Kosan 4-13

Kosan 4-13
VERNON DAN DELIA kamar no 10


__ADS_3

Wanita berambut pirang itu membuka pintu kamar Anisa dengan kunci no 11 saat masuk Anisa sudah tak bernyawa, Hendra juga berlari masuk ke kamar Anisa .Hendra hanya berdiri di dekat ranjang .Matanya tertuju pada jenasah Anisa yang tergantung tak bernyawa tepat di atas ranjang.


Wanita itu memberi hendra sarung tangan. Hendra menerimanya dan memakai sarung tangan itu, dia mengengam tangan Anisa yang sudah lemas.


" Maafkan aku Anisa aku terlambat !" kata laki-laki itu.


" dia sudah damai di sana !" jawab wanita itu melihat koper Anisa.


" dia hanya pergi terlalu jauh !" Wanita itu membuka koper Anisa dan mengambil buku Diary Anisa dan buku album foto dengan nenek nya. dia meletakkan nya di meja belajar Anisa.


" kita lanjutkan saja !" ajak wanita itu keluar dan menuju lantai ke 3 menuju kamar no 10.


Dengan cepat wanita itu membuka pintu dengan kunci kamar no 10, seorang laki-laki tinggi nan tampan berdiri dari sofa di hadapan wanita itu karena kaget.


"siapa kamu !" teriak Vernon.


" duarrrr !" wanita itu menembak kaki Vernon, suara pistol itu tak begitu keras karena di pasang peredam.


" akkkkkkk kakiku !" pekik Vernon. dia melihat paha kanannya sudah tertembus peluru. Karena tekaanan dari tembakan Wanita itu Vernon kembali duduk di Sofanya.


Wanita itu menutup pintu dan membuka jendela kamar Vernon yang berada di atas mayat kering yang di rantai tangan dan kakinya.


Vernon berusaha bagkit dari sofa untuk mengambil senjata di laci sebelah sofa, dengan menapakkan tangannya ke dinding karena kaki kanannya tak dapat di gerakkannya lagi. wanita itu dengan cepat mencabut katana dan menebas tangan kiri Vernon.


"Akkkkkkkk !" teriak Vernon.


" kau pasti lebih tau dari pada aku teriakan mu takakan di dengar manusia di sini !" kata wanita itu malah mengamati maya* wanita yang telah mengering hasil karya Vernon.


" kau cukup provesional bung " wanita itu tak peduli sama sekali dengan Vernon yang sudah sekarat dia menarik tangan Vernon satunya dan menebasnya lagi. Darah mengucur deras dari ke 2 lengan Vernon yang telah putus dan pahanya yang tertembak.


" aku juga suka menemani orang yang sedang meregang nyawa !" wanita itu tersenyum sinis pada Vernon yang sudah bersimbah darah.


Back


"sebenarnya apa motif pembunuh itu ? " tanya detektif mawar dalam hati. Dia masih berbaring di kamar tidur, detektif mawar adalah seorang ibu dari seorang putra bernama Vino yang masih duduk di kelas 6 SD.


Vino di asuh oleh Bella adik suaminya yang ikut tinggal dirumahnya. Suami Mawar adalah seorang dokter bernama Arnold.

__ADS_1


Pagi itu Mawar turun ke lantai satu melihat Adik iparnya sedang makan dengan Vino serta suaminya.


" kalau masih ngantuk ngak usah bangun sayang !" ujar suami Mawar.


" udah engak kok mas, !" Jawab Mawar sambil duduk di sebelah suaminya, mengutil makanan dari piring suaminya. Dan Alnort sama sekali ngak risih dengan kelakuan Mawar.


" bik tolong buatin kopi ya !" suruh Mawar pada pembantunya yang baru saja menghidangkan bakwan jagung.


Mawar mengambil bakwan jagung itu satu.


" panas !" kata Mawar karena bakwan itu memang baru di angkat dari pengorengan.


" mah, mamah pulang subuh lagi !" tanya Vino.


" iya, kenapa !" tanya Mawar .


" Mama lihat ngak di berita ada khasus pembun**** sadis !" Jelas Vino.


" emmm !" jawab Mawar , bibi sudah datang dengan kopi hitam pait milik Mawar.


" ku rasa pembu***nya perempuan !" ujar Vino membuat kedua orang tuanya saling menatap.


" nebak aja !" kekeh Vino.


" jangan ngawur nak, cepat sarapannya dan berangkat sekolah sana nanti telat !" suruh Mawar.


Saat Vino dan Bella pergi Mawar dan Al kekamar mereka untuk siap-siap bekerja.


" sayang apa kamu tertekan ?" tanya Al pada istrinya yang terlihat banyak melamun.


" Aku awalnya mengira bahwa motif pembu*** adalah senang-senang, tapi bukan itu motifnya !" cerita Mawar, suaminya adalah dokter psycholog jadi Mawar tak perlu khawatir akan di sebar luaskan.


