
Jendral Ibrahim Hartono telah di tangkap karena khasus korupsi yang di lakukannya. Berita muncul di setiap setasiun tv dan karena khasusu itu di ungkap ada banyak oknum pejabat yang juga ikut di selidiki.
Sebuah truk besar masuk ke dalam markas tim Alpa baru. Truk itu melaju perlahan menuju bangunan laboraturium.
Serelah truk itu berhenti, puluhan pasukan bersenjata mengelilingi truk itu. Saat pintu di buka semua senjata mengarah ke pintu belakang truk itu. Seorang lalaki muda keluar dengan darah di mana-mana.
Para pasukan langsung menghujani Lelaki muda itu dengan tembakan obat bius. Lelaki itu tergeleletak tak sadarkan diri.
Perlahan para pasukan bersenjata itu mendekat dan menyentuh tubuh lemas Lelaki muda itu. Saat di rasa dia sudah pingsan beberapa pasukan itu memnindahkan tubuh terbius itu ke dalam sebuah ruangan khusus yang tertutup.
Seorang ilmuwan lelaki mengunakan topeng di separuh wajahnya melihat lelaki muda itu sebelum ruangan di tutup dan di kunci dari luar.
" Kenapa hanya berhasil di tubuh gadis pembangkang itu !" kata Ilmuwan itu kesal. Dia menigalkan bangsal itu dan kembali ke laboratoriumnya.
Di dalam kontainer darah bercipratan ke mana-mana dan daging tercabik-cabik bertebaran di segala sudut di dalam kontainer itu.
Sebuah helikopter mendarat di markas tim Alpa baru dan turunlah seorang pria tua yang masih bugar dengan beberapa anteknya.
Pria tua itu berjalan ke arah kontainer yang di parkir tak jauh dari tempat dia turun dari helikopter.
pria itu hanya mengeluarkan ekspresi sangat kecewa dari wajahnya yang sudah banyak kerutan di sana-sini.
Lelaki itu melanjutkan langkahnya ke dalam Laboratorium.
" gagal lagi ?" tanya Lelaki tua itu datar.
" golongan darahnya sama, dan dia juga di lahirkan oleh ibu Rusia dan Ayah Belanda, tapi masih gagal !" kata Dokter itu membela diri.
" semua gagal ya,!" kata Lelaki tua itu sambil berfikir, entah apa yang di fikirkan.
Jari Lelaki yang di taruh di ruangan bangsal bergerak satu persatu dan matanya terbuka. Dia menghembuskan nafas berat dan panjang. Dia mengerakkan tubuh kurusnya dengan susah payah untuk bersandar di dinding.
" di mana ini!" desahnya.
" aku takut tempat gelap !" katanya Lirih.
__ADS_1
Tapi pandangannya menjadi seperti pandangan pada kucing, dia bisa melihat pada gelap, dan dia pun tersenyum senang.
Bella dan Emely sedang di ruang senjata di markas mereka.
" Senior apa anda yakin ?" kata Bella.
" kamu tidak yakin ?" tanya Emely balik.
" bukan begitu, kita tak tau seperti apa monster itu !" kata Bella.
" mereka bercakar dan mempunyai kekuatan 10 kali dari manusia bisa, cara membunuh mereka adalah menghentikan jantung mereka !" Jelas Emely.
" target kita bukan monster-monster itu tapi 2 orang ini !" Emely memberikan kertas berisi foto ilmuwan dan pria tua tadi yang merupakan tangan kanan pemimpin negara saat ini.
" sebisa mungkin jangan sampai monster itu di lepaskan !" kata Emely.
Setelah dari markas Emely pergi ke sebuah suwalayan di situ Emely berpapasan dengan seseorang dan memberinya Flasedisk tanpa terlihat oleh siapa pun.
Emely berjalan keluar dari swalayan menuju parkiran dan di mobil dia melihat flasedisk yang ada di kantongnya.
Sesampainya di rumah Emely mendapat telfon, wajahnya tak berubah ekspresi padahal yang menelfonnya adalah tangan kanan pemimpin.
" apa kau tak rindu padaku Emely ?" tanya lelaki tua itu, dia menelfon Emely dari Laboratorium Markas tim Alpa yang baru.
" tidak !" jawab Emely datar.
" kau masih arogan seperti dulu !" kata Lelaki tua itu menyandarkan tubuhnya di kursi depan meja dokter.
" apa yang kau inginkan ?" tanya Emely to the poin.
" kamu !" kata Lelaki itu.
" kau tau kan ?, tarifku mahal !" kata Emely.
" aku hanya meminta beberapa mili darahmu, jangan bersikap sombong !" kata Lelaki tua itu sambil tersenyum.
__ADS_1
" kenapa tak mengunakan darahmu saja, kau lebih sempurna dari aku !" kata Emely dia menutup telfonya begitu saja dan mematikan hpnya.
" berapa banyak yang mereka buat ?" tanya Emely dalam hati.
Serombongan pasukan bersenjata membawa daging sapi segar dan lempar ke dalam bangsal-bangsal yang beisi mahluk mengerikan dengan mata yang menyala.
Kita lanjut lagi ya gys novel berikutnya, ini malah jadi kayak cerpen ngak sih.
tapi ini original ideku sendiri.
awalnya aku pergi ke suatu tempat bangunan yang di jual gitu tapi kata warga sekitar bangunan itu berhantu.
Aku ngak takut sama hantu tapi ngak bisa nonton film horor atau baca novel horor gitu....aku aneh.
Aku tipe orang yang berani berjalan sendiri di kuburan pada malam hari, tapi ngak akan bisa tidur setelah nonton film horor.
kembali ke laptopπ
aku masuk ke dalam bangunan itu dan melihat isi nya persisi seperti rumah kosan itu gys, tapi kosong dan udah rapuh gitu.
sepanjang di situ aku merinding banget kayak bener-bener ada penunggunya gitu.
cerita tentang 13 anak yang 1 cacat itu real lho
tapi mereka pindah ngak ada yang tau alasannya. misterius banget deh.
Awalnya mau aku buat horor tapi nyaliku itu lhooooo tak kuat.
aku tau banyak yang ngak puas dengan endingnya yang ngambang kayak sesuatu di kali itu.
tapi aku janji mau lanjutin, entah kapan ya...
ππππ
baca ceritaku yang lain ya πππ
__ADS_1
My Sychopath Mafia