
Bella sangat terkejut melihat Om nya yang selama ini di lihatnya sebagai orang yang baik dan keren, tega melakukan hal sekeji itu. Bella masih berdiri di balik pintu kamar orang tuanya, dia menahan tangis dan isakan.
Bella melihat Robi bangun dari atas tubuh ayahnya yang terlentang di lantai, tubuh ayah Bella sudah penuh dengan dara* dan luka tusukan. Bella berusaha pergi dari sana tapi kakinya berat sekali untuk berjalan. Bella berusaha sekuat tenaga untuk kembali ke kamarnya tapi tubuhnya kaku karena rasa takutnya. Bella hanya bisa menitikkan airmata dan mencoba menahan tangis di dadanya yang mulai sesak.
kriekkkkkk....pintu kamar orang tua Bella terbuka, Bella hanya mampu berjalan 3 langkah dari pintu itu.
" sayang maafkan Om ya, papa sama mama kamu mau misahin kita. Aku terpaksa melakukan semua ini !" kata Robi santai dengan tatapan sedih ke arah pungung Bella.
Robi mendekati tubuh kaku Bella, Robi memeluk Bella dari belakang. Dengan jelas Bella melihat kedua tangan Robi penuh dengan dara* orang tuanya sedang memeluk erat pundaknya. Bella hanya bisa menagis tanpa suara, dia begitu takut untuk sekedar bersuara.
Robi tau Bella tak bisa bergerak karena ketakutan, Robi pun membopong tubuh mungil gadis 14 tahun itu ke kamar Bella.
Robi menidurkan tubuh Bella dengan hati-hati, " Sayang aku sangat mencintai kamu !" gumam Robi di telinga Bella yang membuat Bella semakin deras meneteskan air mata.
Robi menyibakkan Rambut Bella dengan tangan nya yang belum di cuci, sehinga dara* di tangan Robi mengenai wajah Bella yang cantik.
Robi mendekatkan wajahnya ke Wajah Bella untuk menciumnya dan Bella hanya bisa diam menahan semua rasa di dadanya. Ingin sekali dia mengumpat dan menyumpahi Om nya dengan kata-kata yang tak pernah dia pelajari, tapi Bella hanya berusaha diam Bella takut di bunuh juga. Ciuman Robi begitu buas dan liar, Robi benar-benar kesetanan melihat wajah gadis pujaannya yang masih polos.
Robi yang sudah di puncak nafs*nya tak mengingat lagi bahwa Bella adalah keponakannya yang masih di bawah umur. Dengan membabi-buta Robi menikmati setiap jengkal tubuh Bella yang masih sangat belia. Bella hanya bisa menahan tangis dan rasa sakit yang bertubi-tubi menyambar jiwa dan raganya.
Robi adalah anak dari adik papa Bella, saat usia Robi 8 tahun keluarga Robi yang terdiri dari adik Ayah Bella , istrinya serta ke dua anak mereka Robi dan adik perempuan Robi yang masih usia 8 bulan memgalami kecelakaan sepulang dari berlibur.
Di kecelakaan itu semua meningal kecuali Robi, Robi selamat dengan luka yang cukup parah. Ayah Bella memutuskan untuk membawa Robi dan merawat Robi karena Ayah dan Ibu Bella adalah pasangan yang sulit mendapatkan keturunan secara normal. Bella sendiri di dapat memalui proses bayi tabung yang rumit dan berkali-kali gagal.
2 tahun setelah merawat Robi Ibu Bella melahirkan Bella, Robi adalah kakak yang sangat penyayang dan sangat peduli dengan Bella. Robi merawat Bella bahkan lebih lihai dari pada Ibu Bella sendiri, Karena Robi pernah melihat Ibunya dulu merawat adiknya.
Ayah dan Ibu Bella sangat bahagia karena memiliki 2 anak yang begitu membangakan, Robi adalah siswa yang pintar dan tak banyak ulah. Sedangkan Bella adalah gadis kecil yang manja dan lucu. Semua terasa begitu sempurna untuk kedua orang tua Bella.