" selidiki saja dulu, baru kau simpulkan , saychopath selalu mempunyai karakter yang berbeda-beda !" nasehat Al pada Mawar.


Mawar sudah ada di kantor dan di mejanya ada beberapa hasil autopsi korban. Mawar mencari hasil autopsi mayat yang mengering di kamar 10.


Dia menemukannya, dia seorang gadis SMA yang di nyatakan hilang 2 tahun silam. Gadis itu bernama Delia yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Delia adalah seorang anak tungal dari seorang ibu bernama Mariam, Mariam adalah Janda miskin yang hidup di rusun.

__ADS_1


Flaseback


Mariam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara menjadi pembantu rumah tangga. Mariam berkerja untuk 3 orang yang berbeda di sebuah bangunan apartemen mewah, Jatah untuk membersihkan setiap aparteman di sana adalah seminggu 2 kali, maknya Mariam mengambil 3 apartemen biar dia bisa libur sehari dalam seminggu.


Saat Delia pulang sekolah Delia tak akan pulang ke rumah tapi ke Apartemen itu untuk membantu ibunya bekerja, jika ibunya belum selesai. Delia adalah seorang gadis yang cantik dan pintar, dia selalu mendapat peringkat no 1 di kelasnya. Delia adalah sisiwi yang ceria dan punya banyak teman karena sifatnya yang supel terhadap siapapun.


Hari itu Delia baru saja selesai ulangan akhir tahun dan libur, Delia kekeh untuk membantu ibunya bekerja di apartemen. Mereka berangkat bersama dengan jalan kaki, karena memang jarak rumah Delia dan apartemen hanya sekitar 1,5 km.


Delia dengan riangnya menceritakan hari-harinya pada ibunya sambil berjalan menuju apartemen.


" Delia tak malu ibu cumak seorang pembantu !" tanya ibu ,saat mereka berjalan.


" kenapa, Delia bangga punya ibu seperti ibu !" jawaban Delia membuat hati Mariam begitu bahagia.


Meski Mariam dulu harus di buang keluarganya karena mengandung benih suami orang, Mariam sekarang bangga pada benih itu yang membuat hidupnya lebih indah.


Saat mereka sampai di apartemen Mariam menasehati Delia untuk tak berisik karena tuan Vernon biasanya akan di rumah ketikar jam segini, Delia hanya menganguk dan ikut masuk ke dalam Apartemen. Betapa terkejutnya Delia dengan apartemen itu yang begitu mewah. Delia tak berhenti memandangi setiap senti ruangan itu.


" udah ayo cepet kerja, nanti tuan Vernon keburu bangun !" ujar Mariam lirih.


Delia membantu ibunya membereskan dapur dan ruang tamu, saat semua sudah kinclong. Mereka istirahat di balkon ruang cuci dan meminum air dinggin.


" sebentar lagi tuan Vernon akan bangun, dan kita akan minta izin untuk membereskan lantai 2 nya !" kata Mariam sambil membelai rambut Delia yang basah karena keringat. Delia hanya menganguk setuju dan mengelap wajah ibunya juga yang penuh peluh.


Terdengar suara langkah kaki menuruni tangga, Mariam dan Delia pun keluar dari ruang cuci berdiri menunduk di ujung ruangan dapur.


" itu siapa ?" tanya Vernon yang melihat ke arah Delia sekilas dan mengambil air putih di kulkas.


"Delia tuan, dia putri saya !" Vernon melihat Delia dari atas sampai bawah, dan Delia hanya menunduk takut, karena baru pertama kalinya dia mendengar suara Vernon yang sangat indah menurutnya.


" tuan apa kami bisa membereskan ruangan atas !" tanya Mariam sangat sopan.


" silahkan !" jawab Vernon, dia berjalan ke arah ruang TV dan menyalakan TV.


Saat Vernon berjalan ke ruang TV Delia melihat betapa sempurnanya tubuh Vernon dari belakang dan waktu Vernon berbelok dari dapur ke ruang TV ,Delia bisa melihat wajah Vernon yang sangat tampan. Delia mematung melihat betapa sempurna lelaki yang bernama Vernon itu, sampai Mariam memangil Delia untuk membawa alat membersihkan ruangan ke atas.


" ibu tuan Vernon ganteng baget ya !" ujar Delia lirih saat membantu ibunya mengambil alat pel di ruang cuci.

__ADS_1


" eh kamu, ngak boleh gitu. ayo cepat kerja !" Jawab Mariam sambil tertawa melihat anaknya salah tingkah ketika melihat tuan Vernon.


Mereka berjalan ke atas, Delia masih sempet-sempetnya melirik Tuan Vernon yang sedang menelvon di ruang TV.


__ADS_2