Kosan 4-13

Kosan 4-13
JALAL DAN KORBANNYA


__ADS_3

Maya mengalami ganguan jiwa karena dulu di campakan pacarnya. Keluarganya menyuruh aku mendokannya, dan aku pun setuju. Dengan bekal ilmu-ilmu yang ku pelajari di sakte itu aku mencoba menyembuhkan Maya.


Aku berhasil menyembuhkan Maya, tapi Maya malah jatuh cinta padaku. Malam itu adalah malam yang tepat untuk persembahan, aku akan melakukannya dengan Maya sebagai korbannya di kediamanku sendiri di kampung itu.


Aku memancing Maya yang sudah tergila-gila padaku untuk pergi dari rumahnya jam 11 malam, dimana semua angota keluarganya sudah tidur semua.


Aku menemuinya di jalan dan membawanya ke rumah ku, aku menyuruhnya tidur di altar yang sudah ku persiapkan untuk persembahan. Aku menyuruh Maya memejamkan matanya.


" kapan kita akan nikah jalal ?" tanya Maya sebelum memejamkan matanya.


" besok sayang, sekarang kamu di sucikan dulu !" kataku.


" baik mas !" katanya dia terbaring diam.


Aku mencabut pisau di meja dari sarungnya. Saat itu aku tak merasakan apapun seperti aku membun** Nindi waktu itu yang meghianatiku. Ku tancapkan pisau itu tepat di jantung Maya.


Maya berteriak dan aku membungkam mulutnya dia memberontak dan berhasil turun dari altar, tapi tak lama dia rubuh lagi. Ku angkat tubuhnya kembali ke Altar dan dia meregang nyawa di atas Altar itu.


Keesokan harinya semua orang gempar memcari Maya yang hilang. Malam itu juga aku mengubur mayat Maya di kebun belakang rumahku.


Tak ada orang yang mencurigai ku saat itu, di tahun berikutnya aku harus mempersembahkan nyawa perawan lagi, dan aku sudah menyiapkan beberapa target.


Pilihanku jatuh pada Laura gadis kembang desa yang begitu di kagumi karena dia cantik dan juga pintar, dia duduk di bangku Kelas 2 SMA.


Aku tak mendekati korbanku dengan ceroboh agar aku tak di curigai ketika mereka ku bun** untuk persembahan.


Saat sudah waktunya aku menculik Laura yang biasanya pulang sekolah sendirian. Dia yang masih sangat polos dengan senang hati masuk ke mobilku karena aku di kenal sebagai pemuka agama yang baik.


Di dalam mobil ku bius dia dan ku bawa ke rumah yang ku siapkan untuk persembahan jauh dari pemukiman.


Aku melakukan hal yang sama tapi aku mengikat Laura dulu agar dia tidak bisa kabur, aku tak mau beresiko. Aku juga mengubur mayat Laura di belakang rumah itu.


Tahun berikutnya aku bisa membangun sekte sendiri di tanah yang ku beli, aku mendapat murit gelandangan yang tak punya keluarga. Namannya Miska saat melihat dia aku langsung memutuskan dia akan jadi persembahan ku tahun depan.


Setelah tahun itu aku mulai membuka hati untuk wanita, apa lagi gadis-gadis belia di dalam Sekte ku yang bisa dengan mudah ku perdaya untuk ku setubuhi. Karena mereka mengangap jika di setubuhi pemimpin Sekte adalah kehormatan.


Pengorbanan berikutnya adalah Miranda gadis berusia 14 tahun yang di jual ke dalam Sekte.

__ADS_1


Aku menjadi buronan karena menyebarkan ajaran sesat, setelah seorang murit lelaki yang telah lulus menyebarkan ajaran di dalam sekte ke media.


Dara aku menculiknya dari sebuah SD aku membun**nya di dalam kamar kosan ini dan ku tengelamkan mayat gadis itu di danau sendang biru di kompleks ini.


Sendang biru adalah danau yang berair biru karena terdapat air laut yang terjebak di danau itu sehinga danau itu terlihat seperti lautan.


