
Yosi di kamar mandi mencuci mukanya dengan wajah penuh amarah.
" kurang ajar banget, meski pangkat kita sama tapi aku lebih tua dari dia. Dia tak pernah sopan padaku !" kata Yosi yang melihat wajahnya masih basah di penuhi air karena dia belum mengelapnya mukanya.
Yosi dengan kesal kembali ke ruangan dan Leo ada di sana duduk di sofa sambil memaninkan game di hpnya.
" mau makan ngak ?" tanya Leo pandangannya tak teralih dari hpnya.
Tanpa menjawab Yosi mengambil tasnya dan berjalan pergi duluan. Leo pun mau tak mau mengikuti Yosi keluar.
" maaf, kau yang memganguku duluan !" kata Leo.
" kenapa kau menindihku !" tanya Yosi.
" itu refleks !" kata Leo sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
" kau tak punya maksut tertentu ?" tanya Yosi.
" seperti apa ?"
" kau seperti mau menciumku !"
" jika aku mau menciummu aku sudah melakukan sejak dulu !"
Yosi berbalik dan memandang Leo dengan tajam.
" jangan kurang ajar padaku, aku bukan cewek yang gampangan !" ancam Yosi.
" aku juga ngak ada niat seperti itu, kau wanita yang tak mungkin bisa hidup dengan ku !" kata Leo.
" kenapa !" kata Yosi mereka sudah sampai di parkiran dan menaiki mobil.
" sekali lihat orang bisa menilai kita berbeda bagaikan bumi dan langit, aku tak akan melakukan hal-hal yang berbau sia-sia !" jelas Leo.
Leo menyalakan mobil dan mengemudikannya keluar dari sana, saat mereka leluar mobil BMW Emely masuk ke gedung itu.
" kita mau makan apa ?" tanya Leo.
" kau yang pilih !" kata Yosi.
" kau yakin bisa makan di tempat yang ku pilih ?" tanya Leo.
" tentu saja, memang lestoran seburuk apa yang akan kau pilih !"
Yosi berdiri di depan mobil sambil menatap wartek ramai di penuhi pria yang bau keringat. Leo sudah memesan makanan di sana.
__ADS_1
" ini lebih dari buruk !" kata Yosi, tapi dia tetap masuk dan memesan makanan, Yosi sangat jijik saat bersentuhan dengan orang.
" kau duduk di sana saja biar aku yang memesankan makanan mu !" kata Leo.
Leo datang membawa dua piring nasi dan lauk khas wartek. Yosi memandang nanar isi piring yang di sodorkan Leo.
" jika tak bisa memakannya, kau pergi ke lestoran lain saja. Aku akan menunggumu di sini !" kata Leo yang iba melihat seorang Putri raja melihat makanan bak sampah.
" waktunya mepet juga, aku harus menyelesaikan sebelum malam !" kata Yosi yang terpaksa melahap hidangan campur aduk itu.
" tidak buruk !" kata Yosi
Leo hanya tersenyum geli melihat cara makan Yosi yang aneh baginya.
selesai makan mereka kembali ke kantor intelejen untuk merampungkan pekerjaan mereka.
Yosi dengan serius mengutak-atik komputer dan Leo membantunya menulis di kertas.
Hari menjelang malam mereka pun pulang. Leo menyuruh Yosi pulang dan dia akan kembali ke kantor untuk laporan. Yosi menolak dan mereka pergi ke kantor bersama.
Di parkiran mereka bertemu Rayhan.
" kalian belum selesai ?" tanya Rayhan.
" belum, tugas kami baru berjalan setengah !" kata Leo.
" Date Note ?" tanya Yosi.
" iya !"
" bagaimana bisa Date Note ada di sana !" tanya Leo penasaran.
Date Note adalah seorang pembun** bayaran dengan tingkat keberhasilan 100% karena hal itu dia di juluki Date Note.
Tak lama Mawar dan Morgan datang, mereka berlanjut ke ruang an tim mereka.
