Ku Kejar Cintamu Pak Rektor

Ku Kejar Cintamu Pak Rektor
Noda merah


__ADS_3

Selesai menghabiskan teh susu, aku ingin tidur karna mataku sangat kantuk. Aku merapikan semua buku yang berserakan karna aku mengerjakan tugas.


Tapi tunggu, ada yang salah dengan rasa tubuhku. Rasanya tiba-tiba panas, dan sulit untuk aku jelaskan. Aku tidak tahu apa yang salah dengan rasa ini. Tubuhku sangat panas dan berketingat. Aku berusaha untuk tenang, namun tidak bisa tenang. Sekilas, aku melihat pak Rama terlihat sama seperti aku, ia juga merasa tidak nyaman.


......


Pagi ini, aku merasa sangat tidak enak dengan tubuhku. Rasanya sangat nyeri dibeberapa bagian tubuh dan juga didaerah terlarangku. Aku kaget bukan kepalang saat aku benar-benar terbangun normal. Aku baru sadar kalau aku tidak menggunakan sehelai benang pun ditubuhku.


Aku menjerit sekuat mungkin saat aku melihat pak Rama juga terlihat sama seperti aku. Pak Rama yang kaget pun langsung terbagun tanpa sadar kalau ia tidak menggunakan bajunya.

__ADS_1


Saat sadar kalau kami tidak menggunakan baju. Pak Rama terlihat sangat marah padaku. Ia mencengkram tanganku sangat erat dan menatapku dengan marah.


"Apa yang kamu lakukan padaku!" kata pak Rama dengan nada tinggi.


"Harusnya aku yang bertanya sama bapak, apa yang bapak lakukan padaku," kataku tidak mau kalah.


Pak Rama tidak menjawab apa yang aku katakan. Ia malah meninggalkan aku sendirian tanpa sepatah katapun kali ini. Ia tidak menjelaskan sedikitpun tentang apa yang terjadi.


Aku melonggo tak percaya sama apa yang telah terhadi tadi malam. Aku berusaha memutar otakku agar aku ingat apa yang telah terjadi. Tapi tetap saja, aku tidak ingat apa yang aku lakukan. Yang aku ingat hanyalah saat aku menghabiskan teh susu dan tububku sangat tidak enak, seterusnya aku tidak ingat lagi.

__ADS_1


Aku berusaha berpikir positif untuk diriku. Karna aku tidak ingat apapun, maka aku tidak ingin bilang kalau aku telah kehilangan harga diriku saat ini. Aku tidak ingin bilang, kalau aku sudah tidak suci lagi sekarang. Sebisa mungkin, aku berusaha untuk menguatkan hatiku. Tapi kenyataannya malah berbeda, karna ditubuhku sangat banyak bercak merah dan area berhargaku rasanya sangat perih sekali.


Tidak, tidak mungkin aku dan pak Rama telah melakukan hal itu. Walaupun dia adalah suami sah bagi aku, tapi dia tidak menginginkan aku. Aku tidak bisa berpikir jernih saat ini. Berusaha berpikir positif sangat tidak membantu buat hatiku. Ditambah lagi, aku melihat ada bercak darah diatas seprei kasur kami. Itu semakin membuat hatiku merasa tidak enak sekali.


Aku bangun dari tempat tidurku sambil membalut tubuhku dengan selimut. Aku menunggu pak Rama keluar dari kamar mandi. Saat ia keluar tanpa pikir panjang lagi, aku langsung masuk kedalam kamar mandi.


Aku ingin terlihat baik-baik saja, tapi tetap tidak bisa. Rasanya, aku tidak bisa menggambarkan perasaan ini lagi. Saat aku turun dari kamarku, aku melihat pak Rama dan Salsa sedang berbicara di meja makan.


Oh ya, aku lupa mengatakan, kalau papa dan mama mertuaku sedang tidak ada dirumah ini. Mereka sedang pergi keluar negeri kemarin sore. Yang tinggal dirumah ini sekarang hanya ada aku, pak Rama dan Salsa, juga ada pembantu dan pekerja lainnya.

__ADS_1


__ADS_2