannya sendiri.


Emely keluar dan melihat seorang gadis sedang terduduk lemas di samping maya* Harun. Dia Diandra seorang murit SMA yang suka membuli temannya, dan sering memaksa orang tuanya memberikan kemewahan padahal orang tuanya tidak mampu.


Tanpa aba-aba Emely langsung menembak Diandra. Emely lanjut turun ke lantai 5 dan menemui Hendra.


Hendra hanya diam dan keluar dengan sarung tangan dan membungkus kepalanya dengan kain seperti topeng, Hendra menjalankan tugasnya yaitu melepas semua CCTV yang di pasangnya di semua kamar dan ruangan di rumah itu.


Emely Duduk di kasur dan di bawah kakinya ada maya* penghuni asli kamar itu yaitu Vio, seorang progremer yang bekerja sebagai penipu dunia maya.


Hendra kembali dan mengintruksikan pada Emely untuk pergi.


" aku ada urusan pribadi kau duluan saja !" kata Emely. Hendra awalnya keberatan tapi dia tak akan bisa memaksa rekannya itu.


" baiklah, hati-hati !" kata Hendra.


Hendra membawa kopernya dan keluar dari rumah itu menuju hutan belakang rumah itu dan ada sebuah mobil BMW dan juga motor besar di sana, Hendra mengunakan Motor itu, dan sebelum dia naik dia memandangi rumah yang dimana semua penghuninya telah di habisi oleh Emely.


" 12 saudaranya dan ibunya meningal di bun*** Ayah nya, dan dia membun*** ayahnya setelah dia menyaksikan semua keluarganya di bantai oleh Ayahnya. Wanita seperti dia, yang menangung dendam dan ketakutan sepanjang hidupnya !" kata Hendra dalam hati.

__ADS_1


Emely keluar kamar no 5 dan dilihatnya bayangan dimana keluarganya dulu yang begitu bahagia.


" Emely bangun, kau harus les piano sore ini !" teriak kakak ke 2 nya di depan pintu no 2.


Emely berjalan pelan tanpa ekspresi menuju kamar no 2. Pintu masih terkuncu dan Emeli mengambil kuncu di kantongnya dan membuka kamar no 2 itu.


Seketiak suasana di kamar itu berubah jadi kamar Emely 20 tahun lalu di mana dia berbagi kamar dengan saudara kembarnya Anna yang mengalami kelainan mental.


FLASEBACK


Keluarga Jovanka adalah Keluarga yang berasal dari belanda, mereka masih menetap di indonesia bahkan sampai indonesia merdeka.


Ayak Emely memutuskan tetap tinggal di indonesia karena keluarga Jovanka masih memiliki tanah yang luas serta beberapa perusahaan di indonesia yang mereka bangun di masa kolonial.


Ayah Emeli adalah Karel Jovanka, dan ibunya adalah Maria Maksim dari Rusia. Mereka betemu di Inggris karena mereka kuliah di satu kampus yang sama, setelah selesai kuliah mereka menikah dan menetap di indonesai karena ayah Karel menyuruh Karel untuk melanjutkan tahta bisnis ayahnya di indonesai.


Karel dan Maria hidup bahagia dengan melahirkan 13 anak.



Hanson Jovanka


Daria Jovanka


Adrima Jovanka


Dehaan Jovanka


Sofia Jovanka


Pauel Jovanka


Willem Jovanka


Anna Jovanka


Emely Jovanka


Lars Jovanka


Berg Jovanka


Hanzie Jovanka

__ADS_1



Dari semua anak Karel dan Maria yang terlahir kembar adalah Anna an Emely saja.


Emely tumbuh menjadi anak yang sempurna pintar dan ceria tapi Anna mengalami kelainan berupa down sindrom, maka dari itu keluarga Jovanka menyembunyikan Anna dari publik karena malu.


Alasan itu lah membuat keluarga Jovanka membeli 1/2 bagian tanah di kompleks perumahan Sendang Biru.


Suatu hari Anna bertengkar dengan Emely karena memperebutka mainan Emely jatuh terbentur dinding dan Karel marah, Anna di pindahkan di gudang halaman belakang, akhirnya Wono yang mengasuh Anna waktu itu pak Wono masih bujangan.


Hari-hari keluarga Jovanka dengan banyak anak sangat sulit, banyak pembantu yang tidak tahan bekerja di situ. Di tambah bisnis Karel yang menurun membuat Karel setres.


Hari itu di adakan pesta kebun di halaman belakang rumah Jovanka dan di hadiri banyak orang penting, saat di tengah-tengah acara Anna muncul di kerumunan dan memeluk Karel sambil berkata Ayah dengan suara tak jelas.


Semua orang bergunjung tentang Karel dan Maria yang tega menyembunyikan anak mereka yang cacat, hal itu membuat nama Karel di dunia bisnis jadi sangat jelek.


Malam itu Emely terbangun dan mendengar suara tembakan membabi buta serta teriakan keluarganya, Emely tak berani keluar. Emely hanya meringkuk di bawah selimut sambil menutup telinganya.


Cekrek pintu kamar Emely di buka seseorang Emely hanya diam tanpa berkata, seseorang menarik selimut Emely dan itu Karel.


" Ayah !" kata Emely lirih.


Karel menngengam tangan Emely dan mengajaknya keluar di depan kamar Emely sudah ada adik-adik dan kakak serta ibunya yang tergeletak bersimbah dar**.


Kaki Emely di pegang ibunya.


" Emely !" kata ibunya lirih.


Sebelum Emely menjawab Karel menembak Marai di kepalanya. Emely tak mengeluarkan air mata setetespun.


Emely dan Karel keluar dari rumah menuju halaman Belakang untuk mengambil beberapa senjata. Di sana Emely melihat May** saudara kembar nya Anna yang tak keruan lagi bentuknya.


Emely yang awalnya tak berekspresi dia mulai merasakan hal yang menyakitkan di otaknya. Emely memandang Karel yang sedang menata koper di bagasi mobil. Emely melihat pistol Ayahnya tergeletak di meja dekat dimana dia berdiri.


Dengan cepat Emely mengambil pistol itu dan di arahkan ke Ayahnya.


Duarrrrrrr.


Emely tepat mengenai kepala Karel. Emely terduduk dan mendekati maya* saudara kembarnya dan memeluknya sampai dia tertidur.


BACK


Emely memindahkan para korbannya sesuai dengan posisi dimana keluarganya tergeletak setelah di bantai Ayahnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2