Kosan 4-13

Kosan 4-13
ROBI DAN BELLA part 1


__ADS_3

" siapa yang mengirim mu ?" tanya Lelaki paruh baya itu dengan santai bangkit dari posisinya yang terlentang di bawah tubuh Helen yang sudah tak bernyawa.


" kau lebih tau !" kata wanita itu.


Robi menodongkan pistol ke arah wanita itu, wanita itu tak bergeming sedikitpun. Dia malah mengambil cemilan di meja dekat pintu dan memakannya santai.


" apa kau mau mat* dalam ke adaan telanjang di kamar dengan PSK ?" tanya wanita itu.


" aku akan membunuhmu duluan !" kata Robi menarik pelatuk pistolnya ke arah kepala Wanita itu.


Duarrrrrr


Suara tembakan mengelegar di kamar itu. Wanita itu masih berdiri tegak di dekat meja dan memakan cemilan di tangannya.


Sementara Robi tubuhnya gemetar menahan sakit karena sebilah pisau telah menancap di perut kanannya.


" Jendral Husein benar-benar melatih timnya dengan baik !" ujar Robi.


Wanita itu hanya tersenyum melihat target utamanya mulai kehilangan kepercayaan diri.


" dia bilang aku harus membun**mu karena kau telah membun** kedua orang tuanya !" kata Wanita itu yang membuat Robi bingung.


" sebenarnya kamu siapa?" Teriak Robi.


" Bella keponakan mu memintaku menghabisimu !" kata Wanita itu.


" bocah itu tak mungkin....!, kau adalah anak buah Jendral Husein kan ?" tanya Robi.


" terlalu banyak kejahatan mu hingga kau lupa siapa saja yang bisa dendam terhadapmu !" kata wanita itu, dia melempar pisau lagi dan mengenai paha Robi.


Robi jatuh berlutut di lantai dengan wajah menyeringai, dia mencabut pisau di paha dan perutnya.


" siapapun kamu tak akan bisa membinasakan aku !" ujar Robi, dia berdiri dan mulai menyerang wanita itu.


Dengan mudah Wanita itu menangkis serangan Robi, ternyata Robi cukup lihai dalam bertarung karena dia adalah Kapten di kepolisian.


" kenapa kau hanya menagkis !" kata Robi terengah karena kelelahan dan ke sakitan.

__ADS_1


" kau tau kenapa keberadaan tim Alpa 1 dan angotanya di rahasiakan ?" tanya Wanita itu.


" Jendral Husein !" gumam Robi, firasatnya tak meleset. Dia pernah mendengar isu bahwa tim Alpa 1 adalah kumpulan sychopath yang di latih untuk misi terlarang.


" sychopath !" teriak Robi dengan nada serak.


" maunusia sepertimu tak pantas mengadili orang lain !" kata Robi masih bisa menyeringai.


" aku rasa juga begitu !, gadis sebaik Bella bisa ada di tim Alpa 1 dan membun** banyak tentara di medan perang, karena om nya yang membun** kedua orang tuanya di depan matanya sendiri serta memoerkosanya ,dapat lari dengan mudah dari hukum karena di perkuat oleh alibi pacar Om nya !" jelas wanita itu membuat Robi merinding, keponakannya yang hilang itu ada di tim Alpa 1 yang di kenal sebagai mesin pembunu* yang tak terkalahkan.


" kau bilang Bella di mana !" tanyanya.


" dia masuk tim Alpa 1 tiga tahun lalu, sekarang dia di tingkat 4 !" kata wanita itu.


" Robi apa kau bisa di sebut manusia, kau melecehkan keponakanmu sendiri yang masih 14 tahun setelah membun** ke 2 orang tuanya ?" tanya wanita itu.


" kau dan aku sama saja, kau pasti juga pernah membun** dengan perasaan gembira !" ujar Robi dengan senyum menyeringai.


" aku selalu membun** dengan perasaan gembira, aku terlahir sebagai Sychopath !" Jelas Wanita itu dan mencabut katananya.


