Kosan 4-13

Kosan 4-13
PASUKAN part 4


__ADS_3

Yosi turun dari mobil mewahnya dan melihat Leo masuk ke kantor. Yosi terlihat kesal pada Leo.


Leo diam saja melihat Yosi yang duduk di bangku sebelah Leo.


Mawar datang dan mengintruksikan untuk kumpul, semua berpindah ke meja rapat.


" kita harus menagkap Date note dalam keadaan hidup !" kata Mawar membuat semua terbelalak kecuali Leo yang juga pura-pura terbelalak.


" korban kamar no adalah Date note, kenapa kita harus mencari dan membawanya dalam ke adaan hidup !" kata Rayhan merasa aneh.


" filingku merasa dia bukan Date Note !" kata Mawar.


Morgan hanya diam dia memikirkan kenapa di belakang rumah itu ada begitu banyak tulang belulang dan Mawar malah merahasiakannya. Tapi Mawar malah mencari Date Note, apa yang sebenarnya di pikirkan atasannya itu.


Yosi membolak-balik kertas dan memcoret-coret di sana-sini.


Leo hanya memandangi Yosi dengan tatapan yang aneh, mereka berdua ada di ruang intelejen lagi untuk melacak keberadaan Date Note.


" kenapa kau melihatku seperti itu ?" tanya Yosi tanpa menoleh karena dia tau Leo dari tadi memandangi Yosi.


" ngak papa !" jawab Leo yang masih saja memandangi Yosi dengan tatapan yang tak bisa di lukiskan.


Yosi pun menatap mata Leo, " apa kau menyukai ku ?" tanya Yosi.


Leo memalingkan muka " kenapa saat wanita di perhatikan sedikit, pasti ngomongnya gitu !" kata Leo yang merubah posisi duduknya.


" lalu apa, memandangi ku seperti itu !" kata Yosi ingin sebuah penjelasan.


" kau akan marah jika aku ngomong jujur !" kata Leo.


" ngomong aja !" kata Yosi yang kembali membaca ketas di pangkuannya.


" ngak mau !" kata Leo.


" jangan membuatku salah faham dan memberi perhatian balik !" kata Yosi.


" aku hanya berfikir kau cukup menarik !" kata Leo agak malu.


" apa....cukup menarik ?, aku ini....sangat menarik tau !" kata Yosi dengan PD nya dia berdiri di depan Leo dan melepas blezernya. Menapakkan kemeja putih tipis lengan panjang yang pas di tubuhnya.

__ADS_1


Tubuh Yosi memang sempurna dengan ukuran yang pas Yosi tinggi nya 175 cm dengan berat badan 50 kg dan lingkar pingang 27 cm.


" matamu itu perlu di periksa ke dokter kalau mengangapku cuma cukup memarik !" kata Yosi dan lembali ke depan komputer.


Leo hanya diam saja melihat tingkah Yosi yang PD nya luar biasa.


Mawar di ruanganya sendirian sedang melamun dan fikirannya terbang ke masa di mana dia dan kedua orang tuanya hidup dalam ke sederhanaan, tapi seseorang datang pria muda bule.


Ayah dan ibu Mawar biasanya selalu mengajak Mawar liburan di akhir pekan tak pernah melakukan lagi, dan seperti tak peduli pada Mawar.


Saat itu Mawar menyadari sesuatu, keluarganya telah retak, Mawar sering mendengar ibu dan Ayahnya berdepat keras. Ibu nya kadang menagis setelah berdebat dengan Ayahnya, dan Ayahnya pergi ke luar.


Mawar ingat dengan perkataan Emely tentang tim Alpa, dan seketika Mawar menyahut HPnya di atas meja dan menghubungi Emely.


" bisa kita bertemu Emely Jovanka !" kata Mawar, Emely hanya mengatakan iya tanpa ekspresi di wajahnya.


Leo dan Yosi sedang duduk berhadapan di lestoran mewah. Leo memandangi Yosi yang sibuk membaca menu.


" pandangan mu membuatku tak nyaman !" kata Yosi masih sibuk dengan buku menunya.


