
Emely dan Mawar duduk di sebuah restoran dan Mawar memesan makanan.
" seseorang mungkin tidak suka kalau melihat kita bersama !" kata Emely.
" Ayahku !" kata Mawar lugas.
" aku harap hanya dia !"
" aku harap semua tak berjalan sesuai rencanamu !" kata Mawar.
" sejauh ini masih di jangkauanku !" kata Emely santai.
" Emely apa kau tak bisa memberi tahuku semuanya !" kata Mawar memohon.
" sayangnya aku tak pandai bercerita !" jawab Emely.
" kau tak percaya padaku !" kata Mawar.
" aku tak suka percaya pada Manusia !" kata Emely sambil tersenyum manis.
" kenapa !" tanya Mawar.
" karena mereka punya hati !" jawaban Emely seketika membuat Mawar tertegun, ya dia sedang berusaha mengali informasi untuk melindungi Ayahnya.
" Mawar, jika kau melindungi Ayahmu kau juga musuhku !" kata Emely.
" memang apa yang telah Ayahku lakukan !" kata Mawar tak percaya dia bisa termakan omongan orang lain.
Emely memberikan flasedisk pada Mawar.
" kita lihat siapa yang telah memanfaatkan mu !" kata Emely langsung berdiri dan pergi dari sana.
Emely masuk ke dalam mobil BMW nya,
truttttttt trutttttt trutttt
Hp Emely bergetar karena ada yang menelfon ,Emely menyambungkan telfonnya ke handset bluetooth.
" ada apa ?" tanya Emely pada Alan yang sangat khawatir.
" kamu di mana ?" tanya Alan dengan nada khawatir, dia mengenakan baju pasien di rumahnya yang berantakan.
" jangan lapor polisi !" kata Emely.
" kenapa !" tanya Alan yang memghentikan asistenya yang sedang berusaha menelfon kantor polisi. Asisten Alan pun memutus telfonnya karena cepat tangap dengan isyarat Alan.
" bukakan pintu aku di luar !" kata Emely dan Alan pun bergegas membuka pintu dari sistem keamanan rumahnya.
__ADS_1
Emely masuk dengan mobilnya dan menghampiri Alan yang kebingungan di dalam rumahnya yang hacur.
" sebenarnya apa yang terjadi ?" tanya Alan penasaran.
" apa kau bisa tinggal bersama ku ?" tanya Emely.
" ya bisa....emang kenapa ?" tanya Alan salting menagapi tawaran Emely yang begitu dia ingginkan.
" untuk sementara waktu ini tingalah bersama ku !" kata Emely.
Alan memasukkan beberapa bajunya ke dalam koper dan dia juga ganti baju.
" apa aku benar-benar tak boleh tau kenapa rumahku berantakan seperti ini !" tanya Alan santai.
" jika aku menjawabnya kau juga tak akan mengerti !" Kata Emely masih dengan ekspresi wajah yang datar.
Emely menyuruh Alan masuk ke mobilnya, padahal Alan sudah mau masuk ke mobilnya sendiri. Mau tak mau Alan nurut saja, mana bisa di menolak wanita yang dia cintai mati-matian itu.
" seseorang sedang memburumu !" kata Emely di mobil, Alan hanya terperangah tak percaya.
" kau tau ?" tanya Alan yang merasa memang akhir-akhir ini dia merasa di intai oleh seorang pria.
" aku matan angota tim elit di angkatan Darat aku lebih dari sangup mengalahkan orang kiriman itu !" kata Emely, dia tersenyum ke arah Alan.
" trimakasih, jadi semalam itu !" tanya Alan.
Sebenarnya Emely dapat menemukan gudang senjata milik Leo dan masuk lewat lubang angin-angin yang sempit dan mematikan Alaram dari Dalam.
Emely memasang alat pelacak di semua mobil Leo dan kamera tersembunyi di salah satu sudut lalu pergi.
Mobil Emely terus melaju kencang menuju ke diamannya dan di gerbang sudah ada patung 2 naga yang mengapit pintu gerbang.
Saat gerbang terbuka terdapat sebuah gazebo besar dengan banyak bunga mengelilingi tempat itu dan kolam ikan koi di pingir nya.
