Ku Kejar Cintamu Pak Rektor

Ku Kejar Cintamu Pak Rektor
Syarat


__ADS_3

Mama terus saja menatapku dengan tatapan kesalnya. Aku semakin tidak enak hati dibuat mama ku saat ini.


"Baiklah Nia, kalau kamu sudah punya kekasih pilihan hatimu. Mama dan papa ingin bertemu dengan kekasihmu itu. Mama akan kasih kamu waktu satu minggu, kamu harus bawa kekasih mu bertemu mama dan papa," kata mama padaku.


"Tapi ingat satu hal Nia, jika kamu ketahuan membohongi mama dengan membawa lelaki bayaran atau pun kamu membawa pacarmu lebih dari satu minggu. Maka kamu tidak punya pilihan lain selain menikah langsung dengan orang yang mama pilih untuk menjadi jodoh kamu. Bagaimana, apa kamu setuju dengan persyaratan yang mama berikan?" kata mama panjang lebar padaku.


Bukannya merasa lega, aku malah semakin merasa terpojok dan tidak bisa berkata apapun. Mama membuat aku merasa tidak punya pilihan selain menerima perjodohan. Malahan, mama ingin langsung menikahkan aku dengan orang yang ia pilih untuk dijodohkan dengan aku lagi.

__ADS_1


"Lho ma, gak bisa gitu dong. Orang yang aku suka itu super sibuk. Karna ia juga orang yang punya jabatan ma."


Aduh, mati aku kalo kayak gini. Mana bisa aku bawa pak Rama datang kerumah ku. Apa lagi pak Rama sekarang ini sangat tidak suka dekat sama aku. Bagaimana mungkin aku bisa minta pak Rama untuk membantu aku?


"Nia, jangan bikin mama semakin kesal oke. Kamu tidak punya pilihan lain selain setuju dengan syarat mama. Atau kamu terima tawaran mama untuk kenal duluan sama anak yang akan kami jodohkan padamu," kata mama seakan menyekak mati aku.


"Oke, aku terima tawaran mama. Aku akan bawa orang yang aku suka dalam waktu seminggu."

__ADS_1


Aku pun meninggalkan mama sendirian diruang tamu. Aku pamit naik keatas menuju kamarku. Kepala ku dipenuhi dengan pertanyaan bagaimana bisa aku bawa pak Rama kerumah ku. Dan aku perkenalkan pada mama dan papa kalau pak Rama yang tampan itu adalah calon suamiku. Hal mustahil apa yang akan aku lakukan agar aku membawa pak Rama kerumah ku.


Aku membaringkan tubuhku diatas kasur empuk. Dengan pikiran yang melayang, aku menatap hampa kearah sekitar kamarku yang penuh dengan gambar-gambar kartun tom and jerry kesukaan ku.


Yah, layaknya anak kecil yang suka sama kartun. Itulah aku, gadis yang sudah bisa dikatakan dewasa namun seperti anak-anak. Tapi, ya sudahlah. Jangan dibahas lagi hal itu, yang paling penting sekarang adalah, bagaimana caranya agar aku lepas dari persyaratan mama yang rasanya sangat berat di kepalaku ini.


Aku ambil ponselku, disana tertera beberapa chat yang masuk lewat wa ku. Siapa lagi kalau bukan kedua temanku itu. Mana ada orang lain yang chat sama aku kalau gak ada penting-pentingnya. Melainkan dua temanku yang suka ngeselin namun selalu ada untukku.

__ADS_1


Aku buka chat grup lewat wa itu, mereka sibuk menanyakan dimana aku. Kenapa aku belum muncul sampai berjam-jam setelah aku sampai rumah. Mereka cemas sama keadaanku, mereka sibuk mengatakan apakah aku baik-baik saja atau aku dimana saat ini.


Aku senyum sendiri melihat chat dari teman-temanku itu. Mereka sangat perhatian padaku, walau aku selalu bikin mereka sakit hati dengan sifat aku yang terkadang kekanak-kanakan.


__ADS_2