" korban kamar no 5 adalah Date Note, sudah di pastikan. Dia di siksa secara brutal sebelum dia meningal !" jelas Rayhan dan menyerahkan sebuah amplop berisi hasil Otopsi Date Note.
" aku sudah mengumpulakan situs-situs yang mempunyai layanan pembun*** bayaran !" kata Yosi dan memberikan falsedisk pada Mawar.
"bahkan Date Note yang sangat kejam, dan sulit di tangkap bisa di bun** olehnya, siapa dia ?" tanya Mawar dalam hati.
" baiklah untuk hari ini cukup sampai di sini kalian istirahat di rumah masing-masing dan tetap waspada !" kata Mawar dan mereka pun bubar.
Yosi masuk ke mobil dan melihat Leo pergi dengan Motor besarnya.
__ADS_1
"Kenapa dia selalu keren ?" tanya Yosi, apa aku harus mengejarnya.
" apa kamu gila Yosi, kau biasa di kejar pria. Sekarang malah mau ngejar pria aneh itu !" kata Yosi menagapi lamunanya sendiri.
Leo tingal di kosan di gang sempit. Dia sana tak ada satu orang pun yang tau dia adalah polisi. Leo tak pernah mengatakan dia polisi, meski Leo sangat ramah dengan penghuni di sana.
" mas Leo tadi ada wanita bule mencari mas Leo !" kata Tetanga Leo.
Leo tampak merasa khawatir dan mencoba menyembunyukannya.
" oh.... dia ke sini jam berapa ya mas ?" tanya Leo sopan.
" sekitar jam 4 tadi !" kata orang tadi.
" dia ngomong apa ya mas tadi ?"
" dia hanya tanya penghuni kosan itu kemana, ya tak jawab ngak tau mbak....gitu mas Leo !" kata bini tetanganya itu.
" ohhhh ya sudah mbak, aku mau istirahat dulu capek !" kata Leo, Dia memasukkan motornya ke kosan kecil itu.
Kosan yang terdiri dari ruang depan 2 meter kati 4 meter, kamar 4 kali 4 meter dan di belakang ada dapur kecil dan kamar mandi.
Leo mengeluarkan Hp nya dan membuka jok motornya di sana ada hp jadul dan dia menelfon seseorang.
" ada apa ?" tanya Leo.
" kenapa kau tak mencari tempat yang lebih baik ?" tanya orang itu di balik telfon. suara lelaki.
" kau mengunjungiku ?" tanya Leo dengan ekspresi datar.
" tadi pagi aku ke sana, Leo kau harus menagkap kucing itu. Mengerti !" kata lelaki di telfon itu dengan marah.
" iya !" kata Leo datar.
Orang itu mematikan telfon nya Leo berjalan ke belakang dan mandi. Wajahnya tampak frustasi di sana.
Leo merebus mie dan makan sambil nonton tv di kamarnya. Leo melihat acara komedi dan dengan santainya dia tertawa terbahak-bahak.
Dia masih tertawa dan fokus pada acara di tv, tapi dia mengeluarkan koper-koper dari bawah kasurnya berisi banyak sekali pistol berbagi jenis dan pisau yang tajam serta beberapa set peluru. Leo mengambil 2 buah pistol kecil dan 1 buah pistol sedang serta beberapa set peluru dan juga beberapa belati.
Leo masih Fokus dengan acara yang di tontonya dan tertawa ketika lucu, sambil memakai rompi di gunakan untuk menyimpan senjata-senjatanya.
Setelah itu dia memakai kaus dan jaket serta celana jins panjang tak lupa sepatu boots nya, dia menguap dan mengecilka suara tv nya.
Leo keluar dari atap kosannya yang sudah di modifikasi untuk keluar masuk secara rahasia.
__ADS_1
Emely memlihati profil angota Mawar dan dia fokus pada profil Leo.
" dia masih hidup !" kata Emely.