Wanita itu menendang perut Robi yang sudah penuh dengan dara*, Robi jatuh di atas tubuh Helen yang sudah kaku. Wanita itu kembali mengayunkan katananya ke arah tubuh Robi, Robi mengelindingkan tubuhnya ke bawah kasur.


Katana itu mengenai tubuh terlentang Helen, Robi dengan cepat melempar satu pisau ke arah Wanita itu.


jlepp


Pisau mengenai paha wanita itu, dengan cepat Wanita itu mencabut pisau dan melempar ke arah Robi. Tapi karena Robi bergerak dengan cepat pisau itu menancap di lemari.


" kau lebih lincah dari dugaan ku !" ucap wanita itu dan mengeluarkan 2 pistol dari pingangnya.


Wanita itu membidik Robi dengan sangat akurat di setiap titik Vital bagian tubuhnya. Robi terkapar di lantai bawah ranjang dengan tubuh yang masih terguncang dan darah mengucur dari luka tembaknya.


Wanita itu keluar dari kamar Helen dan di arah kiri wanita itu seorang memotretnya, Wanita itu mendekati lelaki itu.


Flaseback


Robi adalah seorang remaja yang baru saja lulus Akademi kepolisian dia di asuh oleh kakaknya yaitu orang tua Bella.

__ADS_1


Robi sangat memyayangi Bella tapi bukan sayang ke keponakan tapi lebih ke arah sayang ke wanita. Bella adalah remaja kelas 2 SMP yang sangat cantik dan enerjik.


Robi menyukai Bella sejak lama, tapi dia masih berfikir logis sebelumnya.


Pagi itu Bella sudah berangkat sekolah dan ayah serta ibu Bella sarapan, Robi menguping pembicaraan kedua orang tua Bella yang mengira Robi masih tidur.


" Yah kamu merhatiin ngak Robi kayaknya sayangnya ke Bella itu aneh deh ?" kata Ibu Bella.


" aneh gimana ?" tanya Ayah Bella yang tak lain adalah kakak Robi Ayah Bella bekerja di kemiliteran.


" ya aku lihat Robi sering memandang Bella mesum !" kata Ibu Bella.


Ayah Bella melipat korannya, dia juga sadar ketertarikan Robi ke Bella itu tidak wajar.


" kirim saja Bella ke Singapura untuk sekolah, kan di sana ada kakak mu !" usul ayah Bella.


" baiklah ya, nanti aku akan menghubungi kakak di Singapura !"


Kedua orang tua Bella pun pergi berkerja, mereka tak menyadari Robi yang menguping pembicaraan mereka sedang emosi dan mengatur rencana membun** mereka.


Hari itu Bella tak pulang ke rumah karena kerja kelompok dengan temannya sampe malam.


Bella pulang di antar oleh sopir temannya,


" trimakasih ya pak !" kata Bella, dia turun dari mobil dan membuka pintu pagar rumahnya.


Rumahnya gelap gulita tapi lampu tetanga hidup semua.


" apa jangan-jangan ngak ada orang di rumah !" pikir Bella, Bella mengambil kunci dari tas dengan bantuan sorotan lampu jalan.


Bella membuka pintu tanpa curiga dan menguncinya kembali. Dia menyalakan lampu di ruang tamu tanpa menoleh ke manapun Bella langsung berjalan ke tangga dan naik ke lantai 2 di mana semua kamar ada di sana.


Bella mandi di kamarnya dan ganti baju, setelah dia keluar dari kamar mandi dia mendengar suara aneh dia pun keluar dari kamarnya. Pintu kamar Ayah dan Ibunya sedikit terbuka dan dia melihat seseorang sedang menusuk-nusukkan pisau ke tubuh ke dua orang tuanya.


Tapi langkahnya terhenti saat dia merasa dia mengenal orang yang ada di sana. Dengan langkah gemetar Bella memberanikan diri melihat lagi, dia ingin memastikan bahwa penglihatannya salah.


Penglihatan Bella tak salah, itu Om nya Om Robi yang sudah di angap kakaknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2