" kau punya rumah yang bagus !" kata Alan.
" Ayah ku yang membangunnya, dia suka suasana pedesaan !" jelas Emely.
Mereka masih menaiki mobil dan masuk lagi ke sebuah gerbang dari kayu seperti pagar istana.
" emag kamu keturunan kraton Eml ?" gurau Alan yang di tangapi senyuman oleh Emely.
Dan di sana ada halaman besar dengan rumput dan berbagai jenis pohon buah beserta kolam air mancur khas belanda.
Emely turun dari mobil di ikuti oleh Alan, Mereka masuk ke bangunan utama dan masih bergaya Jawa Eropa yang di padu dengan apik.
" aku pasti betah tingal di sini !" kata Alan.
__ADS_1
" kau harus bayar kalau mau tingal di sini selamanya !" kata Emely.
Alan pun mendekat pada Emely dan memebelai rambut Emely yang kebetulan hari ini di urai indah membingkai wajah bulenya.
" apa aku kelihatan tak bisa membayarnya ?" tanya Alan dengan tatapan mengoda.
" aku melakukan ini karena kita teman, jangan terlalu bersemangat !" kata Emely.
" kau mengenalku sejak TK aku memang enerjik dari dulu !" kata Alan dan langsung lompat- lompat tak jelas, Emely pun di buat tertawa oleh tingkah Alan.
" kau bisa tidur di sana !" kata Emeli menunjukkan sebuah Paviliun yang biasa di gunakan oleh tamu pak Wono.
" siap Komandan !" kata Alan sambil hormat dan berjalan ke arah Paviliun dengan menenteng kopernya.
Emely memandangi Alan dengan seksama, lalu wajahnya kembali datar. Emely menuju bangunan paling besar di sana dan membuka pintunya itu adalah kamar tidur utama dengan fasilitas bak hotel bintang 5.
Emely membuka semua jendela dan dia bisa melihat Alan yang sedang membereskan pakaian nya.
Emely masuk lagi dan duduk di meja kerjanya. Dia mengeluarkan buku di laci dan itu adalah album foto jadul, itu adalah album fotonya dengan pak Wono saat mereka pertama kali ke Asterdam.
Emely membuka setiap lembar dan air mata menetes di pipinya, tapi wajahnya masih datar tanpa Ekspresi.
Emely mengingat pertemuannya dengan Jendral Husein 1 tahun yang lalu.
" Mel boleh aku minta sesuatu padamu ?" tanya Jendral Husein dia mengajak Emely bertemu di Hongkong waktu itu, dan Jendral Husein mengenakan pakaian kasual Emely juga begitu.
" apa ?" kata Emely santai sambil menikmati makanan jalanan.
" keluarlah dari tim Alpa !" kata Jendral Husein membuat Emely menghentikan makannya sejenak lalu melanjutkan lagi.
" boleh aku tau alasannya !" kata Emely dengan mulut penuh.
" mereka mau melenyapkan tim Alpa !" kata Jendral Husein.
" wahhhhh.... !" Kata Emely dia berusaha agar tidak tersedak.
" siapa ?, presiden yang baru ?. Dia harus melihat siapa yang ingin dia musnahkan !" kata Emely.
" aku meminta pembubaran, tapi semua orang khawatir dengan tim inti yang berisi monster !" kata Jendral Husein dia mengelap bekas makanan di pipi Emely.
" tak ada yang bisa tangung jawab jika mereka mengila !" kata Emely.
Mereka duduk di sebuah taman dengan banyak orang lalu lalang karena itu pusat kota hongkong yang di penuhi pedagang jalanan.
" baiklah, aku akan mencoba sebisaku !" kata Emely.
Emely adalah satu-satunya Sychopath yang bisa di kendalikan tanpa obat, sebenarnya Emely terlahir sebagai Sychopath tapi dia selalu mengingat kakaknya yang cacat setiap kali dia sudah kebablasan alhasil dia selalu punya tameng dari menjadi moster pembu*** terkejam.
__ADS_1
Hal itu membuat Emely tak pernah kelepasan saat menjalankan misi, dia bisa mengendalikan kekuatan moster di dalam dirinya.