
Ternyata pak Rama dan mama mertuaku sudah mendengarkan semua yang Salsa katakan dari awal tadi. Tapi mama mencegah pak Rama untuk masuk kedalam. Mama ingin merekamnya dan menjadikan bukti untuk kejahatan yang Salsa lakukan selama ini.
Mama juga menghubungi polisi untuk menagkap Salsa. Karna ia telah melakukan kejahatan.
"Kamu gak papa sayang?" kata mama mertuaku.
"Aku gak papa kok mah, terima kasih mama sudah datang tepat waktu."
Bukan hanya mama mertuku yang ada disini. Mama dan papaku juga datang, walau datangnya setelah semua beres. Dan Salsa juga sudah dibawa kekantor polisi untuk ditindak lanjuti oleh polisi.
"Maafkan aku Nia, kamu baik-baik ajakan."
Aku hanya diam saja, tidak bisa berkata apa-apa. Aku mikirnya, kok pak Rama rada be*go yah. Masa bisa dibohongi sama seorang cewek sih.
__ADS_1
............
Sudah tujuh bulan kejadian itu berlalu. Usia kandungan aku saat ini sudah menginjak delapan bulan. Satu bulan lagi, anak kami akan lahir kedunia.
Kami sudah tidak sabar lagi untuk menanti kelahiran sang buah hati. Walaupun awalnya, kehamilan aku ini bukan karna cinta. Tapi pada akhirnya, pak Rama mengatakan kalau ia cinta padaku dan ia juga sangat menyangi anak yang ada dalam kandunganku ini.
Oh ya, aku tidak memanggil pak Rama dengan sebutan bapak lagi. Aku memanggilnya dengan panggilan mas Rama atau juga sayang.
Mas Rama sebenarnya ingin mengadakan resepsi pernikahan sekali lagi untuk kami. Tapi aku nenolaknya, bagiku sudah cukup dengan aku memenangkan hatinya. Usahaku selama ini ternyata tidaklah sia-sia. Aku ternyata berhasil memenangkan hatinya pak Rama. Itu sudah sangat amat membuat aku bahagia.
Jalan hidup ini tidak bisa kita tebak. Karna kita tidak tahu bagaimana takdir membawa kita kedepannya. Aku baru tahu, tidak boleh menyerah untuk mencapai apapun yang kita inginkan. Tetaplah mengejar apa yang menjadi keinginan kita. Selagi itu bisa kita kejar tentunya. Tapi jangan juga terlalu memaksakan kehendak kita, apa lagi sampai menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hal itu. Semua itu akan tidak baik bagi diri kita sendiri.
"Sayang ...."
__ADS_1
"Iya mas," ucapku menjawab panggilan mas Rama yang baru pulang dari kampus.
Pak Rama sudah berubah total sekarang. Bisa dikatakan berubah seratus persen. Ia tidak dingin lagi padaku, bahkan ia selalu hangat dan selalu romantis. Aku benar-benar bahagia saat ini. Hubungan kami sangat harmonis.
Oh ya, aku juga tidak tinggal bersama orang tua kami lagi. Kami sudah punya rumah sendiri. Meskipun tidak terlalu besar, tapi rumah itu adalah rumah yang kami berdua dekor bersama. Rumah dua lantai yang tertata rapi dengan satu kolam renang dan tanam itu awalnya biasa saja. Tapi saat kami mendekornya dengar rapi, rumah itu jadi surga buat keluargaku. Singkatnya, aku sangat senang dengan kehidupan yang aku miliki saat ini.
”""""""""""""""””’"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Terima kasih sudah selalu ada disetiap karya yang aku buat. Aku hanya bisa menuliskan ending yang seperti ini. Harap maklum, karna aku agak kehilangan sedikit alur ceritanya. Semoga kalian senang dan menikmati akhir dari karya yang aku tulis. Sampai jumpa dikaryaku berikutnya. Da...
I love you all
Sampai jumpa dikaryaku yang lainnya yah.
__ADS_1