Kosan 4-13

Kosan 4-13
MASA LALU ANDI part 3


__ADS_3

Andi duduk membisu di ruang tamu rambutnya masih basah karena dia baru selesai mandi, Hani di kamar mandi menyalakan shower dan menangis sejadi-jadinya. Dia baru sadar perilakunya selama ini membuat anak semata wayangnya menjadi seorang Monster.


Andi hanya duduk menunduk tak berekspresi, di fikirannya tak ada penyesalan atau kesedihan. Dia hanya ingin pergi dari keadaan yang membuatnya berharap, tapi harapan itu tak pernah ada di tempat itu.


Andi hanyalah seorang remaja yang sedang mencari jati diri dan orang-orang di dekatnya membuatnya menjadi manusia yang tak punya batas kemanusiaan.


Pak Bowo tiba di rumah itu dan melihat anaknya yang biasa tersenyum senang menjadi berubah setelah hari di mana Ayahnya itu mengijinkan Hani membawa pulang Andi lagi waktu Andi mencarinya di Hotel 5 tahun lalu.


Pak Bowo tak bisa melakukan apapun lagi dengan keadaan ini, Andi bukan satu-satunya orang yang bersalah atas perbuatan yang di lakukan.


Sedang Andi siap dengan apapun yang akan terjadi, dia berfikir semua tak akan lebih mengerikan dengan keadaan ya sebelum ini. Selalu mendengar teriakan kenikmatan dari ibu dan pacar-pacarnya. Selalu di ejek tetanga karena di abaikan oleh kedua orang tuanya. Selalu di angap tak pernah ada oleh semua orang.


Pak Wono mengenakan sarung tangan dan membereskan maya* pemuda yang di bun*** Andi.


Pak Wono melakukan itu sendiri tanpa bantuan siapa pun, setelah mayat sudah terbungkus plastik pak Wono memeriksa KTP lelaki itu yang ternyata masih berusia 19 tahun. Pak Wono hanya mengeleng tak percaya dengan kelakuan mantan istrinya itu.


Pak Wono memasukkan maya* itu ke bagasi mobilnya, dia tak bicara sepatah kata pun pada Andi dan mantan istrinya. Karena dia juga bingung mau berbicara apa.


Andi masuk ke kamarnya setelah pak Wono pergi, dia menangis sejadi-jadinya. Ayahnya akan lebih membencinya lagi, dan dia pasti tak akan pernah di jenguk lagi setelah ini. Andi sudah kehilangan semuanya.


Hani hanya duduk membisu di ruang tamu sampai pagi.


Ke esokan harinya Hani di telfon pak Wono di suruh ke kantornya.


Hani yang biasanya bergaya kini terlihat kucel dengan gaun kuning pucat, dan wajah tanpa make up sama sekali. Pak Wono memandang istrinya itu dengan pandangan lain.

__ADS_1


" Hani !" kata Pak Wono memecahkan lamunan Hani.


" iya mas !" kata Hani setelah buyar dari lamunanya.


" aku sudah memalsukan kematian pemuda itu !" kata Pak Wono.


" aku membuat seolah pemuda itu di begal dan di bunuh di jalan setelah itu untuk menghilangkan jejak pembegal itu menghanyutkan nya di sungai !" jelas Pak Wono.


" bagaimana dengan Andi !" kata Hani.


" aku tidak tau harus berbuat apa !" kata Pak Wono.


" Mas.....Andi saat menusukkan pisau ke pemuda itu....dia tersenyum mengerikan !" Kata Hani, hal ini yang membuat Hani tak bisa tidur sejak kejadian malam itu.


" aku akan mengirim Andi kuliah di tempat yang ramai, agar dia bisa bergaul lagi !" kata Pak Wono.


" Han, kita yang telah membuat Andi seperti itu dan kita harus menyembuhkannya !" kata Pak Wono sambil mengengam tangan Hani, Hani memandang mantan suaminya yang dia angap sangat kasar itu tiba- tiba lembut membuatnya menagis haru.


" trimakasih mas... selalu ada buat diriku !" kata Hani di sela tangisnya.