Danau di tutup dan sudah banyak tim sar dan penyelam mengitari danau itu.


Sebuah kerangka di temukan dengan batu sekarung di ikat di kaki mayat itu.


Dara adalah anak salah satu penghuni komples sendang biru yang telah hilang 3 bulan lalu dia berumur 11 tahun dan masih duduk di kelas 4 sd. Dara sudah biasa pulang berjalan kaki, karena waktu itu hujan Dara tak bawa payung dan berdiri sendiri di depan sekolahnya.


Naas dia duduk di titik buta kamera cctv jadi tak di ketahui bahwa dia berdiri di sana untuk menunggu hujan reda.


Flaseback


Dara melihat mobil berhenti di depannya, dia tampak terkejut melihat seorang lelaki dengan pakaian panjang dan memakai topeng berjalan ke arahnya dan membiusnya.


Dara membuka matanya perlahan.


" dimana ini !" gumamnya, tubuhnya susah untuk di gerakkan.


" Tolong !" teriakan Dara hanya mengema di ruangan itu. Membuat Dara menangis dan teriak-teriak.


Dara kelelahan dan tertidur.


Jalal membuka pintu kamarnya di tangannya dia membawa plastik hitam besar.


Jalal menata alat persembahnannya yang berupa buku tebal berwarna perak, dan meletakan pisau di atas buku itu.


" tenanglah sayang kau akan masuk surga tanpa syarat apapun !" kata Jalal membuat Dara terbangun.


" om siapa, tolong aku om !" teriak Jalal.


" iya sayang om akan nolongin kamu !" jawab Jalal sambil tersenyum.


Jalal membaca kitab itu membuat Dara ketakutan, karena bahasanya yang aneh.

__ADS_1


Setelah 15 menit membaca kitab itu Jalal mengeluarkan pisau dari sarungnya. Dan dengan semua tenaganya menacapkan tepat di jantung Dara.


" om bohong ke Dara !" gumam Dara menahan hentakan pisau didadanya.


" tuhan akan menghukum om !" kata Dara dia memejamkan matanya.


HARI-H


Wanita itu membuka pintu kamar Jalal. Jalal terkejut dan akan bangun tapi wanita itu menembak pundak kiri Jalal.


" siapa kamu ?" teriak Jalal.


Wanita itu malah menembak lagi ke kaki kanan Jalal. Darah mengucur dari luka tembakan itu.


" mungkin kau bisa menyebutku malaikat pencabut nyawa !" kata Wanita itu menyalakan lampu, karena tadi gelap gulita.


Wanita itu duduk di kursi sebelah ranjang dan membuka laci di mana Jalal menyembunyikan Buku tebal ,pisau serta diarynya.


"Kau rapi tapi bodoh ! " kata Wanita itu setelah membaca isi Diary Jalal.


Jalal tak bisa bergerak karena tembakan tadi benar-benar membuatnya pasrah, mungkin dia memang sudah saatnya mati.


Wanita itu berdiri dan mengeluarkan senapan laras panjang seperti senapan untuk perang dan memghujani Jalal dengan puluhan tembakan.


Wanita itu keluar dan menuju kamar no 4 dia mengetuk kamar itu tapi tak ada respon. Wanita itu terus mengetuk. Akhirnya Bram membuka kamar itu hanya mengeluarkan kepalanya.


" Duarrrrr !" bram tergeletak di lantai.


" Duarrrrr " wanita itu juga menembak wanita yang ada di atas kasur yang menutupi tubuhnya dengan selimut.


Wanita itu naik ke lantai 3 dan membuka kamar no 8.


Seorang lelaki paruh baya sedang di tindih oleh Helen.


" Duarrrrr" Helen terjatuh dari atas tubuh pria itu.


" Kamu siapa ?" tanya lelaki itu.

__ADS_1


" apa anda yang bernama pak Robi, seseorang membayar saya untuk mengambil nyawa anda !" kata wanita itu.


__ADS_2