Kosan 4-13

Kosan 4-13
TIM ALPA BARU


__ADS_3

Emely berjalan menuju kamar mandi dan di kamar mandi ruangan itu terdapat pintu rahasia berisi puluhan senjata api dan senjata tajam. Emely mengambil pistol yang di letakkannya di pahanya dengan bantuan penyanga pistol.


Hari sudah mulai malam Emely berganti baju dan melfon seseorang. Lalu dia pergi dari rumahnya Alan hanya bisa melihatnya karena sedang bicara pada asistennya.


Emely keluar dan duduk di kap depan mobil sedan BMW nya. Dan yang di tunggu telah datang yaitu Leo dengan mobil BMW berwarna biru serta bajunya tampak bermerek semua.


" Di belakang rumahmu terdapat banyak kerangka, siapa mereka !" tanya Leo.


" keluargaku !" kata Emely santai.


" korban mu ?" tanya Leo tak percaya.


" bukan, aku hanya menembak kepala Ayahku setelah dia selesai menghabisi semuanya !" Jelas Emely.


" Mawar menyelidiki itu !" kata Leo mencari rokok di kantung jasnya dan menyalakanya.


" berhenti lah merokok !" kata Emely.


" senior kamu ngak asik baget, dulu kamu merokok kan ?" tanya Leo mencoba memprovokasi Emely yang dulu memang perokok aktif.


" aku hampir membun*** seluruh timku karena kebiasaan itu !" kata Emely.


Leo pun dengan kesal membuang rokoknya ke tanah dan di pijaknya.


" kau bilang Alan di buru oleh sebuah partai oposisi, karena Alan punya bukti Korupsi mereka !" tanya Emely.


" itu yang ku dengar !" jawab Leo yang kini duduk di samping Emely.


" lalu apa kau pernah bertemu Jendral Ibrahim ?" tanya Emely.


" tidak, dia tak tau rupaku atau pun suara ku !" jelas Leo.


" Senior berapa angota yang tersisa ?" tanya Leo.


" 17 orang !" kata Emely.


" itu terlalu sedikit !" kata Leo terlihat berfikir keras.


" jangan di fikirkan otakmu yang kecil itu bisa meledak !" kata Emely.


Leo hanya tersenyum kecut karena memang Leo bukan orang yang pintar.


" aku tidak tau apa mereka setia atau tidak, aku sedang menguji mereka !" kata Emely.


" termasuk kamu !" lanjut Emely.


" bukankah kau sudah cukup mengujiku kita kenal sudah 10 tanun !" kata Leo membantah, dia tidak terima masih di curigai seniornya.

__ADS_1


" Leo dari semua orang di tim aku hanya pernah menyerahkan kepercayaanku padamu, tapi kau sia-sia kan. Itu sangat melukai hatiku !" ujar Emely.


" ingatan senior memang luar biasa !" kata Leo dia memandangi seniornya dengan tatapan penuh arti.


" jika Mawar tak bisa ku kendalikan kau yang akan membereskan nya !" kata Emely yang membuat Leo berdiri dengan postur tegap dan memberi hormat.


" siap komandan !" kata Leo dengan tegas khas pasukan.


" tapi jangan gegabah, kau tunggu aba-aba ku !" kata Emely.


Merek pun pergi dari sana, Leo menuju gudangnya dan Emely menuju rumahnya.


Alan berdiri di teras paviliunnya saat Emely masuk ke rumah.


" dari mana saja kamu ?" tanya Alan begitu penasaran.


Emely duduk di sofa ruang terbuka itu dan melepas sepatunya, Alan ikut duduk di sebelah Emely. Emely menatap Alan dengan sangat dalam hal itu membuat Alan memutar matanya.


" apa ?" tanya Alan.


Emely mendekatkan wajahnya pada Alan dan mengecup bibir Alan sekilas. Emely memperhatikan wajah Alan yang merah padam karena tingkahnya.


" jangan membuatku bingung !" kata Alan dengan nada parau. Karena menahan gejolak di dadanya.


" kau musuh atau rekanku Alan ?" tanya Emely yang membuat Alan bingung.


" apa maksutmu ?" tanya Alan.


Emely menaikkan roknya dan duduk di pangkuan Alan. Alan hanya diam tak bergerak, Emely memgangkat tangan Alan. Alan hanya menurut.