Pak Wono sejak kecil memang sudah sangat mengagumi kecantikan Hani, tapi Hani adalah wanita yang gampang di rayu pria manapun.


Saat Hani berhasil di persunting pak Wono Hani ternyata sudah hamil dengan orang lain anak yang di kandung Hani saat itu adalah Andi.


Pak Wono tak bisa mengatakan semua pada semua orang tapi dia bercerita pada Emely, Emely yang terpancing emosi malah mencari dan membu*** lelaki yang telah menghamili Hani. Karena itu meski Andi adalah anak pria yang paling pak Wono benci, pak Wono malah sayang karena rasa tangung jawabnya karena mengakibatkan kematian ayah kandung Andi. Tapi hal itu tak ada yang tau sampai Emely bercerita pada Andi di saat Emely mau membun***nya.

__ADS_1


Akhirnya Andi pindah ke kota dengan fasilitas seorang pewaris perusahaan besar, dia mempunyai banyak teman karena setatusnya sebagai pewaris Jovanka grup Asia. Andi selalu berpakaian mewah dengan merek-merek ternama semua menjadi sebuah surga baginya, tapi dia selalu merasa jijik ketika berbicara tentang sex.


Andi punya pacar yang tak pernah di ciumnya, dan ketika ada wanita yang mendekatinya dia merasa jijik, dia juga jijik jika di dekati secara intim oleh lelaki.


Andi tak bisa menikmati hidupnya dengan keadaan seperti itu, dia selalu mengingat teriakan kenikmatan ibu dan pacar ibunya saat dia di dekati orang lain entah itu wanita apa lelaki.


Hari itu ulang tahun pacar Andi dan mereka sepakat membuat pesta di sebuah fila di bali. Pacar Andi adalah cewek nakal di sekolah, sebenarnya Andi tak suka dengan cewek itu tapi cewek itu selelu menempel pada Andi. Andi yang ngak mau ribet-ribet mengiyakan aja dan dia juga berusaha untuk menutupi kelainan dalam dirinya dengan berpacaran setidaknya dia bisa dengan mudah menghindari orang lain untuk terlalu dekat dengan dia.


Andi minum dengan teman-teman lelakinya dan mendapati pacarnya hilang entah kemana, karena khawatir Andi mencari mereka di seluruh vila dan menemukan sebuah suara desahan panjang pelan di sebuah kamar. Andi ingin pergi saja tapi lelaki itu menyebut nama pacarnya.


Ingatan Andi kembali ke siang itu, dimana dia membun*** pacar ibunya.


Mata Andi berubah dan wajahnya menyeringai, dia mendobrak pintu kamar itu dengan guci di tangannya. Andi membun*** pacarnya dan lelaki yang tak lain adalah teman Andi.


Andi mencoba berhenti membun*** tapi membun*** adalah sesuatu yang tak bisa dia kendalikan nya, sulit memang dan akhirnya dia datang ke ibunya untuk melihat kabar ibunya untuk mengalihkan keinginannya.


Tapi Andi malah memergoki ibunya bersetubuh dengan pria muda lagi di rumahnya yang dulu. Andi yang kembali mengila dan membun*** ibu dan pacarnya itu.


Lagi-lagi pak Wono selalu membereskan perbuatan Andi.


Akhirnya Emely tau perbuatan Pak Wono yang menyembunyikan perbuatan Andi padanya, Emely marah pada pak Wono di kantornya.


Pak Wono yang sudah putus asa akan hidupnya, dia juga kehilangan wanita yang dia cintai Hani. Meski Hani selalu menyakitinya tapi Pak Wono dengan semua pengorbanannya melindungi hidup wanita pujaannya itu.


3 bulan sebelum hari H Pak Wono pergi ke Kosan Andi dia bermaksut membun*** Andi dalam keadaan mabuk dan akan mengaku ke polisi, tapi Andi malah membun*** pak Wono yang Andi kubur di halaman belakang rumah itu bersama dengan angota keluarga Jovanka yang 30 tahun lalu dia kubur di sana.

__ADS_1


BACK


Emely duduk di sebuah lestoran dan Mawar duduk di depan Emely.


__ADS_2