
Yosi dan Leo berada di kamar Hotel. Yosi sedang mengutak-atik komputernya dan menyusun berkas korban Sugi. Leo sedang mandi.
Mereka menyewa 1 kamar hotel dengan 2 tempat tidur. Karena meraka harus menyelesaikan laporan dan hasil pengakuan keluarga korban yang di dapatnya setelah sehari kemudian.
Leo keluar dari kamar mandi dengan tubuh segar dan hanya melilitkan handuk di pingangnya.
" kau dapat dari mana perut kotak-kotak itu !" canda Yosi sukses membuat Leo meghentikan kegiatannya menghanduki rambutnya.
" polisi harus punya tubuh yang fit !" bantah Leo.
Yosi melepas kemejanya di atas tempat tidur, Leo membalikkan badannya.
" kamu gila !" teriak Leo yang sudah ngeres pikirannya.
" kamu tuh mesum banget sih, nih aku masih pakai daleman !" kata Yosi dan Leo menoleh. Yosi memang memakai dalaman tapi berupa singlet ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Yosi mendekat ke Leo, Leo mingir untuk menghindar. Ternyata Yosi mengambil tas nya di meja dan memgambil hp. Yosi menelfon keluarganya dan berjalan ke ujung ruangan di dekat jendela.
Leo mengatur nafasnya, biasanya dia selalu cuek dengan perempuan. Tapi entah kenapa sekarang hatinya terguncang oleh Yosi.
" mungkin ini karena aku sudah terlalu dewasa, jadi nafsu ku pada wanita juga menigkat. bukan apa-apa, aku hanya perlu menahannya !" gumam Leo sambil berganti pakaian.
Setelah selesai telfonan Yosi pun mandi Leo hanya duduk di kursi bermain game di hpnya.
setengah jam kemudian Yosi keluar dengan celana pendek dan kaus lengan pendek dan rambutnya terbuntal handuk. Menampakkan leher jenjang Yosi.
Leo dan Yosi duduk di atas ranjang sambil menyelesaikan dokumen-dokumen.
" dia melakukan itu untuk mengidupi keluarganya !" kata Yosi setelah selesai megkonfirmasi para korban Sugi.
" korbannya tak mau melapor karena di ancam dengan foto dan vidio tak senonoh yang di kirim korban, karena rayuan Sugi !" imbuh Leo.
Yosi menguap dan meregangkan tubuhnya tanpa malu di depan Leo.
" tidurlah dulu kalau kamu ngantuk !" kata Leo.
" biasanya kamu disiplin banget, kenapa jadi perhatian. Jangan-jangan kamu jatuh cinta ke gue !" kata Yosi sambil merebahkan diri di kasur di depan Leo.
" gila kali suka sama anak manja kayak kamu !" sangkal Leo yang berusaha tak melihat tubuh Yosi yang terbaring di depannya.
" kamu suka perempuan yang kasar ?" tanya Yosi.
__ADS_1
" tidak !" jawab Leo.
" seperti apa tipe mu ?" tanya Yosi.
" kenapa, apa kau menyukai ku ?" tanya Leo datar.
" iya !" kata Yosi mantap, Leo pun memandang wajah Yosi tajam. "Anak ini apa dia mengoda ku !" Pikir Leo.
" kenapa !" tanya Leo agak gagap.
" karena kau seksi !" kata Yosi.
" kamu menyukai lelaki hanya karena fisiknya !" gumamku.
" kamu seksinya luar dalam, aku yakin !" perkataan Yosi membuat wajah Leo memanas .
" tidurlah, akan ku selesaikan ini !" kata Leo, jika Yosi meneruskan obrolan lagi Leo pasti akan semakin malu.
Yosi pun pergi ke kasurnya dan tertidur sambil memandangi Leo yang sibuk bekerja.
Leo selesai pukul 3 pagi dan melihat ke arah Yosi yang tertidur lelap. Leo mendekati ranjang Yosi dan melihat lekat wajah Yosi sambil tersenyum
" dia cantik juga !" gumam Leo dalam hati.
Mereka rapat membahas kamar no 3 yang di hujan ni tembakan di tempat tidurnya.
" di dalam kamar no 3 di temukan buku-buku Sakte ilmu hitam, mungkin dia pengikut sekte itu ?" ujar Rayhan.
" maksutmu sekte yang tertangkap tangan menculik anak-anak remaja perempuan, yang bunu* diri dalam pengerjaran !" tanya Yosi.
