Kosan 4-13

Kosan 4-13
KEMATIAN JANETA DAN SUGI kamar no 2


__ADS_3

" aku membu*** bukan karena kesenangan seperti golongan mu neta, aku membu*** karena kalian pantas di bunu* !" kata wanita itu yang mengores pipi kanan Janeta.


Janeta mendorong wanita itu hinga tersungkur, Janeta mengambil fas bunga di atas meja riasnya dia naik ke atas tubuh wanita itu dan hendak memukul wanita itu tapi wanita itu berhasil menagkis dengan mengengam tangan Janeta yang mengegam fas itu.


Wanita itu menendang perut Janeta dengan sangat keras, hinga Janeta terduduk menahan sakit. Wanita tadi mengambil katananya yang dia sandarkan di lemari kaca Janeta.


" waktu bermain hari ini sangat singkat, kita akhiri ya !" kata Wanita mengayunkan Katananya ke arah Janeta tapi di tangkis dengan lengan Janeta yang sudah terluka di sayat wanita itu tadi.


" ternyata kau juga gigih mempertahankan hidup yang tak ada gunanya itu,!" ujar wanita itu, membuat Janeta meringis kesakitan.


" apa kau kesini karena di suruh Irawan ?" tanya Janeta di tengah rintihan sakitnya.


" bukan, aku datang ke sini karena ini rumah ku. Aku tidak suka rumah ku di injak-injak oleh orang tak tau diri macam kalian semua !" jelas wanita itu.


" kenapa ini bisa jadi rumahmu ?" tanya Janeta bingung setahu Janeta rumah ini milik Ayah Andi.


" karena keluargaku yang membangunnya !" kata wanita itu sambil mengayunkan katananya tepat di lehar Janeta. Tapi Janeta malah menghindar jadi yang tertebas adalah pungungnya.


" akkkkkkkk !" pekik Janeta.


" kelihatannya kau suka rasa sakit !" tanya Wanita itu yang tak ingin jawaban dari Janeta. Dengan membabi buta wanita itu mengayunkan katananya ke tubuh Janeta samapai tak bergerak lagi. Ruangan kamar Janeta sudah bak lautan dara* segar.


" Maaf aku terlalu ber semangat !" ujar wanita itu keluar dari kamar Janeta dengan noda cipratan dara* di sekujur tubuh wanita itu.


Dengan santai Wanita itu berlanjut ke kamar no 3 dimana penghuninya tertidur lelap, seorang pria paruh baya yang terlihat ramah dan mempunyai karakter yang bagus.


Wanita itu membuka kunci kamar Jalal dengan perlahan, tapi penghuni kamar no 2 keluar sambil telfonan mau menuju ke lantai bawah tanpa memperhatikan Wanita yang berdiri di pintu kamar Jalal kamar no 2.


" iya sayang, yang penting kamu segera trasfer duwitnya, aku lagi butuh banget !" kata Lelaki kamar no 2 yang bernama Sugi itu.


" iya mas Evan aku gajian kok hari ini, jadi besok bisa transfer !" kata seorang wanita di balik telfon, dia adalah wanita yang bekerja sebagi pembantu di Taiwan bernama Ema.


Kenapa Ema memangil Sugi dengan pangilan Evan, karena Sugi adalah lelaki penipu yang suka menipu wanita yang bekerja di luar negri. Dia biasa mengaku sebagai polisi atau PNS jadi wanita banyak yang tergiur.


Wanita itu menepuk pundak kanan Sugi, Sugi pun menoleh dan di sambut dengan tendangan di wajah Sugi. Hp Sugi terlempar ke lantai.

__ADS_1


" Anjin*, ngawur banget sih !" kata Sugi yang tersungkur dan mencoba meredakan rasa pusing karena tendangan wanita itu.


Tanpa aba-aba lagi batssss batssss. Kedua lengan Sugi jatuh ke lantai terpisah dari tubuhnya, tak lama tubuhnya ikut terjatuh ke lantai juga. Tubuh Sugi bergetar hebat karena kehabisan dara*.


Wanita itu hanya melihat dan menikmati proses Malaikat Maut mencabut nyawa Sugi. Wanita itu memungut Hp Sugi yang ternyata masih ada dalam mode pangilan dengan Ema tadi.


" kau tak perlu transfer uang, dia sudah mati !" kata wanita itu membuat Ema yang jauh di Taiwan mreinding ketakut. Wanita itu menutup telvon Sugi, dia meletakan Hp Sugi di dekat Jasat Sugi yang sudah kaku. Wanita itu membuka kancing celana Sugi dan memotong ******** Sugi dengan pisau.