Sampai di hari terjadinya pembu***an yang di lakukan Robi pada kedua orang tua Bella.
__ADS_1
Robi baru saja pulang dari bermain basket dengan teman-temannya di lapangan tak jauh dari rumahnya, tubuhnya masih di penuhi peluh. Saat masuk dia melihat ke dua orang Bella duduk di ruang TV.
" Rob , Bella ke mana ?" tanya Ibu Bella.
" katanya tadi dia kerumah Megan dan akan pulang malam karena ada tugas dari sekolah !" Jawab Robi yang langsung naik ke lantai atas untuk mandi dan ganti baju. Robi merasa engan untuk berlama-lama ngobrol dengan kedua orang tua Bella yang hendak menjauhkan dia dari Bella.
Dari lantai dua kamar Robi yang berada di pas depan tangga, Robi mendengar Ayah Bella yang menelfon ke rumah Megan untuk memastikan Bella benar-benar di sana.
Ternyata siangnya Bella menelfon ke rumah untuk mengabari bahwa Bella di rumah Megan sampai malam, dan yang mengangkat adalah Robi.
kring....kring....kring...
telfon rumah di dekat Robi nonton TV berbunyi.
" hallo " kata Robi.
" iya, kamu belum pulang ini udah jam 2 lho !" kata Robi.
" aku ini di rumah Megan Om aku mungkin pulang agak malam !" kata Bella sembari melihat teman-temanya menyusun beberapa kertas untuk di jadikan mading.
" kalau udah selesai kabari Om ya nanti Om jemput !"
" ok Om !"
Bella menutup telfonnya dan kembali ke teman-temannya.
" udah Bell ?" tanya Megan.
" udah Om Robi yang ngangkat !" kata Bella ceria.
__ADS_1
" Om kamu udah balik ?" tanya Megan yang begitu mengidolakan Robi yang tampan dan keren.
" iya, tapi sering pergi dia mau tes masuk kepolisian !" jelas Bella.
" wahhhh tambah keren donk kalo Om Robi pake seragam polisi !" Kata Megan sambil berlagak sok imut.
" iya lah, makanya kita harus belajar terus....katanya pengen jadi dokter !" kata Bella penuh semangat, karena memang Om Robi adalah sumber semangat Bella dan Megan.
Bahkan Bella dan megan sering membuat surat bersama untuk di kirim ke Robi, saat Robi masih di akademi kepolisian.
Robi sebenarnya engan turun tapi dia merasa sangat lapar, akhirnya dia dengan terpaksa dia turun setelah mandi dan ganti baju. Robi menuju ke dapur dimana Ayah dan Ibu Bella baru makan bersama. Dengan malas Robi duduk di depan Mama Bella.
" Rob gimana tes kamu ?" tanya Ayah Bella yang udah 3 hari ngak ketemu Robi karena sibuk.
" bagus kok paman, hanya kurang 1 tes lagi aku lulus !" kata Robi.
" kapan itu !" tanya Mama Bella.
" Besok Bude !" kata Robi.
Bukan Ayah dan Ibu Bella tak mau di pangil orang tua sama Robi, tapi Robi yang tak mau mengakui mereka sebagai orang tua.
" Bude mau kirim Bella ke Singapura ya !" tanya Robi santai sambil melahap hidangan yang di buat bibi pembantu sebelum pulang.
Kedua orang tua Bella terbelalak kaget karena mereka pikir ngak usah bilang ke Robi, Mereka merencanakan akan mengirim Bella ke Singapura saat Robi sudah sibuk dengan kerjanya dia nanti di kepolisian.
" Bella kan pengen jadi dokter, pendidikan di Singapura lebih bagus kan !" ujar Ayah Bella dengan agak gelagepan.
" Iya paman, Bella juga pandai bahasa Inggris nya, pasti cepat menyesuaikan !" Jawab Robi sesantai mungkin, dia menyembunyikan senyum menyeringai yang menakutkan di sela-sela makannya.
__ADS_1