Ku Kejar Cintamu Pak Rektor

Ku Kejar Cintamu Pak Rektor
Mereka bercanda


__ADS_3

Pak Rico pun mengetuk pintu ruangan pak Rama dengan santainya. Terdengar suara pak Rama didalam sana mempersilahkan pak Rico untuk masuk kedalam ruangannya itu.


Pak Rico pun masuk kedalam sambil mengajak aku untuk ikut bersama dengannya. Aku pun ikut dengan pak Rico dengan hati yang masih terasa tidak enak lagi.


"Lho, ada Salsa juga ternyata. Apa kabar Sa?" kata pak Rico ramah pada gadis yang ada didalam.


Tunggu, saat aku melihat gadis itu. Aku merasa tidak asing lagi dengan wajahnya, aku bagaikan pernah melihat gadis itu, tapi ntah berada dimana. Gadis itu tersenyum pada pak Rico, tapi tidak tersenyum padaku. Ia bahkan tidak melihat aku sama sekali.


"Iya kak, aku baik-baik saja. Gimana kabar kakak?" tanya gadis itu pada pak Rico.


"Aku juga baik, sama seperti yang kamu lihat saat ini," ucap pak Rico dengan nada santai.

__ADS_1


"Udah, kamu ngapain masuk keruangan aku. Bareng sama dia lagi, ada perlu apa?" kata pak Rama pada pak Rico.


"Oh, kalo aku masuk keruanganmu tidak ada perlu. Aku hanya ingin masuk saja, tapi kalau Nia, dia dapat tugas dari pak Rio untuk mengerjakan tugasnya diruanganmu," ucap pak Rico panjang lebar.


"Ya sudah, silahkan kerjakan tugasnya sekarang. Setelah selesai, kamu bisa segera keluar dari ruangan ini," kata pak Rama padaku.


"Ayo Nia, kerjakan tugasmu segera. Gak baik lama-lama didalam ruangan rektormu ini. Hawanya kurang baik, mungkin kamu bisa ketularan hawa buruk," kata pak Rico.


Aku hanya senyum saja mendengarkan apa yang pak Rico bicarakan. Pak Rico memang orang yang sangat baik, sayangnya, kenapa hatiku tidak berlabuh pada pak Rico saja sih. Hush ... apa yang aku pikirkan, bukankah aku sudah menikah dengan orang yang ada didalam ruangan ini. Walaupun ia tidak mengangap aku istrinya, tapi agama dan negara sudah mengatakan aku dan dia sah sebagai suami istri.


"Hei, siapa suruh kamu bantu dia untuk mengerjakan tugasnya. Diakan mahasiswa sedangkan kamu dosen. Mana boleh," kata pak Rama.

__ADS_1


"Biarkan saja, kamu tidak bisa melarang aku untul membantunya, diruangan ini juga hanya ada kita."


"Rico, jangan terlalu memanjakan mahasiswa kamu. Nanti mereka bisa ngelunjak."


"Pak Rico, apa yang pak Rama katakan itu benar. Saya gak perlu bapak bantu kok, saya juga akan mengerjakannya dengan secepat mungkin."


Akhirnya, pak Rico menyerah untuk membantu aku. Ia duduk disebelah gadis yang sedang menjadi penonton saja dari tadi. Mata gadis itu menatap aku dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan. Aku tidak tahu siapa dia, dan apa hubungannya dengan kedua dosen tampan ini. Hanya saja, yang aku tahu adalah, mereka dipanggil kakak oleh gadis itu.


Aku pun duduk disofa pojok ruangan itu, lalu mengerjakan tugas yang pak Rio berikan. Dengan catatan, selesai mrngerjakan tugas nanti, aku harus minta tanda tangan pak Rektor sebagai bukti aku berhasil mengerjakan tugas didalam ruangan pak rektor.


Mereka sibuk bicara, gadis itu terlihat begitu manja pada pak Rama. Dan gadis itu juga, terlihat sama manjanya saat bersama pak Rico. Kalau mau dibilang pacarnya pak Rama, rasanya tidak mungkin. Bagaimana bisa pacar pak Rama manja pada semua orang.

__ADS_1


Mereka bercanda riang disana, sedangkan aku berusaha fokus dengan tugas yang aku kerjakan. Walaupun, bersikap fokus saat berada diruangan ini sangatlah sulit. Aku mendengarkan pembicaraan mereka dengan jelas, mana mungkin bisa fokus saat aku mendengar apa yang mereka katakan.


Pak Rama tidak pernah terlihat tertawa lepas sama sekali. Ia hanya tersenyum kecil, itu pun hanya sesaat saja. Lalu kembali keposisi awal wajah datar tanpa ekpresinya lagi. Sedangkan kedua manusia itu, mereka tertawa lepas dan sangat bahagia. Dalam hatiku berkata, *andai aku bisa membuat pak Rama tertawa bebas, mungkin pak Rama adalah orang paling tampan seluruh jagat ra*ya.


__ADS_2