Emely meraba seluruh tubuh Alan untuk mencari senjata tapi tak di temukannya. Emely kembali melepas ke dua tangan Alan. Dan Alan menarik wajah Emely dan menciumnya dengan penuh nafsu.


Emely tak meronta dia malah mengimbangi ciuman Alan dan melepas kemeja birunya menampakkan tubuh Emely dengan bekas luka kecil di sana-sini.


Emely melihat Alan cukup kaget melihat pemandangan di depannya itu. Emely melepas Bh nya dan Alan masih diam.


" kau ragu padaku ?" tanya Emely pada Alan. Karena melihat wajah Alan yang syok Emely memutuskan untuk berdiri dari pangkuan Alan.


Tapi Alan memeluknya sebelum Emely sempat berdiri.


" apa kita di pihak yang sama ?" tanya Alan.


" kecelakaan ke 2 orang tuamu bukan kebetulan, tapi itu rencana !" kata Emely mengelus pungung Alan.


" rencana siapa ?" tanya Alan.


" bukan rencana kelompok ku, tapi bisa jadi rencana seseoran dengan mengunakan tim ku sebagai alat !" kata Emely.

__ADS_1


Alan memeluk Emely dengan erat seakan tak mau menerima kenyataan bahwa kecelakaan yang mengakibatkannya menjadi yatim piatu itu di lakukan oleh wanita yang paling dia cintai semasa hidupnya.


Emely mengingat ucapan terakhirnya Jendral Husein saat menemuinya di Hongkong.


" mungkin mereka takut, jika masih ada yang hidup di antara kita. Semua kebusukan akan terungkap !"


" kau bisa membu***ku nanti !" kata Emely santai di telinga Alan.


" karena itu kau harus hidup sampai akhir !" kata Emely.


Alan berjalan dengan sangat lemas ke arah ranjangnya di Paviliun rumah Emely.


Di sebuah pulau dengan bangunan aneh di tengahnya di latih ratusan manusia muda yang tak punya emosi.


" Tim Alpa yang tersisa tak akan berani melawan ini kan !" kata Seorang profesor yang berbicara pada seorang lelaki yang duduk di kursi roda.


" mereka pasti tak akan berani tanpa perintah Jendral Husein !" kata lelaki tua yang duduk di korsi rodanya.


Emely masuk ke sebuah tempat yang di luarnya sebuah pabrik tapi di dalamnya 17 pasukan yang tersisa sedang berlatih. Di sana juga ada beberapa dokter dan ilmuwan yang dulu bekerja untuk Jendral Husein.


" kau datang ?" tanya seorang ilmuwan lelaki yang berusia sekitar 50 tahun.


" iya, bagaimana perkembangannya !" tanya Emely.


" sangat bagus, dengan seperti ini mereka bisa di andalkan !" kata Ilmuwan itu.


Emely masuk ke sebuah ruangan luas dan di sana semua psychopath tim Alpa berlatih. Semua menunduk hormat ketika sadar Emely yang datang.


Tapi mereka sudah di latih untuk bisa mengontrol sifat bawaan mereka yang keji dan tak berperasaan.


Bella berlari menghampiri Emely dan mereka berpelukan.


" gimana kabarmu ?" tanya Emely pada Bella.


" baik !" kata Bella.


Bella dan Emely duduk di sebuah lorong.


" ada yang mengangumu Senior ?" tanya Bella.


" tidak, aku hanya merasa sangat kotor ketika melihat sahabatku !" kata Emely.


" kita harus menghentikan praktik keji ini !" kata Bella.


Tim Alpa awalnya di bentuk untuk alasan pertahanan dan keamanan negara, tapi semakin ke sini mereka yang di puncak ke kuasaan memanfaatkan tim Alpa untuk kepentingan pribadi. Jendral Husein meminta tim Alpa untuk di bubarkan karena tujuan terbentuknya tim Alpa menjadi tak jelas seiring berjalannya waktu.


Tapi pekerjaan yang di lakukan tim Alpa adalah pekerjaan Ilegal yang tak bisa di lakukan itansi legal, karena itu kata pembubaran menjadi memusnahkan.

__ADS_1


Misi tim Alpa yang terakhir adalah jebakan ke musnahan dan Jendral Husein di serang oleh tim Alpa Baru dan mengalami koma.


" kalian sudah siap ?" tanya Emely ke Bella dan Bella menganguk yakin.


__ADS_2