Kosan 4-13

Kosan 4-13
JANETA DAN IRAWAN part 2


__ADS_3

Janeta meraih Fas bunga dan membuang bunganya, Janeta menindih tubuh istri irawan yang berusaha bangkit dengan posisi tengkurap. tanpa ampun Janeta memukuli kepala wanita itu hinga tubuh wanita itu tak bergerak lagi. Janeta menyeringai dan tertawa keras.


Kejadian itu di saksikan oleh pembantu rumah itu yang kebetulan memang tingal di rumah itu untuk merawat Istri Irawan.


Pembantu itu mencoba menghubungi Irawan.


" tuan, sekertaris anda di sini ..... akkkkkkkk ....!" pekik pembantu itu dan telfonnya terputus. Irawan segera pulang.


Pembantu itu di pukul kepalanya oleh Janeta dengan Fas yang sudah bersimbah darah.


" kau gila Neta !" teriak pembantu itu.


" aku gila karena Irawan bik !" teriak Janeta.


" nyonya sudah berbaik hati ngak mempermasalahkan perselingkuhanmu dengan bapak , tapi kamu malah membunuh nyonya kamu bia***, perempuan jal***. !" umpat pembantu itu, yang mencoba berdiri meski kepalanya sudah bocor.


" kenapa perempuan itu begitu penting !" teriak Janeta frustasi dan langsung menerajang pembantu itu hinga tersungkur. Pembantu itu mencoba bangkit ,tapi Janeta memukul lagi kepala pembantu itu. Bibi itu pingsan, tapi dengan membabi buta Janeta masih memukuli Bibi itu.


Sampai Irawan pulang yang melihat istri nya sudah tergeletak di lantai dengan kepala bagian belakangnya hancur. Dia langsung terduduk tak berdaya dan airmatanya mengucur tanpa suara dari mulutnya.


Tanpa menyentuh tubuh istrinya Irawan mencari Janeta dari bekas telapak kaki Janeta yang penuh dara* istrinya mengarah ke dapur. Pemandangan di sana lebih mengerikan tubuh bibi itu sudah tak berbentuk. Janeta meringkuk di ujung dapur sambil memegang pisau. Tak hanya memukuli dengan Fas bunga itu Janeta juga menusuk-nusuk tubuh bibi itu dengan pisau karena fas bunganya pecah sebelum dia puas memukuli bibi itu.


Irawan menghampiri Janeta yang seperti hantu karena sekujur tubuhnya terkena cipratan darah. Irawan duduk di depan Janeta yang memandanginya ketakutan.


" apa kau gila ?" tanya Irawan lirih karena menahan tangis dan penyesalan.


" iya aku gila karena kamu sayang !" jawab Janeta dengan tersenyum manis dan meletakkan pisaunya di lantai lalu memeluk tubuh Irawan yang terduduk di depannya.


Tangis Irawan pecah,


" sayang, mulai sekarang kita akan bahagia bersama !" katanya Janeta yang sudah membentuk dunia baru di otaknya.


Rasa cinta Janeta ke Irawan sudah membunuh sisi mausia dalam diri Janeta, dan membunuh kemampuan Janeta untuk berfikir.

__ADS_1


Rasa cinta Janeta juga telah membunuh perasaan Irawan pada Janeta. Irawan memang melindungi dan menyembunyikan perbuatan Janeta saat itu bukan karena cinta tapi karena anaknya yang di kandung Janeta.


Tapi setelah hari itu Irawan sering tidur di hotel dan tak mau melihat Janeta lagi, rencana Irawan setelah bayi itu lahir dia akan mengungkap semuanya dan menyerahkan anak-anaknya untuk di asuh kakaknya di Amsterdam.


Janeta seperti orang linglung dia berani tidur di kamar Irawan di kediaman pribadi Irawan yang membuat anak-anak angkat Irawan muak. Irawan berbohong pada anak-anaknya Ibunya di rawat di Singapura bersama bibi pembantu.


Karena stres berkepanjanagan karena tak bisa bertemu Irawan Janeta hampir keguguran. Akhirnya demi mempertahankan anak itu Irawan menyewa kosan blok 4 no 13 kamar no 1 di kompleks sendang biru.


Dia sering ke situ untuk menemui Janeta yang hamil, Janeta mengira semua sudah berjalan normal sampai. Dia melahirkan anak laki-laki yang tampan untuk Irawan.


