Ku Kejar Cintamu Pak Rektor

Ku Kejar Cintamu Pak Rektor
Cantik


__ADS_3

"Nia, kamu kok malah diam saja sih. Ya sudahlah, lupakan saja apa yang aku katakan tadi," kata Bayu padaku.


Aku tersenyum pada Bayu, sejak dulu hingga sekarang. Sahabatku memang yang paling mengerti aku. Rasanya, aku merasa sangat bersalah pada mereka. Aku tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan pak Rama.


....


Seminggu telah berlalu, selama itu juga aku kuliah seperti biasanya. Tidak ada yang harus aku siapkan untuk pernikahan aku dan pak Rama. Karna pernikahan itu diadakan malam hari dan hanya ijab khobul saja. Tidak ada resepsinya sama sekali.


Untuk pertama kalinya, wajahku menggunakan make-up. Yah, walaupun acaranya hanya ijab khobul saja. Tapi aku didandani sebagaimana mestinya orang yang akan menikah. Aku memakai kebaya yang telah keluarga Williom siapkan. Mereka juga mendatangkan perias pengantin untukku.


Keluarga pak Rama sudah datang, namun aku belum mereka keluarkan dari kamar. Katanya setelah ijab khobul nanti aku baru bisa keluar dari kamarku. Aku pun nurut saja apa yang mereka katakan.


Malam ini, entah aku harus bahagia atau sedih. Aku juga tidak tahu apa yang harus aku rasakan. Karna disisi lain hati aku bahagia karna bisa menikah dengan orang yang aku sukai. Tapi disisi lain hatiku, aku sedih. Sedih karna hanya bisa ijab khobul saja. Tidak melakukan resepsi pernikahan sebagaimana yang aku lihat saat orang lain menikah.

__ADS_1


Suara sibuk-sibuk pun terdengar diluar kamarku. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi aku tidak diizinkan keluar dari kamar. Aku merasa suntuk sendirian dikamar ini lama-lama. Mau main utak-atik ponsel, ponselku diambil oleh mamaku. Apa lagi yang bisa aku lakukan selain duduk diam dengan kebaya yang bikin aku sangat risih ini.


Tak lama, terdengar bunyi seseorang mengetuk pintu kamarku. Aku pun segera bangun dan membuka pintu kamarku. Ternyata mamaku yang ada dibalik pintu itu.


"Ayo Nia, saatnya kamu untuk turun kebawah nak."


"Emangnya udah selesai ijab khobul ya ma?" kataku.


"Belum selesai Nia, baru mau ijab khobul sekarang. Kamukan harus ada disana untuk ikut menyaksikan ijab khobulnya," kata mama menjelaskan.


"Udah, jangan banyak bicara lagi. Anak mama cantik banget malam ini. Ayo turun sekarang nak," kata mama.


Aku dan mama pun turun dari lantai atas kamarku. Sambil mama gandeng tanganku. Aku berjalan pelan karna rok kebaya itu memang agak sempit. Semua mata yang hadir tertuju padaku. Mereka semua terpana melihat aku. Aku dengar mereka memuji aku cantik malam ini.

__ADS_1


Jelas saja aku agak sedikit cantik malam ini. Karna make-up yang aku pakai membuat wajahku yang aslinya cantik, bertambah cantik lagi. Apa lagi aku tidak pernah menggunakan make-up selama aku kuliah.


Semua orang melihatku, kecuali pak Rama yang hanya tertunduk saja saat semua orang memuji aku. Setelah aku sampai dan duduk disamping pak Rama. Barulah pak Rama melihat aku.


Saat ia melihat aku, ia menatapku dengan tatapan yang tidak bisa aku artikan. Ntah itu tatapan nemuji ataupun tatapan yang tidak suka. Karna selama ini, aku tidak pernah bisa menebak hati pak Rama.


POV Rama


Malam ini, aku akan menikah dengan seorang gadis yang tidak aku cintai. Tidak ingin aku nikahi tapi aku tidak bisa menolak mama dan papa untuk melakukan apa yang mereka inginkan.


Setengah jam waktunya aku duduk, hingga akhirnya orang tua Nia membawa gadis itu turun dari lantai atas. Aku tidak sangup melihat sebuah kenyataan kalau yang akan aku nikahai bukanlah gadis yang aku cintai.


Aku tundukkan pandanganku saat Nia turun dari kamar atas. Aku dengar semua orang memuji kalau Nia sangat cantik malam ini. Tapi aku tetap tidak bisa melihat gadis itu.

__ADS_1


Sampai akhirnya, Nia harus duduk disampingku. Tanpa sengaja, aku melihatnya. Untuk pertama kali aku melihat gadis yang sangat cantik berada tak jauh dari aku. Aku tidak bisa mengatakan apapun selain. Ia dia memang sangat cantik, sangat amat cantik malam ini.


Sebenarnya bukan hanya malam ini saja dia terlihat cantik. Setiap harinya ia juga cantik, nun sayangnya aku tidak pernah bisa jatuh cinta pada gadis ini. Ntah apa yang terjadi, hati ini tetap tidak bisa melupakan seorang gadis yang pernah aku cintai dulu. Aku yakin kalau dia masih hidup dan akan kembali padaku. Ntah bagaimana caranya, tapi perasaan itu selalu saja ada dalam hatiku. Hingga detik ini, aku masih yakin kalau Devilla akan kembali padaku. Aku sangat yakin akan hal itu, sangat amat yakin.


__ADS_2