
Aku baringkan tubuhku di sofa ini, rasanya memang tidak seenak tidur di ranjang yang aku miliki dirumah. Tapi, itu terasa sangat nyaman ditubuhku. Karna aku memang sedang sangat lelah.
"Hey, kamu tidak bisa tidur di sofa itu sekarang," kata pak Rama.
"Haruskah aku tidur di kamar lain malam ini pak, atau apakah bapak ingin aku tidur disamping bapak?" kataku sambil berbaring.
"Kamar inu bukan kamar kamu, jadi jangan sembarangan kamu ya. Kamu hanya bisa tidur dimana aku izinkan saja. Jika tempat yang tidak aku izinkan. Mana boleh kamu tidur," kata pak Rama panjang lebar kali tinggi.
Aku tidak ingin menaggapi apa yang pak Rama katakan. Mataku yang memang sangat ngantuk membuat aku tidak kuat untuk berdebat dengan pak Rama. Saat ini, yang paling aku inginkan hanya tidur saja. Pak Rama terserah dia sajalah. Mau dia ngomel sampai pagi juga tidak masalah buat aku, yang penting bagi aku, pak Rama tidak mengusir aku. Sehingga aku bisa tidur dengan nyaman walau tanpa selimut dan tidurnya di sofa. Ditambah dengan suara omelan pak Rama yang semakin sayup ditelinggaku saat ini.
POV Rama
__ADS_1
Gadis yang menjadi istri aku ini ternyata sangat aneh. Aku sibuk ngomel dia malah dengan nyamannya tertidur lelap di sofa kamarku. Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini. Nia tertidur lelap di sofa padahal aku bicara sama dia.
Dalam hati aku berkata, kok bisa ini yah, ada cewek yang begini diatas muka bumi. Aku ngomong sama dia, malah dia tidur lelap tanpa mikir.
Aku memutuskan untuk melupakan gadis yang ada dihadapanku saat ini. Mau aku ngomong apapau dia juga tidak akan jawab. Jelas saja tidak akan jawab, orang itu cewek sudah tidur.
Aku meninggalkan Nia, berjalan menuju ranjangku dan berbaring diatasnya. Aku mencoba menutup mataku. Aku ingin segera tidur agar aku bisa melupakan hari yang sangat melelahkan ini. Tapi sungguh disayangkan, seberapa kuat aku mencoba melupakan apa yang terjadi hari ini. Tapi semua itu sia-sia saja. Karna makin kuat aku berusaha melupakan semuanya, maka semakin kuat pula aku ingat apa yang terjadi.
Aku lihat Nia yang sedang tertidur lelap di sofa. Rasa benci menyelimuti hatiku, ntah mengapa aku merasa tidak suka pada gadis yang telah bergelar istri sah aku ini.
Tiba-tiba, bayangan Devilla seakan tergambar dengan jelas dipikiranku. Devilla, gadis manis yang selama ini aku tunggu. Walaupun aku tidak tahu apakah ia akan kembali suatu saat nanti. Karna semua orang telah mengatakan bahwa ia sudah tiada. Namun aku yakin kalau ia masih hidup dan akan kembali padaku suatu saat nanti.
__ADS_1
Aku tutup mataku, seakan wajah Devilla berada didepan mataku. Janji yang aku ucapkan pada Devilla seakan kembali aki dengar dengan jelas di telingaku. Bagaikan sebuah rekaman yang selalu mengulang percakapan aku dan Devilla.
Ya tuhan, sampai kapan aku harus hidup dalam bayangan gadis yang sangat aku cintai ini. Tuhan, jika ia masih hidup, maka datangkanlah dia padaku. Tapi, jika ia sudah benar-benar tiada. Aku mohon padamu, buatlah aku hidup normal dan datangkan cinta yang lain buat aku. Aku berkata dalam hati sambil menutup mataku rapat-rapat.
Aku tidak bisa tidur sampai hari menjelang subuh. Aku lihat Nia di sofa, mungkin ia sedang kedinginan saat ini. Aku matikan ac kamarku dan aku ambil selimut. Lalu, aku selimutkan tubuh Nia yang mungil itu.
Aku tatap wajah itu dari dekat, wajahnya terlihat sangat cantik dengan bulu mata yang kenting. Hidung mancung dan bibir yang merah delima. Indah sekali, gadis ini memang sangat cantik jika diperhatikan saat ia terlelap.
Aku baru pertama kali melihat wajah seorang gadis dari jarak sangat dekat. Selama inu, aku tidak pernah melihat gadis dari dekat. Seperti saar ini, saat aku melihat Nia yang sedang terlelap. Bahkan dengan Devilla pun aku tidak pernah melakukan hal ini.
Aku segera bagun dari jongkok yang aku lakukan. Aku sadar, apa yang aku lakukan membuat aku kehilangan pikiranku pada Devilla. Karna dengan melihat gadis yang ada dikamarku ini. Aku jadi lupa diri, bagaimanapun aku juga manusia normal yang punya nafsu yang kuat. Bohong banget jika aku mengatakan aku tidak tertarik dengan gadis manis yang sedang ada dikamarku saat ini.
__ADS_1