Ku Kejar Cintamu Pak Rektor

Ku Kejar Cintamu Pak Rektor
Jatuh


__ADS_3

Untung saja aku menemukan kos-kosan yang lumayan murah dan bisa aku tempati untuk sementara waktu. Komunikasiku dengan mama dan papa tetap lancar seperti biasanya.


.......


Seminggu telah berlalu, aku sudah seminggu tidak masuk kuliah. Aku telah minta Bayu bilang pada dosen, kalau aku sedang ada hal mendadak, dan aku sedang berada diluar kota saat ini. Bayu tidak sedikit pun menaruh curiga padaku. Ia mengikuti apa yang aku katakan padanya. Komunikasi aku dengan pak Rico juga lancar seperti biasanya. Pak Rico juga tahu kalau aku sedang berada diluar kota saat ini.


Aku memang telah berbohong pada mereka semua. Kalau dihitung-hitung, dosaku saat ini sangat amat banyak. Aku telah membohongi orang tua dan orang-orang terdekatku saat ini. Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak mungkin mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka semua. Apalagi pada kedua temanku dan pak Rico, karna selama ini, mereka tidak tahu apa yang telah terjadi padaku.


Aku mulai menata diriku kembali, berusaha bangkit dari mimpi buruk yang baru saja terjadi. Seminggu sudah berlalu, dan itu bukan waktu yang singkat. Tapi, pak Rama tidak pernah mencari aku sama sekali.

__ADS_1


Sudahlah, apa yang aku harapkan lagi saat ini. Bukankah pak Rama sangat amat tidak suka pada aku. Bagaimana mungkin ia bisa datang dan mencari aku. Apa yang aku harapkan dari pak Rama lagi saat ini. Ia memang tidak mengatakan talak padaku, tapi harap untuk bersama juga tidak akan pernah muncul untuk selamanya.


Aku memutuskan untuk kembali mekanjutkan kuliahanku. Sampai mama dan papa mertuaku pulang nanti, baru aku akan minta pendapat mereka, untuk hubungan aku dan pak Rama.


Untuk masalah biaya, aku masih punya tabungan yang lumayan banyak saat ini. Tabungan yang belum tentu habis dalam jangka waktu satu tahun. Kalau aku hemat lagi, mungkin dua tahun tidak akan habis tabunganku itu.


Aku datang kekampus seperti biasanya, dengan mobil hijauku dan bergaya layaknya seperti biasa. Baru saja aku mau masuk masuk kegerbang kampus kami. Aku lihat pak Rama berjalan melintasi jalan raya, menuju tempat fotocopy yang letaknya agak berseberangan dengan kampus kami. Awalnya aku ingin mengabaikan saja, tapi tidak bisa.


Dengan cepat, aku turun dari mobilku. Aku berusaha berlari untuk menyelamatkan pak Rama. Karna kecepatan lari, aku berhasil menarik pak Rama dan kami pun terjatuh bersama-sama.

__ADS_1


"Aduuuuuh ...."


Suara itu aku keluarkan dari mulutku tanpa sengaja, saat tubuh pak Rama menindih tubuhku. Untuk beberapa saat lamanya, pak Rama menatap mataku dalam-dalam. Tatapan mata pak Rama yang terlihat berbeda dari biasanya untuk aku.


Pak Rama segera bangun, ia juga membantu aku untuk bangun. Untuk pertama kalinya, aku merasakan sentuhan tangan pak Rama yang ia lakukan secara sengaja padaku.


"Kamu gak papa?" ucap pak Rama sedikit cemas.


"Aku gak papa kok pak, maaf aku hanya berusaha membantu saja," ucapku dengan cepat.

__ADS_1


Aku berinisiatif bicara duluan, agar pak Rama tidak menyerang aku karna aku telah berani menyelamatkannya.


Pak Rama diam saja saat mendengar apa yang aku katakan. Ia tidak berniat untuk menjawab apa yang aku katakan barusan.


__ADS_2