" kau terlihat menikmati !" kata Leo.


Yosi mengikuti arah mata Leo.


" kau kenal ?" tanya Yosi yang juga memandangi lelaki tadi.


" entahlah, seperti pernah bertemu tapi aku lupa !" kata Leo dengan wajah yang khawatir.


Orang itu terus memperhatikan Leo dan Yosi, Leo pun ijin ke toilet pada Yosi.


Saat Leo ke toilet lelaki itu mengikiti Leo, Leo berjalan sambil waspada saat Leo sampai di toilet di sana tak ada orang. Lelaki tadi masuk dan Leo langsung menyerang lelaki tadi.


Dengan kemampuan bela diri Leo dengan cepat mengunci pergerakan lelaki itu.


" Siapa kamu !" Tanya Leo pelan di kuping lelaki itu, karena tubuh lelaki itu sudah di tindih Leo.


" kamu yang siapa, tiba-tiba menyerang ku !" kata lelaki itu marah.


" kau memandangi kami dari tadi !" kata Leo.

__ADS_1


" aku teman kuliah Yosi, !" kata lelaki itu, Leo merasa lelaki itu tak berbohong dan melepasnya.


" maaf kan aku !" kata Leo yang langsung membantu lelaki itu berdiri. " kamu tampak mencurigakan, kami sedang menagani kasus yang berbahaya jadi kami terlalu waspada !" jelas Leo.


" Yosi jadi mendaftar di kepolisian !" kata lelaki itu.


Mereka duduk bertiga di restoran itu, Yosi dan Lelaki tadi berbincang sangat akrab dan Leo seperti di kucilkan. Leo hanya memandangi mereka tak percaya dan ada rasa cemburu yang menyeruak di wajah Leo saat Lelaki tadi membelai rambut Yosi, dan Yosi hanya diam saja di perlakukan seperti itu.


Leo langsung berdiri dan pamit mau ke kantor duluan.


" di mana-mana wanita sama saja !" kata Leo sambil berjalan menuju jalan dan memesan ojek online.


Leo kembali ke kantor dan Emely di sana sedang duduk di depan meja Mawar. Tapi Mawar tak ada di sana.


Leo memandangi Emely penuh tanya, sementara Emely melihat Leo dengan tatapan biasa saja.


Mawar masuk dan Leo sepontan berjalan lagi menuju mejanya.


" Di mana Yosi ?" tanya Mawar.


" dia masih makan siang !" kata Leo dengan hormat pada Mawar.


" Bagaimana kalau kita bicara di luar saja Eml, ?" tanya Mawar yang sudah menenteng tas tangannya.


" baik lah !" jawab Emely dan dia juga berdiri.


Leo merasa aneh dengan Mawar dan Emely yang tampak akrab, tapi dia tak bisa bertanya. Tapi dia bisa mencari.


Leo menyalakan komputernya dan melihat profil Mawar dan juga Emely. Mereka tumbuh di lingkungan yang sama, 1 SMA meski tak seangkatan dan juga 1 kampus dan tahun kelulusan yang sama, meski Mawar mengambil jurusan Hukum dan Emely Teknik Industri.


" apa mereka berteman dari dulu, tapi Ayah Mawar adalah salah satu klayen Date Note. Bagaimana mereka bisa berteman sedekat itu, apa yang di rencanakan Emely !" kata Leo dalam hati.


Morgan datang dan menyimpan senjata apinya di laci mejanya.


" kau kelihatan lelah pak !" kata Leo melihat betapa kusutnya penampilan Morgan.


" diam saja kamu, kenapa harus aku yang udah tua ini di beri tugas berat ini !" kata Morgan menyandarkan tubuh tambunnya di kursi kerjanya.


" mau ku bantu, Yosi sepertinya tak perlu bantuanku !" kata Leo.

__ADS_1


" andai boleh di bantu, aku akan mencari bantuan !" kata Morgan dengan suara kesal. Ya Morgan di beri tugas oleh Mawar, untuk mengali kuburan di belakang rumah Kosan 4-13 secara rahasia.


__ADS_2