Irawan mengirim anak itu ke Ansterdam di tempat kakaknya , dan memberi Janeta bayi yang meningal membuat Janeta gila. Tapi Irawan mendampingi Janeta sampai akhirnya Janeta sembuh dan bisa bekerja.


Irawan terlalu sibuk hinga Janeta tak kuasa menahan semua itu memilih liar, berhubungan dengan pria mana pun. Agar Irawan cemburu, tapi malah sebaliknya Irawan tak peduli lagi pada Janeta yang sudah membu*** istri Irawan yang sangat di cintai Irawan.


back


Irawan mengendarai mobil ke kantor polisi, dia sadar kebusukan akan tercium juga suatu saat. Dia harus membayar semua kesalahannya.


Irawan ada di depan Mawar. Irawan memberikan kunci rumahnya pada Mawar, Irawan pun di giring ke sel tahanan.


Ke 2 anak Irawan menangis saat di kabari pihak polisi.


Mawar kembali ke TKP di mana Janeta di habisi, kenapa dia begitu brutal pada Janeta. Apa mereka lebih brutal dengan jenis mereka.


Saat ada 2 shycopath bertemu mereka akan saling menyerang satu sama lain, apa begitu.


Mawar yakin pembunu*** itu pasti juga di serang balik oleh korbannya.


Hari-H


" no 1 akan keluar !" kata Hendra yang melihat Janeta dari kamera tersembunyi, Janeta sedang make up.


Hendra dan pembun*** itu berhububgan dengan earphone.

__ADS_1


" wahhhh dia mau menghancurkan orang lain lagi !" gumam wanita itu mengelap wajahnya dengan tisu di kamar Vernon. Wanita itu keluar dengan menyeret katana yang berlumuran dara* Vernon menuju kamar no 1.


Saat wanita itu mau mencari kunci di sakunya, Janeta membuka pintu akan keluar.


" siapa kamu !" Janeta kaget dengan penampilan orang di depannya, dia teringat dirinya saat membun*** istri Irawan. "Apa akhirnya aku kena karma !" kata Janeta dalam hati.


Janeta menutup pintu kamarnya dan memguncinya. Janeta mundur dan mengambil pisau di meja riasnya. Setelah membunu** Istri Irawan, Janeta selalu tak tenang dan kemana-mana dia selalu membawa pisau.


cetek cetek cetek......jegrekkkk


suara pintu di buka, Janeta sudah siap dengan pisaunya. Wanita itu masuk dan menutup pintu, tidak langsung menghabisi Janeta wanita itu malah dengan tenang melihat-lihat koleksi Tas dan Sepatu brended Janeta yang terpajang rapi di lemari kaca.


" wah kau bahkan menatanya sejajar dengan mengurutkan warnanya !" kata wanita itu tanpa takut dengan pisau di tangan Janeta yang bisa melukainya.


" aku juga pernah membunuh orang !" kata Janeta tangannya gemetar karena melihat katana wanita itu sudah berlumuran darah.


" majulah, aku juga akan gunakan senjata yang sama dengan mu !" kata Wanita itu mengambil pisau saku celananya yang lebih kecil dari yang di pegang Janeta.


Janeta maju dan menancapkan pisaunya di bahu wanita itu, wanita itu hanya mengeryitkan dahinya seperti hanya di gigit semut.


" giliran ku !" kata wanita itu.


Dan wanita itu mengores tangan Janeta dari lengan atas sampai siku. Janeta berteriak kesakitan dan terduduk karena lemas melihat dara* keluar dari lukanya.


Wanita itu mencabut pisau yang di tancapkan Janeta di pundaknya dan memghampiri Janeta. Dia jongkok di depan Janeta yang merintih kesakitan.


Wanita itu memainkan pisau di wajah Janeta.


" mata yang indah, hidung yang mancung dan bibir yang penuh , wajah cantikmu menjadi kelemahan pria !" kata wanita itu.


" apa kau istri dari salah satu orang yang tidur denganku ?" Tanya Janeta sambil menahan sakit.


" angap saja aku Istri Irawan yang bangkit dari kubur !" kata wanita itu.

__ADS_1


" kenapa kau bisa tau !" tanya Janeta terkejut, hanya dia dan Irawan yang tau apa yang terjadi.


__ADS_2