" ini balasan karena membuat ku sakit mata !" kata wanita itu dan melempar ******** Sugi yang telah di potong ke arah tubuh Sugi.


Wanita itu menatap pintu kamar no 3 dengan tajam, dia berdiri dan mendekati kamar target awal yaitu Jalal.


HP Sugi sedang di periksa oleh Yosi.


" apa-apaan ini !" teriak Yosi yang langsung di dekati Leo karena meja kerja mereka bersebelahan.


" apa emang ?" tanya Leo, Yosi memberikan Hp Sugi pada Leo. Leo melihat gambar-gambar di galeri Sugi langsung bergidik.


" Laki-laki gila !" gumam Yosi.


" Dia mengancam akan menyebarkan foto-foto tak senonoh korbannya yang berhasil ditipunya, jika tak mengiriminya uang tiap bulan !" kata Leo kembali meletakkan, Hp Sugi lagi di meja Yosi.


" apaan loe kak Yosi bikin kaget aja !" ujar Rayhan yang mengelus dadanya.


" apa kau menemukan sesuatu " Tanya Morgan pada Yosi.


" aku berhasil membuka Hp Sugi, ini pak !" kata Yosi sopan pada Seniornya, Yosi pun menyerahkan Hp Sugi.


Morgan memeriksa Hp Sugi dengan sangat serius.


" Yosi bisa kau cari tau siapa saja korban lelaki ini ?" tanya Morgan.


" bisa pak !" Yosi pun kembali ke komputernya.


Mereka berlima sudah ada di meja besar di ruangan itu untuk membahas Sugi.

__ADS_1


"Dia pria berusia 33 tahun memiliki istri mernama Irah yang lebih tua 36 tahun dan 4 orang anak, Sugi tak punya pekerjaan tetap. Dia hanya mengandalkan pendapatan dari menipu wanita yang mayoritas adalah TKW !"Jelas Yosi.


" Yosi dan Leo kalian pergi ke keluarga Sugi, konfirmasi kematian Sugi dan lakukan Infestigasi ke isrtinya !" perintah mawar.


Yosi dengan setelan jas merah menyala di padukan sepatu olahraga senada tak lupa kacamata hitam membuat penampilannya seperti artis korea. Leo mempunyai tubuh tinggi bak model mengenakan setelan jas hitam menuju rumah Sugi.


Meski Sugi adalah orang yang tak punya pekerjaan tetapi dia termasuk paling kaya di kampungnya, karena rumahnya cukup mewah untuk ukuran di desa terpencil.


Yosi dan Leo mengetuk pintu rumah itu, keluarlah gadis gendut.


" siapa ya mas mbak ?" tanya gadis muda itu.


" ibumu ada dek ?" tanya Leo sopan, sementara Yosi melihat ke sana kemari. Siapa tau dia mendapatkan petunjuk.


" ada kok mas, bentar ya saya pangilkan dulu !" kata gadis itu lembali ke dalam rumah.


" yos mata loe udah kayak mata maling tau ngak, jelalatan mulu !" ujar Leo.


Yosi menurunkan kaca mata hitamnya dan memandang tajam Leo.


" bodoooo !" jawab Yosi yang bikin Leo mau mencekik Yosi tapi di urungkan karena Irah istri Sugi sudah di depan pintu.


" masuklah dulu ayuk.... kak !" kata Irah dengan logat sumatra yang medok, Yosi dan Leo pergi ke kampung halaman Sugi di sumatra selatan.


Setelah duduk di ruang tamu dan di suguhi kopi hitam Yosi dan Leo mulai bicara.


" Sebelumnya kami minta maaf ya buk, kami dari mabes polri ingin mengkorfirmasi bahwa suami anda pak Sugi adalah salah satu korban pembunu*** di perumahan sendang biru !" Jelas Leo.


" Astagfirulohhalladim ,kakak beduo ni polisi, lalu Somi ku mati di perantauan inalilahi wa inalilahi rojiun kak Sugi !" kata Irah sambil terisak.


" maaf buk bisa pake bahasa indonesia aja kami ngak faham bahasa palembang !" kata Yosi.


Ibu Irah pun menagis sejadi-jadinya bersama anak-anaknya.


" kamu telfon kantor terdekat aja Leo, urusan kayak gini tuh nguras emosi banget deh !" kata Yosi frustasi karena Irah tak bisa di tanyai langsung.

__ADS_1


" ok-ok !" jawab Leo.


Beberapa menit kemudian datang 2 polisi wanita untuk menenagkan keluarga Irah, Leo dan Yosi pamit undur diri.


__ADS_2