Ku Kejar Cintamu Pak Rektor

Ku Kejar Cintamu Pak Rektor
Kedatangan Salsa


__ADS_3

Beberapa saat lamanya aku menemani mama. Kemudian, aku pamit untuk masuk kamar karna aku ingin mandi.


"Maaf mah, Nia pamit kekamar dulu ya. Soalnya, Nia mau mandi."


"Iya Nia."


"Oh ya Nia, mulai besok, adik sepupunya Rama akan tinggal disini."


"Adik sepupu?" kataku kaget.


"Iya, adik sepupu Rama. Gadis cantik, yang bernama Salsa itu akan tinggal disini mulai besok. Karna, orang tuanya ada tugas keluar kota."


"Oh, gitu ya ma."


Aku merasa sangat tidak enak dengan kabar ini. Bagaimana tidak, adik sepupu pak Rama yang bernama Salsa itu adalah gadis yang aneh. Setiap melihat aku, tatapannya menyimpan amarah dan kecemburuan yang sangat kuat.


Ia bahkan terlihat sangat manja pada pak Rama. Ia terlihat tidak suka, saat gadis lain mendekati pak Rama. Jadi, kalau dia tinggal disini. Itu akan membuat aku semakin tidak nyaman saja.

__ADS_1


Aku kembali pamit pada mama, untuk yang kedua kalinya. Aku meninggalkan ruang keluarga itu, lalu menuju kamarku.


Hatiku semakin tidak enak, saat aku memikirkan wajah Salsa. Apakah, ia tidak bisa tinggal dirumahnya saja saat orang tuanya tidak ada. Kenapa harus tinggal dirumah ini. Ah, itu membuah hatiku merasa kesal saja.


......


Seperti yang mama katakan, Salsa datang saat hari mulai senja. Pertanda tidak baik bagi aku, ia datang saat matahari sudah menghilang.


Salsa terlihat sangat dekat dengan keluarga pak Rama. Mulai dari mama dan papa, juga semua orang yang bekerja dirumah ini. Ia sapa semuanya. Pak Rama menyambutnya dengan hangat dan sangat senang kayaknya.


Salsa ditempatkan diruang tamu, awalnya ia tidak mau. Ia bilang, dia bukanlah tamu dirumah ini, melainkan keluarga. Tapi, dirumah ini hanya ada kamar tamu yang tidak terisi. Karna dua kamar diatas, sudah dijadikan kamar kerja papa dan pak Rama.


Aku sedikit mengerti, apa yang ada dalam pikiran Salsa ini. Ia ingin dekat dengan kamar pak Rama. Karna, kamar pak Rama dan aku letaknya diatas bukan?


Semua yang aku lihat sore ini, membuat aku semakin yakin, kalau Salsa ini suka sama pak Rama.


.....

__ADS_1


Malam ini, kami makan bersama. Posisi duduk yang aku miliki sekarang sudah berganti dengan Salsa. Aku tidak mempermasalahkan semua itu, tapi mama selaku ibu dirumah ini sangat tidak senang dengan prilaku Salsa.


"Salsa, kamu tidak seharusnya duduk dikursi sampaing kakakmu. Kamu bisa pindah kekursi yang lain," ucap mama menegur Salsa.


"Lho, kenapa emangnya tante? Apa salahnya kalau aku yang duduk dikursi ini."


"Kak kamu itu sudah punya istri, masa kamu yang duduk disamping dia sih."


"Udah dong ma, inikan hanya kursi tempat duduk buat makan. Masa jadi permasalahan sih," kata pak Rama.


Aku hanya diam saja, tidak berniat untuk menyela pembicaraan yang tidak enak ini. Baru hari pertama saja, Salsa sudah membuat aku sangat amat tidak nyaman. Bagaimana kalau ia tinggal selama satu bulan dirumah ini. Bisa makin parah rasa sakit hati aku ini.


"Rama, kamu tidak boleh seperti itu. Kalau kamu tidak punya istri, itu tidak masalah. Tapi kamu punya istri, masa istrinya duduk sendiri sih."


"Gak papa kok ma, Nia duduk disini saja juga gak masalah. Mungkin, Salsa sedang kangen sama kakaknya. Biarkan saja ia duduk disana," ucapku pada akhir bersuara juga.


Mama terus saja menekan Salsa, sedangkan papa hanya diam saja. Mama terlihat sangat tidak suka pada Salsa. Apa lagi dengam sifat Salsa yang terlihat sangat keras kepala itu.

__ADS_1


Makan malam berlalu dengan saling diam, karna mama terlihat sangat kesal. Tidak ada yang bicara sepatah kata pun saat makan malam berlangsung.


__ADS_2