" dilihat dari barang-barang nya si sama !" jawab Rayhan.
" dan ini adalah buku yang di tulis penghuni kamar no 3 tentang kejahatannya selama 7 tahun terakhir !" Rayhan memberikan sebuah buku pada Mawar yang sepertinya di tulis oleh penghuni kamar no 3 itu dengan tangannya sendiri.
betapa kagetnya Mawar bahwa lelaki itu sudah membunu* 6 gadis untuk persembahan ke sakte itu.
(isi diary Jalal penghuni kamar no 3)
Hari itu aku berada di kelompok itu selam 2 bulan, awalnya kami hanya mempelajari kitab-kitab aneh. Aku yang sudah terlanjur ikut tak dapat mundur, jika aku mundur aku akan di persembahkan.
Hari itu Nindi berusaha kabur dari tempat itu dan aku memergokinya.
__ADS_1
" kamu mau kemana ?" tanyaku padanya. Karena melihat Nindi berusaha memanjat pagar tinggi yang mengelilingi tempat ini.
Dia adalah wanita satu desa denganku yang ikut bergabung ke sekte ini.
Nindi akhirnya berhenti berusaha, karena tak akan mungkin bisa memanjat dinding itu.
" Jalal ambil keperawananku !" katanya sambil menagis tanpa menoleh ke arahku.
" apa maksutmu !" kataku kaget mendengar perkataan gadis kembang desa yang masih berusia 17 tahun dan kami waktu itu se umuran.
" mereka akan membunu*ku, tapi jika aku tak perawan lagi mereka tak akan membunu*ku !" Jawaban Nindi membuatku merinding, karena aku merasa aneh. Aku di ambil dari orang tua ku dengan di beli begitu mahal.
Singkat kata aku setuju menolong Nindi dengan mengambil keperawanannya, kami berjanji untuk melakukannya di belakang gudang dan kami pun bertemu di sana sekitar jam 11 malam.
Aku merasa takut dan sangat dek-dekan bagaimana bisa aku melakukan hal itu pada Nindi yang masih sodara keponakan dengan ku. Tapi aku juga harus menolong dia kan.
Tanpa aba-aba Nindi mencium bibirku.
" Nindi, kenapa harus aku !" bisikku di tengah ciumannya.
" mas Jalal aku hanya percaya sama kamu !" katanya lembut terengah.
Nindi meletakkan kedua tangan ku di kedua dadanya yang empuk. Dia kembali menciumku, dan itu berhasil memancing nafsu ku. Malam itu aku berhasil mengambil keperawanan Nindi dengan di iringi tangis kesakitannya, tapi tetap memaksaku melakukannya.
Ke esokan harinya aku di pangil oleh ketua Sekte ke ruangannya Nindi ada disana. Nindi sudah bilang jika kami melakukan itu semalam. Aku hanya menunduk takut mungkin aku kena hukuman karena melakukan hal itu pada Nindi.
Tapi ketua sekte menyuruh kami menikah, Kami menikah dan tingal sekamar. Hari-hari kami di penuhi dengan kebahagiaan.
Sampai saat Nindi ketahuan berhubungan badan dengan pria lain di dalam Sekte itu, dia berhubungan badan dengan pria yang belum lama tingal kamar sebelah kami. Tarnyata Nindi memang tak pernah mencintai ku karena kami saudara, dan diam-diam merencanakan kabur dari sana dengan laki-laki itu.
Akhirnya ketua sekte menghukum mereka, Aku di suruh memengal kepala mereka berdua karena telah menghianatiku.
Saat itu aku sangat emosi dan tanpa rasa bersalah ku pengal kepala lelaki yang telah berani mencuri istri tercinta ku.
Giliran Nindi, aku tidak tega tapi aku harus melakukannya agar dendam ku hilang.
Aku tak tau mereka membuang mayat keduanya, aku hanya di perintah memengalnya saja.
Semenjak hari itu aku menjadi pengikut sekte yang setia dan mempersembahkan korban sendiri setiap tahunnya.
Syarat persembahan adalah perempuan yang masih perawan, karena itu aku mencari gadis-gadis kecil yang belum tersentuh laki-laki.
__ADS_1
Aku dinyatakan lulus dan di kembalikan ke masyarakat, aku kembali ke rumah dan bekerja seperti orang normal. Saat itulah korbanku yang ke 2 datang padaku sendiri.
Dia adalah kakak teman SD ku bernama Maya.